NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:989
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Pernikahan Yang Rumit, Cinta yang Rumit dan Hati yang juga ikut Rumit!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Malam itu, aula makan utama keluarga besar Maheswara disulap menjadi panggung intimidasi yang dibalut kemewahan. Kilau lampu kristal gantung yang memantulkan cahaya di atas meja panjang marmer hitam seolah tak mampu mencairkan atmosfer yang begitu pekat dan mencekam.

Keluarga besar Maheswara mengadakan makan malam resmi untuk merayakan atau lebih tepatnya, menguliti pernikahan mendadak antara Alvaro dan Alyssa.

Alyssa duduk di sisi kiri Alvaro, mengenakan gaun malam berbahan sutra hitam minimalis yang elegan. Sejak melangkah masuk ke ruangan, ia langsung menjadi pusat perhatian. Puluhan pasang mata dari paman, bibi, dan sepupu Alvaro terus menghujaninya dengan tatapan menyelidik.

"Jadi, Alyssa," suara Tante Dahlia kakak dari ayah Alvaro memecah keheningan yang kaku. Ia memotong daging steak-nya dengan gerakan lambat yang sengaja dibuat dramatis. "Bagaimana rasanya pindah dari griya tawang kecil keluargamu ke sini? Perubahan yang cukup drastis, bukan? Mengingat kondisi Pradipta Group yang... yah, kita semua tahu sedang di ujung tanduk."

Tawa halus bernada merendahkan seketika terdengar menyahut di beberapa sudut meja. Banyak anggota keluarga yang terang-terangan meremehkan Alyssa. Bagi mereka, Alyssa tak lebih dari sekadar wanita oportunis dari keluarga yang sedang jatuh, yang beruntung bisa menyelamatkan diri dengan cara menempel pada sang pewaris takhta Maheswara.

Alyssa mengeratkan genggamannya pada garpu perak di tangannya. Mental bajanya bergolak. Sifat taktisnya mendesak untuk mengeluarkan argumen yang tajam, namun ia tahu, di depan meja makan yang penuh dengan serigala korporasi ini, satu langkah salah akan menjadi santapan empuk mereka. Ia berusaha bertahan, menarik napas dalam-dalam, dan mempertahankan senyum anggunnya yang tenang.

"Pradipta Group sedang melakukan restrukturisasi, Tante Dahlia. Kami tidak sedang jatuh, kami hanya sedang bergeser ke arah yang lebih efisien," jawab Alyssa, suaranya tetap jernih dan stabil tanpa nada bergetar sedikit pun.

"Bergeser?" Arsen, yang duduk agak jauh di seberang meja, menyahut dengan senyum ramah palsunya yang khas. "Atau bergeser ke dalam dompet Alvaro, Kakak Ipar? Kudengar nilai saham Pradipta bahkan tidak sampai sepertiga dari mahar yang dikeluarkan kakek untuk pernikahan kalian."

Cemoohan yang lebih terang-terangan mulai merayap di udara. Alyssa merasakan darahnya mendidih. Di tengah kepungan tatapan merendahkan itu, ia merasa benar-benar sendirian.

Sampai akhirnya, sebuah denting halus memotong seluruh kebisingan itu.

Alvaro meletakkan pisau dan garpunya di atas piring marmer secara bersamaan, menciptakan bunyi ketukan tunggal yang tegas. Gerakan sederhana itu entah bagaimana sanggup membuat seluruh ruangan seketika hening. Aura predator dari pria berumur 28 tahun itu menguar pekat, mengunci ruangan dalam otoritas mutlaknya.

Alvaro tidak berteriak. Ia bahkan tidak menaikkan intonasi suaranya ketika berbicara, namun suaranya yang bariton dan dingin sanggup menusuk hingga ke tulang.

"Jika ada di antara kalian yang merasa memiliki kemampuan analisis pasar yang lebih baik daripada Kakek yang menyetujui pernikahan ini, silakan angkat bicara," ucap Alvaro, sepasang mata elangnya perlahan menyapu seisi meja makan, membuat Tante Dahlia dan beberapa paman Alvaro langsung mengalihkan pandangan mereka.

Alvaro memajukan tubuhnya sedikit, lalu menatap lurus ke arah Arsen. "Dan untukmu, Arsen. Nilai seorang Alyssa Pradipta tidak diukur dari lembaran saham keluarganya yang sedang tidak stabil. Dia adalah Nyonya Maheswara yang sah. Merendahkan kemampuannya sama saja dengan merendahkan seleraku, dan aku tidak suka keputusan pribadiku dipertanyakan oleh orang-orang yang bahkan tidak bisa menaikkan profit divisinya sendiri sebesar lima persen."

Seluruh ruangan mendadak mati kutu. Kata-kata Alvaro begitu menusuk, dingin, dan telak menghantam ego semua orang yang ada di sana. Alvaro baru saja mengejutkan semua orang dengan membelanya secara terbuka di depan seluruh keluarga besar.

Alyssa tertegun, menoleh perlahan menatap profil samping wajah suaminya yang terpahat kaku dan tak tersentuh. Jantungnya berdegup dengan ritme yang berbeda kali ini.

Ia tahu betul bahwa pernikahan mereka hanyalah sebuah ikatan kontrak di atas kertas tanpa landasan cinta. Ia juga tahu tindakan Alvaro barusan kemungkinan besar didasari oleh ego pria itu yang menolak keputusannya diganggu gugat oleh orang lain. Namun, di balik semua kalkulasi bisnis itu, Alyssa tidak bisa menampik rasa hangat yang mendadak menyeruak di dalam dadanya.

Meski hanya beberapa kalimat singkat yang diucapkan dengan nada sedingin es, itu menjadi pertama kalinya bagi Alyssa sejak badai kehancuran keluarganya dimulai merasa dilindungi oleh sosok seorang pria. Di bawah konfrontasi malam yang menegangkan ini, dinding pertahanan Alyssa terhadap Alvaro tanpa sadar mulai menunjukkan retakan kecil yang pertama.

...****************...

Hening yang mencekam mencengkeram ruang makan utama selama beberapa saat. Tidak ada satu pun anggota keluarga yang berani mendongak, apalagi membalas konfrontasi dingin yang baru saja dilayangkan oleh Alvaro. Bahkan Arsen, yang biasanya selalu memiliki senyum ramah untuk menutupi kelicikannya, kini hanya bisa mengepalkan tangan erat-depan piringnya dengan rahang yang mengeras samar.

Alvaro kembali meraih gelas kristal berisi air putih, meminumnya sedikit dengan gerakan yang teramat tenang, seolah ia tidak baru saja membungkam seluruh meja makan dengan beberapa kalimat tajam.

Alyssa perlahan mengalihkan pandangannya kembali ke arah piringnya sendiri. Ia mencoba menenangkan debaran aneh di dadanya. Sifat taktisnya berbisik bahwa apa yang dilakukan Alvaro malam ini murni demi menjaga reputasi dan harga diri seorang penguasa Maheswara Group. Alvaro tidak akan membiarkan siapa pun mengusik apa yang telah menjadi hak atau teritorinya termasuk wanita yang dinikahinya.

Namun, bagian terdalam dari hati Alyssa yang paling rapuh tetap merasakan dampak yang besar. Sejak Pradipta Group goyah, semua orang memandangnya sebagai beban, sebagai wanita yang harus 'dijual' demi melunasi utang korporasi. Baru malam ini, ada seseorang yang berdiri tegak di sampingnya dan menyatakan di hadapan publik bahwa dirinya berharga.

"Makan makananmu, Alyssa. Jangan membuat koki rumah ini merasa masakan mereka tidak layak sentuh," ucap Alvaro pelan, suaranya kembali datar dan dingin seperti biasa, namun entah bagaimana ketegasan itu tidak lagi terdengar mengintimidasi di telinga Alyssa.

"Ya, Tuan Alvaro," jawab Alyssa dengan nada yang jauh lebih lembut dari biasanya.

Sisa makan malam itu berlalu dalam keheningan yang canggung. Tante Dahlia dan anggota keluarga lainnya buru-buru menyelesaikan hidangan mereka tanpa berani membuka topik pembicaraan baru. Mereka semua sadar, mempermasalahkan posisi Alyssa sama saja dengan memicu kemarahan sang predator utama.

Ketika makan malam resmi itu akhirnya selesai, satu per satu anggota keluarga pamit undur diri dengan senyum kaku yang dipaksakan. Saat berjalan keluar menuju mobil masing-masing, tidak ada lagi tatapan merendahkan yang diarahkan pada Alyssa. Mereka kini melihat Alyssa dengan tingkat kewaspadaan yang baru sebagai wanita yang dilindungi langsung oleh Alvaro Regantara Maheswara.

Di bawah pendar lampu koridor menuju sayap kamar mereka, Alyssa berjalan berdampingan dengan Alvaro. Jarak di antara mereka masih sama kaku dan formalnya seperti kemarin, namun atmosfernya telah bergeser.

Tepat di persimpangan selasar lantai dua, sebelum Alvaro berbelok ke arah sayap kiri, Alyssa menghentikan langkah kakinya.

"Alvaro," panggil Alyssa. Ini adalah pertama kalinya ia memanggil nama pria itu tanpa embel-embel formalitas bisnis di belakangnya saat mereka sedang berdua saja.

Alvaro berhenti, lalu membalikkan tubuhnya perlahan. Sepasang mata elangnya menatap Alyssa di dalam keremangan selasar. "Ada apa?"

Alyssa menarik napas dalam, menatap lurus ke dalam manik mata hitam yang sedingin es itu dengan ketulusan yang langka. "Terima kasih untuk yang di meja makan tadi. Anda tidak harus melakukannya, tapi Anda memilih untuk membela saya."

Alvaro menatap Alyssa selama beberapa detik, mengamati wajah cantik istrinya yang tampak melunak di bawah temaram lampu dinding. Sudut bibir pria itu bergerak tipis, kembali membentuk ekspresi kaku yang sulit dibaca.

"Aku tidak membelamu, Alyssa. Aku hanya sedang menegaskan kepada mereka siapa pemilik kuasa di rumah ini," sahut Alvaro dingin. Ia membalikkan badan dan kembali melangkah menuju kamarnya di ujung koridor sayap kiri. "Jangan menyalahartikan tindakanku."

Pintu kayu ek hitam di ujung koridor sana kembali ditutup dengan ketukan yang tegas. Alyssa berdiri mematung di tempatnya, menatap lurus ke arah pintu yang tertutup itu. Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak lagi sarat akan sarkasme atau kepura-puraan.

Alvaro boleh saja terus membangun dinding es dan menolak mengakui perasaannya, namun malam ini, Alyssa tahu bahwa di balik topeng 'monster pelindung' itu, ada sisi lain dari suaminya yang mulai perlahan ia pahami. Makan malam yang tegang itu telah usai, meninggalkan retakan yang semakin nyata pada dinding pembatas di antara mereka.

1
THE GIRL COOL😑
peransaran gue sama foto nya
THE GIRL COOL😑
wkwkwk! pas di meja makan gue sampe mau ketawa untuk ke tahan😭
THE GIRL COOL😑
gue baca nya ngakak banget!!! bagus thor kau berbakat👍👍👍😍
reyanzarayyanfahlevy_: hehehhe bisa aja😍, masih pemula kakak😭😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
gue kadang heran... Alvaro sama cewek nya Alyssa sama "AL" depan nya😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaaapppp🤭
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
brak² aja🤣 sabar²👍
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
gue baca peraturannya kesel cok
THE GIRL COOL😑
Berarti si Al Siapa namanya Si ceweknya itu nggak usah membuat makanan buat dia nggak boleh nyiapin apalah Pokoknya nggak boleh gituan dilarang sekalian gitu biar Alvaro nya tuh gua kesel
THE GIRL COOL😑
wow sok kali ini alvaro🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
seangkuh itukah seangkuh itukah Alvaro
reyanzarayyanfahlevy_
Aku Bangga dengan Karya Ku...........
THE GIRL COOL😑
gue yg baca aja sakit cok🤣
THE GIRL COOL😑: yg alvaro bilang kalau apa gitu ada lah😭😭🤣🤣🤣
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
kejambah woiii😭😭😭
reyanzarayyanfahlevy_: wekduyyy
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jjangan di kasihani al!!!
reyanzarayyanfahlevy_: 😭🤭🤭 wkwkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jijik
THE GIRL COOL😑
terharu wehhh😭
THE GIRL COOL😑
di jodohi emang gak enak, bukti nya kk aku
THE GIRL COOL😑: serius!!!
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
isss sombong
THE GIRL COOL😑
bagusss menunjukan ke dewasaan yg kuat💪💪
THE GIRL COOL😑: hehehe🤭
total 9 replies
THE GIRL COOL😑
aduhhhh alvaro
reyanzarayyanfahlevy_: wkwk😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!