Aliya yang terjebak hubungan bersama sang atasan berakhir pernikahan siri tapi tanpa Aliya ketahui kalau dirinya adalah istri kedua dari sang suami.
Di saat manis nya pernikahan Aliya mengetahui kalau dirinya hanya istri kedua.
Akan kah Alya terus bertahan dengan pernikahan ini? atau Aliya justru memilih mengalah dengan meninggalkan Dikta sang suami?
Apa alasan Dikta berbohong pada nya?
Bagaimana kisah hidup selanjutnya yuuk mampir di cerita terbaru ku yang cukup menguras emosi DUA RASA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menemui Aliya
"Cup"
Satu kecupan di layangkan Dikta untuk Aliya yang masih tertidur lelap dengan memeluk bantal guling nya.
"Hon, bangun ngantor Nggak?"
"Ma-s Dikta...kok kamu bisa ada di sini mas?" tanya Aliya bingung bukan nya semalam sang suami pergi tapi kenapa sekarang ada di kamar mereka.
"Kok kaya' bingung gitu hon,aku suami kamu ya jelas ada di sini lah menemani kamu istri aku" jawab Dikta santai
"Bukan nya semalam-"
"Pergi?" potong Dikta dan diangguki Aliya
"Aku di sini sejak semalam hon,kamu aja yang nggak nyadar tidur nya pules banget sih, mimpiin apa sampai nggak ngeh gitu kalau aku datang" ujar Dikta terkekeh kecil.
"Nggak mungkin aku masih bangun kok jam satu kamu nya nggak ada di sini"
"Jam satu? Ngapain kamu bangun jam satu malam? Kamu telponan ya hon?" tuduh Dikta posesif
"Nggak..... telponan dengan siapa juga,aku haus ambil minum di luar tapi kamu nya nggak ada" bohong Aliya padahal dia gelisah menunggu Dikta pulang, Dikta sengaja pulang subuh-subuh ke apartemen.
"Aku pulang jam dua hon,terus langsung tidur di samping kamu" bohong Dikta pula
"Kamu nggak ngantor hon?"
"Hmmm.... sebentar mas masih mager banget aku" ucap Aliya sambil merenggangkan kedua tangan nya merasa tubuh nya lelah sekali pagi ini padahal dia tidak mengerjakan apapun semalam,apa efek begadang menunggu Dikta.
"Kalau mager kita ambil cuti aja ya nggak usah ngantor"usul Dikta
"Jangan! Kalau kamu nggak masuk kantor bisa kacau mas,hari ini ada pertemuan jam sembilan terus di lanjut makan siang sama ada rapat tahunan juga mas, lumayan padat jadwal kamu haru ini" jelas Aliya
"Terus kamu gimana?"
"Ya ngantor juga lah"
"Tapi mager,kalau mager kamu di apartemen aja hon biar aku yang masuk"
"Emang boleh?" tanya Aliya dan diangguki Dikta sambil tersenyum manis lalu mencium pipi sang istri.
"Apa sih yang nggak buat kamu"
"Makasih ya mas"
"Udah nggak ngambek lagi kan?" tanya Dikta dan di jawab gelengan oleh Aliya
"Gitu dong jangan marah-marah terus hon Nggak baik loh cemberut mulu"
Aliya menghela nafas panjang ntah kenapa mood nya sekarang sering sekali berantakan.
"Aku mandi dulu ya, setelah ini temani aku sarapan, atau kamu mau mandiin aku"
"Kalau aku mandiin kamu jadi lama mas, bisa-bisa nggak jadi ngantor kamu nya"
"Main kilat aja hon, Nggak sampai 15 menit,masih keburu lah" ajak Dikta yang tanpa aba-aba menggendong tubuh Aliya.
"Mas....ntar jatoh" pekik Aliya membuat Dikta terkekeh kecil sambil mencium wajah sang istri.
"Geli mas"
"Tapi kamu suka kan?"tanya Dikta dengan tatapan mesum nya
"Suka banget" jawab Aliya memeluk tubuh Dikta erat
"Yuk.... lanjut"
"Oke bos" jawab Aliya tersenyum manis
****
"Ma,besok loh jadwal Vania lomba mama sama papa harus datang ya,nanti hubungi oma sama opa juga" ucap Vania memberitahu.
"Mama pasti datang sayang tapi mama nggak yakin papa bisa datang,papa itu sibuk nak" jawab Nasya pelan mencoba memberikan pengertian pada sang anak tapi tetap saja Vania tidak terima.
"Papa jahat" bentak Vania lalu pergi meninggalkan meja makan
Nasya memijat pelipisnya memikirkan cara agar pernikahan nya dan Dikta tidak bercerai kasihan Vania,Nasya tidak mau Vania bernasib sama seperti nya keluarga broken home.
"Mama akan rebut kembali semua nya sayang,mama janji akan kembalikan papa kamu lagi" batin nya
Nasya hari ini berniat menemui Aliya.
"Aku nggak akan biarkan kamu bersatu dengan perempuan mana pun mas,aku akan memperjuangkan rumah tangga kita" gumam Nasya, mungkin dulu dia memang bersalah membohongi Dikta karena keperawanan nya tapi Nasya benar-benar sudah berubah semenjak menikah,Nasya ingin menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga nya.
Nasya mencari tau sendiri alamat Aliya,dia sudah bertekad akan datang menemui perempuan itu hari ini juga.