Ruqqaya, gadis cantik dan cerdas berusia 19 tahun, memiliki impian besar untuk masa depan nya. Namun, keputusan orang tua membuat nya harus meninggalkan mimpi-mimpi nya. masalah demi masalah datang, perdebatan antar kakak adik dan orang tua semakin memanas.
ketika sang ibu yang tiba-tiba pergi tanpa kabar, Membuat Ruqqya dan adik-adik nya harus berjuang untuk menemukan sang ibu dan memperbaiki kehidupan keluarga mereka.
Bagaimana kelanjutan kisah nya? Mari ikuti kisahnya di "Perjalan Menuju Kebahagiaan"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elva19 fitriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
CUKUP.
terdengar teriakan dari arah luar, semua mata memandang kearah pintu. disana berdiri ruqqa dengan air mata yang sudah menetes membasahi pipi nya. tatapan nya kosong dengan kedua telapak tangan menggemgam erat.
"cukup. yah qku tidak akan kuliah, sampai kapan pun aku enggak akan kuliah. kata nya dingin.
"tapi nak, ayah janji ayah akan..
"tidak perlu yah, potong nya cepat sambil berjalan masuk menuju ruang tamu, tatapan nya tertuju pada sang ibu yang tengah menatap nya sendu.
"i ibu bisa jelas..
"tidak usah di jelaskan bu. potong ruqqa cepat.
"aku tidak akan menunda kuliah bu, karna aku tidak akan pernah mau kuliah lagi. lanjut nya semakin mendekat pada sang ibu dengan tatapan dingin.
"biaya i keponakan kebanggaan ibu itu, aku akan bekerja, aku akan menyekolah kan adik-adik ku sendiri.
ucap nya sambil berjalan mundur.
"ayah cukup fokus kerja aja yah, dan aku akan membantu ayah menyekolahkan adik-adik sampai SARJANA, aku tidak akan ikhlas jika masa depan adik-adik di pertaruhkan hanya untuk keponakan keponakan ibu. ayah tenang saja. jelas nya panjang lebar.
"tapi nak.
"aku enggak apa-apa yah, tenang saja.
"kamu kerja? tanya ibu bertanya.
"bukan urusan mu bu.
"aku ibu mu, kamu berani berbicara seperti itu? apakah pelajaran sopan santun yang ibu ajarkan kurang?
"huh, sopan santun? tanya nya mengejek.
"untuk apa sopan bu? bukankah aku anak yang tidak bisa di andalkan?
Deg.
diam, ibu hanya diam sambil memandang putri pertama nya dengan rasa bersalah yang semakin menyiksa.
"i ibu..
"cukup bu, cukup ibu menyakiti ku, aku memang manja dan tidak bisa di andalkan kan? dan akan aku bukti kan ke ibu, jika aku bisa membiaya i adik-adik ku sekolah sampai lulus jadi SARJANA. jelas ruqqa panjang lebar yang membuat semua orang terdiam di tempat nya.
"ruqqa ke kamar dulu ya, yah. assalammu'alaikum.
suara salam ruqqa memecah keheningan.
"wa'alaikumsalam. jawab ayah, lia dan fajar bersamaan. berbeda dengan ibu yang masih diam mematung di iringi mata yang berkaca-kaca memandangi punggu putri pertama nya yang semakin menjauh.
"apa kamu sudah puas bu? tanya ayah dingin.
"inikan yang kamu mau?
"a aku enggak bermaksud seperti itu yah.
"sekarang urus hidup ibu sendiri, anak-anak cukup aku yang urus. kata ayah mengakhiri ucapan nya dan segera berlalu menuju kamar nya.
Lia dan fajar hanya duduk diam mendengarkan. ada rasa kecewa di hati mereka masing-masing. namun mereka kasihan melihat sang ibu yang tengah menangis lirih.
"bu. panggil amalia sambil menyodorkan segelas air putih.
"terimakasih lia. ucap ibu di sela tangis nya.
"sama-sama bu, lia pamit ke kamar dulu ya bu.
"iya.
"fajar juga ke kamar bu, pamit nya sambil berlalu.
tinggal lah ibu sendirian di ruang tamu.
Di kamar.
terdengar tangis lirih ruqqa. hatinya sakit, kecewa mendengar ibu nya lebih mementingkan ke bahagiaan adik sepupu nya nino.
"setega ibu dengan ku? aku tau, keluarga ibu memang selalu tidak suka dengan ku, hiks.. tapi apakah aku tidak pantas bahagia? keluh nya dalam hati. di ambilnya ponsel yang tergeletak di nakas. dia mencari di aplikasi pencarian untuk mencari pekerjaan apa yang sesuai dengan dirinya.
dia scrooll kebawah dan semakin kebawah, sampai ada mata nya menemukan sebuah aplikasi hijau yang sering ayah nya gunakan. aplikasi ojek online yang sedang tren saat ini.
"apakah aku jadi driver ojek online seperti ayah aja ya? gumam nya menghapus sisa air mata dengan semangat.
peluang, ini peluang nya untuk maju, menata masa depan nya dan adik-adik nya kelak.
dengan yakin dan tekad, ruqqa mengunduh aplikas itu dan tidak lama aplikasi sudah tersedia di menu hp nya.
"apa aku bilang ke ayah ya? gumam nya agak ragu.
klek..
suara pintu kamar di buka, amalia masuk dengan salam yang mengiringi langkah nya.
"assalammu'alaikum.
"wa'alaikumsalam. jawab ruqqa sambil tersenyum.
"sini duduk. suruh ruqqa sambil menepuk ranjang di samping nya.
"kakak enggak apa-apa?
"enggak kok, jawab ruqqa sambil menggeleng pelan.
"bener?
"beneran. jawab ruqqa yakin. "lia.. panggil nya pelan.
"ya.
"kalau kakak ikut ayah ngojek, gimana?
"kakak mau ngojek? tanya amalia heran.
"iya, kenapa? Tanya nya sambil memandang wajah teduh sang adik.
"apa ibu setuju? maksud lia, ayah ngojek aja ibu udah keberatan kak, apalagi kakak yang.. lia tiba-tiba menghentikan ucapan nya dan menatap wajah sang kakak lekat.
"udah, enggak usah mikirin ibu. kakak hanya butuh pendapat kamu, fajar dan ayah.
"tapi kak..
"udah, enggak ada tapi tapi. kakak mandi dulu ya. pamit ruqqa sambil berjalan keluar kamar, menuju kamar mandi dekat dapur.
25 menit di kamar mandi, ruqqa keluar dengan wajah segar nya. di meja makan ruqqa berpapasan dengan sang ibu yang sedang menata makan malam.
"panggil ayah dan adik-adik mu untuk makan malam. suruh ibu pada ruqqa.
"iya bu. jawab nya dingin sambil berlalu. sebelum berlalu menuju kamar terdengar..
"enggak perlu, ayah mau ajak anak-anak makan di luar saja. makanan yang kamu masak, kasihkan ke ibu dan keponakan-keponakan tersayang mu itu. sarkas ayah menuju kamar fajar.
tok tok tok.. "fajar. Panggil ayah.
"sebentar. jawab nya dari dalam kamar.
klek.
"ayah.. masuk yah.
"enggak usah, tolak nya halus. "kamu ganti baju ya, ayah tunggu di ruang tamu. jelas ayah sambil menepuk bahu sang putra pelan.
"mau kemana yah?
"makan di luar. alhamdulillah, hari ini ayah dapat uang lebih.
"iya yah, aku ganti baju dulu. ucap nya sambil berbalik menuju kamar, sang ayah hanya mengangguk sambil menggeser langkahnya menuju kamar kedua putri nya..
"ruqqa, lia. tok tok tok.. panggil nya sambil mengetuk pintu
klek..
tara.. teriak mereka berdua mengejut kan sang ayah.
"astaqfirullah, kaget sang ayah sambil berjalan mundur.
"kalian ya.. geram ayah.
"hehehe.. maaf yah. kata nya sambil tersenyum malu-malu.
"udah siap? tanya nya sambil tersenyum memandang wajah kedua putri nya.
"siap. jawab nya kompak.
"aku juga. kata fajar yang tiba-tiba sudah berdiri di samping mereka.
"ya sudah, kita berangkat sekarang aja. ajak ayah sambil menggiring anak-anak nya menuju luar rumah.
di ruang keluarga terlihat ibu yang sedang duduk sendiri sambil memandang punggung suami dan anak-anak nya yang semakin menjauh, ada rasa sakit yang ibu rasakan.
"ibu minta maaf yah. gumam nya lirih.
Di luar.
" ibu tidak di ajak yah? tanya amalia.
"biarkan ibu mu sendiri nak, biar ibu mu sadar, jika hanya kita yang selalu menerima nya dengan tulus. jawab ayah sambil menyalakan montor nya.
"ayo naik. suruh ayah pada amalia yang masih mematung di teras rumah. sedangkan fajar dan ruqqa sudah siap di atas montor fajar yang shdah menyala.
"berdoa dulu. kata ayah mengingat kan.
"sudah. jawab mereka kompak sambil tertawa bahagia.
("semoga kalian selalu bahagia nak,") gumam ayah bahagia melihat senyum anak-anak nya. terutama ruqqa.
Di dalam rumah,
tepat nya di ruang keluarga , rumah bapak.harun terlihat bu.sekar tengah melamun di tengah kesendirian nya.
tawa canda yang selalu mengiringi makan malam keluarga setiap malam, sekarang terasa sunyi. penolakan sang suami dan kata-kata sarkas sang suami menandakan betapa kecewa nya sang suami pada dirinya.
Tring.. Tring.. Tring..
terdengar bunyi telfon rumah berdering keras, menyadarkan bu.sekar dari lamunan nya. dengan hati-hati bu.sekar mengangkat gagang telfon dan.
"assalammu'..
"enggak usah salam.. terdengar suara sarkas sang ibu di seberang sana.
"ibu. lirih nya.
"gimana? sisa uang nya sudah ada? tanya nya to the poin.
"bu, uang lamaran udah aku kasih kan? tanya nya pelan. sekarang sisa uang apa lagi bu? tanya nya heran.
jelas-jelas dia sudah memberikan uang sebesar 10 juta lebih untuk sang ibu.
"uang apa gimana? ya uang buat mahar nino. jelas nya keras.
"bu, ini kan masih lamaran. bantah nya.
"ibu enggak mau tau, uang mahar harus ada saat pertunangan nino di laksanakan. bentak nya sambil menutup telfon.
tut tut tut..terdengar suara telfon yang di putus sepihak.
"astaqfirullah. ucap ibu sambil mengelus dada nya. sakit hati nya, ibu yang dirinya bela di hadapan sang suami dengan tega membentak nya hanya karna uang mahar untuk anak dari adik nya. MIRIS.