Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya gila, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Gara-gara perkataan Arjuna, Helena tidak bisa tidur.
"Aku sudah pernah tinggal di hutan selama tiga hari tiga malam. Seharusnya aku tidak perlu takut."
Helena mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri.
Tapi rasa ngantuk tak kunjung datang, membuatnya sangat kesal.
Untuk menghilangkan rasa takutnya. Dia memilih menonton televisi.
Namun, dia dibuat kaget saat di layar televisi itu malah menayangkan film horor, menampilkan sosok pocong yang sangat menyeramkan.
"Ahhh!" Helena menjerit. Dia langsung berlari keluar dari kamar.
Arjuna yang berada di kamar sebelah segera keluar saat mendengar suara jeritan itu.
"Ada apa?" tanya Arjuna. "Apa terjadi sesuatu?"
Helena segera memasang wajah dinginnya kembali. Dia tidak boleh terlihat penakut di depan pria itu. "Tidak apa-apa. Tadi hanya ada kecoa."
Tapi Arjuna bisa menebak bahwa gadis itu sedang berbohong. "Aku pikir kamu habis melihat hantu. Ya sudah, kalau begitu aku tidur duluan."
Helena langsung mencegah. "Eh, eh tunggu."
Arjuna menahan ketawa. "Ada apa?"
Helena mencoba mencari alasan. "Emm... aku rasa malam ini gak ada salahnya kita tidur satu kamar."
Arjuna pura-pura menggigil ketakutan sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. "Aku masih perjaka. Aku belum punya banyak pengalaman."
Helena mendesis kesal. Dia langsung menginjak kaki Arjuna.
"Shhh." Arjuna langsung meringis kesakitan sambil memegang kakinya.
"Siapa juga yang ingin melakukan hal itu denganmu. Kamu harus bertanggungjawab karena sudah menakutiku. Jadi kamu harus menjagaku semalaman."
...****************...
Berniat mengerjai Helena, Arjuna malah kena batunya. Dia disuruh melek semalaman.
"Pokoknya kamu jangan tidur. Diam disana!" ucap Helena kepada Arjuna yang sedang duduk di sofa.
Sedangkan dirinya saat ini sedang terbaring nyaman di atas ranjang.
Arjuna hanya menghela nafas dalam-dalam. Kemudian dia bertanya. "Jadi wanita yang tadi itu adalah ibumu, dan yang satunya lagi kakakmu?"
"Hm," jawab Helena dengan singkat.
"Tapi mengapa diantara kalian sama sekali tidak ada kemiripan?" gumam Arjuna dengan nada heran.
"Mereka bilang wajahku mirip ayahku," jawab Helena dengan nada datar.
Arjuna pun mengangguk. "Ah, begitu."
Helena pun terdiam. Dia menjadi mengingat dengan semua perlakuan ibunya pada saat dia masih kecil.
Dari dulu, setiap tahun mereka selalu merayakan ulang tahunnya Nova. Kakaknya benar-benar diperlakukan dengan manja. Sedangkan dirinya, jangankan dirayakan, diingat saja tidak pernah.
Meskipun Helena selalu pura-pura tegar dengan cara selalu bersikap angkuh pada semua orang, tapi hatinya benar-benar sangat terluka, jika mengingat perlakuan orang tuanya.
Sejujurnya, dia sangat ingin merasakan kehangatan kasih sayang dari seorang ibu.
...****************...
Sementara itu, dia tempat yang berbeda.
Terlihat seorang wanita paruh baya yang sedang terbaring koma. Wanita itu sudah tidak sadarkan diri selama dua puluh empat tahun.
"Bagaimana keadaannya, Dokter?" tanya seorang pria paruh baya bernama Jordan. Dia adalah seorang ketua mafia yang menguasai bisnis di dunia bawah tanah, termasuk bisnis di dunia legal.
"Maafkan saya, Tuan. Saya rasa dia memang sudah tidak memiliki harapan lagi untuk bisa sadar," jawab sang dokter dengan nada berat.
Jordan hanya menghela nafas dalam-dalam. Dia sudah berusaha keras untuk memperjuangkan kesembuhannya, termasuk membawanya berobat ke luar negeri. Namun hingga hari ini, tak ada perubahan sedikit pun.
Dua puluh empat tahun yang lalu, dia menemukan tubuh wanita itu terombang-ambing di lautan dengan keadaan tubuhnya yang penuh luka. Keadaan sangat memprihatinkan.
Secara logika medis, kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk bertahan lama. Tapi keinginan hidupnya yang masih terlalu besar, yang membuatnya masih bertahan sampai hari ini.
jahat axel.
helen sangat terkejut ternyata juna selama yg dicari bisa membantu timnya, semoga aja kehadiran juna boss menyelematkan pasien...
biangkeroknya adalah mirna yg sengaja membuat kesalahan, agar operasinya gagal total pasti disuruh sama silampir nova...
tenang helen suami sangat pintar dan jenius, di zamannya juna terkenal sebagai tabib hebat...
juna pasti dengan kemampuannya bisa menolong pasien itu, untung juna dateng tepat waktu menggantikan mirna itu.
semoga aja mirna ketahuan yg membuat kesalahan, ayo juna tunjukan kemampuanmu dan kehebatan. kamu mampu bisa melakukan operasi kerjasama tim...
agar papa mertua kamu selalu menghina dan meremehkanmu itu menyesal, ternyata menantu yg dianggap bodoh dan tidak berguna itu sangat hebat dan pintar...
helen pasti bangga padamu juna, kamu punya kemampuan sangat hebat dan pintar....
cepat... cepatlah lakukan penyelamatan...