NovelToon NovelToon
DOPAMIN

DOPAMIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia
Popularitas:186
Nilai: 5
Nama Author: Key Kastara

Balas dendam adalah hidangan paling nikmat, tapi juga yang paling memabukkan.

Lima tahun lalu, Zara dijual, dihina, dan diinjak harga dirinya oleh kerabat sendiri. Diselamatkan sekaligus ditempa oleh Garda, ia berubah menjadi Zevana Ardhani—wanita cerdas, berkuasa, dingin, dan mematikan yang hidupnya hanya punya satu tujuan: Balas Dendam.

Namun segalanya goyah saat Arka hadir. Pemuda tulus dan polos—anak musuh terbesarnya—mencintainya tanpa syarat, perlahan mencairkan hati beku yang ia bangun bertahun-tahun.

Di tengah pusaran kebencian yang memberi kepuasan sesaat layaknya efek dopamin… Zevana dihadapkan pada pilihan terberat yaitu antara terus memburu kehancuran, atau berani berhenti demi cinta yang menawarkan kesembuhan sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Key Kastara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan yang Janggal

Keheningan menelan ruang untuk sesaat, sebelum akhirnya Garda kembali membuka suara. "Meskipun kita punya banyak mitra dan orang-orang kompeten yang bisa menyukseskan bisnis dari berbagai bidang, tapi orang-orang yang kuanggap dan percaya hanya kalian saja. Hanya kalian berdua yang tahu betul bagaimana cara kerjaku, cara berpikirku."

Jari-jari panjang Garda mengetuk pelan meja makan berkilau itu, satu per satu, iramanya lambat namun membuat jantung siapa saja yang mendengarnya berdebar kencang.

"Terlalu manusiawi, terlalu banyak rasa iba ... itu kelemahan terbesar. Musuh yang jatuh, bisnis yang bangkrut, orang yang hancur ... lihatlah mereka. Rasa sakit mereka, air mata mereka, keputusasaan mereka ... itu bukan tragedi. Itu hiburan, Zevana. Itu obat. Itu ... dopamin yang membuat kita merasa hidup dan berkuasa. Selama ini kita bertahan dengan prinsip itu, kan? Anggap saja ... kejatuhan mereka sebagai-"

"Dopamin untuk kita berdua," potong Zevana cepat, kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirnya seolah sudah tertanam kuat di urat nadinya. Matanya menatap tajam ke arah Garda, ada kilatan mengerikan yang sama persis dengan milik pria itu.

"Betul sekali," ucap Garda puas, tersenyum lebar seolah baru saja mendengar musik paling indah di dunia. "Ingat itu baik-baik. Tak ada ampun, tak ada belas kasihan. Itu hukum kita."

"Kita berdua," batin Zevana kecewa, karena ia mulai berpikir bahwa permainan itu kini bukan hanya miliknya saja.

***

Zevana menatap kosong layar komputer yang sejak tadi ia gulir-gulir ke atas dan ke bawah tanpa tujuan. Deretan nama dan angka di layar itu kini tak menjadi fokusnya sama sekali. Pikirannya terus berputar, terngiang-ngiang ucapan Garda, sorot matanya, dan keputusan mendadak soal Bani.

Jujur, ada bagian kecil dalam dirinya yang merasa lega. Sangat lega. Tak ada lagi Bani yang mengintip setiap gerak-geriknya, melapor ke Garda detik demi detik, atau membatasi langkahnya. Kini ia bisa bergerak lebih leluasa menjalankan rencana balas dendamnya pada kerabat masa lalu.

Namun rasa lega itu hanya bertahan sekejap, tertutup rapat oleh rasa curiga dan was-was yang makin mencekik lehernya.

"Ada yang salah. Ada yang sangat janggal," batin Zevana, keningnya berkerut dalam. "Selama ini Bani adalah tangan kanan, mata, dan telinganya. Garda tak pernah membiarkan aset berharga pergi jauh dari jangkauannya tanpa alasan kuat. Dia bukan orang yang murah hati memberi jabatan hanya karena rasa terima kasih."

Zevana meremas kedua tangannya di atas meja, kuku-kukunya hampir menancap ke telapak tangan.

"Apa dia cukup kompeten untuk memimpin perusahaan besar itu? Atau ... ini hanya akal-akalan saja?" gumamnya pelan, suaranya bergetar tertahan.

"Kalau bukan karena dia percaya berlebihan pada Bani ... berarti dia sedang menyiapkan sesuatu. Atau lebih buruk lagi ... dia sedang menyingkirkan Bani dari sini karena ada urusan kotor yang mau dia mainkan di dekatku. Urusan yang tak boleh diketahui orang lain."

Pemikiran terakhir itu membuat bulu kuduk Zevana meremang dingin.

"Melepas Bani berarti ... Garda punya 'mata' lain yang lebih baik, lebih baru, dan lebih dia percaya di sisiku sekarang. Siapa? Siapa orangnya?"

Tok! Tok!

Dua ketukan pelan namun tegas di pintu ruang kerjanya berhasil membuyarkan lamunan kelam dan kecurigaannya yang menyesakkan itu. Zevana mendongak tajam, matanya berkilat dingin siap menilai siapa pun yang masuk.

"Masuk!" perintahnya singkat dan kaku.

Pintu terbuka sedikit. Desi, sang sekertaris muda–melangkah masuk dengan langkah ragu. Gadis itu menunduk dalam, kepalanya tak berani menatap lurus ke arah kursi kebesaran Zevana. Di tangannya tergenggam sebuah map coklat tebal, tersegel rapi dengan lilin berlogo GZ Corporation, segel yang belum pernah dibuka oleh siapa pun.

"Pe-Permisi Bu Zevana..." suara gadis itu bergetar hebat. "Ini ... ini ada kiriman berkas khusus dari Pak Bani. Beliau berpesan ... ini sudah diacc, penyerahan tugas lengkap, dan berkas-berkas yang harus Ibu ketahui sebelum beliau berangkat besok pagi."

Jantung Zevana seakan berhenti berdetak sesaat. Ia menatap tajam menusuk ke arah map coklat itu. Secepat itu? Besok pagi dia sudah pergi?

Dengan tangan yang sedikit gemetar—meski ia berusaha mati-matian menyembunyikan ketegangannya—Zevana meraih map tebal itu. Kertasnya terasa kasar dan dingin di kulit jari-jarinya. Segel lilin itu masih utuh, hangat sedikit seolah baru saja dicetak tak lama lalu.

"Kau boleh pergi," ucap Zevana datar, menahan rasa penasaran yang meluap-luap.

Saat pintu tertutup kembali dan gadis itu menghilang, keheningan ruangan terasa makin menyesakkan napas. Zevana menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Matanya tak lepas menatap segel lilin berlogo perusahaan Garda itu.

Perlahan, jari-jarinya menyobek segel itu. Suara sobekan kertas terdengar sangat nyaring di ruangan sunyi itu. Ia membuka penutup map coklat itu lebar-lebar, matanya langsung menatap lembar paling atas yang tertulis huruf-huruf tebal berwarna hitam pekat.

Detik berikutnya, napas Zevana tertahan di tenggorokan. Darahnya seolah berhenti mengalir dingin saat membaca judul besar yang tertulis di sana:

DAFTAR TUGAS BARU & DATA LENGKAP: ASISTEN PRIBADI BARU – ARKA GARDIAN.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!