Sella hanya seorang gadis desa yang terima di nikahkan karena perjodohan. Selama menikah lima tahun dengan Dody, Sella tak pernah merasakan uang lebih. Karena Dody selalu memberikan jatah uang yang minim, hingga Sella harus benar-benar pintar mengatur keuangan. Selama ini Sella diam mendapatkan perlakuan seperti itu, tapi pada saat Dody membawa seorang wanita ke rumah. Sella sudah tidak bisa menahan amarahnya. Dody bukannya sadar akan kesalahannya, justru ia malah mengusir, Sella.
Mampukah Sella hidup bahagia setelah di usir oleh Dody?
Karena Sella hanyalah seorang wanita desa yang berpendidikan rendah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasehat Mamah Ocha
Teman Tina, tersenyum sinis ke arahnya. Ia merasa senang melihat Tina mendapatkan omelan dari Mamah Ocha.
"Syukurin, lagaknya sok berkuasa di salon ini. Padahal sudah diturunkan jabatan jadi setara denganku. Tetapi masih saja suka memerintah dengan seenaknya sendiri. Memangnya dia itu siapa? semoga saja Tiba lekas di pecat dari salon ini, dengan begitu salon ini aman hingga tidak ada lagi hambatan sama sekali," batin karyawan itu.
Sementara Mamah Ocha kembali menyapa para pengunjung salon. Lain halnya dengan Sella, dia saat ini sedang fokus di ruangannya untuk mengecek ulang pendapatan dan pengeluaran.
Dia begitu antusias dalam bekerja serta teliti. Bukan hanya sekali atau pun dia kali, tetapi berkali-kali dia ulang pekerjaan itu. Mamah Ocha sangat menyukai kinerja Sella. Ia terus saja mengawasi Sella dari rekaman video CCTV lewat ponselnya.
"Wanita seperti ini yang aku cari, jujur ulet dan tidak pantang menyerah serta teliti dalam bekerja tidak asal selesai terus bersantai ria."
"Sella sangat berbeda dengan Tina. Dulu aku sering mendapati dirinya tak serius dalam mengecek data-data laporan keuangan, dia malah asik bermain dengan ponselnya. Dia pikir aku tidak bisa mengetahui apa yang ia lakukan selama ini. padahal aku selalu memantaunya dari rekaman video CCTV."
"Sungguh menyakitkan sekali di saat aku percaya sepenuhnya kepada Tina, dia melakukan korupsi. Untung saja langsung ketahuan, sehingga bisa aku tegur dan aku tindaklanjuti."
"Jika saja waktu itu ibunya tidak memohon kepadaku, pasti sudah aku tangani bahkan aku bisa melaporkannya ke kantornya polisi dengan kasus korupsi."
"Tapi diri ini masih mempunyai hati nurani hingga tidak tega untuk menjeblos Tina ke dalam penjara."
Selagi Mamah Ocha asik menatap kegiatan Sella di dalam ponselnya, tiba-tiba datanglah Kelvin.
DOR!
Satu tepukan di bahu Mamah Ocha membuat dirinya terhenyak kaget.
"Astaghfirullah aladzim..Kelvin! untung saja mamah tidak punya riwayat penyakit jantung. Jika mamah jantungan gimana coba?"
Karena rasa kagetnya hingga Mamah Ocha pun menarik salah satu telinga Kelvin.
"Aw.. sakit, mah! kasar banget sih sama anak sendiri," rengeknya kesakitan.
"Ini hukuman! salah siapa membuat kaget Mamah! makanya, jangan suka iseng!" Mamah Ocha melirik sinis ke arah Kelvin, seraya melepaskan tarikan tangannya yang ada di salah satu telinga Kelvin.
"Gitu saja marah, ya maaf. Aku kan hanya ingin bercanda saja sama mamah. Habisnya Mamah begitu serius menatap ponsel. Sebenarnya apa sih yang sedang mamah lihat?"
Karena rasa penasarannya Kelvin pun mencoba untuk menengok mengintip ke arah ponsel mamahnya.
"Pantesan saja mamah begitu fokus, karena sedang melihat bidadari yang turun dari surga. Mungkin saja jika Mamah ini seorang lelaki, pasti Mamah juga akan terpesona seperti halnya diriku ini." Kelvin terkekeh seraya menaik turunkan alisnya menatap Mamah Ocha.
"Mah, ke ruangan mamah sebentar yuk ada yang ingin aku bicarakan dengan, Mamah," ajak Kelvin seraya membantu Mamahnya bangkit dari duduknya.
"Memangnya apa sih yang ingin kamu bicarakan sama Mamah? kok sepertinya penting sekali?" tanyanya seraya saru tangan melingkar di pinggang Kelvin.
Sementara Kelvin merangkul Mamah Ocha," ada dech. Ntar juga mamah pasti tahu."
"Nggak ada yang lain lagi pasti tentang itu kan? yang barusan mamah lihat di ponsel, Mamah kan?" goda Mamah Ocha seraya menaik turunkan alisnya.
"Seratus buat mamahku yang super duper cantik ini," ucapnya terkekeh pula.
Setelah sampai di ruangan Mamah Ocha, keduanya pun langsung menjatuhkan pantatnya di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Mah, bagaimana urusan Sella dengan suaminya itu?" tanya Kelvin penasaran.
"Alhamdulillah, urusannya sudah selesai. Jadi Sella sudah tidak ada ikatan pernikahan dengan pria itu. Memangnya kamu benar-benar suka sama, Sella?"
Kini Mamah Ocha yang berbalik bertanya kepada anak semata wayangnya itu.
"Ya iyalah mah, masa ya iya dong? duren aja dibelah bukan dibedong."
Kelvin malah bercanda.
"Kelvin, Mamah itu sedang tidak ingin bercanda. Jawab pertanyaan Mamah jangan dengan guyonan tetapi dengan keseriusan," rajuknya kesal.
"Iya mamahku, sayang. Untuk apa sih aku bermain-main dengan perasaan ini? jujur saja dari awal mula aku menolong Sella, entah kenapa ada sesuatu getaran yang aneh di hati ini."
"Sejak saat itu aku selalu memikirkannya, mah. Entah kenapa tidak nyenyak tidur, makan pun tidak enak."
Mendengarkan kejujuran dari Kelvin, membuat mamah Ocha terkekeh. Hal ini membuat Kelvin merasa heran," aku serius loh, mah. Kenapa malah Mamah seperti tidak percaya dengan apa yang aku katakan barusan?"
"Kamu barusan berkata serius, tetapi ada juga bohongnya. Bilang nggak nyenyak tidur, tetapi nyatanya setiap Mamah membangunkanmu susah sekali. Kamu tidurnya seperti bangkai."
"Kamu mengatakan nggak enak makan, tetapi nyatanya mamah melihat sejak ada Sella, makanmu bertambah banyak".
Kelvin salah tingkah, dia pun menggaruk tengkuknya yang tak gatal," hehehe aku makan banyak karena masakan Sella enak, mah."
"Hem, lagi-lagi kamu berbohong. Padahal Sella itu baru berniat untuk memasak. Belum sempat memasak, kamu ini mendadak pikun ya?" ejek Mamah Ocha.
Sejenak keduanya bercengkrama panjang lebar, dan tak henti Kelvin bercerita tentang Sella. Entah kenapa ia sudah tidak sabar lagi untuk segera meminang Sella.
"Kelvin, kamu serius ingin menikahi Sella. Pikir dulu, dia itu janda sudah pernah menikah. Mamah nggak ingin pada saat kamu berhasil menikahinya, pada saat ada masalah kamu mengatakan hal buruk yang menyakitinya."
"Misal, kan ini kan cuma janda. Beruntung aku mau menikah dengan janda seperti dirimu. Mamah nggak ingin ada kata-kata kasar keluar dari mulutmu."
"Mamah nggak ingin suatu saat nanti kamu menyakiti hati, Sella. Itu sama saja kamu menyakiti mamah. Berpikir ulang jika ingin mengajak Sella seriusan."
"Jangan sampai penderitaan yang pernah Sella alami bersama dengan mantan suaminya terulang lagi pada saat dia berumah tangga denganmu."
"Jangan cuma mencinta kelebihan Sella saja. Tetapi cintai juga kekurangannya. Jika kamu benar-benar bisa melaksanakan pesan mamah ini. Mamah akan dukung dan merestuimu."
"Tetapi jika kamu hanya cinta sesaat, mending sudahi saja. Mamah tidak akan mensuportmu atau merestuimu."
"Pikirkan dulu kembali, jika kamu benar-benar sudah mantap dengan pilihan hatimu terhadap Sella. Mamah akan dengan senang hati membantumu untuk bisa mendapatkan hatinya."
Kelvin benar-benar mendengarkan semua nasehat dari Mamah Ocha dengan sangat fokus dan serius. Ia pun mengatakan pada Mamah Ocha jika dirinya benar-benar serius dengan perasaan cintanya terhadap Sella.
"Mah, aku sudah mantap dan yakin dengan hatiku ini. Aku janji tidak akan mengecewakan mamah. Please bantu aku ya, mah?"
orng tua mcm ap
Dan tetap lah jadi orang baik... aamiin
tamat belum vote... maaf ya Thor....