Benci jadi berakhir di atas ranjang.
Begitu kisah dari dua teman sekantor yaitu Keisha dan Alvaro. Keisha yang dingin, dan Alvaro yang playboy. membuat Keisha sangat membencinya. apalagi Alvaro sangat suka menggoda Keisha.
Namun tidak disangka mereka berdua memiliki hubungan partner. Itu semua berawal karena Keisha yang patah hati karena kekasihnya berselingkuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Holiday
Kantor tengah mengadakan liburan. Awalnya Keisha tidak ingin ikut, namun Sandra terus memaksanya untuk ikut pergi bersama. Dengan berat hati, Keisha menuruti untuk ikut berlibur. apalagi Alvaro juga semalaman menelepon Keisha, memaksa untuk ikut liburan.
Keisha yang lagi malas berlibur ini terpaksa terjebak di kursi bus. Tak berselang lama, Alvaro datang dan duduk disebelahnya.
" Gue pikir Lo nggak akan datang." bisik Alvaro.
" Gue sebenarnya kalau bukan Sandra..."
" Alvaro! Itu tempat duduk gue!" seru Sandra dengan tiba-tiba. Karena semalam dia sudah bilang kepada Keisha kalau mereka akan duduk berdua dan sekamar berdua.
" Lo duduk bareng Bagas aja sono.."
" Apaan sih! Eh asal Lo tahu ya, si keisha nggak mau duduk sama Lo. Iya kan kei?"
Keisha memutar bola matanya dengan malas. Kenapa di saat pagi-pagi begini kedua teman kantornya itu harus bertengkar dihadapannya. Keisha ingin berteriak agar mereka berdua segera menghilang dari hadapannya.
" Sandra.. Lo duduk bareng gue saja. busnya mau jalan loh!" seru Bagas yang sudah mendengar keributan antar Alvaro dan Sandra.
Sandra tetap tahu mau mengalah. " Nggak! Gue disini!"
" Ehem... Bisa duduk di tempat yang lain, busnya mau jalan." ucap direktur yang kebetulan satu bus dengan mereka.
Sandra yang tadinya ngotot meminta Alvaro untuk pindah. Dengan berat hati berjalan dan duduk disampingnya.
" Yes!" seru Alvaro senang karena duduk berdua dengan Keisha.
" Lo ngapain sih kayak gitu, itu justru buat orang curiga! Kayak nggak ingat sama persyaratannya!" bisik Keisha yang kesal.
Perjalanan yang ditempuh cukup jauh. Bus pun berhenti, semua penumpang keluar termasuk dengan Keisha. Alvaro membantu membawakan tas milik Keisha. Namun Keisha menolak dan ingin membawanya sendiri.
Mereka semua berkumpul di depan Villa dekat pantai, kebetulan vila tersebut milik saudara dari direktur mereka sendiri. Saat tengah menunggu jatah kamar masing-masing. Sandra dan Bagas malah justru bertengkar hanya gara-gara merebutkan pelampung donat milik Sandra. Aksi saling dorong-mendorong pun terjadi, hingga Sandra tidak sengaja menabrak seorang perempuan yang membuat kaki perempuan itu terluka.
" aduh! Maaf ya." ucap Sandra merasa bersalah.
Melihat kejadian itu, Alvaro mencuri kesempatan. Sengaja meminta Sandra untuk bertanggung jawab dengan tidur bersama dengan perempuan tersebut. Apalagi perempuan itu merupakan salah satu karyawan di kantor. Sengaja Alvaro melakukan hal tersebut karena dia tahu kalau Keisha akan sekamar dengan Sandra.
Keisha yang mendengar langsung melihat tajam ke arah Alvaro. " Kamu udah gila ya! Aku tidur sama siapa!" bisik Keisha.
" Tidur sama aku dong!" bisik Alvaro menggoda.
" Udah gila ya!"
Pembagian kamar sudah selesai dan benar saja, Keisha mendapatkan kamar sendirian. Yang seharusnya bersama dengan Sandra namun dia harus merelakan Sandra tidur dengan karyawan karena gadis itu merasa bersalah karena sudah membuat anak orang terluka.
Keisha menarik kopernya menuju kamarnya. Dia melihat Alvaro yang tiba-tiba berdiri didepan pintu kamarnya.
" Gue nggak salah kamar, kan?" tanyanya karena melihat Alvaro berdiri didepan pintu kamar sambil tersenyum.
" Nggak kok. Ini gue tengah menyambut lo."
" Apaan sih! kalau Lo kayak gini orang-orang di kantor bakalan curiga tau nggak! Sudah sana ke kamar Lo!" Seru Keisha yang tidak suka dengan sikap Alvaro.
" Emangnya kenapa sih? gue juga pengen tahu kamar Lo kayak gimana." ucap Alvaro mengekori Keisha yang tengah mencoba membuka pintu kamarnya.
" Semua bentukan kamar itu sama. Bedanya gue sendiri sedangkan elo berdua!"
Keisha membuka pintu kamarnya, Alvaro mengekori Keisha. Keisha yang merasa diikuti, segera berbalik dan mendorong Alvaro keluar. Keisha menutup pintu kamarnya, menyentuh dadanya.
" Huft! hampir saja!"
up juga thor
Keisha sudah mendapat lampu hijau nich
dari mm mya Alvaro
tinggal Ayah nya Alvaro yg blm memberi restu
bakal jadi mlm yg panjang nich
untuk mereka berdua...
MasyaAllah sekarang jarang loh
ank lelaki yg mau menerima seorang perempuan apa adanya apalagi keturunan orkay...
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya
lebih baik cari pekerjaan baru...