Semua cerita yang ada di dalam adalah hasil imajinasi dan kecerdasan penulis,harap bijak dalam membaca.
Ketika alena masih kecil, ibunya selalu di pukul oleh ayah tirinya hingga bercucuran darah, namun ayah tirinya tidak pernah di penjara walaupun sudah beberapa kali ibunya melapor ke polisi, kini alena sudah tumbuh dewasa dan ia melihat bahwa mantan ayah tirinya tidak berubah sama sekali. Alena mengambil tindakan sendiri dan memukulinya dengan brutal.Setelah menjalani kehidupan nya di kampus sebagai mahasiswi teladan fakultas seni Alena akan kembali ke apartemen nya dan di malam hari ia akan mulai menjalankan misinya, melakukan keadilan ketika hukum tidak menghukum dengan adil, akankah Alena bisa melakukannya? Apakah sisi gelapnya tidak akan pernah di ketahui oleh orang lain? Simak kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Livi Neghe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelaku yang sama
"Pulang lah dan berhati-hati, Terima kasih atas bantuannya" ujar kepala detektif
Kini kepala detektif kembali ke ruangnya, mereka berusaha mencari petunjuk untuk kasus tersebut. Sementara itu di sisi lain Alena bersama Zean kembali ke kelas untuk belajar setelah menguping dan tidak menemukan petunjuk. Kini jam menujukan pukul 11.30 siang, Zean keluar lebih dulu menuju kantin sementara Alena membeli cemilan bersama luna.
"Menurutku kampus ini semakin hari semakin aneh, banyak kasus yang terjadi yang melibatkan pihak kampus, menurut mu apa yang akan terjadi selanjutnya?" ujar Luna
"Entahlah, untuk sekarang kita harus berhati-hati" ujar Alena
"Kamu benar" ujar Luna
Kini di kantin, Zean sedang makan, tiba-tiba ponselnya membunyikan sebuah notifikasi, dia pun membaca pesan yang masuk, setelah menghabiskan makanan nya Zean kembali ke kelas. Namun di perjalanan tiba-tiba seorang anak laki-laki menyapanya lalu mengajaknya untuk berbicara.
"Hai, kamu sudah kembali? Aku baru saja akan ke sana" ujar nya
"Hmm ada apa?" ujar Zean
"Kamu tahu sendiri kalau Natan sedang terlibat masalah dan dia adalah ketua kelas, tapi dua hari lagi akan di adakan tugas praktek dan hari senin kita akan mengunjungi sebuah museum, jadi sangat tidak bagus jika tidak ada ketua kelas, karena itu jika kamu bersedia kamu akan menjadi ketua kelas yang baru, menggantikan Natan, semua anak-anak setuju" ujar nya
"Aku? Dua hari lagi? Itu berarti hari jumat?" ujar Zean
"Benar hari jumat, dan untuk pembagian kelompok akan di beritahu kan lewat grup kelas" ujar nya
"Baik lah, tapi hanya satu hari itu praktek? dan besoknya libur bukan?" ujar Zean
"Tentu saja, setia hari sabtu tidak ada kelas kecuali untuk beberapa fakultas yang mengadakan kelas tambahan di hari sabtu" ujar nya
"Baiklah, aku bersedia menjadi ketua kelas" ujar Zean
Sementara itu di kantor polisi, para detektif sedang berusaha memecahkan kasus pembunuhan berantai yang terjadi, mereka tengah berdiskusi untuk mencari tahu siapa pelakunya dan apa maksud dari kejahatan nya.
"Sejauh ini kita hanya tahu bahwa metode pembunuh an nya sama, Aurora Berryl dan Keisya Amora" ujar kepala detektif
"Jika metode nya sama, kenapa kita tidak mencoba cari tahu keterkaitan antara korban" ujar Detektif Vernon
"Ide yang bagus, mulai sekarang cari tahu semua keterkaitan antara korban ini" ujar Kepala detektif
"Untuk saat ini yang kita tahu kedua korban berasal dari Universitas yang sama" ujar salah satu detektif
"Mungkin ada keterkaitan dengan kasus Pak Danu?" ujar Kepala detektif
"Wahh ini cukup sulit" ujar Detektif Vernon
Sementara itu di saat mereka sedang berdiskusi, tiba-tiba ponsel kepala detektif berbunyi, setelah melihat nama yang tertera dengan cepat dia mengangkat nya.
"Halo, bagaimana?" ujar nya
"Kami sudah melacak bus yang lewat dan kami menemukan nya, saat Keisya turun ada sebuah mobil yang mengikuti nya dari belakang, saat bus pergi mobil itu berhenti namun anehnya pelat nomor mobil itu tidak terlacak dan tidak terdaftar, seperti nya itu pelat nomor palsu".....
" Lalu apa yang kamu lihat di sana?" ujar kepala detektif
"Di saat Keisya turun, mobil itu berhenti, namun wajahnya sulit di kenali, dia mengenakan jubah hitam panjang dan wajahnya tertutup dengan topi jubah itu, sepertinya dia terus mengamati kepergian Keisya setelah turun dari bus"....
" Baik lah, kirim kan video itu aku akan mengeceknya langsung dan mencari tahu siapa pelakunya" ujar nya lalu mematikan telepon
Setelah menunggu beberapa detik kepala detektif menerima kiriman video dari pihak pemantauan kamera pengawas, Kepala detektif memasang layar lanskap agar semua orang bisa melihat nya, namun karena itu malam dan orang itu memakai baju hitam yang panjang dan tertutup, mereka sulit mengidentifikasi nya.
"Wahh dia benar-benar profesional, dia bahkan menggunakan pelat nomor palsu" ujar Detektif Vernon
"Dia memang menggunkan pelat nomor palsu tapi bisa jadi mobilnya adalah milik pribadi, dia ingin mengecoh polisi dengan pelat nomor yang palsu" ujar kepala detektif
"Tapi walaupun itu mobil nya, ad begitu banyak model mobil seperti itu" ujar salah satu detektif
"Tunggu, bukankah model mobil itu sama dengan model mobil yang di ceritakan oleh Jun Rian saat di pengadilan?" ujar Detektif Vernon sambil memperhatikan mobil itu
"Benar, itu berarti ini adalah mobil pembunuh Aurora, kenapa dia membunuh mereka?" ujar Kepala detektif
"Kita akan berbagai tugas, di sini ada 3 misi, pertama kita harus mencari tahu di mana keberadaan Natan, kedua kita harus mencari tahu siapa pelaku dari pembunuhan ini, dan terakhir apa keterkaitan antara korban" ujar kepala detektif
Setelah mendengar arahan, para detektif pun bubar, mereka kembali ke meja masing-masing untuk memecahkan kasus tersebut, detektif Vernon duduk sambil memperhatikan rekaman kamera pengawas, tiba-tiba sebuah ide muncul, dengan cepat dia mendatangi meja kepala detektif.
"Ada apa?" ujar kepala detektif
"Kita harus meminta rekaman kamera dasbor dari bus yang di tumpangi oleh Keisya" ujar Detektif Vernon
"Kamu benar, kita mungkin bisa menemukan petunjuk baru dari sana, arghh aku hampir saja melupakan nya" ujar kepala detektif
"Baiklah aku akan mencari tahu hal itu, setelah videonya di kirim beritahu aku" ujar detektif Vernon
Setelah itu detektif Vernon kembali ke mejanya, baru saja duduk di kursinya tiba-tiba seseorang menelepon nya, saat melihat nama tersebut detektif Vernon tersenyum lalu mengangkat nya.
"Ada apa?" ujar detektif Vernon
"Aku di pilih sebagai ketua kelas dan hari jumat ada praktek kesenian, bukan hanya itu hari senin aku akan mengkoordinir teman-teman ku karena kita akan mengunjungi sebuah museum" ujar Zean
"Wahh hebat, baiklah aku akan pulang lebih awal dan menyiapkan makan malam" ujar Detektif Vernon
"Sangat peka, satu lagi aku sudah berusaha menguping untuk mencari tahu di mana Natan tapi tidak ada informasi yang berguna yang aku dapatkan, para dosen dan dekan hanya membahas tentang kelicikan Dion Karl dan Rektor Hugo" ujar Zean
"Kamu menguping? Sangat tidak sopan, tapi tidak apa-apa, kembali belajar dan pulang tepat waktu, Kian akan pulang setelah jam Makan siangnya" ujar Detektif Vernon
"Siap pak detektif" ujar Zean sambil terkekeh lalu mematikan sambungan telepon nya
Setelah menelepon kakaknya, Zean masuk kembali ke kelasnya, namun saat masuk dia di kejutkan oleh teman-teman kelasnya, karena mereka merayakan hari peresmian Zean sebagai ketua kelas serta menulis Nama Zean di papan tulis.
"bukankah ini berlebihan?" ujar Zean terkejut sambil tersenyum
"tada.... selamat atas jabatan dan tugas baru" ujar Alena sambil tersenyum lalu meletakkan mahkota dari beberapa tangkai bunga yang di buatnya
"Terima kasih, mari menjadi kelas yang paling kompak" ujar Zean lalu di ikuti oleh suara sorakan dan tepuk tangan dari teman-teman nya
"karena aku menerima hadiah yang luar biasa ini, bagaimana jika kita mengadakan pesta? tapi hari minggu di pekan depan? karena hari sabtu keluarga ku mengadakan acara keluarga, aku akan meminta ijin kedua orang tuaku agar kita bisa berlibur di Vila dekat pantai pada hari minggu" ujar Zean yang mendapat balasan antusias dari teman-teman nya
"ketua kelas kita luar biasa, rich boy" ujar teman-teman kelasnya
mari kita saling support author baru
tq
jgn lpa feedback baiknya di secretly sorry mksh kakak.
jgn lpa mmpir jg ya d secretly sorry 🙏
jgn lpa mampir di secretly sorry
thx