NovelToon NovelToon
Kau Ajarkanku Cinta

Kau Ajarkanku Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:58.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Genik Amarta

Cinta Caca mengajarkan Alex arti kehidupan, kebahagiaan dan kehilangan.
Namun siapa sangka, Caca meninggalkan Alex dan membawa cinta mereka ke surga.
Begitu banyak kenangan dan kebaikan yang ditinggalkan Caca.
Dia mendonorkankan matanya untuk Meli. Bahkan dia juga menitipkan cintanya pada Meli.

Akankah Meli menggantikan posisi Caca di hati Alex?

Ikuti terus kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Genik Amarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerikil dalam hubungan

Masih di sisi batu nisan Caca, Meli mengusap air matanya yang menetes karena terharu akan ucapan Alex.

“Ca... entah bagaimana aku bisa membalas semua kebaikanmu. Sejak kecil, kau selalu berada di barisan paling depan untuk membela dan melindungiku dari teman-teman yang selalu menggangguku."

"Bahkan kau rela memberikan sepotong kue milikmu. Kamu inget kan Ca? Waktu itu kue ku terjatuh dan aku menangisinya, lalu kau datang memberikan kue milikmu untuk menggantikan kue ku yang terjatuh. Banyak cara yang kau lakukan untuk selalu membuatku tersenyum. Banyak cara yang kau lakukan untuk menghentikan tangisku."

"Kamu, Chiko, bibi dan paman merangkulku saat ayah meninggal. Kau dan Chiko memperlakukan seperti saudara kandung. Kasih sayang yang sama, paman dan bibi berikan padaku. Sampai itu saja aku sudah merasa sangat beruntung."

"Kita tumbuh bersama dan melewati banyak hal bersama. Tanpa kau sadari, banyak kebaikan yang kau ajarkan padaku."

"Ca... trimakasih kau berikan aku bola mata yang indah milikmu. Kau ijinkan aku menggunakan mata ini untuk melihat dunia. Mata ini seolah menuntunku untuk menemukan cintaku. Cintaku ini adalah cintamu. Ya... kau rela berbagi mata, kau rela berbagi cinta, dan kau rela berbagi kebahagiaan."

"Tuhan... begitu besar kuasamu, begitu indah rencanamu. Trimakasih Tuhan atas segala karuniamu, tempatkanlah Caca di surga terindahmu.” Ucap Meli berlinang air mata.

Lalu mereka meninggalkan pemakaman dan kembali ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah, Alex berebah di pangkuan mamahnya yang sedang menonton tv.

“Mah... salah nggak kalau Alex jatuh cinta lagi?” tanya Alex ragu.

“Dasar bodoh! Mana ada cinta yang salah.”sahut mamah Alex menepuk dahi anaknya pelan.

“Benarkah? Apa Caca nggak sedih melihat Alex mencintai orang lain?” tanyanya lagi.

“Tentu tidak, justru Caca akan lega dan bahagia karna orang yang dicintainya telah menemukan kebahagiaannya kembali.” Jawab mamah Alex tersenyum.

“Apakah kau jatuh cinta pada Meli?” imbuh mamah Alex.

“Bagaimana mamah bisa tau?” tanya Alex kaget.

“Meskipun tak lagi muda tapi mamah masih mengerti sedikit tentang cinta. Tatapanmu dan tatapan gadis itu mengisyaratkan rasa yang sama. Siapapun itu jika kau benar-benar mencintainya dan kau bahagia, mamah akan selalu mendukung. Mamah harap kau tidak menyakiti orang yang sudah kau cintai.” Ucap mamah Alex membelai lembut kening anaknya.

“Thanks ya mah,” sahut Alex tersenyum lalu mencium tangan mamahnya.

Semalam Meli juga menceritakan tentang Alex dan tentang cinta mereka kepada ibunya. Tak ada masalah apapun bagi ibunya, asalkan Meli bahagia. Tapi ibunya menyarankan agar Meli menceritakan hal ini juga kepada keluarga Caca. Bagaimanapun sebelumnya Alex adalah kekasih Caca. Dan perpisahan mereka juga karena Caca tutup usia.

Meli mengikuti saran ibunya, dan pagi ini dia berencana untuk mengunjungi keluarga Caca. Dengan tekad bulatnya, Meli memberanikan diri untuk menceritakan hal itu kepada mereka. Kebetulan hari ini Chiko juga berada di rumah. Mereka menyambut hangat kedatangan Meli.

Mereka duduk di ruang tamu sambil menikmati cemilan dan minuman yang sudah disiapkan ibu Caca. Meli mencari sela waktuyang tepat untuk memulai pembicaraannya.

“Bibi... maafin Meli ya karna udah jatuh cinta padanya. Tapi sungguh bi, Meli nggak tau kalau dia sebelumnya adalah kekasih Caca.” Ucap Meli lirih.

“Maksudmu Alex?” tanya pamannya.

“I-iya paman. Meli sungguh tak bermaksud merebut semua milik Caca. Mata ini, cinta ini dan kebahagiaan ini. Semua ini adalah milik Caca sebelumnya dan tak ada niat sedikitpun aku merbut semua ini.” Ucap Meli tertunduk sedih menahan air mata.

“Kakak kenapa sedih? Kak Caca lah yang telah mengikhlaskan itu semua, bukan kak Meli yang merebutnya.” Ucap Chiko menenangkan.

“Iya sayang, kami malah ikut seneng kok. Alex anak yang baik, sopan, penyayang dan tanggung jawab. Dia pasti akan mencintaimu seperti dia mencintai Caca.” Ucap bibinya tersenyum.

“Benar kata bibimu, kamu justru turut bahagia jika kau bersama Alex.” Sahut pamannya.

Meli tersenyum lega mendengar ucapan keluarga Caca yang bahkan mendukungnya. Restu dari ibu dan keluarga Caca sudah berhasil dia dapatkan. Setelah makan siang bersama, Meli pamit karena harus segera bekerja.

Beberapa hari ini Mars dan Venus sangat disibukkan oleh pekerjaannya. Mereka merencanakan untuk mengambil cuti di hari yang sama. Pantai selalu menjadi jujukan favorit mereka disaat ingin melepas penat.

Hari ini untuk pertama kalinya Alex datang ke rumah Meli. Dia ingin bertemu kekasihnya untuk sedikit melepas rindu setelah beberapa hari tak bertemu.

Ibu Meli menyambutnya dengan hangat dan sedikit berbincang dengannya. Tak lama kemudian Meli datang dengan membawa minuman dan toples cemilan. Ibu Meli meninggalkan mereka berdua dan kembali masuk ke kamar untuk beristirahat.

“Sayang ... minum dulu gih mumpung masih anget,” ucap meli menawarkan.

Alex menyeruput teh hangat yang telah disuguhkan Meli. Setelah itu mereka berbincang tentang rencana liburan mereka bersama Mars dan Venus. Meli sangat bersemangat dan tak sabar menanti hari itu tiba. Sudah hampir dua tahun dia tidak pernah ke pantai ataupun liburan ke tempat wisata manapun.

Tak terasa malam sudah semakin larut. Alex pamit dan mencium kening Meli sebelum melajukan motornya. Meli segera mengunci pintu dan masuk ke kamarnya.

Sinar mentari menyentuh hangat raganya

Kicau burung bagaikan alarm paginya

Sepasang mata bersiap terbuka

Menangkap cahaya dan menatap dunia

Tok tok tok ...

“Sayang, ayo sarapan dulu nak.” Ibu Meli berseru memanggil anaknya.

“Iya mah,” teriak Meli dari balik pintu kamarnya.

Tak lama kemudian Meli menghampiri ibunya untuk sarapan bersama. Setelah selesai sarapan, Meli membereskan meja makan dan dapur. Ibunya menyiram tanaman yang tumbuh subur di pekarangan rumah.

Lalu Alex datang bersama Mars dan Venus untuk menjemput Meli. Mereka bergantian berjabat tangan dan menyapa Ibu Meli.

“Wah udah pada dateng ya,” ucap Meli yang baru saja menghmpiri mereka.

“ Iya, yaudah yuk berangkat sekarang aja,” ucap Chika semangat.

“Tante bolehkah Meli pergi bersama kami?” ijin Alex.

“Tentu, hati-hati ya nak.” Ibu Meli mengijinkan.

Meli sangat senang dan menikmati perjalanan. Butuh waktu kurang lebih dua jam bagi mereka untuk sampai ke pantai. Sinar sang surya yang terik tak menyurutkan semangat mereka untuk terus melajukan motor. Sesampainya di sana mereka segera mengganti pakaian mereka dengan baju pantai yang mereka beli di sekitar pantai.

Mereka berjalan berpasangan dan saling bergandengan. Deburan ombak menerjang langkah mereka. Alex membawa Meli ke tepi pantai yang tak terlalu ramai. Ini pertama kalinya bagi Meli menikmati keindahan pantai dengan mata dari Caca.

Rasa syukur kembali memenuhi batinnya. Tuhan begitu baik padanya karena melalui Caca dia bisa menikmati keindahan dunia beserta isinya. Alex memeluk Meli dan mengecup bibirnya singkat.

Kebahagiaan tersirat jelas dari pancaran mata mereka.

Setelah puas bermain air, mereka mengganti pakaian basah di tubuhnya. Kali ini mereka tidak akan menikmati sunset karena langit sedikit mendung. Mereka memutuskan untuk berburu makanan dulu sebelum kembali ke rumah.

Saat sedang menyantap makanannya, ponsel Meli berdering. Rupanya panggilan dari nomor tak dikenal. Meli segera mengangkatnya tapi tak ada suara apa pun, lalu panggilannya terputus. Meli meletakkan ponselnya di meja dan melanjutkan makan.

Tak lama kemudian ada pesan masuk, Meli kaget bukan main melihat foto yang dikirimkan padanya. Seketika tubuhnya lemas dan mulutnya tak bisa berkata-kata. Air matanya mengalir deras membasahi pipi. Hatinya sakit seperti dicabik-cabik.

Alex mengambil ponsel dari genggaman Meli. Dia tak kalah terkejut melihat fotonya bersama Dian di ranjang. Venus menenangkan Meli agar tidak terjadi kehebohan di rumah makan. Yogi segera membayar makanan mereka dan mengajak teman-temannya pergi dari tempat itu.

Mereka berhenti di sebuah taman kota yang sepi untuk membahas masalah foto itu.

Meli masih terdiam dengan menahan perih di hatinya. Alex terus berusaha menjelaskan bahwa yang ada di foto itu bukanlah dia.

Yogi mengambil ponsel Meli dan menelfon pengirim foto itu. Nomor itu tidak bisa dihubungi karena sudah tidak aktif lagi. Alex sangat kesal karena dia merasa tidak pernah melakukan hal itu dengan Dian.

Chika menenangkan mereka sambil melihat foto itu dengan teliti. Dia menemukan kejanggalan dalam foto itu. Sepertinya foto itu hanyalah editan belaka. Dia menunjukkan kepada teman-temannya sisi editan yang terlihat jika di lihat dengan teliti. Alex merasa lega sekarang dan berharap Meli bisa mempercayainya.

“Sayang kamu percaya , kan sama aku?” tanya Alex penuh harap.

Meli menatap dalam mata Alex seolah mencari kejujuran di sana. Lalu gadis itu mengangguk dan memeluk kekasihnya.

“Mungkin ini ada hubungannya dengan Dian, kita tau senekat apa cewek itu untuk mengejar obsesinya.” ungkap Mhocan.

“Ya ... aku berpikir hal yang sama. Kita harus menjebaknya agar mau mengakui perbuatannya.” ucap Yogi.

Mereka merencanakan untuk membuat Dian mengaku. Setelah mendiskusikannya, mereka memutuskan untuk segera pulang karena sudah mulai larut.

1
Yenny_Rha
Hadir disini kak 😍😍
Arinnn
Waww karya yg bener² bagus kk, tulisannya rapi bngt😍 Sukses terus y kk, kutunggu kehadiranmu di karyaku, terimakasih🥰
Random Wisdom ID
❤️😍❤️😍❤️😍👍
Random Wisdom ID
Like dan fave dari Wiselovehope ❤️😍❤️😍❤️✌️
Q Dleva
ceritanya bgus kk 😊
Ani Fajaryani
Big hug kak 🤗🤗🤗😍😘😘😘😘😘
Genik_A.A: muach muach
total 1 replies
Ani Fajaryani
Author tergila, tersadissssss, meli gue kenapa harus meninggoy 😭😭😭😫😫😫😫
Genik_A.A: takdir kak, kata authornya😅
total 1 replies
Ani Fajaryani
tapi aku masih keseh Weh sama emak bapak nya si Jhoni 😫😫😫
Ani Fajaryani
penasaran namannya siapa si utun 😍
Genik_A.A: baca sampe akhir biar nggak pinisirin😆
total 1 replies
Alif_Cha
3 like untukmu thor, tetap semangat ya 🤗
Ani Fajaryani
Nahloh si Hana 🤬🤬🤬 bagi photonya Hana dong author, rasanya pengen ku santet online 😂😂😪😪😪😪
Genik_A.A: 🤣🤣🤣 silakan
total 1 replies
Ani Fajaryani
semoga operasi nya lancar 😇
Ani Fajaryani
siapa itu yang ditembak? 😨
Ani Fajaryani
nahlohh nahloh 😨😨😨
Susi Haryani
kamu termasuk author yang aku salut kan...
tulisan rapi. ditambah menjabarkan adegan bagus banget
Genik_A.A: muach muach 😍💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
terhenyuk hati ku saat membaca nya😭😭
Genik_A.A: cup cup cup 💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
abisss dahh..
Kaina Coryn
terharu. sukses untuk kita semua. aamiin
Ani Fajaryani: Aamiin 😇❤️
total 2 replies
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor
Febyanti
selesai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!