keputusannya menjadi baby sitter untuk menolong kakaknya, ternyata menimbulkan petaka bagi dirinya sendiri. Ve dijebak menikah dengan bosnya yang misterius dalam situasi yang tidak bisa dia hindari. Ve kira Bosnya angkuh,,, ternyata dibalik sikapnya yang dingin, tersimpan kasih sayang yang besar untuknya.
Namun, Barra yang lebih suka menunjukkan perasaannya lewat tindakan, sering disalah artikan oleh Ve yang menginginkan suaminya mengungkapkan lewat kata-kata.
" Kamu istri saya,,, saya akan memperlakukan kamu layaknya istri...",
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran Barra
Throwback
Barra mengambil peran kembali. Ia menjemput Ve dari Rumah Sakit. Meskipun, Ve memilih untuk satu mobil dengan Ayahnya, tapi Barra tetap ikut mengantarnya pulang.
"Silahkan di minum Nak.. ", ucap Ayah Ve.
" Terima kasih Om.. ",
" Om juga mau mengucapkan terima kasih karena semua biaya perawatan Ve, sudah nak Barra tanggung. Terima kasih sudah memberikan kelonggaran Ve untuk cuti dan istirahat di Rumah.. "
"Sudah menjadi kewajiban saya Om.. ", sebuah kata-kata yang ambigu di dengar.
Kewajiban yang Barra katakan.......
" Nak Barra sudah meluangkan waktu untuk datang kesini, repot-repot antar Ve pulang... ",
" Saya ikut ke sini juga karena ada tujuan nya Om... ",
" Oh.. iya iya.. karena Rere kangen sama baby sitter nya ya? Om sebenarnya juga kurang setuju kalo Ve bekerja jadi baby sitter..",
"Saya ke sini bukan karena Rere Om.., tapi karena saya mau berbicara sama Om... ",
" Ngobrol sama saya? Ve buat kesalahan apa nak? ",
" Tadi Om bilang nggak setuju kalo Ve jadi Baby sitter ya Om? gimana kalo saya jadikan Ve... istri saya Om...? ? ",
"Ha-ahah.... nak Barra bisa saja bercandanya... ",
"Saya serius Om, saya ingin mempersunting Ve menjadi pendamping hidup saya.. ",
Ayah Ve yang tertawa dengan cepat berubah ekspresi. Menjadi serius, efek melihat wajah Barra yang berekspresi sama. Serius.
"Saya serius Om.. ", ulang Barra lagi.
"Tunggu.. nak Barra sama adek.... hhmm maksudnya.. Ve..... kalian ada hubungan? ",
"Tidak Om... ",
"Lantas??? ",
"Saya menginginkan Ve..., lebih dari sekedar baby sitter untuk anak saya, tapi sebagai pendamping hidup saya.. ",
"Karena Rere sudah cocok dengan Ve? ",
" Saya bisa bayar baby sitter yang lebih terampil, cekatan dan professional dibandingkan Ve om. Tapi, ini bukan soal Rere dan Ve..., tapi ini tentang saya dan Ve Om.. ",
" Nak Barra jatuh cinta sama anak Om? ",
"Cinta? saya tidak bisa menjabarkan atau mendefinisikan, tapi yang jelas saya menginginkan anak Om. Saya hanya bisa janji dua hal ke Om..., saya tidak akan menyakiti Ve dan saya akan memastikan. Ve akan bahagia hidup bersama saya... ",
"Sejujurnya Om masih bingung... kalian baru dua bulan ini saling kenal, tiba-tiba Nak Barra berbicara seperti ini sama Om... ",
"Saya hanya bisa membuktikan ucapan saya, kalau saya sudah menjadi suami Ve, Om. Maaf.., saya tidak pandai berkata -kata, lebih suka menunjukkan melalui tindakan. Bukan sekedar rasa penasaran atau hanya ingin memiliki sesaat. Saya menginginkan Ve, diantara banyaknya wanita yang ditawarkan kepada saya. Ve pilihan saya Om...", ucap Barra tegas.
"Bukannya.. nak Barra sudah punya pasangan? ",
"Iya.. sudah. Pasangan saya saat ini adalah perempuan yang dipilih oleh Mama saya. Pasangan yang hadir karena disodorkan tanpa komitmen antara saya dan dia. Bukan perempuan yang saya inginkan.., kalau Om memperbolehkan saya mempersunting Ve.., saya akan bawa Papa Mama ke sini untuk melamar Ve dengan layak. Saya akan menyelesaikan hubungan dengan perempuan yang dijodohkan dengan saya, tanpa melibatkan Ve.... ",
"Nak..., pilihan orang tua biasanya tepat..mereka pasti punya feeling..",
"Tidak selalu Om..
contohnya..., Om juga setuju sama laki-laki pilihan Ve. Nyatanya? Ve dikhianati. Apa sebelumnya, Om punya feeling..??",
Ayah Ve menggeleng.
"Dari kecil, saya dididik, diasuh oleh kedua orang tua dengan keinginan mereka. Saya patuh, karena saya tahu. Saya satu-satunya pewaris laki-laki dari Klan Sanjaya yang nantinya akan membimbing adik-adik sepupu perempuan. Tapi, untuk urusan pendamping hidup, biar itu menjadi hak saya. Mama atau Papa tidak berhak, karena saya yang menjalani..., dan perempuan pilihan saya adalah Ve...., bukan yang lain.. ",
"Ve bukan putri dari konglomerat seperti nak Barra. Ve anak saya, dari keluarga menengah Nak.., bukan perempuan ningrat atau sejenisnya.. ",
"Saya tidak peduli. Saya menginginkan Ve, dia perempuan yang saya cari, saya mau, saya butuh dan saya inginkan. Saya akan memperlakukan Ve layaknya istri. Dia Ratu, milik saya... ",
"Om tergantung bagaimana Ve saja Nak.., kalau dia mau, silahkan. Kalau tidak, mungkin memang belum jodoh.. ",
" Ini bukti keseriusan saya Om.. ",
Barra meletakkan sebuah kotak kecil berbahan Suede di atas meja.
"Om bisa kasih ke Ve kalau dia menerima saya Om.. ",
"Kalau dia menolak? ",
"Om boleh simpan.. ",
Ayah Ve hanya manggut-manggut. Jika boleh jujur, beliau masih bingung. Tiba-tiba Barra bertamu dan secara mendadak melamar putrinya, padahal Ve baru saja patah hati. Tapi, sudut pandangnya sebagai laki-laki berkata, Barra sudah mengincar Ve, dan ini kesempatannya.
Barra melihat Ve . Wajah itu bahkan masih mampu menunjukkan kecantikannya meskipun raut pucat masih menyelimuti.
"Kalau dengan cara baik-baik , saya tidak bisa memiliki kamu. Maka cara kotor pun rela saya lakukan demi menjadikan kamu milik saya. . Saya menginginkan kamu Ve...",
biar kapok Barra🥰🥰🥰
tapi jangan buat Ve kecewa ya kak,,
kesel aja trus bikin Bara bere bucin akut Ama Ve😄👍
harusnya dia jujur ke Ve ttg mamanya Rere. lanjut Saffa cantik🥰🥰🥰