Hai gusy, harap maklum ya novel ini masih banyak typo, karena masih dalam tahap revisi, revisi lambat!
Seorang guru beladiri perempuan termuda yang masih berumur 19 tahun di kota X terpaksa dieksekusi hukum mati, karena dituduh sudah menjual informasi tentang perguruan mereka, dia adalah guru beladiri termuda sepanjang sejarah perguruan mereka, siapa sangka setelah dihukum mati perempuan itu memiliki kesempatan kedua untuk hidup, sayangnya dia bertransmigrai ke dalam tubuh seorang gadis SMA yang cupu dan kerap sekali dibully.
Saat sudah berada di dalam tubuh gadis cupu itu, gadis itu di hadapan dengan dua masalah di dua tempat yang berbeda.
Bersamaan dengan itu Laura bertemu dengan seorang guru muda yang mungkin bisa membantu dirinya keluar dari beberapa masalahnya.
Penasaran dengan kisah Laura? kuy kepoin hanya di Noveltoon!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Pemimpin
Bismillahirohmanirohim.
Laura mengelus dada Liana, sambil bernafas lega setelah keluar dari kantor para ketua, sekarang ini banyak pertanyaan yang sudah memenuhi kepalanya.
Sayangnya Laura tak tahu harus mengajukan semua pertanyaan itu pada siapa?, saat ini yang Laurw bisa membiarkan semua pertanyaan-pertanyaan itu bersarang di dalam kepala Liana, untung saja dia yang memilik kepala itu sekarang.
"Syukurlah, aku merasa baru saja keluar dari penjara, nggak di sekolah! nggak di perguruan Kalam Kilat rasanya musuh gue bertebaran di mana-mana" ucap Laura pelan, sambil terus berjalan meninggalkan kantor para ketua.
Laura hari ini hendak pulang, dia sudah begitu lelah, di sekolah dirinya hampir saja kembali kehilangan nyawan, Laura tahu siapa pelaku yang sudah berani menabrkanya. Hanya saja dia akan diam terlebih dahulu mengikuti permainan Jessica dan Gina.
Saat sampai di perguruan Kalam kilat dia juga di hadapkan dengan hal-hal yang sama sekali tak terduang. "His, lebih baik aku pulang saja, sudah waktunya pulang!" putus Laura akhirnya.
Baru saja kaki jenjang milik Liana itu, akan Laura langkahkan menuju tempat asrama putri, tapi sebuah pengumuman terdengar di kuping Liana.
"Mohon perhatiannya untuk semua ketua, guru dan para murid di perguruan ini, saya harap kalian segera berkumpul ke aula utama, sekarang juga! Ada hal penting yang akan saya umumkan pada Kalian!"
Laura jelas mengenal suara siapa yang baru saja memberikan pengumuman dimonitor, yang tersebar diseluruh dinding perguruan Kalam kilat.
Dengan langkah malas Laura terpaksa membalikan kaki Liana menuju Aula. Laura menghela nafas kasar. "Gagal rencana gue mau istirahat di rumah, gue udah capek pengen rebahan!" keluhnya.
Laura tak peduli dengan orang yang berdesak-desakan ingin lebih dulu sampai ke aula. 'Aku merasa masalah satu belum selesai, kini masalah yang lain kembali muncul' keluhnya, hanya dia sampaikan di dalam benaknya saja.
Sampai di aula kedua netra Laura langsung bertatapan dengan orang yang paling dia benci, bahkan Laura lebih membenci orang itu, ketimbang orang yang sudah menyebarkan fitnah untuk dirinya. Tapi tetap saja Laura membenci orang yang sudah menyebarkan fitnah tetang dirinya.
Bagaimana bisa dia menjual informasi rahasia milik perguruan mereka, pada musuh sendiri, padahal Laura sejak kecil sudah tinggal di perguruan Kalam kilat.
'Aku membencimu Pemimpin perguruan Kalam kilat! Aku tak tahu kenapa harus bertemu denganmu di perguruan ini begitu cepat! Andai saja dulu kau memberi keputusan dengan bijak pasti semuanya tidak akan begini. Dan aku akan menyingkirkan pada pengkhianatan di perguruan ini'
Laura masih menatap tajam Pemimpin perguruan Kalam kilat, Pemimpin itu saja sangat heran kenapa Liana bernai menetapnya dengan tajam.
Tiba-tiba seorang menyentuh lembut pundaknya, sambil berbisik didekat kuping Luara. "Jangan ngelamun, lihat semuanya udah pada baris, terus nggak usah lihatin pemimpin sampai kayak gitu"
Mendengar bisikan dari orang itu Laura langsung tersadar atas kelakuannya, sedektik kemudian Laura segera menyungging senyum pada pemimpin perguruan Kalam kilat, sampai membuat pemimpin itu menaikkan sebelah alisnya heran dengan perubahan Liana yang sangat cepat.
Setelah itu Laura segera meoleh pada orang yang sudah berani berbisik begitu dekat dengannya. Saat menoleh benar sekali dugaan Laura, jika itu adalah Glen, salah satu tetua di perguruan Kalam kilat, juga guru BK di sekolah Liana.
"Pak Glen!" Ucap Laura merasa bingung.
"Ayo baris." ajak Glen sambil menarik pelan tangan Liana.
Laura menatap tak percaya pada Glen. 'Apa yang tetua ini lakukan!' pekik Laura tak percaya, tapi pekikan itu saja sampai di dalam benaknya saja.
Setelah semua barisan itu rapih, pemimpin perguruan Kalam kilat itu, segera membuka mulutnya untuk memberi tahu pengumuman apa yang akan dia sampaikan.
"Asslamualaikum semua, selamat siang, selamat sejhater untuk kita semua! Mungkin ada beberap orang yang sudah mengetahaui, apa tujuan saya mengumpulkan kalian semua di aula ini dan sebagian lain dari kaliann belum tahu apa tujan saya mengumpulkan kalian diisin"
Pemimpin itu menatap ratusan orang yang berdiri di depannya, mereka semua diam mendengarkan apa yang disampaikan oleh pemimpin mereka, tapi tidak dengan Laura, dia terus mengumpat pemimpin itu di dalam hatinya.
Glen saja yang berbasis di samping Laura, menatap aneh pada Luara. "Kamu kenapa?" tanya Glen pelan pada Laura, saking pelanya suara Glen hanya Laura yang bisa mendengar pertanyaan itu.
Laura tersentak kaget, karena dia dan Glen terlalu dekat, sadar dengan posisi mereka Glen agak bergeser sediki, dia masih menunggu jawaban dari Laura.
"Aku tidak apa!" jawab Laura tak kalah pelan, lalu kedua manusia tersebut, kembali fokus pada pemimpin perguruan Kalam kilat untuk mendengar apa yang akan disamapikan.
"BAIKLAH! AKU AKAN MENGUMUMKAN HARI INI JIKA 1 BULAN LAGI PERGURUAN KALAM KILAT AKAN MENGADAKAN LOMBA! LOMAB KALI INI BERBEDA DENGAN LOMBA-LOMBA YANG SEBELUMNYA, KARENA LOMBA INI AKAN DIHADIRI OLEH BEBERAPA PERGURUAN BELA DIRI LAINNYA"
"UNTUK LOMBA KALI INI SIAPA SAJA YANG MAU MENDAFTAR AKAN DIPERSILAKAN, MAU DIA GURU, TETUA ATAUPUN MURID BARU BOLE IKUT DALAM PERTISIPASI LOMBA INI, PENDAFTARAN TIDAK DIBATASI SAMA SEKALI!"
Ketika pemimpin perguruan Kalam kilat itu selesai berbicara, diaula mejadi sedikit ricui, orang-orang di dalamnya sibuk berbisik satu sama lain pada temannya berada disebelah mereka.
Laura tersenyum manis saat pemimpin perguruan Kalam kilat itu selesai memberikan penumuman. "Yes! Gue bisa memanfaatkan momen ini untuk mencari bukti kebenaran tentang kematianku" ucap Laura dengan pelan.
"Tolong persiapkan diri Kalian untuk lomba yang akan diadakan 1 bulan lagi, aku berharap banyak kandidat yang ikut bepartisipasi dalam lomba ini termasuk para murid baru, aku begitu suka dengan semangat kalian"
"Itu saja mungkin yang bisa saya sampaikan, kalian semua boleh kembali ketempat kalian masing-masing, terima kasih atas waktunya"
Setelah itu para orang-orang berbondong-bondong untuk keluar dsari aula, Laura pun tergesa-gesa, dia ingin segera pulang. Mungkin Laura lupa jika ini waktunya dia menginap dipeguruan Kalam kilat.
"Mau kemana?" tanya Glen yang bejalan disebelah Laura.
Laura tak tahu kenapa gurunya itu selalu mengikuti dirinya, apakah ini hanya perasaannya saja? Atau karena dia kege'eran.
"Pulang lah pak! Mau kemana lagi, saya capek!" sahut Laura dengan nada kesal.
Tanpa sadar Glen terkekeh dengan jawaban Laura. 'Hah! Serius si bapak kulkas ketawa?' cengoh Laura, dia sampai memukul pipi Liana.
"Kamu lupa? besok libur sekolah dan itu artinya kamu harus menginap di perguruan"
Laura menepuk jidat Liana pelan. "Kenapa aku bisa lupa" gumunnya. "Tapi, tunggu! kenapa bapak bisa tahu?" Laura menatap curiga Glen.
"Jangan-jangan bapak kepon tentang saya ya!" tuding Laura.