NovelToon NovelToon
Pemilik Hati Suamiku ( Menikahi Kakak Ipar )

Pemilik Hati Suamiku ( Menikahi Kakak Ipar )

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: roliyah

Shandra Hasanah, diusianya yang hampir kepala tiga selalu dikatain perawan tua dan dikatain memiliki wajah yang tidak cantik. Hingga suatu ketika ia dimintai menikah dengan mendiang suami adiknya, Athaya Besmana, karena sang adik yang bernama Alika dikabarkan mengalami kecelakaan dan Athaya sangat terpukul dengan kepergian sang istri.

Tak ingin membuat Athaya terus bersedih, orang tua Athaya justru meminta Shandra menjadi istri dari mendiang suami adiknya. Lalu, apa Shandra menerima permintaan orang tua Athaya?sementara Athaya masih sangat mencintai adiknya, Alika.

Ikuti kisah Shandra _Pemilik Hati Suamiku _

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Shandra terperanjat dan seketika membuka matanya yang sejak tadi terasa sangat lengket. Ia membeliak saat tahu apa yang ia pegang. Ia juga merutuki kebodohannya. Bisa-bisanya ia lupa kalau tidur seranjang dengan Atha.

Shandra mengigit bibirnya dan malu sendiri. Shandra berharap, semoga suaminya tidak menyadari kebodohannya. Bisa malu sampai ubun-ubun. Mau sembunyi dimana coba? Ia sudah tidak punya muka jika Atha tahu tentang ini.

Shandra jadi kikuk sendiri menatap wajah sang suami, ia juga merasa geli sendiri sama tangannya yang baru saja memegang si belalai itu.

"Ih, ngapain sih kok aku mikirin itu," gumamnya seraya menggelengkan kepalanya. Shandra jijik sama otaknya yang tiba-tiba saja memikirkan aset milik sang suami. Shandra pun memukuli kepalanya yang sedikit traveling membayangkan asetnya Atha.

Pelan-pelan Shandra bergeser untuk turun dari ranjang. Ia terus saja memperhatikan suaminya, berharap suaminya tidak bangun.

Setelah berhasil turun dari ranjang, gegas Shandra melangkah cepat ke kamar mandi. Mendinginkan kepalanya yang sempat memikirkan si belalai milik Atha.

Atha membuka matanya sesaat setelah pintu tertutup. Atha membuang napas panjang seraya memijit pelipisnya. Ia sadar saat Shandra menyentuh bagian itu. Atha merutuki dirinya sendiri, sebab sentuhan Shandra membangkitkan sesuatu yang lama tertidur. Atha sengaja berpura-pura tidur, Atha ingin tahu bagaimana reaksi Shandra setelah memegang si belalainya. Akan tetapi malah jadi bumerang untuk dirinya. Sekarang bagaimana coba menenangkan si belalai yang sudah menegang ini.

Sekali lagi Atha menghela napasnya. Atha kemudian turun dari ranjang, namun suara dering ponsel milik Shandra berdering. Atha memanjangkan lehernya untuk melihat ponsel Shandra yang tergeletak di atas nakas dan sebuah nama Abim tertera di layar ponselnya.

"Ck! Ngapain tuh laki nelpon istri orang pagi pagi begini," gerutu Atha.

Atha pun membiarkan telpon tersebut. Namun Abim terus menelponnya. Yang akhirnya Atha terpaksa mengangkat telpon tersebut karena terganggu dengan suara deringannya, sementara Shandra belum terdengar tanda-tanda akan keluar dari kamar mandi.

"Ngapain nelponin istri orang!" Atha langsung mencecarnya.

Terdengar helaan napas berat dari Abim.

"Maaf kalau saya ganggu, tapi saya lagi butuh bantuan Shandra," tukas Abim terdengar memohon.

Atha mendengus kesal. "Gak bisa!"

"Saya mohon, ini ---"

Tut ... Tut ...

Atha mematikan teleponnya begitu saja. Atha sudah kadung kesal sama lelaki itu, yang terus terusan mengganggu istrinya. Atha tidak mau mendengar kalimat selanjutnya. Itu pasti alasan Abim yang ingin bertemu sama Shandra.

"Jangan harap kamu bisa bertemu sama Shandra," sengaknya kesal.

***

"Nanti siang ikut mama belanja ya," ucap Bu Cici.

Saat ini semuanya tengah sarapan bersama. Bu Cici begitu sangat senang karena bisa ngumpul bareng bersama keluarga tercinta.

Shandra mengangguk, mengiyakan permintaan mama mertuanya. Toh, hari ini ia tengah free, ia juga tidak ada rencana pergi kemanapun. Bu Cici kemudian mengalihkan tatapannya ke Atha.

"Kamu bisa kan anter kami?"

Atha yang tengah minum, langsung menggelengkan kepalanya.

"Maaf, Ma, gak bisa. Hari ini aku udah ada janji sama Dendi."

"Ya sudah kalau gak bisa." Bu Cici sedikit kecewa. Tapi ya sudahlah, yang penting Shandra mau ikut menemaninya belanja.

Siangnya, Bu Cici dan Shandra pergi ke mall yang di dalamnya ada supermarket. Shandra mendorong troli dan mengikuti langkah Bu Cici dari belakang. Sesekali tangannya menyentuh beberapa barang di lorong supermarket.

"Kita ke bagian sayuran dulu yuk," ajaknya.

"Iya, Ma," jawab Shandra.

Sesampainya di bagian sayur mayur, Bu Cici langsung memilih beberapa sayuran, lalu beralih ke bagian perbumbuan.

Shandra sedikit gelisah, merasakan perutnya yang tak enak.

"Ma, aku ke toilet dulu bentar ya," ucap Shandra yang sudah kebelet sambil memegangi perutnya.

"Iya, tapi jangan lama-lama."

Shandra mengangguk, lalu gegas pergi ke toilet. Setelah selesai membuang hajatnya, Shandra mencuci tangan di wastafel.

Salah satu bilik toilet, terbuka dan seseorang keluar dari sana. Shandra yang sudah selesai mencuci tangan langsung niat pergi. Akan tetapi sebelum membuka pintu, sudut matanya melihat orang itu, Shandra ingat kalau orang itu adalah temannya Alika, tapi Shandra lupa siapa namanya.

"Sebentar lagi aku ke sana. Aku lagi di toilet dulu Lika sayang," pungkasnya sambil menelpon.

Kening Shandra berkerut dalam. Orang itu menyebut nama panggilan adiknya. Apa mungkin nama itu adalah Alika? Atau Alika yang lain?

Otak Shandra menduga-duga. Penasaran pastinya. Siapa yang dimaksud Lika itu? Apa lagi orang itu teman adiknya.

Apa mungkin kalau Alika masih hidup? Selama ini jasad Alika belum ketemu sampai detik ini. Lalu kenapa Alika tidak pulang? Tidak tahukah seperti apa stresnya Atha.

Temanya Alika pun keluar dari sana. Shandra yang masih berdiri di sana langsung mengikutinya. Setidaknya ia harus memastikannya. Apa benar kalau Lika yang dimaksud itu adalah adiknya. Kalau benar pasti kedua orang tuanya senang, terutama Atha. Pastinya.

Temannya Alika belok ke sebuah restoran dan melambaikan tangannya ke seseorang yang tengah duduk di salah satu meja. Perempuan berambut coklat panjang membalas lambaian orang itu.

Shandra memanjangkan lehernya, memperhatikan perempuan yang tengah duduk itu. Posisinya perempuan itu sedikit menyamping ke arah lain, jadi Shandra tidak begitu jelas melihat wajahnya. Shandra mempercepat langkahnya untuk segera masuk ke dalam restoran tersebut. Shandra harus memastikannya. Apa benar perempuan itu adalah Alika. Dari tubuhnya Shandra tidak asing sama perempuan itu.

"Shandra!"

Langkah kaki Shandra otomatis berhenti dan menoleh ke arah orang yang memanggilnya. Shandra menelan salivanya saat bersirobok dengan dua mata yang menyala-nyala menatapnya.

1
partini
meledak tuh rasa iri di hati bikin esmosi,paling jadi prempuan lacknat
aihhh jangan lah sampai kaya drama Indosiar ya Thor
Ra2_Zel: tenang aja kak, aman🤭
total 1 replies
partini
kenapa ga Alika si h Thor yg mandul atau kedua nya biar impas dengan kejahatan yg mereka lakukan,,apa nanti ada drama jadi pelakor sodara nya sendiri kaya film paa itu lupa judulnya
partini
itu masih pagi seorang diri atha kemana masa iya dah pergi kerja
partini
itu resiko jadi wanita menggatal nikmati saja jangan bikin huru hara
falea sezi
🤣🤣 serakah amat lu alika😒 lacur
Ra2_Zel: emang gak tahu malu
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣 pinjam dulu seratus astaga atta ngakak bgt q tuh 🤣 orang kaya gk. punya duit buat beli pertamax🤭
partini
pasti suamimu dengar apa yang baru kamu katakan Alika
partini
nice story
partini
istriku tercinta welehhh ❤️
partini
unboxing,,dikit hot lah Thor biar menjiwai 🤣
partini
bobo sihhhh make love lah
partini
😂😂😂 atta atta ,, hidup bahagia lah kalian dengan pasangan masing-masing
partini
atta atta dah bisa lihat istri mu sekarang
partini
syukur lah otak kamu mulai berfungsi atta ku kira jendel mau aja bekas om mu itu, secara lama pasti sering Ina inu lah ,buka hati dan matamu mu di kasih Berliana malah nunggu batu kali
partini
pasti sakit Banggt ,tapi lihat istri mu lah ngab be smart don't be so damn stupid
partini
atta kamu aja goblok cinta Ampe segitu nya ,, tanpa kamu sadari sekarang kamu aja udah bikin istri mu hatinya resah loh kamu juga egois lah
partini
San San kamu terlalu baik deh,,suami mu aja masih cinta Ampe sekarang
aiahhh ,,semoga otak nya terbuka si atta bukanya gelap mata ingin memiliki nya kembali terus kamu di tinggal
partini
harusnya di tau kasihkan,tapi bisanya ga tega deh so kita lihat apa betul" atta d kasih tau atau tidak
Mar Lina
kan
kan
akhirnya kebongkar juga...
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya
Ra2_Zel: siap kak
total 1 replies
Mar Lina
mirip siapa
ayo???
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!