NovelToon NovelToon
Ganti Status... (?)

Ganti Status... (?)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:381.2k
Nilai: 5
Nama Author: green_light

"Sekarang status kita sudah berbeda. Aku bukan lagi Kakak Ipar mu, dan kamu bukan lagi Adik Ipar ku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green_light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Masih terasa panas adegan tadi pagi di ingatan ku, malu... satu hal yang paling Aku hindari adalah bertemu Fahri.

"Mi....." panggil Fahri dari depan pintu kamar ku.

"I...Iya... Ada apa?" jawabku dari dalam kamar

"Mi,, Kita gak melakukan persiapan? bentar lagi temen-temen ku dateng loh," Fahri mengingatkan.

Astaga,, Aku lupa, sore ini temen-temen Fahri datang mau menginap. Aku harus keluar untuk persiapan makan malam dan buat cemilan malam tuk mereka.

Ceklek...

Aku terkejud saat mendapati Fahri yang berdiri di depan pintu kamar ku, "Kamu, kamu ngapain disini?"

"Aku nungguin Kamu lah Mi, Ayok, Aku bantuin masak." Fahri menarik tangan ku menuju ke dapur.

"Malam ini Kita mau masak apa?" tanya Fahri melihat sekeliling dapur, mencari apa yang bisa di kerjakan.

"Itu, di kulkas ada Mangga, Kamu bisa bantu Aku untuk kupas Mangga nya ya, sama itu masih ada sisa ubi ungu nanti bisa di kupas juga," tunjukku pada Kulkas.

"Mau di buat Apa?"

"Mangga nya nanti mau Aku buat King Mango Thai, pas temen-temen kamu dateng nanti bisa di suguh kan itu dulu, cuaca panas ini, dan ubi nya mau Aku buat Bola ungu isi keju mayo untuk malam".

"Oke, siap laksanakan Bos.." kata Fahri dan dia mengerjakan seperti yang Aku katakan. Sedangkan Aku membuat menu makan malam untuk mereka,

"Berapa orang yang mau nginap?" tanya ku di tengah kesibukan mencuci beras.

"Ada 5 orang,"

"Hmmmm.. ya udah lanjutin kerja nya."

Dengan cekatan Aku menyelesaikan beberapa bagian, dan begitu juga dengan Fahri. "Terus di apain ini mangga sama ubi nya?"

"Tolong ubi nya di cuci lalu di kukus ya.." titah ku

"Oke" jawabnya. Dengan cekatan juga Fahri mengerjakan apa yang Aku katakan.

Sambil memasak hidangan makan malam, Aku membuat King Mango Thai, gak membutuhkan waktu lama untuk menghaluskan mangga nya, dengan beberapa campuran, maka King Mango Thai sudah siap di nikmati.

"Sini, kamu cobain dulu.." Aku menarik Fahri untuk mencoba hasil buatanku..

Fahri meminumnya dan dia menatap ku, dengan gerakan tangan nya dia memanggilku mendekat padanya.

"Kenapa? gak enak? Atau ada yang kurang?" Tanyaku heran melihat ekspresinya.

Tanpa aba-aba dia langsung mencium ku, mengalirkan sedikit cairan mangga itu kedalam mulutku, mau tak mau Aku merasakan nya juga..

Blusshhhh....pipi ku memerah...

"Gimana? Enak kan?" katanya menggodaku,

Aku hanya mengangguk patuh. Fahri tersenyum nakal, "Sungguh kenikmatan yang luar biasa karna ada campuran ini", Fahri mengusap bibirku perlahan dengan ibu jari nya.

Aku yang tersenyum malu akhirnya pergi dari hadapannya, menuju masakan ku yang udah harus di angkat. Lama-lama Fahri mesum juga. Batinku...

Setelah Fahri Minum setengah nya, Ubi kukus pun sudah bisa di angkat. "Ini bisa kamu unyet-unyet dulu ya, biarkan dingin nanti baru di buat bulat-bulat," Aku berkata pada Fahri tanpa melihat wajah nya. Sungguh Aku malu sekali.

Jam menunjukkan pukul 15.16 PM. Teman-teman Fahri yang mau menginap pun sudah pada datang, Lalu Fahri dengan cekatan membawakan mereka Mango Thai yang Aku buat tadi, samar-samar Aku mendengar pujian yang keluar dari mulut mereka, manis sekali...

"Emang betol-betol top kali kakak Ipar kau Ri, apa yang di buat nya selalu enak," kata Budi.

"Iya ni, Aku harus bisa belajar sama Kak Mia ni, biar Suami ku sayang sama Aku, betah di rumah terus.." Tambah Andien.

"Elu mah jangan kan buat beginian, ngiris bawang aja nangis nya 2 hari 2 malam.." ledek Vini pada Andien. Mereka semua tertawa bersama. Sungguh persahabatn yang sangat Langka.

Vini datang ke dapur hendak membantuku memasak, tapi Aku melarangnya, karena dia adalah tamu di rumah ini. "Sudah sudah, kakak gak mau ngerepotin kalian, kalian kan tamu nya Fahri, udah duduk disana aja.."

"Ya udah, kami bantu angkat makanan yang udah jadi aja ya kak?" tanya Vini padaku.

Aku tersenyum dan mengangguk, mereka juga sepertinya senang membantu ku.

"Kak, Kakak emang pinter masak atau belajar?" tanya Windi saat mau mengangkat piring ke meja makan.

"Otodidak aja kakak mah,, lagian kalo kakak buat eksperimen selalu ada yang jadi master icip, kalo pas sama selera dia, baru kakak akan jual produk nya, tapi kalo gak pas, kakak akan ulang lagi sampe pas."

"Master icip?" tanya nya bingung

"Iya, Sahabat kakak, yang paling kakak sayang. Kakak selalu buat masakan sesuai selera dia, karena selera dia adalah selera semua orang..hehehe"

"Waaahhh,, hebat ya, kakak sama sahabat kakak kompak."

"Iya, lagian dia juga yang mendorong semangat kakak untuk mencoba menu-menu baru sebagai teman di toko buku, sambil membaca mereka juga bisa menikmati dessert yang aduhai rasanya, gitu sih dia bilang."

"Aku salut sama persahabatan kakak sama dia.."

"Makasih sayang.." Aku mencubit pipi nya gemas. "Oh, udah di angkat semua?" Tanyaku pada merka bertiga

"Udah kak, tinggal eksekusi", jawab Andien.

Aku terkekeh mendengar jawaban Andien. "Ya udah, kalo udah siap, yuk panggil mereka untuk makan malam, sementara itu kakak mau bersih-bersih dulu, bau dapur."

"Kakak mah bau dapur aja masih cantik, apa lagi kalo udah mandi.." Puji Vini...

"Terima kasih...." Aku berlalu meninggalkan mereka masuk ke kamar ku untuk membersihkan diri.

Ketika Aku selesai, Aku berjalan menuju ruang makan menemui mereka. Dengan menggunakan daster.

Ternyata mereka belum pada makan, "Loh, kok pada belum makan sih? kan hidangan nya udah selesai??" tanya ku saat melihat mereka tak menyentuh hidangan di meja makan.

"Kami nunggu kakak, kakak tetep cantik ya walaupun pake daster, tambah makin cinta aku tuh..." Kata Budi..

"Yeee... Kau semua ko bilang cinta, Kak Mia pun mau ko embat juga.." Fahri menggetok kepala Budi.

"Nikmat Tuhan mana lagi yang Aku dustakan? nginep di rumah orang cantik, di layani dengan tulus, makan gratis, plus enak lagi masakannya...Oh Tuhaaannnn,,,, Aku mau mempersunting mu kak Mia....." kata Fadli mendrama.

Aku yang melihat mereka yang saling melontarkan candaan merasa hangat dalam hati, "Aku sih seneng bisa masakin untuk kalian." Jawab ku singkat.

Setelah nya kami semua makan malam dengan nikmat, masing-masing dari mereka nambah 2 kali. Aku seneng ketika masakan ku di apresiasi.

Selesai makan, Anak-anak cewek membantu membersihkan meja makan dan mencuci piring, malah mereka melarang ku bekerja, Aku di suruh duduk mandorin mereka kerja, "Makasih loh kalian mau bantuin, padahal gak usah repot-repot juga, biar kakak aja yang beresin."

"Kak, kakak itu bagaikan matahari yang menghangatkan kami, bagaikan air yang menyejukkan, kakak itu the best banget lah pokoke. Yang kami buat ni, gak sebanding dengan apa yang udah kakak kasih ke kami." kata Andien yang sedang nyuci kuali.

"Ya udah, kalo gitu selagi kalian bereain dapur, kakak mau goreng bola-bola dulu ya, tuk ngemil qt nanti pas nonton drakor." kata ku sambil berlalu menuju kulkas.

"Kakak pecinta drakor juga?" Tanya Vini semangat.

"Enggak sih,, ya udah deh gak jadi, qt ngobrol-ngobrol aja nanti di kamar,"

Aku menuju kompor dan mulai menggoreng bola ubi ungu tadi,

"Kak, ini apa nama nya?" tanya Windi

"Bola ungu keju mayo.." jawabku.

"Boleh gak kami belajar masak sama kakak? Soalnya Aku mau Pdkt lagi kak, kata orang kalo mau menaklukan laki-laki di mulai dari perutnya." sambung Vini.

"Memang nya mau Pdkt sama siapa?"

"Sama.....emmmm...Fahri kak," jawab nya malu-malu

"O.... ya udah nanti kita belajar.."

"makasih kakak.."

"Iya sama-sama..."

Tak lama Aku pun selesai menggoreng Bola ungu keju mayo bersamaan mereka selesai mencuci dan meletakkan piring pada tempat nya.

Aku mengambil piring dan menata Bola ungu di atasnya.. Walllllaaaa this is it...

Bola Ungu Keju Mayo Ala Mia.....

1
Qaisaa Nazarudin
Aku suka ketegasan Mia..Fahri juga dari awal udah di bilangin,KALO GAK SANGGUP DAN RASA KEPAKSA mending gak usah,Itu cuman Amanah,Kamu yg menyanggupinnya tapi malah kamu yg error,Ckk..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan pesawatnya kecelakaan .
Qaisaa Nazarudin
Pasti kecalakaan pesawat nih atau kecelakaan mobil..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan gaya bicaranya,Kayak orang yg mau meninggal,Apa Afri kecelakaan ya? Duh baru juga bahagia Masih penganten baru juga..
Qaisaa Nazarudin
Cara bicaranya Afri kok kayak sesuatu banget,Kayak ninggalin pesan gitu,Apa Afri sakit keras kah?
Siti Junaida
lo r sido demam
QQ
Terima kasih atas karya mu Thor 🙏🙏🙏
QQ
Kok kepeleset tangannya author mau nulis mas Hady malah jadi si Fahri 😁😁😁✌️
QQ
Suka dengan ketegasannya Ami 👍👍👍
Rierudi Laras
😭😭😭😭😭😭
Rierudi Laras
😢😢😢😢
Maryana Fiqa
bagus banget ceritanya 👍👍
terimakasih banyak Thor dah bikin terhibur 🙏🙏
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪
green_light: makasih kak, baca juga cerita ku yang baru ya, judulnya Madu?! semoga terhibur...🤗🤗
total 1 replies
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
green_light: baca juga cerita baru green kakak🤗🤗
judulnya Madu?!
terima kasih..,❤️❤️
total 1 replies
Dewi Suherman
ko aneh ya, org cuma mu pergi amanatnya minta istrinya dinikahi, kayak yakin mu meninggal, memang diceritanya mu meninggal, tp jujur maaf kurang suka ma amanatnya.. harusnya gak perlu bilang nikah dulu, klu lagi sekarat/sakit, baru boleh lah amant gitu. maaf kesannya jadi kaya gmn gituh ceritanya.
Meilia Ra
huh bdohnya kau mia
Meilia Ra
terlalu lebay simia dr awal 😁😁
Narni Wijayanti
kak green bikin cerita asli yesek bener ,karya ya 👍
rahadi nanto
meewwwwwwkkkk,,,😭😭😭😭😭😭😭😭😭⛳
karim Ok
kyknya udah pernah baca...tapi lupa lg
trisss
semangattt berkarya kak.. sukaa ceritaa nya sedih di awal2.. sehat selalu kak green😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!