NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Pilihan

Bukan Pengantin Pilihan

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Tamat
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nyonya_Doremi

Hanania terpaksa harus menjalani pernikahan tanpa cinta dengan Jerry bagaskara, anak dari Wibowo Bagaskara.
Karena Hanania ingin membawa kasus ini ke polisi, Jerry memutuskan untuk menikahi Hanania meskipun dengan sangat-sangat terpaksa karena ia tidak mau mendekam di penjara.
Tak lama setelah kejadian itu, Hanania pun hamil darah dagingnya.
Namun, masalah tak berhenti disitu saja, setiap hari, Hanania harus menghadapi sikap Jerry yang setiap hari juga membuatnya terluka, hingga suatu hari, Hanania memilih untuk menyerah dan menuntut cerai Jerry di saat laki-laki tampan itu sudah mulai mencintai istrinya.
Bagaimana nasib rumah tangga mereka? Apakah mereka akan lanjut dengan hidup bahagia, atau malah berakhir dengan perp

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyonya_Doremi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

"Ok, saya mandi dulu. Nanti kita ke kantornya barengan saja ya," jawab Jerry sembari masuk ke kamar mandi.

Lima belas menit kemudian, Jerry pun keluar dengan hanya berbalutkan handuk putih di pinggangnya. Melihat jerry yang telanjang dada, Hanania mencoba menenangkan jantungnya yang pargoy tak menentu.

***

"Kamu kenapa?" tanya Jerry sembari mengibas-ngibaskan rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil yang ia pegang.

"Nggak papa pak. Nafas saya hanya sedikit sesak saja," jawab Hanania yang suka berterus terang.

"Oh ya? Sesak kenapa? Apa karena melihat tubuh saya?" tanya Jerry lagi dengan pedenya.

"Apaan sih pak, jangan kepedean. Memang apa hubungannya coba," elak Hanania dengan pipi yang merah merona.

"Siapa yang kepedean? Setiap wanita memang selalu merasakan sesak nafas saat melihat tubuh saya ini. Saya rasa kamu juga termasuk bagian dar mereka," ujar Jerry lalu bergegas menuju kamarnya.

"Apaan sih, nggak lucu tau," ucap Hanania lalu melanjutkan pekerjaannya.

Beberapa saat kemudian, semuanya sudah tertata rapi di atas meja makan. Kini Hanania akan bersiap untuk mandi. Meskipun malas, ia harus tetap ke kantor pagi ini karena ia akan memasukkan laporan untuk resign seperti yang telah di perintahkan oleh Jerry, calon suaminya.

"Hanania mana ya?" gumam Jerry yang telah selesai berpakaian beberapa saat kemudian.

"Apa jangan-jangan Hanania sudah pergi ya?" gumamnya lagi.

Jerry kemudian mendengar suara air dari kamar mandi. Entah setan apa, Jerry mencoba membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci itu.

Matanya terbelalak saat melihat Hanania tengah mandi di bawah guyuran shower membasahi seluruh tubuh polosnya yang seksi itu.

"Waw, pagi-pagi begini Hanania sudah memberikan pemandangan yang indah. Jadi nggak sabar gue nikah sama Hanania," gumam jerry terus mengintip Hanania yang terlihat sangat cantik dan menarik terkena siraman air.

Jerry kemudian memutuskan untuk pergi sebelum Hanania selesai mandi dan memergokinya tengah sedang mengintip. Selain itu ia juga sudah tahan karena juniornya yang terus memberontak.

Beberapa saat kemudian, Hanania pun selesai mandi dan berpakaian. Setelah ia sudah selesai untuk bersiap-siap berangkat kantor, Hanania pun langsung menyantap sarapan pagi yang telah ia masak tadi bersama dengan Jerry.

"Hana ayo buruan. Saya akan antar kan kamu ke kantor setelah ini," ucap Jerry mendesak.

"Loh? Bukannya kita satu kantor. Memang bapak mau kemana?" tanya Hana penasaran.

"Saya ada keperluan ke rumah sebentar. Jika kamu datangnya telat sama seperti saya, nanti staf saya yang lainnya akan protes jika saya tidak memberikan mu hukuman," alasan Jerry agar Hanania tidak ikut dengannya.

"Ok, saya mengerti kok pak. Ya sudah, kalau begitu saya akan membereskan ini semua.Kebetulan saya sudah selesai makan," jawab Hanania merapikan sisa-sisa piring kotornya dan berniat untuk mencucinya sebelum berangkat ke kantor.

"Sudah nggak usah. Biarkan saja di situ. Nanti saya akan minta petugas kebersihan apartemen ini untuk membersihkannya. Kita langsung berangkat saja sekarang," ucap Jerry berdiri dari tempat duduknya, dan kemudian si susul oleh Hanania.

Satu jam kemudian, Jerry dan Hana pun hampir tiba di kantor. Namun tepatnya di halte dekat kantor mereka, Hanania minta berhenti dan di turunkan di halte tersebut.

"Kenapa kamu mau turun di sini? Siapa yang akan kamu temui setelah ini?" tanya Jerry posesif.

"Nggak ada siapa-siapa pak. Saya nggak mungkin turun di pekarangan kantor pak. Pasti akan ada banyak sekali staf bapak yang melihat kedekatan kita seperti ini," jawab Hanania menjelaskannya.

"Ok, baiklah kalau begitu. Sekarang turunlah. Ingat pesan saya Hana, jangan pernah kamu dekat-dekat lagi dengan Angga ataupun laki-laki lain selain saya," ucap Jerry kembali mengingatkannya.

"Iya, baiklah, kalau begitu saya turun dulu pak," pamit Hanania sembari membuka pintu mobil yang ia tumpangi itu.

Setelah memastikan Hanania masuk ke dalam pekarangan kantor, Jerry pun melajukan mobilnya kembali ke apartemen miliknya. Namun, sebelumnya ia telah menelpon seseorang untuk mengunjunginya di sana.

Satu jam kemudian, Jerry pun tiba, dan tak lama setelah itu, seseorang itu juga sampai di apartemen milik Jerry.

"Hai baby, tumben sekali kamu memintaku pagi-pagi begini mengunjungi mu? Apa kamu sekangen itu?" tanya seorang wanita cantik yang mengenakan gaun merah yang seksi.

"Ya, aku sangat merindukan mu. Apa aku bisa melepas rindu ku itu?" balas Jerry sembari menghampiri wanita cantik itu.

"Tentu, aku dan dompetku juga sangat merindukan mu," jawab wanita cantik itu sembari membuka kancing baju Jerry satu persatu.

Wanita tersebut adalah Aura. Seorang wanita penghibur kelas atas. Aura sendiri sebenarnya berprofesi sebagai model yang sampai saat ini masih eksis. Namun, ia memiliki pekerjaan sampingan sebagai wanita panggilan dengan tarif yang jelas tak murah. Hanya kalangan pejabat tajir saja lah yang mampu membayar Aura. Wajar saja, selain cantik, gadis dua puluh lima tahun itu selalu memberikan pelayanan yang memuaskan.

Jerry sendiri sengaja memanggil Aura karena ia sudah tidak bisa lagi menahan hawa nafsunya semenjak melihat tubuh polos Hanania tadi. Dari pada melakukannya kepada Hanania, lebih baik, ia melakukannya dengan wanita lain.

Setelah puas menikmati tubuh Aura, Jerry pun bergegas mandi dan hendak berangkat ke kantor.

Ia benar-benar sangat sibuk sekali hari ini, tapi ia tak akan bisa fokus jika junior miliknya selalu saja protes.

"Aura, thank you. Aku sudah mentransferkan sejumlah uang beserta bonusnya ke rekening pribadi mu. Jangan sungkan-sungkan untuk melayani ku lagi suatu saat nanti," ucap Jerry berpamitan sembari ******* bibir Aura sekilas.

"Ok sayang. Nggak masalah selagi bayarannya lancar. See you," balas Aura yang hanya ada uang di pikirannya.

Sementara itu, Hanania tengah sibuk berkutat dengan pekerjaannya yang memang harus selesai sebelum ia resign dari kantor calon suaminya itu.

"Hai Hana. Kelihatannya kamu sibuk banget?" tanya Angga yang tiba-tiba saja datang menghampiri Hanania.

"Iya pak. Ya gimana lagi, pekerjaan saya sangat menumpuk sekali," jawab Hanania tetap fokus dengan layar monitornya.

"Kenapa buru-buru sih? Bukannya ini baru tanggal muda. Biasanya pekerjaan itu harus selesai di akhir bulan," tanya Angga terlihat heran.

"Iya sih pak. Tapi saya akan resign dari perusahaan ini. Jadi saya harus menyelesaikan semua tugas-tugas saya yang terbengkalai," jawab Hanania membuat Angga dan Stella yang duduk di sebelahnya terkejut.

"Apa? Lo.. Lo. Lo mau resign Han?" tanya Stella kaget.

"I. Iya. Rencananya gitu," jawab Hanania mengangguk ringan.

"Loh? Kok resign sih Han? Memang ada apa?" tanya Angga yang sepertinya merasa keberatan.

"Nggak ada apa-apa sih pak. Cuma calon suami saya tidak mengizinkan saya untuk bekerja lagi setelah kami menikah," jawab Hanania berterus terang.

"Hhhhhh, memang sekaya apa sih Han calon suami lo itu? Orang zaman sekarang kalo nyari duitnya cuma sendiri itu susah loh Han. Apalagi gaji lo disini lumayan besar, dan karir lo juga bagus. Sayang Han kalo lo harus resign," ucap Stella yang di tambah dengan anggukan setuju oleh Angga.

1
TutyAzis
lanjut
Titin Latifah
semangat kakak
Eneng Juhaeti
lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!