Setelah menyelesaikan tugasnya Nungky kembali ke rumahnya, namun setelah kejadian itu membuat sesuatu merubah hatinya.
Haruskah dia memperjuangkan cintanya kepada orang yang bahkan tidak pernah mengenal cinta?
Atau haruskah dia melupakan cintanya lagi sama. seperti yang dia lakukan kepada Awan?
NB: Ini Lanjutan dari Kepentok Cinta Nungky, jadi kalau bingung silahkan baca novel itu terlebih dahulu 🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vinoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dikerjai Nungky
Di ruangan yang begitu tenang dan juga sepi, seorang gadis tengah duduk di salah satu meja di sudut ruangan dengan sebuah buku tentang medis yang dibacanya, Nungky terlihat begitu serius membaca buku tersebut dengan tenang dia membalik halaman demi halaman yang sudah dibacanya.
Setelah selesai keluar dari kelasnya Nungky langsung menuju kemari dan mulai membaca buku tersebut, hanya ada segelintir anak lain yang terlihat ada di sana, baik itu yang sedang membaca buku sepertinya, atau sedang mencari buku di rak perpustakaan tersebut untuk di pinjam, bahkan ada juga sepasang manusia tengah sibuk berdua di pojok perpustakaan, entah apa yang mereka lakukan hanya ada suara-suara kecil yang terdengar dan itu membuat seorang Nungky jadi penasaran.
Nungky menaruh buku yang sedang dibacanya itu diatas meja, dengan gerakan perlahan dia mulai beranjak dan berjalan mendekati suara-suara kecil yang menggangunya itu, beberapa anak kuliah lain disana sepertinya mereka tidak merasa terganggu atau mungkin tidak mendengar suara tersebut, karena hanya Nungky yang jaraknya cukup dekat dengan sepasang manusia yang sedang berada di pojok ruangan itu.
"Jangan Bang aku malu" Cicit seorang wanita sambil menutupi wajahnya dengan tangan saat Nungky mengintip mereka berdua.
"Kenapa malu Adek, kan Adek sudah jadi pacar Abang, mau ya Abang ajak mojok di semak-semak!" Rayu si Pria sambil memegang kedua tangan wanita di depannya membuat wajah wanita itu terlihat jelas, namun Nungky tidak begitu mengenalinya yang sepertinya wanita tersebut bukan wanita dari jurusannya.
"Abang sayang sama Adek, Abang janji akan jagain Adek sampai maut memisahkan" Rayu si pria kembali menyerang pertahanan kekasihnya itu sambil menciumi tangan si wanita yang kembali tersipu malu.
"Abang janji kan gak bakal ngapa-ngapain Adek kalau Adek mau diajak mojok ke semak-semak belakang kampus?" Ucap si wanita menatap kekasihnya itu.
Hampir saja Nungky berteriak sambil tertawa terbahak-bahak, bagaimana tidak hanya karena rayuan penuh dusta dari si pria, si wanita itu sudah mulai tergoda untuk mengiyakan ajakan pacar buayanya itu.
"Tentu Adek mana mungkin Abang berani ngapa-ngapain kamu, disana kita bakal ngobrol berdua tentang masa depan kita yang Abang yakin akan begitu indah" Jawab Si Pria mencoba meyakinkan kekasihnya itu.
"Baiklah Abang Adek mau" Ucap si wanita akhirnya menyerah sambil mengangguk kecil membuat si pria tersenyum senang dan langsung memeluk kekasihnya itu, dan dengan perlahan keduanya kembali melakukan sesuatu yang terlarang yaitu ciuman panas di dalam perpustakaan.
"Ayo sosor yang mesra sama lama Bang, ayo Bang Pepet terus sampai lemes!" Ucap Nungky dengan suara yang tidak di kecilkan membuat orang-orang disana merasa penasaran dan menghampiri Nungky.
Saat orang-orang mengerubungi mereka berdua, si wanita berdiri dibalik punggung kekasihnya dengan takut, semua orang dibelakang Nungky saling berbisik sambil menatap keduanya dengan raut wajah seolah menghina dengan kedua sejoli tersebut.
"Ayo Dek kita pergi!" Ucap Si Pria sambil menarik tangan kekasihnya dan memberanikan diri untuk menerobos kerumunan tersebut.
"Tunggu!" Teriak Nungky membuat keduanya berhenti dan menoleh menatap Nungky bingung.
"Jadi gak mojok di semak-semaknya, kalau jadi nanti aku tungguin ya di belakang kampus, nanti biar aku rekam terus aku sebar di Ig deh, adegan barusan juga sudah aku rekam Bang mau lihat gak?" Ucap Nungky sambil cengengesan dan menyodorkan Hp miliknya.
Si pria kembali dan berusaha mengambil benda pipih tersebut namun dengan jahilnya Nungky melempar-lempar HP dia antara kedua tangannya, hingga si pria tidak bisa mengambil
Hp tersebut membuatnya menyerah dan langsung berjalan pergi dengan tergesa-gesa dengan si wanita.
Sontak semua orang menyoraki keduanya yang langsung berlari karena malu, Nungky tersenyum senang karena bisa mendapat hiburan disaat kesibukannya berkuliah, dia menaruh Hp di saku celananya dan kembali berjalan ke tempat dia duduk tadi.
Sebenarnya saat Nungky mengatakan dia merekam adegan ciuman dari sepasang kekasih tersebut adalah bohong, dia tidak pernah merekam aksi keduanya yang tidak terpuji itu, Nungky hanya ingin memastikan jika setelah pergi keduanya tidak akan jadi mojok di semak-semak seperti yang direncanakan mereka berdua.
Dua jam kemudian Nungky-pun berjalan keluar perpustakaan melewati koridor kampus sambil bersenandung kecil, dia hendak menemui ketiga sahabatnya yang mungkin sudah selesai kuliah dan tengah menunggunya di taman kampus, namun di tengah jalan dia bertemu Wahyu yang sedang menatapnya sambil tersenyum.
"Hai Nungky" Sapa Wahyu ramah sambil melambaikan tangannya.
"Hai Bang Wahyu lagi ngapain, baru selesai kuliah ya?" Ucap Nungky ramah saat keduanya sudah berdiri saling berhadapan.
"Aku sedang menunggu kamu, dan ya mata kuliahku sudah selesai hari ini" Ucap Wahyu menjawab pertanyaan Nungky.
"Terus Abang kenapa nungguin aku, ah aku tahu mau ngajak aku makan ya Bang? Ayo kuy lah Bang kita ke kantin sekarang!" Ucap Nungky sambil merangkul Wahyu dengan cengiran lebar yang menghiasi bibirnya.
"Bukan Ky, aku bukan mau ngajak kamu makan di kantin" Ucap Wahyu sambil berhenti berjalan.
"Terus apa dong Bang, Abang mau ngapain?" Ucap Nungky lagi menatap Wahyu dengan polos.
"Eh itu, nanti malam kamu ada acara gak?" Tanya Wahyu gugup.
"Gak ada Bang, kalau malam aku selalu bebas gak ada acara paling juga aku nonton film India Bang, memangnya ada apa?" Jawab Nungky membuat Wahyu tersenyum senang mendengarnya.
"Ah tidak, pokoknya kamu tunggu saja nanti malam ya Ky" Ucap Wahyu sambil berlalu pergi meninggalkan Nungky dengan senyuman lebar yang menghiasi bibirnya.
Nungky menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil menatap punggung Wahyu yang mulai menghilang, kemudian dia mengedikkan bahunya tidak peduli dan memilih melanjutkan perjalanannya yang tertunda untuk menemui ketiga sahabatnya itu.
"Hallo guys ada yang rindu aku?" Tanya Nungky sambil cengengesan saat dia sedang berdiri dihadapan ketiga sahabatnya itu.
"Gak ada" Ucap ketiganya serempak.
"Aduh kalian ini kompak sekali, makasih loh udah rindu sama Nungky si Cantik ini, aku juga kangen kalian kok" Ucap Nungky terharu sambil merentangkan kedua tangannya hendak memeluk ketiga sahabatnya itu.
"Ngapain sih pake acara peluk-pelukan segala, udah gerah tambah gerah tahu gak!" Omel Rania sambil menepis tangan Nungky yang hendak memeluknya seperti yang dilakukan oleh Veyya dan Gisuwa.
"Kebiasaan kamu Ky sukanya meluk-meluk Mulu bikin kelihatan gak lakunya kamu Ky" Ucap Gisuwa sambil terkikik geli bersama Veyya dan Rania sedangkan Nungky sudah mengerucutkan bibirnya sebal.
"Iya bener Ky, aku aja gak gitu-gitu amat Ky, sebagai jomblo jangan suka banyak tingkah deh Ky" Ucap Veyya menasehati sahabatnya itu.
"Mana ada aku gak laku, orang yang ngantri buat jadi pacarku aja sudah banyak" Ucap Nungky membela diri, kemudian dia tersenyum lebar saat melihat beberapa orang pria berjalan ke arah mereka."Tuh lihat para pemuja Nungky sudah datang!" Ucapnya lagi tersenyum bangga membuat ketiganya ikut menoleh menatap beberapa pria yang datang menghampiri mereka. Nungky langsung merapikan rambutnya untuk bersiap digoda oleh para pria tersebut.
"Hai Ran, boleh kenalan gak" Ucap salah seorang pria mewakili yang lain.
"Apa, jadi Abang-abang ini bukan mau ngerayu aku?" Pekik Nungky menatap para pria tersebut dengan sedih.
"Ya sudah Adek ikhlas Bang, habis godain Ran jangan lupa traktir aku ya Bang!" Ucapnya lagi sambil cengengesan.
Namun para pria itu tidak menanggapi ucapan Nungky mereka semua fokus memandangi wajah Rania yang terlihat sangat cantik."Jadi Ran kita boleh gak dekat sama kamu, kalau boleh minta nomer HP kamu juga dong biar lebih dekat gitu" Ucap Si pria satunya mencoba untuk mendekati Rania kembali.
Rania yang sedang asyik mengirim pesan kepada suaminya Reno, menoleh menatap para pria yang langsung tersenyum lebar saat dia menoleh, Rania menaruh Hp nya ke dalam tas sambil beranjak berdiri."Sudah kubilang aku sudah menikah, apa kalian tidak mengerti juga?" Ucapnya yang mulai merasa bosan dengan tingkah para pria yang terus mendekatinya.
"Jangan gitu Ran, kita tahu kok kamu cuma bohong" Ucap salah seorang pria yang tidak memercayai ucapan Rania.
"Iya Ran, mana mungkin gadis secantik dan semuda kamu sudah menikah apalagi kalau punya anak itu lebih gak mungkin" Ucap pria satunya lagi dengan percaya diri jika tebakannya itu benar.
"Dasar ya mereka kalau lihat cewek cantik, dibilang udah nikah aja pada gak percaya" Bisik Gisuwa pada Veyya dan Nungky.
"Bener Gis, bisa pada heboh kalau Om Ganteng sama Bima kemari jemput Ran" Ucap Veyya.
"Kalau aku sih yakin mereka itu sedang khilaf, sebentar lagi juga pasti pada ngejar-ngejar aku!" Ucap Nungky sambil cengengesan membuat kedua sahabatnya itu mendelik menatapnya kesal.
__________
Ada yang kangen gak?
salam Gesrek
othor Ganteng Paripurna