NovelToon NovelToon
KODE MERAH: CINTA

KODE MERAH: CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Thriller / Sci-Fi / Romantis
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ririma

Berciuman tidak diperbolehkan di dunia ini, apalagi berhubungan seks. Bayi dibuat oleh mesin dan cinta melanggar hukum. Tetapi sepasang kekasih saling jatuh cinta dan sang wanita hamil. Akankah mereka berhasil melarikan diri sebelum terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Hampir Ketahuan

Jika ada satu hal yang paling dibenci Carson dari pekerjaannya sebagai teknisi logistik data kesehatan, itu adalah sistem operasi Zion-Alpha v.9 milik laboratorium pusat. Sistem itu diklaim oleh kementerian sebagai mahakarya kecerdasan buatan paling mutakhir seantero distrik. Faktanya? Sistem itu selemot kura-kura jika dipaksa memproses enkripsi manual.

"Ayo, jalan..." bisik Carson, jemarinya bergerak secepat kilat di atas papan ketik virtual yang berpendar biru.

Di layar monitornya, puluhan baris kode enkripsi sedang berjalan. Carson sedang mencoba menyusupkan sebuah skrip eror kecil ke dalam basis data medis yang terhubung pada gelang perak milik Nezha. Rencananya sederhana, membuat fluktuasi hormon kehamilan Nezha yang akan terbaca beberapa minggu ke depan disamarkan sebagai gejala anemia kronis akibat kelelahan kerja.

[Eror 404: Sinkronisasi Server Distrik Gagal. Silakan bersihkan penyimpanan data sementara sistem.]

Carson menggeram pelan, memukul pinggiran meja besi dengan kepalan tangannya. "Sialan. Di waktu seperti ini kamu malah minta dibersihkan?"

Sistem komputer yang rewel itu memaksanya melakukan booting ulang. Carson begitu fokus menatap lingkaran loading yang berputar-putar di layar, menghitung detik demi detik dengan pelipis yang mulai basah oleh keringat dingin, sampai-sampai ia kehilangan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitarnya.

"Meskipun kamu memelototi monitor itu sampai besok pagi, lingkaran itu tetap tidak akan berubah menjadi jeli rasa stroberi, Carson."

Carson tersentak hebat. Kursi berodanya sampai bergeser ke belakang dengan bunyi derit yang nyaring. Jantungnya seakan melompat ke tenggorokan.

Di samping mejanya, Dr. Vega sudah berdiri sambil memegang cangkir termos logam. Peneliti senior itu mengenakan jas laboratorium putih dengan kancing atasnya yang sengaja dilepas. Rambutnya yang agak berantakan mencerminkan jam tidurnya yang tidak beraturan. Sepasang matanya yang tajam di balik kacamata minus tebal menatap langsung ke arah layar monitor Carson.

Carson buru-buru menekan tombol shortcut di bawah meja untuk menyembunyikan tab enkripsi rahasianya, menggantinya dengan manifes pasokan suplemen bulanan.

"D-Dokter Vega," Carson berusaha keras menjaga suaranya agar tidak bergetar. "Sejak kapan Anda di sana?"

"Sejak kamu mulai mengumpat pada komputer tua ini," Dr. Vega menyesap kopi sintetiknya, lalu mendengus. "Apa yang sedang kamu lakukan? Keningmu sampai berkerut begitu. Kamu tidak sedang mencoba meretas situs hiburan dewasa distrik luar, kan?"

"Tentu saja tidak, Dok!" Carson cepat-cepat mengelak, otaknya berputar dua kali lebih cepat dari biasanya untuk mencari alasan. "Ini... saya sedang memeriksa manifes distribusi suplemen nutrisi untuk Sektor Empat. Tapi sistem bobrok ini malah terus-menerus memunculkan eror pengkodean. Saya hanya takut ada selisih data saat audit kementerian minggu depan, Dok."

Dr. Vega menaikkan sebelah alisnya, menatap deretan angka di layar yang terlihat sangat membosankan. "Ah, sistem sialan itu lagi. Jangan terlalu dipikirkan. Pemerintah lebih pintar membuat senjata pemusnah daripada membuat perangkat lunak yang berguna."

Carson mengembuskan napas lega yang sangat tipis di dalam hatinya. Selamat.

Dr. Vega menarik sebuah kursi kosong di dekat meja Carson, lalu duduk menyandarkan punggungnya dengan ekspresi lelah. "Tapi bicara soal suplemen nutrisi... kamu sudah lihat laporan uji lab terbaru untuk makanan kloter bulan ini?"

Carson menggeleng kaku. "Belum, Dok. Itu bagian analisis biokimia."

"Hmm benar sih," ucap Dr. Vega sambil mengangguk-anggukkan kepala.

"Memangnya ada apa, Dok?"

"Kandungan gizinya dipangkas lagi sebanyak lima belas persen," bisik Dr. Vega, suaranya mendadak berubah rendah, penuh kejengkelan yang sinis. Dia mengetuk-ngetuk cangkir kopinya ke meja. "Negara ini benar-benar lelucon. Mereka menaikkan pajak kesejahteraan hingga tiga puluh persen bulan lalu dengan alasan 'optimalisasi pertahanan pangan'. Tapi apa yang mereka berikan ke warga? Jeli hambar yang kandungan proteinnya nyaris setara dengan air keran disaring!"

Carson pura-pura terkejut, meski sebagai orang logistik, dia sudah mencium bau busuk ini sejak lama. "Dipangkas lagi? Padahal di berita nasional, kementerian bilang surplus pangan kita sedang di atas rata-rata."

"Berita itu hanya berita fiksi yang ditulis oleh orang-orang berdasi di sektor atas," Dr. Vega mendengus meremehkan. "Hanya kita, orang-orang di laboratorium ini, yang tahu kalau warga kita sebenarnya sedang mengalami malnutrisi terselubung. Mereka sengaja menyembunyikan data ini agar tidak ada kepanikan massal. Pajak ditarik setinggi langit, tapi perut warga diberi makan angin."

"Kenapa mereka melakukan itu?" tanya Carson memancing, sekaligus mengalihkan perhatian Vega sepenuhnya dari komputernya.

"Uangnya dipakai untuk mendanai proyek bioteknologi militer baru di distrik pusat, apa lagi?" Dr. Vega berdiri dari kursinya, membawa kembali cangkir kopinya dengan wajah masam. "Sains kita sudah mati, Carson. Sekarang sains hanya jadi alat pelayan politik. Sudah, lanjutkan kerjamu. Dan kalau komputer itu masih rewel, tendang saja bagian CPU-nya. Biasanya berhasil."

"Baik, Dok. Terima kasih sarannya," ujar Carson dengan senyum formal.

Begitu Dr. Vega berjalan menjauh dan menghilang di balik pintu otomatis laboratorium, Carson langsung merosot di kursinya. Punggungnya basah oleh keringat.

Dia melirik gelang peraknya sendiri. Untung warnanya masih hijau stabil. Sambil menarik napas dalam-dalam, Carson kembali memunculkan tab enkripsi rahasianya yang sempat tertunda.

Informasi dari Dr. Vega barusan justru menyalakan pemikiran baru di kepala Carson. Malnutrisi terselubung. Negara sedang memotong gizi warganya, dan itu berarti kondisi tubuh Nezha yang sedang mengandung akan jauh lebih rentan daripada wanita di masa lalu.

Carson menatap setiap baris kode di depannya dengan pandangan yang semakin tajam. Taruhannya kini bukan lagi sekadar menyembunyikan data, tapi bagaimana dia bisa menyelundupkan makanan yang layak agar Nezha dan benih di dalam perutnya bisa bertahan hidup.

Jemari Carson kembali bergerak di atas papan ketik. Dia membuka daftar pasokan makanan dan suplemen militer sektor atas yang tidak pernah diberikan kepada warga biasa. Dengan beberapa baris kode baru, dia memotong sedikit demi sedikit kuota dari puluhan kloter pengiriman, lalu mengalihkan selisihnya ke dalam daftar limbah medis yang akan dibuang besok malam.

Layar monitor berkedip, memunculkan peringatan risiko deteksi. Carson tahu risikonya. Memalsukan data adalah pelanggaran hukum, dan mencuri pasokan militer bisa melemparkannya ke kamp kerja paksa.

Namun, bayangan wajah lelah Nezha meruntuhkan semua keraguannya. Dengan satu ketukan tegas, Carson menekan tombol enter.

[Proses Selesai. Data Diperbarui.]

Carson bersandar pada kursinya, menatap layar yang kini kembali normal. Langkah pertama yang gila sudah diambil. Sekarang, tidak ada lagi jalan untuk mundur.

1
Anisa Nur Afifah
sampai sini dlu
Rudy satria
kapan avnan di rekrut jadi anggota tim cari jalan kapur carson,jangan lama²😅
Rudy satria
semoga carson bisa menemukan jalan keluar,supaya kita bisa ketemu emm tapi kalo udah keluar jangn ke negara Konoha ya carson pemerintah nya sama,sama² menindas rakyat🤭🤭
ririma: waduh, kayaknya carson juga bakal mikir dua kali kalau mau pindah ke sana kak😅
total 1 replies
Firmahadi
izin mampir bg
Rudy satria
mudah²n kalo
i ini panglima berbuat baik
Rudy satria
semakin kuat kalo avnan mau di ajak gabung,hancurkan negara yang memiliki peraturan di luar loh 😅😅😅
Rudy satria
iiih ternyata teman👏👏
ririma: yeayy👏🏻
total 1 replies
kabur ke luar negeri aja🤭
berati udah gak ada lagi hiburan model gituan, hambar banget idupnya, apa maen sendiri juga bakal kena pasal?🤭
berati orang-orang di sini gadak yang nikah juga kah?
ririma: yap,,
total 1 replies
jadi buron dong ya
ririma: iya kalau ketahuan tapi kak, untungnya sejauh ini masih aman kak
total 1 replies
wkwk, baru juga pembukaan🤭
halo kak, aku mampir🤭
Rudy satria
nah bylla itu penuh misteri yang tak terduga,mudah²n si dia kekasih avnan,mereka berempat kalo bersatu bisa semakin kuat dan mungkin mereka bisa menembus pertahanan pemerintah
Rudy satria
mudah²n si itu bylla,dan juga mudah²n bylla mendukung dan tidak menangkap Nessa+carson
Rudy satria
👏👏🥳🥳keren, sebelum nya saya slalu baca yang retingnya sudah tinggi atau pembacanya banyak itu di pastikan bagus,nggk sengaja ngeklik novel yang mungkin author nya baru merintis sungguh karyamu keren Thor semoga saya bisa ngawal sampai kamu sukses,saya yakin dengan cerita yang rumit saja bisa di pahami saya yakin kamu bakal sukses semangat terus Thor🥰🥰🥰🥰
ririma: maaf kak, irl lagi sibuk soalnya, sekarang uda up kok, bisa langsung di cek yaa😊
total 3 replies
Rudy satria
benar² pejabat yang kurang teliti pantes gampang di tipu,selamat carson semoga bisa dapat jalan keluar👏👏
Rudy satria
astaghfirullah ikut deg,deg,degan aku,untung komandan militernya masih keturunan Konoha jadi bisa di tipu😅😅😅
Rudy satria
apakah panglima,beneran percaya atau malah sudah menuju apartemen carson
Devi..
seru dan unik ceritaanya thor..semoha bisa berlanjut smpai selesai ceritanya😊
ririma: terima kasih banyak kak🥰, aamiin semoga ya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!