Uranus dan sang Hakim saja tidak serta Merta di katakan takdir abadi. Tapi mereka tetap berharap di kala melihat bintang jatuh. Demikian pula aku berjuang tanpa lelah mencintaimu.
-Bisik Naga Api mitologi -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangkai
Selepas pembebasan Uranus, setiap hari dia semakin bersedih dan tidak lagi menggunakan kekuatan spiritual pengendali planet lainnya. Dia berubah wujud seperti sedia kala, tapi dia mendengar suara lain yang memecahkan penumbra langit tempatnya berpijak. “Hanya menangis dan meratapi Nasib, tidak akan mengubah kehidupan mu. Kalau kau masih mencintainya. Kembali ke padang hijau dan ambil jiwa tujuh makhluk yang akan di jinakkan penjaga negeri tersebut. Hakim akan Kembali lagi untuk mu” gema suara menggelegar.
“Siapa yang berbicara pada ku? Jangan jadi pengecut. Perlihatkan diri mu! benar, hanya iblis dan kekuatan hitam yang bisa melakukan itu. Kalau kau iblis atau apapun, aku menyetujuinya” Uranus yang berputus asa di tinggal sang Hakim.
Melanjutkan jalan-jalan kecil yang berganti pasar malam nuansa tradisional khas budaya daerah. Naga api seolah-olah tidak mau melepaskan Rumi. Dia masih menggenggamnya, berdiri melihat para pengunjung dan pembeli menonton atraksi tari-tarian. Naga api memandang Rumi, merapikan poni depannya dengan jarinya. Dia meletakkan sekuntum bunga ke bagian sanggul rambut Rumi.
“Rumi, aku mau menukar satu sisik naga ku untuk membeli sebuah tusuk konde berbentuk naga disana.”
“Tidak dengan menggadaikan sisik mu yang berharga.”
“Kalau begitu biar aku menggantikan pekerjaannya mendapat upah pedangang demi membelikanya.”
“Husshhh, nantinya kau malah di ambil wanita lain untuk di pelihara.”
“Tega__”
Naga api mendaratkan sentuhan di pipi kananya. Rumi terkejut mendorong hingga menjatuhkan kantungnya saat berlari pergi. Siapa yang berani memperlakukannya seperti itu? Misi menakhlukan naga memang berakhir tragis dirinya di buat naga tidak berkutik. Naga api memasukkan semua sisik miliknya lalu menukar dengan uang di dalam kantung milik Rumi.
Sebuah tusuk konde mendarat di sela rambutnya. Rumi mendapatkan hadiah kedua dari naga, sebuah ingatan memori yang tidak bisa terhapus seumur hidupnya.
“Maafkan aku Rumi__”
Pemberhentian terakhir di hutan belantara yang jaraknya cukup jauh Dari para penglima pembatas langit. Sebelumnya dia melihat sinyal nyala kabut yang menggulung di atas langit, inilah waktunya yang tepat berpisah dengan naga api.
Di kejauhan, Banyu mengamati semua Gerakan naga dan Rumi. Dia bertekad melindungi Rumi dan tindakan membiarkan Rumi terhunus pedang atau hukuman sang putri.
“Ketua, semua sudah beres” ucap penjaga padang hijau panglima perbatasan.
“Kita mulai setelah Rumi Pergi..”
Di dalam gua tersembunyi, akar yang terbentuk dari pohon raksasa berumur ribuan tahun. Rumi memberikan kejutan, Naga api langsung mengangkat tubuhnya yang mungil. Mereka Bersama di atas sebuah akar yanh menjadi saksi sang naga mulai mendaratkan sentuhan ketiga kalinya. Bagaimana Rumi bisa mengikhlaskan kepergiannya? Pergi melarikan diri berdua atau bersembunyi hanya akan mengancam nyawa sang naga. Dia mengusap punggung naga api, tidak terkira genangan sudut mata sang naga api berkali-kali meminta jangan pergi.
“Aku tidak akan pernah pergi. Dimana ada Lautan, butiran salju dan kelopak bunga indah yang berterbangan. Maka aku benar-benar selalu memeluk mu. Aku akan selalu hidup di hati mu naga api raksasa. Sekarang aku baru mengerti, Beijing memiliki petikan nama yang berarti naga api berkekuatan roh abadi.
“Suatu saat, kita akan tinggal Bersama dan bahagia selamanya. Di istana ku yang menunggu kedatangan sang Ratu milik naga api kuno. Rumi__”
“Cukup. Beristirahatlah, kau tidak usah memikul semua beban berat ini.”
Rumi menggunakan kekuatan spiritualnya melelapkan sang naga. Dia juga membuat segel pengunci agar siapapun tidak menyadari persembunyian sang naga. Malam penyerahan diri pada panglima pembatas ujung langit. Dia menahan air mata tanpa menoleh meninggalkan gua akar pohon raksasa.
“Naga, jadi seperti ini yang lebih baik. Dengan cara ku menjauh dari mu dan tidak di miliki siapapun. Aku tidak bisa mati dengan tenang jika tidak melihat mu selamat tanpa di ganggu siapapun” gumam Rumi yang berdiri di dalam kurungan.
Gen keluar dari sana, batas pembentukan dirinya yang berubah wujud Kembali ke wujud dirinya yang asli. Dia melingak-linguk melihat naga yang tidak ada di dekatnya.
“Mana naga gila itu? Apakah dia melarikan diri dan mengikhlaskan mu di penggal hidup-hidup? Tidak ada penjaga yang selamat dari hukuman putri.”
“Gen, aku tida menyesali keputusanku” ucap Rumi yang memperlihatkan wajahnya yang murung.
Gen berlari mencari Banyu, dia terkejut melihat Banyu melepaskan segel naga api. Bukan kah dia menyetujui kesepakatan dengan Rumi?
“Banyu, kenapa kau melepaskannya? Apakah kau mencintai Rumi dan tidak mau Rumi menerima hukuman mati?”
“Aku. Aku hanya tidak mau ada penjaga negeri yang menjadi buronan pembatas langit akibat kecerobohannya melepaskan naga api. Kau tau sifat keinginan Rumi yang tidak mau di tentang kan?”
“Jadi kau sengaja mengulur waktu dan membiarkannya pergi dulu?” tanya Gen.
Banyu mengangguk sebelumnya dia memasuki gua akar dan memecahkan segel. Dia menegaskan pada sang naga jika Rumi adalah tersangka pidana kejahatan pelepasan naga yang akan di kirim ke putri. Banyu meyakinkannya agar merelakan diri tanpa pertentangan di bawa ke pembatas langit sebagai Binatang mitologi yang di jadikan budak putri.
Naga telah sampai ke kurungan, dia menarik Rumi agar segera melarikan diri dengannya. Semua penjaga utusan perbatsan negeri di serang. Dia melemparkan semua kekuatannya menghabisi setengah pasukan. Panglima pembatas langit menyarankan supaya Rumi menyerahkannya.
“Ayo pergi dengan ku Rumi..” Naga api menariknya berlari kencang.
Di Tengah jalan, Rumi melepaskan pegangan tangannya. Dia menutupi hati dan perasaannya yang sebenarnya. Dia ingin membuat naga api membencinya dan pergi darinya. Pertama-tama dengan menunjukkan sebuah pengkhianatan untuk membuatnya berpikir bahwa Rumi tidak mencitainya. Melihat Banyu dan Gen yang berjalan menuju mereka berdiri. Rumi berlari ke arah Banyu. Dia memeluk erat tubuh Banyu dan mengatakan bahwa dia tidak mencintai sang naga.
“Cepat pergi kau naga gila. Apa? Sebutan naga api raksasa? Menjijikkan. Aku bosan terpaksa memanggil mu dengan sebutan itu. Cinta ku hanya untuk ketua Banyu, kau Cuma Binatang yang wajib di taklukkan para penjaga agar mendapatkan jabatan tertinggi di negeri padang hijau. Ahahah. Cepat pergi. Kau tidak berguna lagi bagi ku!” bentak Rumi mengisyaratkan wajah marah.
“Apa tadi yang kau maksud Rumi? Aku tida percaya kau mengatakan itu. Pasti kau sedang membohongi ku supaya kau tidak mau aku tertangkap putri dan pasukan perbatasan langit. Lepaskan pelukan mu , Cuma aku yang boleh kau peluk!” jawab naga api perlahan mendekatinya dengan mata yang berkaca-kaca.
Rumi mengeluarkan pedang miliknya, dia mengarahkan pada sang naga. “Jangan dekati aku dan Banyu. Kau tidak berhak mengatakan aku tidak boleh mencintai siapapun! Hiya!”
Rumi terpaksa melukai lengan sang naga. Dia berharap sang naga pergi dan membencinya. Dengan cara itu naga api selamat.
Hubungan antara Rumi dan Beijing yang kompleks, dari ketidakpastian hingga kedekatan emosional, membuat pembaca terikat dengan karakter-karakter ini. Bagaimana mereka saling memengaruhi dan berkembang bersama sangat menyentuh
Rencana Banyu dan Seza untuk mengelabui putri iblis menambahkan elemen ketegangan dan strategi yang membuat pembaca penasaran. Bagaimana mereka akan menghadapi tantangan ini? Sangat menarik untuk dinantikan.
Naga api sangat lembut dan baik memperlakukannya. Dia memberikan semangkuk madu segar dan memijat telapak kaki Rumi. Terdiam tanpa kata, perasaan yang tidak akan pernah menghilang. Naga api merasakan dirinya mendapatkan hadiah dan anugerah terbesar. Kembalinya sang kekasih yang sangat dia cintai.
Banyu sangat Bahagia berhasil melakukan uji coba dari panduan buku kuno para makhluk spiritual. Di menggendong singa sambil mengusap tubuhnya. Di dedaunan hijau tempat tinggal Rumi dahulu, banyu mengubahnya menjadi bentuk dedaunan raksasa dan di kelilingi berbagai macam bunga yang indah. Dia menyegel tempat itu, sehingga dari pandangan luar hanya tampak berbentuk batu usang.
Meskipun ada banyak adegan aksi yang seru, saya juga berharap ada lebih banyak momen kecil antara karakter untuk mengembangkan kepribadian mereka secara lebih mendalam. Itu akan membuat saya lebih terhubung dengan mereka.
. nggak cocok dia hidup di negeri perbatasan langit dan menjabat kedudukan tinggi.
perjalanan karakter utama, terutama Uranus dan sang Hakim. Bagaimana mereka akan mengatasi semua rintangan dan konflik yang dihadapi? Saya harap ada pembahasan lebih lanjut tentang perasaan dan hubungan mereka.