NovelToon NovelToon
Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Tamat
Popularitas:108.5k
Nilai: 5
Nama Author: Zandzana

Hidupku yang semula tenang dan damai dengan keluarga kecilku tiba-tiba berubah ketika aku bertemu dengan cinta pertamaku

Benar kata orang cinta pertama tak bisa dilupakan, dan cinta pertama bisa jadi bukan pacar pertama

Tapi ini adalah cinta pertama sekaligus pacar pertamaku. Kehadirannya dalam diriku kembali yang tak disangka-sangka mampu membuat duniaku jungkir balik 360 derajat

Semua cinta dan khayalan kami dulu serasa bermunculan kembali dan aku makin sulit bergerak dalam lingkaran perasaan yang tak bisa aku hindari

Tuhan.... tolong aku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zandzana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Laporan

Aku membuka mataku ketika aku merasa kegerahan

"Ya ampunn....." ucapku kaget dan langsung terduduk

Dari pantulan kaca yang tertutup gorden aku melihat dengan jelas jika diluar sudah sangat panas dan terang

Dengan cepat aku berdiri dan langsung berjalan kearah pintu, lalu membuka pintu

"Sudah bangun sayang?"

Aku langsung mendecak mendengar Mario masih memanggilku dengan sebutan sayang di depan pak Heri

"Mario!!!" sergah ku cepat dengan kesal bercampur kikuk

Mario terkekeh lalu menepuk kursi di sebelahnya memintaku duduk di dekatnya

"Kok nggak banguni aku?" ucapku dengan wajah cemberut

"Kamu butuh tenaga ekstra menghadapi hari ini" goda Mario

Aku makin menekuk wajahku dan menatapnya dengan wajah yang kian masam

"Ini serius sudah jam sepuluh?" tanyaku kaget ketika mengambil hp dalam tas yang kuletakkan semalaman di atas meja

Pak Heri tersenyum melihatku kaget

"Sarapan dulu mbak" ucap pak Heri sambil bangkit dan memberikan piring padaku

Aku menerima piring tersebut dengan melirik kearah Mario

"Kami sudah sarapan, kamu sendiri yang belum"

Aku tersenyum malu sambil membuka bungkusan yang ternyata berisi lontong sayur

"Nggak ada pilihan lain" ucap Mario yang faham jika aku tidak terlalu suka lontong

"Bantuin...." ucapku refleks dengan nada manja ketika aku melihat isinya yang sangat banyak

Mario tersenyum lalu bersamaku dia duduk di lantai

"Saya tinggal ke depan ya pak Mario"

Aku langsung mengangkat kepalaku dan sadar jika yang aku dan Mario lakukan ini salah

"It's okay Mbak aku sudah tahu semuanya, dan aku sangat tahu bagaimana cintanya pak Mario sama mbak"

Aku langsung membulatkan mataku dengan mulut ternganga mendengar ucapan pak Heri yang nyelonong keluar

Cupp!!!

Aku refleks menoleh kearah Mario yang mencium pipiku

"Ihhh nggak sopan kamu ya....." geramku sambil memukul bahu dan lengannya

Mario terkekeh sambil mengelak pukulanku

"Stop Ntan kalau tidak aku akan mencium kamu lagi"

Aku menghentikan pukulanku dan kembali memasang wajah cemberut

"Harus berapa kali sih Intan Permata Sari aku bilang sama kamu jika aku masih mencintaimu?"

Aku melirik tajam kearah Mario dengan wajah yang masih masam

"Kok kamu marah?, biasanya kalau aku bilang aku masih cinta sama kamu, kamu akan terdiam dengan mata berbinar"

"Ih.... berbinar apanyaa....?" kembali aku memukul Mario

Mario kembali terkekeh dan kali ini menangkap tanganku dengan cepat

"Aku serius Intan, aku masih sangat mencintai kamu, apa kamu nggak yakin?"

Aku diam mendengar ucapan Mario, aku hanya menatap dalam matanya, meneliti setiap inci wajah tampan pacar pertamaku ini.

Tatapan matanya yang tajam memandangku seolah meyakinkan ku jika perkataanya tidak bohong

"Sudah ah, ayo sarapan, setelah itu mandi terus kita pulang" ucap Mario sambil melepas genggamannya pada tanganku

Aku langsung menarik wajahnya dengan kedua tanganku. Lalu menubruk dadanya dan mengalungkan kedua tanganku kelehernya

"Aku rapuh Mario. Pengkhianatan mas Arif sangat jelas di depan mataku"

Kurasakan Mario mengangkat pahaku dan membawaku duduk di pangkuannya, jadilah aku seperti anak kecil memeluknya di atas pangkuannya

"Tidak akan aku biarkan lagi mas Arif menyakitimu, Ntan. Tidak akan"

Aku melepas dekapanku lalu mengusap kasar wajahku karena sempat ada air mata yang mengalir

"Aku mencintai dan menyayangimu" ucap Mario sambil membelai wajahku

Aku tersenyum malu, lalu menundukkan wajahku. Tapi Mario malah mengangkat wajahku dan langsung melahap bibirku

Kembali aku mengalungkan kedua tanganku di leher Mario dan membalas lembut pagutannya pada bibirku

Cukup lama kami saling menyesap sampai akhirnya kami sama-sama menyudahi dengan wajahku yang terasa panas

Mario mengusap bibirku, menghapus jejak bibirnya di sana. Dan aku segera turun dari pangkuannya, duduk kembali di sebelahnya dengan kikuk

"Ayo sarapan, apa sudah kenyang karena sarapan bibirku?"

Aku kembali refleks memukul lengannya, tapi kali ini bukan dengan wajah cemberut melainkan dengan wajah bersemu merah

...----------------...

Mario membawaku kembali ke kantor polisi dimana pak Heri ada di dalam

Melihat kami masuk, beberapa anggota berseragam coklat itu berdiri dan tersenyum kearah kami

"Mau lihat suaminya mbak?" tanya pak Heri

Aku menggeleng

"Apa aku harus buat laporan untuk kasus ini?" tanyaku

Mario menoleh dan menatap dengan pandangan tak yakin padaku

"Kamu serius ingin memenjarakan suami kamu Ntan?"

Aku mengangguk

"Cukup rasanya Yo selalu diselingkuhi, dan aku ingin membuat mas Arif merasakan akibat perbuatan buruknya"

"Jika begitu, mari mbak saya antar kedalam"

Aku mengangguk dan menuruti perkataan seorang polisi yang duduk di dekat pak Heri

"Aku ikut" ucap Mario yang langsung menggandeng erat tanganku

Kulirik pak Heri tersenyum melihat perbuatan Mario

"Sabar pak Mario" sindirnya yang mampu membuat wajahku kembali bersemu merah

Mario hanya menoleh sambil tersenyum lalu masih membawaku melangkah dengan menggenggam erat tanganku

"Mario, malu!!" tolakku berusaha menarik tanganku dari genggamannya

"Apa kita harus lewat depan sel nya Mas Arif biar dia lihat kemesraan kita?"

Aku mendelikkan mataku mendengar ide konyolnya

"Biar dia tahu, bahwa kamu membuang emas malah dapat berlian"

Aku terkekeh mendengar jawaban pede Mario

Genggaman tangan Mario baru dilepasnya ketika dia mendorong pintu dan menyilahkan aku masuk

Saat mau dudukpun Mario masih bersikap manis dengan menarikkan kursi untukku

Yang kubalas dengan ucapan terima kasih dan tersenyum manis padanya. Sumpah perlakuan kecilnya padaku mampu membuat degup jantungku berdebar kencang

"Siap bu?" tanya petugas yang akan menerima laporanku

Aku mengangguk lalu kembali Mario menarik tanganku dan menggenggam erat tanganku, menepuk pelan punggung tanganku dan menganggukkan kepalanya

Dengan lancar aku menceritakan semua kronologi yang terjadi, dari awal sampai akhir. Dan untuk saksi, karena bukan hanya aku yang menjadi saksi, melainkan empat pria yang sebelumnya juga sudah bersaksi, jadi untuk para saksi tidak diperlukan lagi, pihak kepolisian mengambil keterangan empat saksi semalam

Sebenarnya aku malu menceritakan apa yang kulihat di depan Mario dan polisi yang mencatat keteranganku, tapi mau apalagi, aku tidak punya cara lain selain menjelaskan semuanya, walau dengan berkali-kali menarik nafas panjang dan menahan malu

Setiap aku menarik nafas panjang, genggaman tangan Mario dieratkannya padaku, seolah itulah caranya memberiku kekuatan

Setelah selesai semua keterangan yang ku berikan dicatat, aku menarik nafas lega dan menoleh pada Mario dengan mata berkaca-kaca

"Ini awal yang baik untuk kamu Ntan, kamu telah berani speak up dan mengungkapkan semua apa yang sebenarnya terjadi" ucap Mario

Aku tersenyum getir dan menganggukkan kepalaku. Karena aku sudah selesai memberi keterangan, kami keluar dan kembali ke depan

"Terima kasih semuanya" ucap Mario sambil menjabat tangan semua anggota yang ada di dalam kantor ini

Ketika dia menjabat tangan pak Heri, polisi tersebut merangkul dan menepuk punggungnya

"Saya tunggu undangannya, dan sudahilah masa dudamu"

Mario terkekeh sambil membalas menepuk punggung pak Heri, sedangkan aku melengos mendengar ucapan beliau

"Tidak ingin melihat mas Arif?" Mario menoleh ke arahku

Aku menggeleng

"Yakin?"

Aku mendecak kesal dan mendahuluinya berjalan meninggalkan kantor, Mario tersenyum saat dilihatnya aku merajuk, lalu dia tergopoh mengejar langkahku

"Motor kamu mana?" tanyaku

"Aku naik mobil, nggak mungkinkan aku malam-malam kesini jemput kamu dengan motor?, bisa kedinginan kamu di jalan"

Aku menghentikan langkahku lalu menatap kearah Mario

"Stop buat aku baper" ucapku ketus

"Terserah" jawab Mario cuek dengan langsung menarik dan menggenggam tanganku lalu membawaku masuk kedalam mobil berwarna putih

"Mau nggak anter aku ambil koper aku di rumah pak kades?"

Mario mengangguk lalu segera memundurkan mobil, mengklakson sekali sambil mengangkat tangannya kearah pelipis layaknya dia memberi hormat pada anggota polisi yang mengantar kami sampai di depan halaman

Satu jam berikutnya aku dan Mario sudah berada di rumah pak kades, bu kades langsung mendekapku begitu aku masuk

Mario menyampaikan maksud dan tujuannya ke rumah pak kades, serta mengucapkan terima kasih atas kebaikan pak kades, bu kades dan seluruh warga

Tak lupa Mario meninggalkan nomor hpnya agar jika sewaktu-waktu pak kades butuh sesuatu, bisa menghubunginya

Ketika koperku sudah dibawa keluar oleh bu kades, aku dan Mario berpamitan, dan kembali bu kades mendekapku

"Yang sabar ya bu....." kembali beliau berkata seperti itu ketika mendekapku, yang hanya kujawab dengan anggukan kepala dan senyum getir

Lalu pak kades dan bu kades mengantar kami sampai teras, tepat disaat beberapa motor sampai

"Ibu istrinya pak Arif kan?" tanya seorang pria paruh baya yang aku masih ingat jelas jika beliau adalah ayahnya Mirna

Aku mengangguk lalu menoleh kearah pak kades

"Jangan pulang dulu bu, kami mau ada yang dibicarakan"

Aku lalu menoleh kearah Mario yang menganggukkan kepala ke arahku

1
hellena jsn
intan &Arif 2x 5 jak .sama2 murahan Dan selingkuh...bkn contoh yg baik..marahin suami selingkuh to dri sndri pn selingkuh
Wanti Wanti
ko lama ga up mba author q yg cantik
Zandzana: fokus ke yg satunya dl mbak say. 🙏🙏
total 1 replies
Myra Myra
mintk2 indah hamil ank mario
Myra Myra
nk xnk ko kena tandatangan arif bengong...semua slh MU jgn rasa diri to betul pdhl slh...x mlu kew
Myra Myra
PD muka mirna...Arif x ada urt malu ..
Susi Airin: Gak sabar pingin liat mario dan intan hidup bahagia,
total 1 replies
Irma Damayanti
bagus
Zandzana: trima kasih🙏🙏
total 1 replies
Abel Yasmin
good
Wanti Wanti
sangat menarik
Lee Mba Young
jng Lama Lama update nya
Zandzana: In Shaa Alloh
total 1 replies
Lee Mba Young
pancen intan ae seng gk baik sdh mantan msak boleh nginep Gila ae, kcuali mantan blm nikah mntan ae sdh nikah kok mlh suruh nginep.
Wanti Wanti
iiih gemes sama Arif deh ..........
Lee Mba Young
𝒑𝒖𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝒎𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒅𝒊 𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒉𝒂𝒕𝒊 𝒚𝒂 𝒏𝒈𝒍𝒖𝒏𝒋𝒂𝒌 𝒋𝒅 𝒏𝒚𝒂..
Wanti Wanti: iya ikut gemes Aq bacanya
total 1 replies
Lee Mba Young
𝒌𝒂𝒑𝒐𝒌 𝒌𝒂𝒖 𝒅𝒊 𝒖𝒍𝒕𝒊 𝒎𝒂 𝒂𝒏𝒂𝒌 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊
Lee Mba Young
𝒘𝒆𝒔 𝒕𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍 𝒏𝒊𝒌𝒂𝒉𝒆
Sugianti Sugianti
bagus
Zandzana: Terima kasih🙏🙏
total 1 replies
Wanti Wanti
semangat up nya mba Thor.......makin penasaran deeh
Wanti Wanti
alkhmdulilah up.....
Wanti Wanti: pokoknya mba author harus tetap semangat yah...sama kaya Aq semangat menunggu up nya mba ku sayang
total 2 replies
Wanti Wanti
ko tumben lama ga up mba author ku
Zandzana: malesnya lagi kumat mbak🙏🙏
total 1 replies
watini
udahlah thoor,ga abis" ulah adik lucknut.gulung aja mereka buang hutan buat pakan harimau....
Wanti Wanti: 😀😀 gulung terus di karungin yaah mba .....
total 2 replies
Wanti Wanti
huhhhh makin seru....... semangat up nya mba Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!