NovelToon NovelToon
SUAMI PILIHAN PAPA

SUAMI PILIHAN PAPA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rahmania Hasan

Naura adalah putri semata wayang pak Malik, memiliki paras yang cantik, dia tumbuh tampa merasakan kasih sayang seorang ibu. Pak Malik yang khawatir dengan hidup putrinya kelak ketika dia sudah tiada lagi dunia ini, meminta teman lamanya ketika mereka menuntut ilmu di pesantren dulu.
Pilihannya jatuh pada sosok pria sederhana, namanya Hasan. Pria itu sebenarnya tidak pendiam tapi dunia mereka yang berbeda membuat mereka tidak mudah untuk saling dekat.
Perasaan itu mulai tumbuh diantara keduanya tapi tidak ada yang berani memulai. Sampai akhirnya Naura tak bisa lagi menahan perasaannya, dia mencoba mengambil inisiatif dan terus berupaya memberikan signal - signal cinta. Namun Hasan yang ragu dan takut salah mengartikan isyarat itu justru menghindar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmania Hasan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

CAPTER 20

MENGENANG KEPERGIAN MAMA FANI

Hari ini baik Naura dan Hasan tidak berangkat kerja, setelah sarapan mereka berdua bersama dengan papa Jim dan Andy untuk berziarah ke makam istri papa Jim.

Dalam perjalanan mereka singgah sebentar ke toko bunga dan membeli beberapa buket bunga krisan warna putih dan satu buket bunga bakung warna kuning. Bunga warna kuning itu selalu dibeli oleh pak Jimmy untuk mendiang istrinya untuk mengungkapkan perasaannya bahwa dialah kisah cinta yang pertama dan yang terakhir dalam hidupnya.

Pak Jimmy dan Andy menganakan pakaian hitam sementara Naura dan Hasan mengenakan pakaian putih.

Setelah sampai dikawasan pemakaman pak supir memarkir mobil dan menunggunya didalam, lalu mereka berempat berjalan kaki memasuki area pemakaman. Dan langkah mereka berhenti didepan subuah makam dengan nisan dari keramik warna putih tinggi dan pusaranya juga dilapisi keramik dengan aksen batu-batu kecil putih ditengah serta dihiasi beberapa jenis tanaman bunga, dibatu nisan itu bertuliskan sebuah nama yaitu

STEFANI.

Diawali oleh pak Jimmy yang menggenggam dua buket bunga warna putih dan kuning. Pertama dia menaruh bunga krisan putih lalu menaruh bunga bakung warna kuning namun sebelum meletakkan bunga itu, dia tidak lupa menciumnya terlebih dahulu. Air matanya terus menetes tak kala menyentuh nisan istri tercintanya.

Diikuti Andy meletakkan buket bunga krisan putih dan berlutut untuk memberikan hormat pada mendiang Mamanya. Naura menyentuh tangan Hasan dan menuntunnya untuk mengikuti langkahnya meletakkan bunga dan memberi hormat.

“Semoga Mama damai disana...Nana janji akan selalu ada buat papa Jim dan menyayanginya dan juga Boy, mama Fani ini adalah suamiku.” Menoleh ke Hasan dan meminta Hasan untuk memperkenalkan diri.

Hasan yang tidak tahu soal ritual semacam itu sebelumnya sedikit kebingungan namun dia segera mengatasinya. Setelah membungkukkan badan seperti yang dilakukan Andy dan Naura dia mempernalkan diri.

“Mama Fani saya Hasan suaminya mba Naura, semoga mama Fani damai disana...kami semua akan selalu menyayangi papa Jim dan Andy.” Ucapnya.

Acara berikutnya setelah berziarah yaitu mengunjungi beberapa panti asuhan untuk sekedar bersilaturahim dan melepas kangen dengan pengurus-pengurus panti. Dan juga untuk mendonasikan sejumlah uang dan baberapa sembako serta perlengkapn sekolah untuk anak-anak disana.

Hati Hasan dibuat terkagum dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh keluarga istrinya, bahkan istrinya yang selalu berselisih paham dengannya dan memasang wajah ketus, hari ini semua itu jauh dari dirinya yang terlihat hanyalah wajah cantiknya, senyumnya yang lembut, sikapnya yang santun dan low profil serta candanya yang polos dengan anak-anak dipanti.

“Ternyata aku belum mengenal dirimu sama sekali...semoga semua ini akan aku rasakan dirumah.” Batinya berguman.

Setelah berkunjung ke beberapa panti pak Jimmy meminta pak supir untuk singgah sebentar ke sebuah restoran. Seharian berkeliling tentu membuat cacing diperutnya bernyanyi sambil menari. Seperti biasa pak Jimmy memilih untuk makan di restoran khusus masakan lokal, mungkin karena tinggal diluar negeri sehingga begitu kembali lidahnya hanya ingin mecicipi masakan lokal seperti tahu, tempe dan makanan yang berbau penyetan.

“Ayo turun kita makan dulu!.” Ucap pak Jimmy pada kedua anak dan mantunya.

“Nih perut udah nggak sabar mau makan sambel.” Andy bersemangat.

“Pak Said setelah parkir mobil langsung gabung ya sama kita!." Pinta pak Jimmy.

Restoran yang dipilih adalah restoran bernuansa pedesaan dan alam, banyak tanaman disusun menyerupai

pekarangan rumah, tempat makan berupa joglo yang terpisah satu sama lainnya. Untuk memudahkan pengunjung memanggil pelayan, tak lupa dilengkapi dengan pentungan sebagai tanda panggilan. Ditengah diberi meja dengan ukuran cukup besar dan tidak tinggi, pas untuk posisi lesehan, suara gemericik air membuat suasana semakin adem.

Dengan semangat Andy memukul pentungan sebanyak tiga kali sesuai dengan petunjuk yang tertera disana, dan tidak butuh waktu lama seorang pelayanan datang dengan membawa dafta menu. Pak Jimmy adalah orang pertama yang memilih menu, dia memilih ayam ungkep, sambel terasi plus pete, cah kangkung dan tidak lupa dengan tahu tempe.

“Wahhh..benar-benar menu nostalgia yang dipilih Papa!.” Seru Andy dan langsung mendapat jeweran dari papanya.

Selesai memilih pak Jimmy menyerahkan pada mereka bertiga untuk memilih pesanan. Pelayan dengan cermat mencatat setiap menu yang dipesan dan tidak lupa untuk membacanya agar tidak ada yang terlewat.

Sambil menunggu pesanan datang Naura dan Andy bertingkah seperti anak kecil, mulai bermain tebak-tebakan dan juga lomba bermain game di handphone mereka masing-masing. Dua orang itu benar-benar mengabaikan keberadaan Hasan, pak Jimmy dan juga pak Said.

“Sudah taruh dulu...makanannya sudah datang!.” Perintah pak Jimmy sambil menepuk paha Andy.

Dengan lahapnya mereka berempat plus pak supir menyantap makan siang mereka. Naura yang tidak terlalu suka pedas dikerjain oleh Andy dengan menaruh sambal lalu menutupi sambal itu dengan nasi dan lauk. Naura yang tidak menyadari melahapnya dengan semangat, seketika pedas menyambar mulutnya. Andy tertawa geli melihat Naura tapi Hasan dengan sigap memberinya minuman.

“Yeee...suami-suami siaga nih!.” Goda Andy.

Naura yang kesal mengambil udang krispi dipiringnya dan menyumbal mulut Andy yang sedang tertawa lebar. Sementara dengan sigap tangannya mengambil handphone dan memotret wajah Andy yang disumbal dengan udang krispi. Andy yang tidak terima difoto oleh Naura mencoba merebut handphone itu dari tangannya. Tak urung perkelahian antara kucing dan tikus tidak terhindarkan, untuk mempertahankan handponenya dia segera bergeser dengan cepat kesisi Hasan dan memasukkannya disaku celana Hasan. Dan menarik tangan Hasan untuk mengamankannya. Tidak cukup dengan itu, dia bahkan membenamkan dada dan kepalanya ditengah kedua paha Hasan yang duduk bersila. Tangannya melingkar ketat dipinggang Hasan.

“Udah sana bodoh!.” Serunya untuk menghentikan Andy.

Andy yang melihat keintiman itu langsung terbersit dikepalanya untuk menggoda Naura agar terus menempel ketat pada suaminya. Hasan yang tidak menyangka Naura akan lepas kendali seperti itu hanya bisa melongo.

“Pa lihat itu Naura...pasti dia mau posting foto itu....” Rengek Andy sambil mencoba mendekati Naura.

Andy mencoba melepaskan tangannya tapi Naura semakin mengencangkan pelukannya.

“Cepat bantu aku dari si bodoh ini!.” Pinta Naura ke Hasan.

Hasan yang tersadar segera melingkarkan tangannya dipunggung Naura dan tangan satunya menghalau Andy. Pergulatan yang dipaksakan oleh Andy itu berlangsung cukup lama sebelum akhirnya pak Jimmy menarik Andy dari belakang.

“Kalian ini kok nggak ada besarnya...malu itu dilihat orang!." ujar pak Jimmy.

“Naura itu Pa...bakal majang fotoku di sosmednya dia!.” kilah Andy.

“Ya biarin...jaman sekarang orang lomba-lomba bikin yang viral kok kamu malah menolak!."

“Papa kok jadi belain dia...nggak kasian apa sama anaknya gara-gara itu foto entar nggak ada cewek yang naksir!.”

“Bukan fotonya yang salah tapi emang kamu nggak pinter...lagian mana ada cewek yang mau sama cowok cengengesan kayak kamu, kalau pengen cepat dapat contoh itu mas Hasannya, sikapnya maskulin dan tenang.”

“Huhhhh!.” Keluhnya tidak meneruskan perdebatan.

“Kasian deh!.” Ledek Naura.

Andy berpura-pura hendak memukul Naura sehingga spontan Naura kembali memeluk Hasan dan berlindung padanya.

“Berhasil deh rencana gua ” Batin Andy sambil tersenyum puas melihat keduanya saling berpelukan, yang satunya meminta perlindungan dan satunya lagi memberi perlindungan.

Tangan Andy dengan cepat menarik Handphone miliknya dan mengabadikan momen langka itu.

“Kalian berdua emang benar-benar terlihat serasi!.” Sambil mengacungkan jempolnya dengan bangga.

Naura sontak melepaskan pelukannya dari Hasan dan meminta Andy untuk menghapusnya.

“Ya Jangan lah...sepupu baikmu ini akan selalu mengabadikan momen keromantisan kalian berdua!." Goda Andy.

“Ihhh...hapus!!." Sentak Naura.

“Udahlah satu-satu...btw kapan ini aku bakal punya ponakan kecil? ” tanya Andy spontan.

Naura dan Hasan yang mendengar pertanyaan Andy langsung tersipu malu, keduanya kompak tidak bersuara.

“Udah cukup...ayo pulang!.” Ujar pak Jimmy.

Setelah membayar bill mereka berjalan keluar dari restoran tapi tak disangka mereka bertemua dengan Yunita yang berjalan menuju lobi restoran. Suasana hati Naura yang tadi cerah berubah gelap seketika. Wajahnya yang cantik dan kalem berubah ketus dan Hasan merasakan perubahan suasana hatinya.

“Lho ketemu kalian disini.” Sapa Yunita sambil memasang senyum palsu.

“Iya nggak nyangka...kok sendirian?.” tanya Andy mencairkan suasana.

“Iya nih belum punya gandengan soalnya.” Jawab Yunita sok manis.

“Terus kesini?!.” lanjut Andy

“Ketemuan sama teman...ada kepentingan dikit...oh ya mas Hasan boleh kapan-kapan saya minta bantuannya!.” Mulai menambah emosi Naura.

“Inshaallah...soal apa nih?.” jawab Hasan biasa.

“Itu sepupuku kan baru pindahan terus rencananya dia mau pindah kuliah di kampusnya mas Hasan.” Menerangkan sambil terus menebar senyum.

“Ohhh...inshaallah bisa.” Jawab Hasan.

“Ok saya hubungi lagi ya nanti lebih jelasnya.”

“Ok saya tunggu.”

Naura terus terdiam dan wajahnya terus memasang ekspresi ketus, begitu Yunita berlalu dia langsung melangkahkan kakinya dengan cepat menuju mobil yang terparkir.

“Pak Said ayo buruan!." Teriak Naura dengan kesal.

Mereka pun berjalan dengan cepat menyusul Naura dan langsung masuk mobil, pak Jimmy terus mengamati perubahan mood Naura dengan cepat. Hasan juga menyadari perubahan sikap Naura, hatinya entah kenapa merasa senang melihat kecemburuan Naura tapi dia tidak mau mengakuinya.

“Pak Said bisa cepetan nggak nyupirnya?!.” ucap Naura dengan kesal.

“Iya Non....” Jawab pak Said.

Disepanjang perjalanan sampai tiba dirumah Naura terus berdiam diri, langkahnya cepat dan mengabaikan semua orang disekitarnya, termasuk juga Papanya. Dia hanya berjalan keatas menuju kamarnya, diikuti oleh Hasan dari belakang.

“Kenapa itu anak kok marah terus bawaannya?!.” keluh pak Malik.

“Dia itu sebenarnya lagi cemburu Om tapi nggak mau mengakui kalo dia itu sebenarnya cemburu dan punya perasaan sama suaminya.” Andy menjelaskan.

“Masak?!.” pak Malik tidak percaya.

“Dia itu nggak mau suaminya dilirik sama cewek lain apa lagi kalo ada yang berani naksir." Tawa Andy.

“Tahulah anak itu ribet bawaannya.” Ucap pak Malik.

“Om!.” Seru Andy sambil menunjukkan foto yang barusan dia ambil.

Pak Malik tersenyum cerah melihat foto putrinya yang sedang memeluk erat suaminya dan juga begitu dengan suaminya yang terlihat melindungi putri cantiknya.

Dilantai dua rumah tepatnya dikamar, Naura kembali berdebat dengan suaminya, pasalnya telepon genggam Hasan yang terus berbunyi dan dia menyangka itu adalah chat masuk dari Yunita. Kemarahannya semakin menjadi ketika apa yang disangkanya tepat adanya.

“Mba tolong jangan dahuluin emosinya!.”  Berusaha menenangkan.

“Gimana nggak emosi...ngapain kamu bersikap manis didepan cewek ganjen itu?.”

“Siapa yang bersikap manis?.”

“Tadi itu...ngapain mengiyakan permintaannya?.”

“Ya Allah apa salahnya bantuin orang!." Mulai frustasi menghadapi kemarahan Naura.

“Bantuin apa cuma modus biar bisa deket!.” Belum kehilangan tenaga untuk berdebat.

“Mas janji nggak akan menyelingkuhi kamu...niat mas hanya ingin membantu....” Sambil mendekat untuk meraih tangan Naura.

Namun Naura segera menepisnya dan berjalan kearah kasur, melemparkan tasnya dengan keras. Hasan yang tidak menyerah segera menyusulnya dan menarik tangan Naura yang sudah merangkak naik keatas ranjang.

“Lepasin!.” Bentaknya.

“Mba nya tolong jangan marah-marah terus....”

“Harusnya kamu yang nyadar diri dong!."

“Iya aku sadar aku salah...tapi tolong jangan hanya menuntut aku buat memahami Mba nya sekali aja perhatikan aku juga, kenali aku juga, pahami aku juga....” Nada suaranya bergetar ketika mengucapkan semua itu.

Tidak ingin terus berdebat dengan istrinya, tangan Hasan melepaskan genggamannya dan turun dari kasur dengan pundak terjatuh yang seolah mengisyaratkan keputus asaannya.

Langkahnya lesu menuju sofa, meletakkan telepon genggamnya diatas meja dan menjatuhkan tubuhnya. Dia terlihat merenung beberapa saat lamanya sebelum kantuk singgah dan membuatnya terpejam dengan raut muka yang berat.

1
F2h 29
Lumayan
Bungatiem
aku baca udah ke 4x. tapi pas cerita nya udah mulai melintir ga karuan aku ga lanjutin lagi.
Triwoel Andari
Hasan ngasih mahar ke Naura d episod ke brapa yah.. apa aku yg kelewatan ngebaca nya atau gimana yah...???
Hani P Hani
soweet jadi penggen jadi naura😍😍😍
Hani P Hani
ahirnya mereka bersatu semoga ini menjadi awal yang baik
Hani P Hani
alhamdulilah
Myra Azmoro
Si naura kelewatan ,, Hadeeww episode ini banyak mengadung bawang bikin hati sesak
Yuni
i
나의 햇살
gimana cowok suka sama kamu, orang kamu aja calon pelakor karena kalah saing sama Naura
Jusmiati
enaknya Naura, masak suaminya terus yg berjuang, kalau sy jadi Hasan, sdh sy tinggalin tuh nauranya, cari wanita yg lebih berfikir dewasa....😔😔😔
Yeni Rubianti
berbagi ilmu
Linda Erma
Busyetttt dch nih novel bikin begadang,dtambah nangis lagi gue bacanya 😭😭😭
Linda Erma
Busyetttt dch nih novel bikin begadang,dtambah nangis lagi gue bacanya 😭😭😭
Linda Erma
Bagus bgt critanya,dr tadi bikin mewek mulu 😭😭😭
Linda Erma
Critanya bikin aku mewek bgt 😭😭😭
Linda Erma
Sedih bgt ya 😭😭😭
Linda Erma
Yahhh aku nangis,Naura harusnya bersyukur punya suami yg sabar kyk hasan
Muda MACMUDAH
bagus thor cm sayang kurang lengkap klo g ada ilham jg
Muda MACMUDAH
yg cewek kurang cantik kak soalnya yg cowok tampan abis🤭
Heny Purwati
naura knp egomu tinggi...sampai" tak menyakini ketulusan suami sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!