NovelToon NovelToon
Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai

Status: tamat
Genre:Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:361.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jejet Utami

Jangan plagiat.. Kalau plagiat aku doakan kehidupanmu selalu didatangi makhluk gaib seperti yang ada dalam cerita, kalau tidak kamu, maka anak keturunanmu..!!! Sebuah desa yang berada di pinggir Sungai. Desa ini tak masuk dalam peta dan merupakan desa yang sangat terpencil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jejet Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kartu Pengenal

Subhan pun tak banyak bertanya lagi. Karena haus, dia meminum separuh air yang ada di dalam botol milik Sutikno. Hingga akhirnya Subhan merasakan tidak haus lagi.

"Sutikno, aku udah gak haus lagi" Trus bagaimana kelanjutan perjalanan kita?" Mengapa kita tak pernah sampai ke tepian?" tanya Subhan kebingungan.

Subhan terlihat pasrah karena jika mau kembali pun, Subhan tak tahu jalan pulang. Penyesalan selalu menyertai Subhan. Bekal makanan yang dibawakan nenek untuk nya juga semakin menipis saja.

Sutikno yang melihat Subhan tampaknya hanya diam seribu bahasa. Terlihat ada sesuatu yang disembunyikan dalam diri Sutikno hingga Subhan sampai tak boleh mengetahui nya.

Sambil mendekati Subhan, Sutikno hanya membelai rambut Subhan. Layaknya seorang kakak kepada adiknya. Begitulah sikap Sutikno yang masih menjadi misteri bagi Subhan. Karena sikap Sutikno selalu berubah-ubah, terkadang sangat baik, tapi kadang menentang dan mengintimidasi nya sehingga Subhan tak bisa berkutik sama sekali.

Subhan yang masih sedih kala itu melihat luka di tangannya. Luka bekas kuku Sutikno. Luka itu seperti bentuk cakaran kuku yang panjang. Saat Subhan melihat kuku Sutikno, kuku Sutikno tampak biasa saja dan tidak panjang.

Sutikno yang melihat luka di tangan Subhan berusaha membalut luka itu dengan baju nya yang berwarna merah.

"Subhan, maafkan aku" Aku tak sengaja melakukan ini padamu" ucap Sutikno sambil berusaha menyobek bajunya sebagian.

Melihat Sutikno akan menyobek bajunya, Subhan berusaha

"Sutikno, jangan kau sobek bajumu" Bukankah itu baju mu satu-satunya?" Kalau kau sobek, kau mau pakai baju apa lagi?" Suasana di sini sangat dingin menurutku" ucap Subhan mencegah Sutikno untuk merobek bajunya.

"Sudahlah Subhan, aku masih bisa pakai baju kok" Aku hanya merobek nya di bagian bawah saja..Baju bagian atas masih tetap bisa menutupi tubuhku" ucap Sutikno berusaha meyakinkan Subhan.

"Lihatlah tangan mu yang berdarah" Tubuhmu tak boleh terluka" ucap Sutikno pada Subhan.

Subhan pun akhirnya mengiyakan bantuan Sutikno. Dia hanya diam dan membiarkan Sutikno membalut tangannya dengan robekan baju merah miliknya.

Setelah tangan Subhan terbalut dengan baju Sutikno, Subhan mulai mendayung rakit miliknya. Hingga suatu ketika sampailah Subhan di pusat antrian tiga jalur di sungai itu. Antrian itu memperlihatkan orang dengan perahu masing-masing hendak mengantri menyeberang.

Ada penjaga sungai dengan wajah yang sangat aneh. Wajah mereka tertutup dengan masker dan topi besar. Tampak mereka sedang mengecek satu persatu orang yang akan menyeberang.

"Sutikno, lihatlah" Siapa orang itu?" Mengapa dia mencegat perjalanan kita?" tanya Subhan penasaran.

"Oh, itu" Kata ibuku sih mereka yang berjaga di pertengahan sungai ini" Berarti kita sudah melakukan setengah perjalanan" ucap Sutikno santai.

"Oh ya ya" jawab Subhan sambil mengamati beberapa orang yang ada di depan mereka. Terlihat seorang ibu-ibu menyerahkan semacam identitas berupa dedaunan berwarna kuning. Semua orang yang menaiki perahu menyerahkan daun itu pada penjaga sungai...

Subhan pun terkejut ketika melihat aktivitas yang diluar dugaannya karena dirinya tak memiliki identitas apapun.

Karena rakit mereka hampir saja memperoleh giliran, Subhan bertanya pada Sutikno mengenai hal yang dilihatnya itu

"Sutikno, gimana ini?" mereka membawa identitas semacam daun kuning?" Kita kan gak bawa barang apapun?" bagaimana ini?" tanya Subhan pada Sutikno.

Sutikni dengan santainya pun menjawab

"Tenang Subhan, aku bawa kok" Aku sudah membawa dua daun untuk kita berdua" Jadi kamu tenang saja"

Subhan makin penasaran karena Sutikno selangkah lebih maju dibanding dirinya

1
Ayla Anindiyafarisa
masih penasaran siapakah mereka berdua, aneh aja apakah masih hidup apa udh mati ni mereka berdua
Ayla Anindiyafarisa
aku mampir lah thor
Achmad Zubaidi
bikin penasaran aja...
Nia jeje: wkwkkwk nasib mu joo ayok baca lainnya
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
Kata2 yg membuat sesek nafas"TAMAT "😭😭😭
Mamake Nayla
Luar biasa
Mirabel
ohhh seperti itu
Lita Pujiastuti
jangan tragis ah....Ini gara² Subhan minta balik ke desanya sih ..
Lita Pujiastuti
siapa sbnry ust Sholeh, dan apa yg terjadi dg Subhan yg seakan hny ust Sholeh yg tahu. Mengaoa ust Sholeh terpental saat didekati Subhan
Lita Pujiastuti
ustad gitu Lohh..
Lita Pujiastuti
waduh...ada apa itu
Lita Pujiastuti
Rasa ingin tahu Subhan yg besar membust dia ceroboh dan menganaikan pesan ust Sholeh. mlh jd menyusahkan saja
Lita Pujiastuti
ingin tahu akhirnya bgmn
Lita Pujiastuti
ada apa lagi ini dg permintaan Sutikno
Lita Pujiastuti
ada rasa haru thd Sutikno
Lita Pujiastuti
Selama ini Subhan hanya tinggal snfirian di desa itu. untung sutikno sahabat yg baik walau beda alam. ikhkas memgantar Subhan kembali ke dunianya
Lita Pujiastuti
mendebarkan. .
Lita Pujiastuti
sepertinya Subhan cepet tanggao dg hal² di sekitarnya
Lita Pujiastuti
sutikno lebih bijak drpd nenek nya. Dia rela mengantar Subhan kembali ke dunianya, mlh neneknya yg keberatan
Lita Pujiastuti
tuh kan bener...desa goib. dan ortu subhan pasti tdk tahu jika anaknya selamat dr bencana 10 th yg lalu
Lita Pujiastuti
pasti itu kampung goib...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!