NovelToon NovelToon
Melahirkan Bayi Untuk Kakakku

Melahirkan Bayi Untuk Kakakku

Status: tamat
Genre:Obsesi / Angst / Pengganti / Poligami / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:252.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: ethaloona

Elin mengalami kecelakaan bersama kakak iparnya, Sinta yang sedang hamil besar. Tanpa ia duga, kecelakaan itu berakibat fatal bagi Sinta. Sinta harus kehilangan bayinya sekaligus rahimnya. Ariel, kakak angkat Elin pun menyalahkan hal ini pada Elin yang menyetir mobil.

Karena tak bisa lagi memiliki anak, Elin pun diminta untuk bertanggung jawab oleh sang kakak untuk mengganti bayinya yang telah tiada. Elin pun terpaksa menjalani pernikahan rahasia dengan Ariel.

.

Halo! Ini adalah novel pertamaku di Noveltoon, mohon support nya yaah
follow akun IG: etha.loona

deep bow!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ethaloona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Elin Mual-mual

Seminggu berlalu sejak pernikahan rahasia Elin dan Ariel dilangsungkan. Selama seminggu terakhir, Elin dan Ariel melakukan hubungan **** sebanyak 3 kali dan seperti sebelumnya, Ariel langsung meninggalkan kamar Elin begitu ia selesai.

Sudah seminggu pula, Elin menolak cinta Galang. Ia bisa melihat perubahan sikap Galang padanya sejak hari itu. Galang tidak pernah mengajaknya bicara berdua lagi. Galang juga menjadi lebih kasar dan keras padanya.

"Saya bilang kamu harus revisi adegan nomor 45, kenapa kamu menulis dengan cara seperti ini? Kalau begini adegannya sama sekali tidak berbeda dari yang sebelumnya. Kami tulis lagi!" perintah Galang seraya menunjuk ke layar laptopnya. "Kalau kamu begini terus, kapan kamu akan berkembang?"

Elin meremas buku-buku jarinya. Ia tidak paham lagi dengan sikap Galang. Dulu, Galang selalu berkata bahwa ia berpotensi, sekarang ia dipandang sebagai orang yang tidak berkembang. Ah, melibatkan masalah asmara dalam pekerjaan memang menyebalkan, pikirnya.

"Baik, Pak. Nanti saya kerjakan," ujar Elin. Ia keluar dari ruangan Galang dengan wajah terlipat.

"Kamu dimarahi?" tanya Mirna yang penasaran setengah mati dengan Elin.

"Nggak kok cuma diketusin aja," jawab Elin.

"El, kamu jujur deh. Sebenarnya kamu nggak punya pacar kan? Kamu nggak pernah tuh chat sama cowok atau posting foto sama cowok. Serius kamu punya pacar?"

"Emang kenapa sih? Aku harus cerita ya kalau aku punya pacar sama kamu?" tanya Elin jengkel. Sudah seminggu ini pula, Mirna memberondongi dirinya dengan berbagai pertanyaan seputar pacar palsunya. Mirna masih tidak bisa menerima jika Elin menolak cinta Galang.

"Iya dong. Kamu kan juga tahu aku udah punya pacar," ujar Mirna sambil terkekeh. "Abisnya aku sebel sih, sejak patah hati sama kamu, Pak Galang jadi serem banget. Dia sakit hati sama kamu, tapi semua orang jadi kena."

Elin mendengus. Itu benar sekali. Galang sudah uring-uringan sejak beberapa hari yang lalu. Namun, ia mencoba untuk tidak peduli. Ia hanya harus menyelesaikan naskahnya secepat yang ia bisa.

***

Elin berpuas diri hari ini. Setelah berhari-hari ia mengerjakan naskahnya, ia mendapatkan lampu hijau dari Galang. "Ini bagus. Kamu udah berjuang. Saya yakin naskah kamu bakal masuk ke trending film."

"Nggak ada yang perlu direvisi lagi, Pak?" tanya Elin.

Galang menggeleng. "Nanti menyesuaikan saja pas ambil adegan. Jadi kamu harus ikut pantau proses produksi."

Elin terkesiap. "Itu beneran naskah saya mau dibuat film?"

"Saya kan udah bilang. Saya udah kontak tim produksi, mereka juga udah mulai cari pemeran buat tokoh-tokohnya. Kamu bisa berbangga sekarang. Selamat ya!" ujar Galang.

Elin menutup bibirnya tak percaya. Ini adalah mimpinya. Ia pikir, setelah menikah, ia akan melewatkan hal seperti ini. "Wah, makasih, Pak. Saya beneran berterima kasih!"

"Oke. Tapi, tim produksi ingin kamu bergabung langsung dalam prosesnya. Kalau kamu tidak terlibat, mereka mungkin akan menolak," kata Galang mengingatkan.

Elin berpikir sejenak lalu mengangguk pelan. "Oke."

"Ya udah, kamu keluar dulu."

Elin mengangguk pelan. Ia berterima kasih sekali lagi lalu meninggalkan ruangan Galang. Dengan lemah, ia duduk di kursinya. Seharusnya ia senang, tetapi ada hal lain yang mengusik hatinya. Ia belum mendapatkan haid sejak beberapa hari yang lalu. Hampir seminggu ia telat. Ia belum memberitahu Sinta maupun Ariel, ia juga belum melakukan tes karena ia sangat sibuk menyelesaikan pekerjaannya.

Elin sangat ingin naskahnya bisa digarap menjadi film. Namun, jika ia benar-benar telah hamil, Ariel tak akan membiarkannya mengambil pekerjaan ini. Proses syutingnya akan dilakukan di beberapa kota, jika itu sesuai dengan deskripsinya. Elin membuang napas panjang lalu memijat keningnya.

"Kamu kenapa? Bukannya naskah kamu udah oke," ujar Mirna.

"Iya. Pak Galang bilang naskah aku bisa masuk produksi," kata Elin.

"Keren!" pekik Mirna. "Aku kasih tahu yang lain. Kita makan-makan malam nanti."

"Eh, jangan dulu," kata Elin keberatan.

Namun, Mirna tidak bisa dicegah. Ia mengetik dengan cepat di grup percakapan timnya. Ia mengumumkan bahwa malam ini mereka akan makan-makan dengan ditraktir Elin sebagai bentuk rasa syukur naskahnya akan naik ke proses produksi film.

Jadi malam itu, dengan menumpang mobil Mirna, Elin dan teman-temannya pun berkumpul di sebuah kedai. Mereka sudah melakukan voting sebelumnya lalu memutuskan untuk makan di kedai Mie Nyonya Tian, menu yang sedang viral di media sosial.

"Pak Galang mau minum apa?" tanya Elin yang sedang mendata apa saja pesanan teman-temannya.

"Sama aja kayak kalian, teh hangat nggak masalah," jawab Galang.

"Oke. Mie goreng spesial 4, mie kuah seafood 3 dan mie campur pedas 4 ya. Minumnya teh manis hangat semua." Elin menjabarkan pesanannya pada seorang pelayan.

"Oke, mohon ditunggu."

Mereka pun mengobrol ini dan itu, beberapa di antara mereka kembali mengucapkan selamat pada Elin sementara Galang hanya tersenyum tipis. Ia sudah mengabaikan Elin selama sebulan lebih. Mereka jarang bicara berdua, tetapi ia masih sangat bangga dengan Elin, ia juga masih menyukai Elin.

"Foto-foto dulu nih," ujar Dimas seraya memasang kemera ponselnya.

"Rapiin dulu dong makanannya," ujar Mirna. Ia ingin mendapatkan pose terbaik dengan menu yang sedang viral itu.

"Iya, ntar kita tag kedainya biar makin laris," timpal Susi.

"Bener nih!"

Setelah berfoto dan mengunggah ke media sosial, mereka pun bersiap untuk menyantap makanan. Tak lupa, mereka berterima kasih pada Elin yang sudah mentraktir mereka. Di sebelah Elin, Mirna langsung menyikat mie kuah seafood. Mirna mengacungkan jempolnya pada yang lain, dan mereka pun mengangguk setuju. Namun, Elin hanya mengaduk-aduk makanannya karena ia merasa tidak berselera.

"Kamu kenapa, El?" tanya Susi penasaran.

"Nggak papa kok," jawab Elin. Ia mencoba untuk menyendok mie goreng spesial itu, tetapi perutnya langsung bereaksi. "Hueekk!"

"El, kamu sakit?" tanya Galang.

Elin menggeleng pelan. "Saya ke toilet dulu."

Elin meninggalkan meja teman-temannya lalu berlari ke toilet. Ia memuntahkan cairan berkali-kali hingga ia merasa lega. Kepalanya terasa berputar cepat, ia benar-benar pusing sekaligus lemas. Membayangkan mie goreng saja sudah membuatnya mual kembali.

Elin menggeleng pelan usai ia membasuh wajahnya. Ia begitu mual, pusing dan ia sudah telat datang bulan. Sepertinya benar, ia sudah hamil, pikirnya dalam hati. Elin meraba perutnya sembari bercermin. "Apa aku cuma masuk angin?" gumamnya.

Elin pun merogoh ponselnya. Ia menekan tombol panggil pada kontak Ariel. Karena ia tak memiliki mobil lagi, ia harus naik angkutan umum atau ojek online setiap kali bepergian. Namun sekarang, ia benar-benar lemas. Ia ingin segera pulang saja.

"Halo, kamu belum pulang?" tanya Ariel di seberang.

"Iya, aku lagi makan sama temen-temen aku, tapi aku nggak enak badan. Aku mual-mual." Elin mengusap bibirnya dengan sapu tangan.

"Mual-mual?" tanya Ariel lagi.

"Iya. Aku mau dijemput. Bisakan? Nanti aku kirimin lokasinya," ujar Elin.

"Oke."

Elin mematikan panggilannya lalu segera kembali duduk bersama teman-temannya.

"Kamu nggak papa?" tanya Mirna khawatir.

"Nggak, Mir. Aku masuk angin kebanyakan begadang," jawab Elin asal.

"Ya ampun, Pak Galang makanya jangan kasih yang berat-berat buat Elin," ujar Mirna dengan bibir manyun.

"Kamu mau ke rumah sakit?" tanya Galang.

"Nggak, Pak. Saya sehat kok. Saya cuma," Elin menatap piringnya, "nggak begitu berselera."

"Tapi kamu harus makan, El. Ini enak banget," ujar Dimas.

"Iya, ini makan kok," kata Elin. Ia mencoba menyendok dan mengunyah. Elin menahan rasa mual yang menyerang ketika ia menelan. Ia tak ingin muntah di depan teman-temannya. Jadi ia memutuskan untuk menyerah. "Aku mau minta dibungkus aja."

Mirna menatap Elin penasaran, karena soal kuliner Elin adalah peminatnya. Agak aneh melihat Elin tidak berselera makan seperti ini, tetapi mungkin benar Elin sedang sakit.

"Kamu pulang bareng siapa, El?" tanya Susi. Mereka tadi menumpang mobil Mirna, beberapa yang lain naik motor dan menumpang mobil Galang.

"Aku dijemput kakak aku," jawab Elin. "Itu kayaknya udah datang." Elin mengedarkan matanya ke sekitar. Tepat pada saat itu, mobil merah Ariel tampak menepi. "Aku pulang duluan ya. Bye!"

Elin berlari kecil ke mobil Ariel, lantas masuk. Kedua mata Ariel menyapu ke luar hingga ia bisa melihat beberapa teman Elin termasuk Galang. Ia jelas menangkap arah tatap Galang ke mobilnya. Ia mengabaikan itu lalu menjalankan mobilnya pelan.

"Kamu mual-mual kenapa?" tanya Ariel. "Apa kamu sakit?"

"Nggak, Kak. Aku ... sebenarnya aku udah telat haid," jawab Elin. Ia menoleh pada Ariel yang terkaget. Ariel bahkan menepikan mobilnya kembali.

"Kamu udah isi?" tanya Ariel seraya menatap perut Elin.

"Nggak tahu, aku belum tes."

"Kamu gimana sih? Harusnya kamu langsung bilang ke aku atau Sinta. Udah berapa hari telatnya?" tanya Ariel antusias. Ia berdebar keras. Ia tidak sering tidur dengan Elin selama sebulan pernikahan mereka.

"Hampir seminggu," jawab Elin.

"Ya udah, kita ke rumah sakit sekalian. Aku mau lihat anak aku," ujar Ariel seraya menyentuh perut Elin.

Aksi Ariel sontak membuat Elin seolah terkena setrum. Jantungnya berdetak semakin tak keruan ketika ia merasakan belaian lembut Ariel. Ragu-ragu, ia menahan tangan Ariel di perutnya, ia ingin menggenggam tangan Ariel lebih erat, tetapi Ariel langsung menariknya.

"Kita ke dokter sekarang. Aku harap kamu beneran udah hamil. Aku nggak sabar mau kasih tahu Sinta."

1
Shakayla Habibi
galaaannng ...😭😭😭😭
Srirejeki Gabus
😀
Enung Samsiah
aahh,,, aril perhatian prrreeeetttt,,, bikin jengkel bacanya,mnding elin sama galang aja,, aril brengsekkk
ethaloona: 😁😁😁 egoisss kak
total 1 replies
Stanley Maweikere
bagus
Stanley Maweikere
makin seru
Enung Samsiah
aaahhh,,, siaril egois kauu
neuron ACtiv
exstra partt please kk
yunist
Keren banget...
Sivia
😡😡😡😡
ethaloona: kenapa kak??
total 1 replies
Reny Yunita
😭😭😭😭😭😭😭😭😭 aish nyesek bgt babang galang meninggal elin jahat bgt di lamar tapi slalu aja blm bsa ksih jawaban bner" menjengkelkan ga inget apa pengorbanan galang 😤 mna udh tamat aja lagi pdhal blm kelar ngomelin si elin bikin kesel aja si elin 😤
Reny Yunita
astaghfirullah knpa babnya bikin berlinang air darah eeh slah air mata 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 aah ga adil bgt si klw elin balik lagi masa blik kan sama Ariel dan galang gmna dong 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Reny Yunita
aish elin bodoh ngapain pake ngangguk bikin sebel aja Luna udh di ksih ke Ariel udh tanggung jawab mereka lah klw smpe Luna skit mereka bodoh ngurusnya 😤🤦🏻‍♀️
Reny Yunita
uuh akhirnya yg menemukan galang aah bahagianya aq smoga saja sedikit demi sedikit elin akan ada rasa ke galang dan menikah dan bahagia bersama galang 😍😍😍😍
Paulina Nurhadiati
kalo gak buat sesi ke dua please 🙈😭😭 masih mau tau pas kemo berhasil gak ini?? elin dan Ariel kudu bersatu menikah
Paulina Nurhadiati
ah belum rela kalo tamat masih ada yg kurang kasih Ektra part beberapa bab please kak 🤧🤧🤧
..
tragis amat ya nasib galang ini mau lamar elin eh malah kecelakaan dan meninggal 😭😭
Kisti
👍👍👍👍👍
Kisti
sebesar itu kesakitan kalian elin.luna.ariel.
Kisti
😭😭😭eliin jka kmu tau btp ariel juga cinta kmu 😭
Kisti
elin 😭😭😭
Deliz Diaz Dla FM B
Extra part dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!