NovelToon NovelToon
TANGISAN ISTRIKU

TANGISAN ISTRIKU

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:262.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Arip

Aku tak menyangka setelah membawa istriku ke rumah ibu, aku tak tahu jika banyak tekanan yang Sari hadapi saat itu. Dimana sifat ibu yang tadinya baik berubah derastis, ia memperlihatkan sifat aslinya.
Setiap malam Sari sering menangis, membelakangi tubuhku, mengabaikan aku. Setiap kali aku bertanya, ia tak pernah menjawab selalu terlelap tidur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Arip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Pov Riki. (siapa dokter itu?)

Ibu terjatuh karena dorongan dari tanganku, " ibu. "

Membuat aku langsung membopong tubuhnya, meletakkannya kembali pada ranjang tempat tidur, ia  tiba tiba saja menangis terisak isak," Bu, maafkan Riki, ya. Riki nggak bermaksud mendorong ibu." 

Aku berharap jika wanita yang sudah melahirkanku ini mengerti dan sadar, jika ia banyak melakukan kesalahan pada Sari. 

"Ka-m-u se-la-lu, me-m-b-ela wa-ni-t-a i-tu dar-i pad-a i-bu-m-u sen-di-ri. "

"Bu, Riki tidak bermaksud membela Sari, Riki hanya ingin ibu sadar dengan kesalah ibu sendiri."

Farhan datang mendekat ke arahku, ia kini berbisik. " Biarkan ibu kamu tenang dulu."

Mengusap kasar wajah, setelah mendengar perkataan Farhan, aku mulai mengajak Sari keluar dari dalam ruangan ibu. 

"P-u-j-a."

Setelah sampai di ambang pintu, aku kesal di buat ibu ketika ia memanggil nama Puja. 

"Kamu harus tenang mas."

Mendengar perkataan istriku membuat aku sedikit lebih tenang, tak terlalu mengandalkan emosi. 

"Kita beri waktu ibu untuk sendiri dulu."

Menganggukkan kepala, aku mulai menutup pintu ruangan ibu.

Kami duduk di kursi luar ruangan, " Riki."

Aku menatap ke arah wanita yang memanggil namaku. Bangkit dari tempat duduk," mau apa lagi kamu datang ke sini?"

"Riki, tolong dengarkan penjelasanku dulu!"

"Penjelasan apa lagi, sebaiknya kamu pergi dari sini. " Aku mengusir Puja, berharap jika wanita itu tak menampakan dirinya lagi dihadapanku. 

"Mas, kamu harus tenang."

Sari berusaha menenangkanku, dimana tanganya terus mengusap bahuku. 

"Kita dengarkan dulu penjelasan Puja. Dia mau berkata apa." Menuruti perkataan Sari, membuat aku kini mendengarkan penjelasan dari Puja. 

Air mata Puja perlahan menetes, membuat aku tak sedikit pun merasa kasihan terhadapnya. 

"Riki, aku minta maaf sudah memfitnah kamu, semua aku lakukan atas dasar perintah dari ibu kamu. "

"Hanya dengan minta maaf apa semua masalah selesai begitu saja."

"Lalu apa yang harus aku lakukan, agar mendapatkan kata maaf darimu. "

"Kamu harus mengakui kesalahanmu pada orang orang kantor. "

Deg ….

Puja terlihat diam membisu, sepertinya ia tak mungkin melakukan hal itu. 

"Baik aku akan lakukan. "

Aku tak menyangka jika Puja akan senekat itu," Aku tunggu pembuktian dari mulut kamu itu."

Puja menganggukkan kepala, dimana ia mendengar ibu memanggil namanya. 

"Pu-j-a. Di-man-a ka-m-u."

"Ibu."

Terlihat Puja menghindar dari panggilan ibu, "Aku pulang dulu, sampai ketemu di kantor. "

Farhan tiba tiba menahan Puja, dimana ia berkata, " Kamu takut?"

Puja tampak gelisah, aku yang melihatnya hanya diam. "Maaf, aku pergi. "

Farhan tersenyum, ia mengusap pelan dagunya. " Sepertinya seru juga membuat Puja ketakutan. "

Farhan mulai berpamitan untuk pulang, " Riki, aku pulang dulu, ada sesuatu yang harus aku kerjakan. "

Mengerutkan dahi, dan menjawab, " Oke, terima kasih sudah membuat Sari kembali lagi."

Farhan memperlihatkan jempol tangan nya, pergi dari hadapan kami berdua. 

Jam sudah menunjukkan pukul  dua belas siang, waktu dimana ibu makan. 

Sari yang melihat suster membawa sebuah makanan, kini mengambil makanan itu. 

"Sus, biar saya saja. "

"Apa kamu yakin?" Sari menganggukkan kepala dengan pertanyaanku. " Aku yakin mas, insyaAllah. "

"Ya sudah kalau begitu. "

Kami berdua masuk ke dalam ruangan ibu. 

Perlahan kami langkahkan kaki mendekat pada ibu, dimana Sari duduk dan berkata," Bu, makan siang dulu."

Ibu sekilas menatap ke arah Sari, lalu memalingkan wajah lagi, " Bu, ayo. "

Satu suapan mulai dilayangkan Sari pada mulut ibu, namun tiba tiba. 

Brakk. 

Terkejut melihat tangan ibu menepis nampan berisi makanan dari tangan Sari, " I-bu ti-da-k ma-u di su-apin. Ol-e-h ka-mu. "

Aku berusaha menenangkan ibu, dimana Sari terlihat bersedih dengan perlakuan ibu. 

"Ibu, memangnya kenapa dengan Sari, dia itu menantu ibu. Peduli pada ibu."

"I-bu i-ng-in di su-api-n Pu-ja. "

Mendengar kata Puja, membuat darahku seketika naik ke atas kepala, membuat urat kepala terasa berdenyut. Sampai tanpa sadar mulut ini membentak ibu. 

"Puja lagi, Puja lagi. Bu, dia itu bukan siapa siapa ibu. Tolong hargai  istriku Sari saat ini. " Ibu malah menangis dengan perkataan yang terlontar dari mulutku ini. 

Sari kini berdiri, berusaha menenangkan aku yang sudah terbakar amarah. 

"Mas, tenangkan dirimu jangan marah seperti itu."

Dadaku naik turun, napas seakan tak beraturan, " bagaimana aku bisa menahan amarahku, jika ibu terus membahas Puja. "

"Ia aku tahu itu, ibu kan sudah tua, kita harus memaklumi ibu. Walau mungkin agak susah. "

Melihat ibu masih menangis, membuat aku mendekat ke arahnya, memeluk erat tubuh wanita tua itu. " Bu, maafkan aku?"

"I-b-u i-ngin ber-te-mu Pu-ja. "

Aku melirik ke arah istriku, terlihat ia tersenyum lebar dan menganggukkan kepala.

"Iya, nanti Riki panggil Puja ke sini untuk temui ibu. "

Kedua mata berkaca kaca itu, menatap kearah wajahku, " Be-na-r ka-h it-u. "

Nada bicara ibu yang terdengar susah dimengerti membuat aku hanya menganggukkan kepala. 

"Iya bu, sekarang ibu makan dulu ya sama Sari. "

Ibu malah menggelengkan kepala, " I-b-u t-i-dak ma-u di-suap-in wa-ni-ta i-tu. "

"Bu, kalau ibu tidak mau disuapin Sari, ya sudah biar suster saja. "

Aku memberikan kode pada istriku agar ia mengerti dan tak sakit hati dengan keinginan ibu. Dimana Sari pergi dari ruangan ibu dan hanya ada aku dan juga suster yang menjaga ibu saat ini. Ibu mulai membuka mulutnya lebar lebar, dimana suster kini menyuapinya makanan. 

"Bu, hati ibu terbuat dari apa? Kenapa ibu tidak bisa menghargai dan menerima kehadiran  Sari menantu ibu sendiri." Gumamku dalam hati, melihat ibu begitu lahap menyantap makanan di rumah sakit. 

Perlahan aku bangkit dari tempat duduk, untuk menghampiri Sari istriku.

Membuka pintu perlahan, aku melihat Sari tengah mengobrol dengan seorang dokter yang begitu akrab denganya.

"Siapa dokter itu, kenapa Sari terlihat begitu nyaman dengannya?"

Berniat menghampiri Sari, tiba tiba saja.

"R-i-ki."

Ibu memanggil namaku, membuat aku mengurungkan niat untuk menghampiri Sari.

"Ada apa, bu. "

"Ka-mu, ja-nj-i ya. Ma-u b-a-w-a Pu-ja ke-s-i-ni. "

Aku memegang punggung tangan ibu, tersenyum lebar dan menjawab, " Riki janji bu, sekarang ibu istirahat dulu ya. Biar kondisi ibu semakin membaik. "

"I-ya."

Ibu mulai menurut akan perkataanku, dimana ia menutup kedua matanya untuk tidur.

Setelah tidurnya ibu.

Ceklek.

"Mas."

1
falea sezi
kok tolol ya ana kecil lo ini di kasih ke bapaknya yg bodoh
Mutiara 123
tobat tomat itu namanya,, kmbali ke sifat aslinya lg
Mutiara 123
bayi usia baru 3 bln katanya, tp kok bisa ngomong ma- ma ,, ajaib tu baby
Farida Rida
Yang goblok yg nulis cerita, masa di kantor polisi g ada yg tahu g msk akal cerita ini, makanya aq g mau like
Evy
pasti drama ibunya...
Eli Elieboy Eboy
𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 𝚐𝚊𝚔 𝚗𝚢𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐 𝚗𝚢𝚊 𝚗𝚎 𝚌𝚛𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚖𝙺𝚒𝚗 𝚔𝚎 𝚜𝚒𝚗𝚒
Eli Elieboy Eboy
𝚍𝚊𝚖𝚊𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚍𝚘𝚊𝚗𝚔
Eli Elieboy Eboy
𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚜𝚒 𝚎𝚖𝚊𝚔 𝚌𝚞𝚖𝚊 𝚝𝚘𝚋𝚊𝚝 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚎𝚕 𝚍𝚘𝚊𝚗𝚔
Eli Elieboy Eboy
𝚊𝚚𝚞 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚒𝚛 𝚍𝚒 𝚜𝚒𝚗𝚒 𝚔𝚊𝚔
𝚜𝚘𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒 𝚏𝚋 𝚐𝚊𝚔 𝚙𝚞𝚊𝚜 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚐𝚛𝚎𝚐𝚎𝚝𝚗𝚢𝚊
fitri arip: wah, Terima kasih banyak banyak kak cantik. sehat selalu. makasih banget udah mampir.
total 1 replies
Eli Elieboy Eboy
𝚔𝚖𝚗 𝚖𝚒𝚔𝚞𝚝 𝚜𝚘𝚖𝚋𝚘𝚗𝚐 𝚖𝚞 𝚜𝚕𝚖𝚊 𝚗𝚎 𝚢𝚐 𝚜𝚕𝚕𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚗𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚊𝚌𝚒 𝚖𝚊𝚔𝚒 𝚜𝚊𝚛𝚒, 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚢𝚐 𝚙𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚕𝚞𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚔𝚑𝚕𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚠𝚊𝚝 𝚖𝚞
Siti Julaeha
Uda gila Susi ingat masa lalu jd melampiaskan kesari
Rilda Ummi ZhubaiRahmat
penulis sdh bisa membuat kita emosi, baca sj terus..😅
fitri arip: 🤣🤣🤣 sabar kak.
total 1 replies
Siti Julaeha
Luar biasa
Siti Julaeha
bagus Riri hrs ths buat jera daniel
Siti Julaeha
dasar bego Riri di bohongin mau aja jadi gembel
Siti Julaeha
rasain Lo Riri jaga mulut selalu hina sari
Siti Julaeha
hebat drama nya puja
Siti Julaeha
kasihan sari
JUw!T@ H∆t!
👍
Handayani sutani
sari ko baik banget yaaa padahal ibu mertuanyaa jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!