~Disarankan untuk membaca 365 Days Wedding dulu yaa😉~
Tragedi kelam membuat Danu harus menikah dengan bocah yang telah ia anggap adik sendiri, bagaimana lagi? itu ulah nya sendiri.
lebih menyedihkan nya lagi, wanita itu adalah adik dari musuh abadi nya.
"Aku Terima tanggung jawab mu, kak.. tapi, kita menikah kontrak saja seperti kakak ku." ajak bocah yang telah membuat hidup Danu menjadi rumit.
"tak sudi!" tolak Danu.
Ayo mampir😉 jangan lupa Vote yaaa.. agar novel ini bersinar🤩eh iya, jangan lupa follow akuu😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haasaanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
Danu menatap tajam Lovie yang sedang mengambil lampu berbentuk love itu dan juga boneka yang diberikan Aksa tadi.
“Aku terkejut, apa kakak tidak bisa bicara dengan nada yang pelan? Apa harus berbicara dengan suara yang lantang?” Tanya Lovie dengan menatap Danu sendu.
Seketika Danu tersentak mendengar pertanyaan itu, ia baru menyadari.. Jika seharian ini dirinya selalu saja membentak Lovie. Gadis kecil itu pasti merasa takut dengan dirinya, tapi Danu tidak merasa bersalah. Menurut nya yang sekarang Danu lakukan untuk kehidupan Lovie, gadis itu telah menjadi tanggungan nya.
“Dari mana?” Tanya Danu dengan menuntut jawaban, Lovie menghela napas panjang.
“Aku dari taman bermain, sebelum itu sempat juga ke Mall.” Jawab Lovie, ia melewati Danu begitu saja. Duduk di sofa, bermain dengan boneka bewarna pink muda itu.
Danu tidak suka itu, Lovie yang seperti mengabaikan nya. Dengan gerakan cepat, Danu merampas boneka itu dari tangan Lovie. Membuang nya begitu saja, sehingga Lovie kini menatap kearah nya.
“Kak..”
“Apa? Kau mau marah karna boneka itu aku buang? Apa boneka itu dari pria yang kau sukai?” Tanya Danu dengan penuh mengintimidasi.
“Apasi kak! Aku muak, kakak selalu mengatai ku selingkuh.. Padahal kakak sendiri yang melakukan nya.” Ucap Lovie, ia memalingkan wajah nya kearah lain. Enggan menatap Danu yang menyebalkan dalam beberapa hari ini.
“Jangan pergi dengan cara seperti itu, aku khawatir. Lain kali kalau bepergian harus bersama ku, kau mengerti?”
Danu berusaha untuk berkata lembut, ia menyadari kesalahannya.
“Dan.. Aku tidak selingkuh, soal wanita itu sudah aku singkirkan. Jadi, putuskan hubungan mu dengan pria itu.” Ucap Danu, ia langsung pergi menuju lantai atas.
Lovie tidak tahu harus berekspresi seperti apa sekarang, ia bahagia kala mendengar Danu telah mengakhiri hubungan nya dengan kekasih nya itu. Dan menghargai hubungan pernikahan ini.
Lovie langsung berlari mengejar Danu, ia ingin mengatakan jika dirinya tidak memiliki pria yang seperti Danu katakan.
“Kak, dengar.. Aku tidak memiliki pria lain seperti yang kau katakan.” Ucap Lovie, ia melihat Danu yang sedang membuka kancing kemeja nya dengan membelakangi Lovie.
Kala mendengar suara Lovie, Danu berbalik arah. Ia tersenyum tipis kala melihat wajah Lovie yang terlihat kesal pada nya, dan itu selalu menggemaskan bagi Danu.
“Lalu, kenapa aku mencium aroma tubuh pria?” Tanya Danu dengan menatap intens Lovie.
Lovie baru ingat, jika dirinya berdekatan dengan Aksa tadi. Pasti hal itu menyebabkan aroma parfume milik Aksa, menempel pada pakaian nya.
“Katakan dengan jujur, apa kau bertemu dengan pria lain tadi?” Tanya Danu lagi, bahkan kini sudah berada tepat dihadapan Lovie.
Mata Lovie yang bulat menatap nya intens, mata itu bagaikan busur panah di hati Danu.
Perlahan Lovie mengangguk lalu menunduk dan menatap lantai kembali, tentunya Danu marah mengetahui itu.
“Kau bertemu dengan pria lain? Siapa?!” Tanya Danu dengan intonasi tinggi, ia kesal sekali. Membayangkan pria asing itu mungkin menempel kepada Lovie seharian, sehingga aroma tubuh nya menempel.
“Aksa, aku bertemu dengannya di Taman bermain.” Jawab Lovie, ia menatap Danu yang kedua matanya tertegap sebentar.
Seketika Danu langsung menghela napas lega, setidaknya bukan pria asing yang mungkin akan membuat Lovie jatuh cinta lalu meninggalkan nya.
Danu meraih tangan Lovie agar lebih dekat dengannya, lalu membuka pengait dress yang dipakai Lovie. Dan membuka nya begitu saja, bahkan Lovie hanya memakai underware saja sekarang.
Lovie malu sekali, ia menutupi bagian sensitif nya dengan kedua tangannya. Danu melempar dress itu ke tempat sampah, ia tidak mau ada aroma pria lain sekalipun itu adik nya.. Pada setiap hal didiri Lovie.
“Kak, aku malu!” Teriak Lovie, Danu hanya tertawa saja.
“Lagian aku sudah pernah melihat nya, bahkan tanpa sehelai pakaian sedikitpun.” Bisik Danu tepat ditelinga Lovie, bahkan sempat menggigit telinga Lovie hingga membuat wanita itu merinding.
Lovie langsung berlari menuju bathroom, dan tak lupa mengunci nya hingga Danu tidak bisa masuk nanti. Lovie melihat wajah nya di cermin, terlihat merah-merah karena malu atas tindakan Danu tadi.
“Selain tengil dan tidak peka, kak Danu juga mesum. Aku harus hati-hati, bisa-bisa nya buka baju orang sembarangan begitu.” Umpat Lovie, ia masih terkejut kala mengingat kelakuan Danu tadi.
Lovie berusaha membuang pikiran itu jauh-jauh, ia tidak mau memikirkan Danu. Dan sekarang harus membersihkan diri, karena sudah terlanjur tidak memakai pakaian.
Sementara Danu, ia tersenyum menatap pintu bathroom. Danu ingat sekali dengan wajah Lovie yang bersemu merah tadi, ia bahkan sampai ingin melihat wajah menggemaskan itu lagi.
Danu mengambil tas selempang Lovie yang tergeletak di lantai, ia melihat banyak nya permen. “Suka sekali dengan makanan yang tidak sehat, dasar bocah”
Danu membuang permen itu ke tempat sampah, mulai sekarang ia akan mengajari Lovie hidup sehat.
Danu merasakan perut nya lapar, dan baru ingat dengan les nya kepada Lovie. Danu mengetuk pintu bathroom, ia mendengar suara gemericik air.
“Lov.. Cepat mandi nya, setelah itu turun ke dapur untuk belajar masak.”
“Iya kak”
Danu langsung pergi menuju dapur, ia akan mengajari hal-hal yang belum pernah Lovie rasakan sebelum nya.
Sambil menunggu Lovie, Danu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Kali ini, Danu ingin mengajari Lovie memasak nasi goreng. Dengan telur mata sapi yang menghiasi nanti, ia sudah tidak sabar untuk melakukan hal membahagiakan ini.
Tak lama akhirnya Lovie selesai dengan kegiatan mandi nya, ia langsung turun menuju dapur untuk belajar memasak. Kala sampai di dapur, Lovie melihat Danu yang sedang duduk santai sambil memakan buah apel.
“Kak, aku sudah siap” Ucap Lovie dengan senyuman bahagia nya, Danu mengarahkan tangannya agar Lovie mendekat kepada nya.
Lovie mendekati Danu, ia melihat bahan-bahan masakan yang telah disiapkan.
“ kau ingat dengan aturan nya?” Tanya Danu, Lovie mencoba mengingat nya karena ia sedikit lupa.
Lama menunggu jawaban dari Lovie, ternyata malah gadis itu menggelengkan kepalanya mengatakan kalau tidak ingat. Danu sampai menghela napas melihat nya, Lovie benar-benar pikun.
“Aturannya, sembari memasak kau harus cium aku. Dan setelah memasak cium aku lagi. Lakukan hal itu berulang kali..” Jelas Danu tanpa beban sedikitpun, sungguh modus yang hanya dipikirkan oleh Danu saja.
Dengan keluguan nya, Lovie mengangguk saja. Ia merasa itu bayaran yang sangat mudah, tidak perlu membayar dengan harga yang mahal.
“Oke, ayo kita mulai.” Ucap Lovie dengan penuh semangat, bahkan Danu sampai terkejut melihat nya.
Lovie seperti tidak bermasalah dengan aturan itu, tapi tak apa. Danu suka itu, setidaknya tidak akan repot menjelaskan hal yang ambigu kepada Lovie.
Lovie mengupas kulit bawang merah dan putih sambil mencium pipi Danu, membuat pria itu tersenyum bahagia.
“Setelah dikupas, sekarang kedua sahabat itu kau giling.” Ucap Danu, Lovie memasukkan kedalam Chopper.
Dengan arahan dari Danu, kini semua bumbu itu sudah halus. Karna bahagia nya Lovie, ia sampai lupa melakukan kewajiban yang sangat teramat.
“Hei, ini” Danu menunjukkan kearah pipi sebelah kirinya.
Lovie tertawa karna melupakan itu, “maaf..”
Satu kecupan mendarat di pipi Danu, lalu kembali fokus dengan arahan dari suaminya. Arahan yang sedikit ada sesat nya, sekalipun hanya Danu yang menyadari itu.
Setelah kesibukan ini itu, akhirnya nasi goreng itu hampir jadi. Aroma dari masakan Lovie memenuhi ruangan, ia tersenyum bahagia karena telah berhasil membuat nasi goreng. Sambil mengaduk-aduk nasi goreng itu, Danu memerhatikan bibir Lovie yang terlihat sangat menggoda.
Danu mematikan kompor nya, lalu langsung meraih tengkuk Lovie dan melakukan pergulatan bibir yang membuat Lovie terkejut. Ia tidak tahu harus melakukan apa, ia tidak bisa membalas nya. Danu terus mengesap bibir nya, bahkan Lovie sampai kewalahan.
Kala Danu merasakannya pukulan didada nya, ia langsung melepas tautan bibir itu. Ia tersenyum kala melihat Lovie yang terengah-engah, dan wajah nya yang merona malu.
“Jadi, ini yang pertama kali untuk mu?” Tanya Danu dengan bangga, ia telah mengajar kan banyak hal kepada Lovie.
“Tidak, ada pria yang telah mengambil ciuman pertama ku.” Jawab Lovie, ia menjulurkan lidah nya lalu mengambil piring untuk makan nasi goreng buatannya.
Danu menatap tajam Lovie, “apa yang kau katakan tadi? Sudah ada yang mencium mu sebelum aku?!” Tanya Danu dengan kesal, ia menarik tangan Lovie agar lebih dekat dengannya.
“iya”
“Siapa pria itu?” Tanya Danu lagi, ia kesal sekali bahkan sampai ingin membunuh pria itu saja rasanya.
“pria itu adalah..” Lovie lebih dekat dengan Danu, ia memegang bibir Danu dengan jari jemari nya. “Danu Pratama, suami ku.”