Bagaimana jadinya jika persahabatan yang di jalin begitu lama, ternyata menimbulkan benih benih cinta ?
Ya, itulah yang di rasakan oleh Sasikirana, seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA.
Si gadis tomboy, dan selalu menjadi biang ribut di sekolah, siapa yang menyangka ternyata memiliki perasaan cinta pada sahabatnya sendiri.
Akankah Sasi jujur dengan perasaan nya ? ataukah dia akan mengubur dalam dalam perasaan itu ?
Ikuti terus kisah nya, Sasi si gadis tukang bikin rusuh.
Happy Reading 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan Sasi
Sasi menatap layar ponselnya, "Kak Bian ? bukannya lagi di luar kota," gumam Sasi,
"Halo, Kak,"
"Dek, baca wa, Kakak bentar lagi ada meeting, jadi gak bisa ngobrol di telepon !!" ucap Bian di sebrang sana,
"Oke, oke," jawab Sasi singkat,
Setelah sambungannya berakhir, sasi segera membuka pesan dari kakaknya itu,
isi chat yang dikirim Bian :
"[Dek, kamu ngeblock si Axel ?]"
"[kenapa ? kamu marah sama dia ?]"
"[selesai meeting, kakak telpon kamu lagi, jangan dulu tidur !!]"
3 pesan yang dikirimkan Bian pada adiknya,
Sasi hanya menghela nafasnya panjang, sejak dulu memang kakaknya ini selalu menjadi penengah untuk dia dan Axel,
"Huh.."
Setelah membaca isi pesan dari Kak bian, sasi akhirnya turun menuju lantai satu, karna cacing di perutnya yang sedari tadi siang sudah berdemo ingin segera di isi.
"Nyenyak banget tidurnya, sampe gak ikut makan malam," sindir Ayah,
"Maaf yah, sasi ngantuk banget,!" jawab Sasi yang langsung menuju meja makan berharap masih ada makanan untuk dirinya,
"laper ya ? bentar bunda panasin dulu makanan nya," Bunda yang berada di ruang keluarga langsung berjalan ke arah meja makan,
Ruang keluarga sasi yang menyatu dengan ruang makan,
"gak usah di panasin bun, udah laper banget," ucap Sasi lagi seraya duduk di kursi meja makannya,
Bunda menyiapkan makanan untuk putrinya, dan menemani sasi di meja makan,
"dek, hape kamu kenapa ?" tanya Bunda,
"kunupu upunyu ?" jawab sasi yang mulutnya penuh dengan makanan,
"ck, telan dulu kenapa sih,!"
"abisnya bunda, aku lagi makan diajak ngobrol !" jawab sasi lagi,
"itu, tadi Axel telepon, tapi ke nomor rumah, nanyain kamu !"
"oh.." jawab Sasi singkat,
"ko cuma oh ?" tanya bunda lagi
"sasi kan lagi makan bun, nanti keselek nih di ajakin ngobrol terus !"
Bunda menatap dalam ke mata sasi, dia semakin yakin ada yang tidak beres di antara mereka berdua,
"bun," panggil ayah, bunda sontak menolehkan kepalanya,
"hem,?"
"kopi bun," ucap Ayah yang matanya masih fokus ke laptop di depannya. Ya, sedari tadi ayah sedang melakukan zoom meeting dengan bian dan beberapa investor nya yang berada di cabang perusahaan milik nya diluar kota. Sebelum ayah benar benar menyerahkan seluruh tanggung jawab perusahaan pada Bian, dia ingin putranya mulai terbiasa dinas ke luar kota mengecek secara bergiliran satu persatu cabang perusahaan yang didirikan nya,
bunda tersenyum seraya menyatukan jari telunjuk dan jempol nya membentuk huruf O, mengiyakan permintaan sang suami,
sementara bunda membuat kopi, sasi kembali melanjutkan makan nya,
**
Sementara di kamar Axel,
Axel dari tadi terus mondar mandir di kamarnya sambil memandangi layar ponselnya,
drtttzzz
ponsel Axel bergetar, tanpa melihat siapa yang menghubunginya Axel langsung menekan tombol hijau,
"Halo, sas,?" ucap Axel,
"sas, sas, ini mami, bukan sasi !" Axel pun langsung melihat layar ponselnya, dan benar saja, ternyata mami nya yang menghubungi,
"besok kamu berangkat ke hongkong penerbangan pagi ya, mami udah beli tiket online, nanti mami kirim ke kamu," ucap mami lagi di sebrang sana,
"No, aku gak mau mi," jawab Axel, tentu saja dia tidak mau, dia kan sedang galau karna sasi yang merajuk entah kenapa, dia harus minta kejelasan kenapa sasi memblokir nomernya,
"mami tidak menerima penolakan lagi ! besok jam 6 pagi kamu harus sudah di bandara jangan terlambat atau mami coret nama kamu dari kartu keluarga,!"
"tapi mi...."
Tuutt Tuutt,
belum sempat axel melanjutkan ucapannya, sambungan telepon itu langsung di matikan sepihak oleh mami nya,
"arrghhhh..." pekik Axel seraya menjambak rambutnya, frustasi
Axel akhirnya memutuskan untuk berangkat malam ini juga kerumah sasi, dia bersikukuh tidak memiliki kesalahan apapun pada sahabatnya itu,
Axel lalu mengambil kunci motornya,
Beep Beep,,
notifikasi di ponsel Axel, dia lalu membuka isi chatnya,
"[mami sudah meminta security untuk menggembok pagar depan agar kamu tidak kemana mana, besok kamu berangkat pagi, cepat tidur !!]" pesan yang di kirimkan maminya di wa yang membuat Axel semakin uring uringan,
Seperti tau apa yang akan di lakukan anaknya, mami winda sudah langsung melarang putranya untuk keluar rumah, padahal axel keluar kamar saja belum,
**
Di ruang keluarga, setelah selesai makan sasi kini sedang mengemil buah bersama ayah dan bundanya,
"Yah.." ucap sasi pada Ayahnya yang baru saja selesai melakukan zoom meeting nya,
"hem.."
"aku gak bisa ikut ayah dan bunda ke singapur,"
Bunda dan Ayah saling pandang,
"kamu mau tetap tinggal disini sama kak bian ?" tanya Ayah seraya menutup laptopnya, dan langsung pandangannya terfokus pada sasi
"nggak," jawab sasi pendek,
"maksudnya ?" tanya ayah lagi yang belum paham maksud pembicaraan ini,
"aku mau kuliah di luar kota, boleh ?" tanya sasi
"dimana ?" tanya Ayah dengan wajah yang semakin serius,
"Yogya," jawab sasi cepat,
"kamu mau sama siapa disana ?" kini giliran bunda yang bicara,
sasi hanya diam tidak menjawab,
"pikirkan dulu matang matang," seru bunda, "jangan sampai kamu salah pilih kampus, bunda nggak mau ya kalau nanti kamu berhenti di tengah jalan,"
"ayah nggak setuju," sela ayah tiba tiba, sasi pun langsung menatap ke arah ayahnya, "ayah kan kemarin sudah bilang, kamu cuma punya dua pilihan, mau tinggal bersama kami atau kakak mu !"
"tapi yah.." Ayah mengangkat tangannya, meminta sasi untuk berhenti bicara,
"dengar nak, kamu ini putri ayah satu satunya, ayah mau kamu tetap berada dalam pengawasan ayah, bunda dan kakak mu,"
"tapi yah, sasi ini kan udah gede, udah 17 tahun, sasi pengen keluar dari zona nyaman sasi, sasi pengen mandiri !!"
...****************...
Mohon dukungannya ya, untuk Like dan Komentarnya dan kalau berkenan boleh kirim bunga dan kopi nya 🌹
Jangan lupa untuk klik tombol Vote dan Favorit buat yang belum yaa...
Love You All 🥰
💜