Apakah kau percaya pada cinta?
Morgan dipertemukan dengan Vivian, seorang wanita yang pernah dia cintai dulunya. Setelah 7 tahun berpisah, akhirnya mereka bertemu.
Perjalanan cinta mereka menghadapi banyak sekali tantangan, hingga jarak dan waktu benar-benar memisahkan mereka.
Namun semakin jauh mereka dipisahkan, mereka semakin menyadari bahwa mereka saling membutuhkan.
Apakah mereka berhasil dipersatukan kembali? Bagaimana perjalanan cinta mereka akan terjadi?
Penuh dengan nuansa romantis bercampur pelajaran hidup yang menarik, ikuti kisahnya disini!
Update setiap hari pukul 23:00 - 02:00
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theofanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jawaban dari Perasaan
Kota Paris, Prancis.
Setiap orang memiliki cerita mereka masing-masing. Dengarkanlah, dan kau akan menjadi teman baik mereka.
Malam Natal yang menyenangkan telah mereka lalui bersama.
Atas usul dari Vivian, akhirnya Morgan, Jessica, Angela dan Vivian sendiri memutuskan untuk pergi berlibur ke Kota Venice, Italia, dan menghabiskan tahun baru mereka disana.
Dapat dibayangkan jika duduk diatas perahu yang mengapung dan melihat kembang api yang indah adalah impian dari Vivian sejak kecil.
Mereka semua telah berkumpul di mansion Keluarga Wisse dan menunggu jet pribadi Ayahnya dipersiapkan di bandara.
Sebenarnya Vivian bermaksud untuk menghabiskan malam tahun baru hanya berdua bersama Morgan, namun hal yang tidak terduga terjadi saat malam Natal yang hangat ketika mereka berdua hendak melakukan ciuman pertama mereka, justru diganggu oleh kehadiran Jessica dan Angela yang datang dengan tiba-tiba, sehingga mengharuskan Vivian mengajak mereka berdua juga agar mereka tidak terlalu curiga pada Morgan dan Vivian.
Setelah menunggu 30 menit, akhirnya pihak bandara mengabarkan pada Vivian bahwa jet pribadinya telah siap berangkat ke Kota Venice, Italia.
Suasana romantis Kota Paris akhirnya berada dibawah mereka. Vivian dapat melihat keindahan Kota Paris yang penuh dengan kenangannya bersama Morgan disana. Vivian memandang wajah Morgan yang sedang tertidur pulas tepat dihadapannya dan tersenyum melihatnya.
Vivian tidak menyangka akan sedekat ini pada Morgan yang awalnya hanya karena sebuah kecelakaan kecil.
Namun Vivian mengakui bahwa saat bersama Morgan, dirinya merasa telah menemukan apa yang ia cari, dirinya menemukan sesuatu yang hilang, dirinya menemukan kelengkapan yang mampu menutup tempat yang kosong dan sepi didalam hatinya.
“Aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan cinta, namun ketika aku berada disampingmu dan menatap matamu, aku merasakan sesuatu yang hangat di hatiku. Aku senang akan hal itu, bahkan setelah bertemu dan merasakan hangatnya dirimu, aku tak pernah lagi menangis sendiri dan merasa kosong.” Vivian menatap wajah Morgan dan memegang tangan Morgan yang sedang tertidur.
Vivian tahu bahwa Morgan semalaman kurang tidur karena harus membereskan kekacauan di apartemennya jadi Morgan sangat mengantuk dan harus tidur.
Tidak terasa mereka telah berada di pesawat selama dua jam.
“Hei Jessica, lihatlah tangan Vivian! Dia memegang tangan Morgan begitu saja.” Angela berbisik pada Jessica yang sedang memerhatikan pemandangan dibawah.
Jessica mengarahkan pandangannya pada tangan Vivian yang memegang erat tangan Morgan didepan matanya, tentu saja Jessica tidak terima akan hal itu, bagaimana bisa Vivian semudah itu mendekati Morgan?!
Namun fokus mereka berdua teralihkan ketika sang pilot mengumumkan bahwa mereka akan tiba sebentar lagi.
Morgan yang sedang tidur akhirnya terbangun, Morgan membuka matanya dan dirinya melihat Vivian menarik tangannya dari tangan Morgan secara tiba-tiba.
Menyadari hal itu, Morgan berpikir jika mungkin Vivian takut akan pendaratan pesawat, “jika kau takut pada saat pesawat ini mendarat, pegang lah tanganku.” Morgan meletakkan tangannya pada tangan Vivian dan menggenggamnya erat.
Vivian menyembunyikan senyumannya ketika Morgan memegang tangannya dengan erat.
Suasana romantis Kota Paris akhirnya berganti dengan keindahan lautan dengan hamparan tanpa batas.
Pesona klasik bangunan dan nuansa era abad pertengahan menyambut mereka berempat setibanya di Kota Venice, Italia.
Vivian membawa mereka semua mengendarai mobil perusahaan Ayahnya yang berada di dekat bandara Venice menuju villa Keluarga Wisse dipinggiran laut Kota Venice.
Jalanan yang dipenuhi dengan kanal-kanal yang indah dan bersih menemani perjalanan mereka.
Matahari yang terbit di siang hari menuntun jalan mereka melintasi perbukitan kecil hingga tebing curam yang berada dipinggir laut.
Morgan memandang sebuah villa megah yang berdiri tepat dipinggir tebing dan menghadap ke lautan yang luas.
“Itu dia villa Keluarga Wisse!” Tunjuk Vivian kearah dimana Morgan memandang sebuah villa.
Villa yang didesain klasik bergaya khas Italia lengkap dengan taman yang indah dan kolam diatas tebing.
….
Matahari akhirnya menyembunyikan dirinya dan digantikan dengan bulan yang terbit terang. Jessica & Angela yang kelelahan karena perjalanan yang panjang tertidur pulas di kamarnya masing-masing.
Menyadari bahwa semua pengganggu telah tidur lelap, Vivian pergi mengajak Morgan untuk berjalan kaki disekitar villanya pada malam yang cerah.
Vivian membawa Morgan naik ke sebuah batu besar yang berdiri kokoh diatas pantai dan laut.
Akhirnya Vivian & Morgan memiliki waktu berdua dibawah terang bulan dan lautan yang luas, tidak ada seorangpun disana kecuali mereka berdua.
Morgan bercerita kepada Vivian tentang kisah cintanya dulu ketika masih duduk di bangku SMA, tentang bagaimana dirinya melihat seorang gadis yang memainkan piano diruangan musik, tentang menembus derasnya hujan demi memberikan sebuah payung, hingga kisahnya yang berakhir menyedihkan saat dirinya menunggu gadis yang disukainya disebuah jembatan.
Vivian mengangkat alisnya ketika mendengar semua cerita yang Morgan ceritakan persis dengan apa yang dirinya alami dulu, disaat Vivian melihat seorang anak culun memandanginya bermain piano, disaat anak culun itu menembus derasnya hujan dengan badan yang terluka demi memberikan Vivian sebuah payung, hingga ketika Vivian melihat seorang anak lelaki dipinggir jembatan yang sama dengan apa yang Morgan ceritakan.
Akhirnya Vivian sadar dan menarik kesimpulan bahwa … seseorang yang sangat disukainya hingga menyimpan perasaannya hingga hampir 8 tahun adalah Morgan itu sendiri, seorang pria bermata biru yang selalu memberikan kehangatan padanya, mengisi kekosongan hatinya, menghidupkan getaran yang telah lama tidak dirasakannya, menyelamatkan harinya, hingga menghiburnya dengan canda dan tawa.
Vivian menangis tanpa sadar dengan tersedu-sedu.
Dirinya tiba-tiba memeluk tubuh Morgan dengan erat sambil menangis mengingat bagaimana sulitnya hari-hari yang dilalui Vivian selama memendam perasaannya pada seorang anak culun yang saat ini sedang berada dalam pelukannya.
Vivian lalu memandang wajah Morgan yang disinari rembulan dengan indah, bayangan mata biru itu akhirnya dapat diingat Vivian dengan jelas sejak terakhir kali mengingatnya semasa SMA.
Vivian lalu mendekatkan wajahnya pada Morgan dan mencium Morgan sambil menangis.
Morgan yang tidak tahu mengapa Vivian tiba-tiba menangis seperti itu membiarkan Vivian menangis sepuasnya selama berada dipelukan Morgan.
Namun Morgan tidak menyangka bahwa Vivian akan menciumnya secara mendadak seperti itu, sehingga Morgan mengira bahwa Vivian adalah seorang yang sensitif.
Morgan tidak berkata apapun selama Vivian menangis agar Vivian dapat melepaskan semuanya dengan tenang tanpa harus memikirkan jawaban atas pertanyaannya.
Dibawah sinar rembulan yang cerah dan indah, diatas sebuah batu yang kokoh menghadap ke lautan yang tidak terbatas, dan ditemani ombak-ombak laut yang menenangkan akhirnya menjadi saksi atas sebuah rahasia yang selama ini terpendam, sebuah perasaan yang selama ini terjaga, sebuah cinta yang dipersatukan kembali setelah berpisah, sebuah kebahagiaan yang selama ini tertunda, dan sebuah akhir dari perpisahan yang menyusahkan dan menyiksa.
Vivian lalu melepaskan ciumannya, memegang kedua pipi Morgan dan menatap mata birunya lalu berkata, “aku mencintaimu, Morgan Collins.” Tanpa sempat Morgan berkata apapun dan membalas apa yang dikatakan Vivian, Vivian kembali menciumnya secara tiba-tiba.
Ketika sedang berada dalam dekapan dan ciuman Vivian, Morgan seperti dapat merasakan semua yang dirasakan Vivian, sebuah perasaan yang sangat lama dipendamnya, semua kesedihannya, semua kesusahannya, semua rasa cintanya bercampur menjadi satu.
Akhirnya Vivian melepas ciumannya dan menatap mata Morgan yang disinari cahaya rembulan dan Vivian seperti menunggu jawaban cinta dari Morgan.
Namun Morgan yang tidak peka malah tidak mengatakan apapun lalu membaringkan tubuhnya diatas batu dan memandang ke langit malam.
Vivian lalu memukul lembut perut Morgan dan berkata, “kau pria yang sangat jahat!”
Morgan sebenarnya sedang mengolah apa yang barusan terjadi, saat dirinya sedang bercerita masa lalunya.
Morgan sempat mengira bahwa Vivian akan cemburu atau marah padanya, justru Vivian malah memeluk dan menciumnya dengan tiba-tiba hingga berkali-kali.
Vivian yang merasa badmood dan kesal langsung pergi meninggalkan Morgan yang tidak peka dengan apa yang Vivian butuhkan setelah ciuman pertama dan keduanya pada Morgan.
Sebenarnya, saat wanita sedang kesal dan berpura-pura meninggalkan prianya, harusnya pria itu mengejarnya dan memeluknya lalu meminta maaf, namun Morgan sama sekali tidak melakukannya sehingga menambah kekesalan Vivian pada Morgan.
Kau tahu sendiri apa yang akan terjadi jika Vivian sedang badmood? Tentu saja perang dunia akan kembali terpecah!
yuk mampir juga di novel ku
yang berjudul
SAMA RUPA BEDA NASIB
aku nyicil baca dan like nya y, aku jadikan favorite dulu
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
Semangat Up Kak 🌸🌸
Eh, ada si Gwen, Aerin ikut gk?
Morgan cepat sembuh ya...
kasihan vivian, apalagi dia sedang hamil 😢
kok jd kesel ya sama william😌
Wah wah, pesen ngga sepanjang biasanya aja harus diselidiki.. wah 😆🤣
wah wah, Cie yang di temenin Jeremy.. Cie Cie.. yang dimasakin..
uhh indah bgt oemandangannya suka deh huhu😢
hai kakak, maaf ya aku baru mampir lagi huhu😭
Adudu Will kamu itu keren masa gitu 😭
angela, masalah lacak melacak emang jagonya. tapi maaf, vivian udah tau.
kaget juga dia ternyata william yang melakukannya
di tunggu respek nya. 2 like 👍👍
(Baru kali ini liat Wiliam di suruh suruh)🤣🤣
Semoga penyakit Morgan cepet sembuh,biar Vivian gak nangis-nangisan lagi🙂🙂