Penyesalan selalu datang di akhir!
Itulah yang dirasakan Rafa Zayano Faresta setelah dikirimkan pesan putus tiba-tiba dari sang pacar. Meski dia sendiri tidak serius hubungan itu karena hanya ingin memanfaatkannya untuk mendekati sahabatnya. Tapi saat pacarnya Riska Safira pergi jauh darinya maka di situlah dia menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina♡´・ᴗ・`♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Beberapa hari kemudian, pernikahan antara Henru dan Anna pun terlaksana. Diadakan dengan megah di hotel ternama milik Faresta Group. Dari pagi sekali pihak dari kedua pengantin terus disibukkan dengan acara yang mereka gelar. Tak terkecuali Rafa dan Riska yang sebagai sahabat sekaligus pengiring para pengantin.
Setelah acara ucap janji suci pernikahan dan pertukaran cincin yang meresmikan kedua pengantin, kini mereka akan mengadakan pesta pernikahan yang masih di gelar di tempat yang sama. Tepatnya pukul 7 malam, barulah acara akan dimulai.
Paru tamu sudah berganti pakaian menjadi warna biru muda bagi wanita dan hitam bagi pria, disesuaikan warna kesukaan pengantinnya. begitupun dekorasi ruangannya dihiasi dengan perpaduan hitam biru. sekarang tinggal menunggu kedua pasangan turun maka pesta dimulai.
"Riska!!"
Riska menoleh saat Rafa memanggilnya. Dia terlihat gagah dengan setelan jas hitamnya.
"iya.. "
"Tidak ada!" sahut Rafa singkat lalu berdiri disamping Riska. Seperti sengaja memberitahu para pria di sana jika perempuan ini adalah miliknya.
Sedangkan Riska berdiri kikuk, merasa malu menjadi pusat perhatian. Sejak tadipagi Rafa selalu menempel padanya bagaikan perangko. Dirinya bahkan harus menanggung tatapan sinis dari para wanita muda.
"Mm kau tidak bersama yang lainnya?" tanyanya. yang lainnya ditujukan kepada para teman laki-lakinya waktu SMA yang juga datang.
"Tidak" lagi-lagi hanya menjawab singkat padat. Tidak ingin beranjak darisana dan membiarkan para pria memandangi Riska yang sangat cantik malam ini.
Selang menit kemudian, waktu telah menunjukkan pukul 7 malam, yang menadakan pesta akan di mulai. Pasangan suami istri yang telah resmi daritadi pagi langsung datang menuruni tangga dengan wajah bahagia yang tak pernah luntur. Seketika tepuk tangan meriah memenuhi aula pesta.
Rafa melirik Riska yang terlihat bersemangat memberikan tepuk tangan, senyum bahagia terus menghiasi wajahnya. Mau tak mau membuat dirinya juga ikut tersenyum tipis.
"Suatu saat kami yang akan di posisi itu!" batinnya.
Setelah semua tamu lengkap dan pasangan utamanya sudah datang, maka pesta resmi di mulai. Riska dan Rafa menghampiri kedua pasangan baru itu.
"wahh lihatlah pasangan baru ini! begitu bahagia!" seru Riska menggoda.
"Hehe iya dong harus bahagia! iya kan suamiku" sahut Anna menatap Henru yang membalas dengan senyum terbaiknya.
"kekeke..langsung panggil suami" Ujar Riska cekikan.
"kenapa? cemburu? suruh aja Rafa buruan nikahin dirimu biar bisa panggil suami!" balas Anna menaik turunkan alisnya balik menggoda Riska.
"Sembarangan kalo ngomong!" kata Riska cepat dan merasa malu.
Sontak kedua pasangan itu tertawa sedangkan Rafa hanya tersenyum tipis sambil memperhatikan wajah Riska yang memerah karena malu.
"Hai Anna!"
Mereka menghentikan tawa mereka dan melihat siapa yang memanggil. Anna melebarkan matanya saat seseorang datang dari arah belakang Riska dan Rafa.
"Vero!! itu beneran kau?" Seru Anna tak percaya. dengan cepat menerjang Vero dengan pelukan. membuat Henru berdecak kesal.
Sedangkan Riska mengangkat alis saat mendengar Anna menyebut nama yang dikenalnya, Seakan penasaran dia ikut membalikan tubuhnya untuk melihat.
"Vero!" gumamnya ikut tak percaya ternyata beneran orang yang dikenalnya.
Rafa menatap datar pria yang dipeluk Anna. Dia mengenali pria itu, pria yang kuliah dan bekerja di tempat yang sama dengan Riska.
"Kapan kau kembali? Aku tidak menyangka kau yang datang!" ujar Anna lalu melepaskan pelukannya.
"Aku kembali beberapa hari yang lalu! Maaf tidak memberitahumu, aku sengaja ingin memberimu surprise!" sahut Vero terkekeh.
Anna memutar mata malas " ya ya kau berhasil membuatku terkejut! oh ya..perkenalkan mereka berdua adalah temanku!" menoleh ke arah Rafa dan Riska.
"Riska! kau juga disini!" kata Vero terlihat terkejut melihat teman yang dimaksud adalah Riska.
"Kalian saling kenal?" seru Anna mengangkat alis penasaran.
"iya, Vero adalah temanku ketika kuliah. kita mengambil jurusan yang sama!" sahut Riska sambil menatap Anna.
"Jangan bilang Vero adalah pria yang difoto!" pekik Anna membuat yang lain menoleh padanya.
"Iya! " timbal Riska.
Giliran Vero yang mengangkat alis bingung dengan kalimat Anna. "Foto apa?" tanyanya.
"Pokoknya ada deh! Ah lupakan saja, sekarang kasi tau bagaimana kalian bisa kenal?" Seru Riska mengalihkan pembicaraan.
"Kami teman masa kecil bareng dengan Adisty!" jelas Vero menatap Riska lembut. Dan itu tak luput dari penglihatan Rafa.
"Oo.. kalian tidak pernah cerita jika saling kenal!" ujar Riska menatap keduanya.
"Kau juga tidak pernah cerita jika kenal dengan Vero!" Ujar Anna terdengar menjengkelkan ditelinga Riska.
"Ck jadinya kau balas dendam gitu!" Riska mencebikkan bibirnya kesal.
Vero dan Anna hanya terkikik geli melihat Riska. Sedangkan kedua pria di belakang mereka terlihat suram karena diabaikan daritadi.
"Kau harus hati-hati dengan pria itu!" bisik Henru menatap Vero waspada.
Rafa menatap datar Henru yang disampingnya. Merasa penasaran maksud ucapan sahabatnya.
"Dulu aku bersaing dengannya untuk mendapatkan Anna. Tapi sayangnya Anna lebih memilihku. Sepertinya dia sudah move on dan sekarang mengincar Riska. Lihatlah tatapannya sangat berbeda pada Riska!" kata Henru panjang lebar dengan nada pelan.
Aura Rafa seketika semakin dingin dan suram, membuat Anna dan Riska merasakan hawa tidak enak dari arah belakang.
"Berhati-hatilah! jangan sampai Riska lepas dan jatuh ditangannya!" Henru sengaja memanas-manasi sahabatnya.Jarang-jarang dia bisa menyaksikan sahabatnya yang seperti itu.
Ketika mereka asik mengobrol, Pembawa acaranya menyuarakan suaranya jika saatnya acara dansa dimulai. Pasangan pengantin barunya dipersilahkan untuk berdansa.
Henru dan Anna pun mulai berdansa di tengah-tengah kerumunan. Ditemani musik yang romantis, keduanya menjadi pusat perhatian. Setelah beberapa menit pembawa acara menyerukan kepada para tamu yang memiliki pasangan untuk ikut berdansa bersama pengantin baru itu.Satu persatu para tamu mulai ikut berdansa dengan pasangan masing-masing.
"Riska/Ayo berdansa!"
Riska melirik tangan yang terulur dari kedua pria disampingnya yang mengajaknya untuk berdansa. Sontak dia merasa dilema harus memilih siapa. Dengan canggung dia berdiri diantara keduanya.
Sedangkan Rafa dan Vero saling tatap dengan tatapan persaingan yang sengit. Keduanya tidak ada yang mau mengalah.
"Tuan Rafa bolehkan saya berdansa dengan Anda!"
Sebelum Riska memutuskan ingin memilih siapa, seorang wanita tiba-tiba datang dengan malu-malu untuk mengajak Rafa berdansa.
Ketiganya menoleh dan menatap wanita itu dan membuat dia semakin menunduk.
"Kalau begitu kau dansa dengannya saja, aku dengan Vero saja! Ayo Vero!" Ujar Riska membiarkan Rafa dansa dengan wanita itu sementara dirinya menarik Vero ke tengah untuk berdansa. Menurutnya lebih baik bersama Vero saja, karena dirinya sudah tidak kuat menahan lirikan kebencian dari wanita yang mengidolakan Rafa. Sebaiknya dia pilih yang aman saja.
"Tuan Rafa!" panggil wanita itu, saat belum juga mendapat balasan.
"Pergi!"
Wanita itu langsung ketakutan saat mendengar satu kata yang sangat dingin keluar dari mulut Rafa. Paham dengan situasinya, wanita itu kemudian pergi dengan raut sedih karena ditolak.
Setelah kepergian wanita itu, Rafa menatap Riska yang terlihat senang berdansa dengan pria itu. Sontak dadanya mendidih karena marah, kecewa, dan cemburu bercampur jadi satu.
udah gak sabar nunggu kelanjutannya cerita nya 😍