NovelToon NovelToon
SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action / Tamat
Popularitas:133.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: less22

Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.

Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.

Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.

Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.

Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.

Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.

Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20 Uang Untuk Supir Taksi

"Ngomong apa, sih kamu? Jelas-jelaa dia belum mati," kata Alneo mengacak rambut Riani.

"Kakak! Rambut ku jadi berantakan tau!" omel Riani membetulkan rambutnya.

Alneo melirik supir taksi yang kini tampak jauh lebih baik; warna kulitnya kembali normal, dan napasnya mulai teratur meski ia terlihat syok.

"Dek, ambilkan air minum di mobil," perintah Alneo lembut pada Riani.

Riani berkedip kaku, lalu dengan cepat menyambar sebotol air mineral yang tergeletak di kantung pintu belakang taksi dan menyerahkannya kepada Alneo.

 Alneo membantu supir taksi itu untuk minum perlahan.

"Saya... saya kenapa, Mas? Tadi dada saya rasanya seperti dihantam godam. Sakit sekali... lalu semuanya gelap?" bisik supir taksi itu, suaranya parau.

"Bapak terkena serangan jantung akut," jawab Alneo

 "Beruntung saya sempat melihat mobil Bapak berhenti mendadak dari balik gerbang. Obat yang saya suntikkan tadi adalah obat darurat untuk menghancurkan sumbatan di pembuluh darah Bapak. Sekarang, bagaimana rasanya? Masih sesak?" tanya Alneo memastikan.

Supir taksi itu meraba dadanya, lalu menggeleng pelan. "Sudah longgar, Mas. Jauh lebih mendingan. Ya Allah... terima kasih, Mas. Terima kasih banyak. Kalau tidak ada Mas, saya mungkin sudah lewat..."

"Sama-sama, Pak. Tapi setelah ini, Bapak harus berjanji untuk langsung ke rumah sakit besar. Obat saya hanya tindakan darurat, Bapak tetap butuh check-up total dan istirahat," kata Alneo tegas.

Ia merogoh dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang, lalu menyelipkannya ke kantung kemeja sang supir.

"Ini untuk ongkos berobat dan pengganti karena hari ini Bapak tidak bisa menarik taksi. Jangan menolak, Pak," kata Alneo lembut.

Supir taksi itu menangis haru, berkali-kali mengucapkan doa dan terima kasih kepada Alneo.

Ting!

[Saldo Anda di kurang 500.000]

[Sisa saldo Anda 96.300.000]

Setelah mobil taksi itu menghilang dari pandangan, Alneo dan berjalan kembali ke dalam rumah diikuti oleh Riani yang berjalan dengan cepat di belakangnya.

Begitu pintu tertutup rapat, Riani langsung menyalip dan berdiri di depan Alneo, menghalangi jalan kakaknya.

Kedua tangannya bertumpu di pinggang. Matanya yang bulat menatap Alneo tanpa berkedip.

"Konsorsium medis rahasia dari Swiss, kakak pasti bohong!" sembur Riani.

"Kak Alneo, aku memang masih SMP, tapi aku tidak bodoh! Alat suntik tanpa jarum yang keluar dari tas otomatis itu? Kemampuan Kakak mendiagnosis serangan jantung dalam hitungan detik? Lalu cara Kakak menekan dadanya tadi... itu bukan kemampuan orang yang cuma main saham!" kata Riani tak percaya begitu saja.

Alneo menghela napas panjang. Ia tahu kebohongannya yang tadi pagi sudah hancur.

[Sistem Notification: Disarankan untuk menjaga kerahasiaan identitas Sistem. Namun, anggota keluarga inti dengan tingkat loyalitas 100% (Riani) diizinkan menerima informasi terbatas demi kelancaran operasional Fasilitas sistem Canggih]

Melihat notifikasi tersebut, Alneo memutuskan untuk sedikit jujur, namun mengemasnya dengan cara yang bisa diterima akal sehat adiknya.

"Oke, oke. Kakak minta maaf. Cerita tentang Swiss itu cuma kedok," kata Alneo sambil mengangkat kedua tangannya, tanda menyerah.

"Sini, duduk dulu," ajaknya.

Mereka berdua duduk di meja makan. Robot mendekat, menyuguhkan dua gelas teh hangat yang aromanya sangat menenangkan.

"Sebenarnya... kemarin Kakak tidak sengaja menemukan sebuah teknologi kecerdasan buatan (AI) yang sangat rahasia. AI ini... tertanam langsung di perangkat personal Kakak, dan memberikan Kakak akses ke semua fasilitas canggih di rumah ini, termasuk pengetahuan medis instan yang baru saja Kakak pakai," kata Alneo menjeda menatap lurus ke mata adiknya.

Riani mengerutkan kening. "Teknologi AI? Seperti di film-film fiksi ilmiah?"

"Kurang lebih begitu. Rumah ini Dan uang yang Kakak dapatkan kemarin adalah imbalan dari 'sistem' AI ini karena Kakak berhasil mengaktifkan fasilitasnya," jawab Alneo, bersyukur adiknya tumbuh di era digital sehingga istilah AI tidak terdengar seperti ilmu sihir baginya.

Riani terdiam cukup lama, memandangi teh hangatnya, lalu memandangi robot kapsul yang berkedip ramah di samping mereka.

Rasa syoknya perlahan mereda, digantikan oleh rasa kagum yang luar biasa.

"Jadi... Kakak sekarang semacam... pemilik teknologi masa depan?" tanya Riani dengan nada polos namun serius.

Alneo terkekeh."Bisa dibilang begitu. Tapi ini rahasia kita berdua, Ri. Kalau sampai dunia luar tahu apa yang ada di dalam rumah ini, kita tidak akan pernah bisa hidup tenang."

Riani mengangguk mantap, kilat tekad muncul di matanya. "Tenang saja, mulutku terkunci rapat. Lagipula, kalau Kakak jadi orang terhebat, berarti aku adalah adik dari orang terhebat, kan? Keren juga."

Alneo tersenyum lega.

1
Ririn
semangat kak
Night Watcher
terimakasih hidangannya.
mudah2an karya2 selanjutnya lebih baik, teliti, singkron antara kalimat2 sebelumnya dgn kalimat selanjutnya.
I'm Alone❄️
baru ketemu kok bilangnya "papa" gliza juga gitu, tiba tiba manggil nama "alneo" padahal sebelumnya manggilnya "kak alneo" setelah diselamatin kedua kalinya malah manggil nama langsung
Night Watcher
di atas tertulis : mengoper cairan di botol ke mulut pemuda itu, di bawah tertulis dgn tangan gemetar menerima botol itu lalu....
puyenggggg....😇😇😇😇
Night Watcher
kegedean bacot..
Night Watcher
dari taun kemaren katanya mau beresin rendi & klrgnya, nyatanya blas ga ada tindakan apa2, justru mereka yg merajalela.
pengennya biar seru dan tegang, tapi malah bikin bosan karna mcnya dibuat bloon dan gak bisa apa2.😠
Night Watcher
bloon .. jelas2 pembunuh bayaran, pake diangkat lagi... mending dilepasin biar belajar terbang dr lantai 15..🤦
Night Watcher
bisa lupa ngabarin ortunya glisah ya???
glisah lupa, alneo lupa, riani lupa, ...
ternyata outhornya jg lupa..🤭🤭🤭
bayangin gimana mamanya glisah, anaknya lg telponan tau2 terpitus & menghilang...🤦
Night Watcher
tino anak buahnya gito.🤭🤭🤭
Night Watcher
kalo muncul kepo riani, langsung scroll2 pokoknya... 🤭🤭🤭
Night Watcher
ni maksudnya piye thor? mengeluarkan pisau lipat besar, kok jadi pistol rakitan..🤭
Night Watcher
oalah...
gliza bikin gelizah aja ..
Night Watcher
iya kalo aparat & hakimnya lurus...😂😂😂🤭
Night Watcher
bingun aku.. poin sisa 21.000, dapet bonus 55.000. sekarang jadi 26.000🤭🤦
Night Watcher
kamu akan dikutuk seperti 'maling kandang' ..🤭🤭🤭
Night Watcher
lalu, selalu bahagiakan adikmu dgn segala kemewahan yg kau miliki, jangan pernah kembali pada kederhanaan, agar adikmu menjadi orang yg sombong dan lupa diri😂😂
Night Watcher
mbrojolnya lewat mana sep..??? 😂😂😂🤭
Night Watcher
gak ada yg bisa menyentuh riani, yg ada bisa menampar & menghajar riani...😂😂😂🤭
Night Watcher
broto siapa lagi? brotowali???😇😇🤭🤦
Wega Luna
group wa atau group di novel
less22: grub WA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!