Hai dukung ceritaku ya.
SETELAH MEMBACA BIASAKAN LIKE.
LIKE, KOMENTAR, FAVORIT JUGA.
Cerita ini hanya kehaluan author saja ya.
Cerita ini kelanjutan Benih Tuan Muda Kejam.
Menceritakan kisah cinta anak ketiga Abraham dan arin.
Ya Andra harus menikah dengan seorang wanita cantik bernama Syafi yang ternyata anak dari pak Andi dan Veli. Arin yang sudah suka dengan Syafi pun meminta pak Andi untuk menjodohkan keduanya. Apalagi Syafi baru saja putus dengan sang tunangan karena penghianat.
Bagaimana serunya rumah tangga keduanya, apalagi Andra ternyata musuh bebuyutan Syafi selama di kampus.
Yuk kepoin ceritanya 🙏.
Setelah membaca biasakan like ya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
"Eh tunggu tunggu, sebenarnya aku penasaran kenapa pernikahan Lo di percepat harusnya kan 4 bulan lagi seperti yang kamu bilang dulu. Lo kok jadi nikah kilat dadakan gini sih. Lo hamidun ya?" Tanya Gea penuh selidik.
Plakkk ... Syafi memukul lengan Gea dengan kesal.
"Ha benar apa yang di katakan Gea ya," kata Lila seolah kaget.
"Ya elah tuh mulut Gea pedas amat, tadi bahas malam pertama terus sekarang bahas hamil. Labil banget sih mulut Lo," cebik Syafi dengan kesal.
"He he he he he he he ya siapa tahu," kilah Gea cengengesan.
"Aku masih segel," jawab Syafi.
"Hus jangan berantem, gak lucu pengantin berantem sama sahabat apalagi saling tarik rambut, beuuh bisa langsung viral tu," kata Lila membuat Gea maupun Syafi melotot ke arah nya.
"Eh kenapa aku deg degan begini, padahal nikah paksa," kata Syafi membuat kedua sahabatnya itu menyorot tajam Syafi.
Untung saja kedua wanita tadi yang di tugaskan untuk merias sudah pergi kalau tidak bisa heboh mendengar obrolan ketiga sahabat yang tanpa saringan itu.
Gea pun memegang tangan Syafi memberi semangat. "Sudah jangan grogi nanti juga kalau di cium Bambang Andra juga ilang nervous nya," kata Gea menggoda Syafi.
"Ish pikiran Lo tuh ya, perlu di cuci pakai detergen,"
"Ha ha ha ha gak akan mempan tuh anak pakai detergen, mending kasih pemutih sekalian," kata Lila terbahak menertawakan keduanya yang selalu berdebat, tetapi yang di ributkan bukan masalah penting namun masalah yang aneh.
"Dasar kalian," cebik Gea kesal karena justru dia lah yang di tindas.
Tok tok tok tok tok...
Ketiga wanita cantik yang ada di dalam pun menoleh ke arah pintu.
Syafi menatap Gea dengan pandangan seolah bertanya siapa yang ada di depan pintu. Sedangkan Gea mendelikkan bahu nya seolah tak tahu.
"Masuk,"
Ceklek..
"Eh Tante Arin,"
"Ayo sayang kamu siap-siap, sebentar Andra akan mengucapkan ijab kabul," kata Arin membantu Syafi merapikan pakaian dan juga dandanannya takutnya ada yang terlupa.
💞💞💞
Sedangkan di lantai bawah...
Taman samping rumah Syafi yang cukup luas sudah berdiri tenda yang di dekor sedemikian rupa, bunga berwarna putih menghiasi sudut tempat, dekorasi berwarna gold semakin membuat tempat ini terlihat mewah.
Andra sudah duduk di depan pak Andi dan penghulu. Samping kiri ada Abrian dan samping kanan Abraham.
Pak Andi pun memberikan nasehat maupun pesan kepada Andra. Meskipun pernikahan ini belum ada cinta untuk Syafi namun ini adalah pernikahan pertama Andra dan terakhir karena Andra tak pernah berfikir akan menikah untuk ke dua kalinya. Dia akan mempertahankan Syafi saat mendengar pak Andi memintanya untuk menjaga Syafi.
Tugas Andra kali ini bertambah, dia bukan Andra yang dulu yang bisa seenaknya sendiri, kali ini ada Syafi yang sudah menjadi tanggung jawab nya mulai hari ini.
Keringat dingin membasahi kening Andra.
"Jangan grogi, kamu pasti bisa," kata Abrian memberikan dukungan kepada sang adik.
Abrian tak menyangka kalau adiknya akan menikah dulu, terlebih lagi Andra masih kuliah. Untung saja sebentar lagi dia akan wisuda.
"Bismillahirrahmanirrahim,"
Pak Andi pun menjabat tangan Andra. Pak Andi pun dengan sedikit sedih mengucapkan nya, setelah itu di ikuti Andra dengan suara lantang dan tegas.
"Bagaimana para saksi?" Tanya penghulu kepada kedua saksi.
"Sah!"
"Sah!"
"Alhamdulillah," jawab semua serempak begitu bahagia mendengar kata itu.
Kata itu membuat Andra tersenyum bahagia, entahlah dia pun tak tahu dengan perasaan nya.
Didalam kamar....
Deg...
Dada Syafi berdesir mendengar kata demi kata terucap dari mulut Andra, tanpa terasa sudut mata Syafi sedikit mengembun.
'Mulai hari ini aku sudah resmi menjadi istrinya,' batin Syafi.
Arin, Gea, Lila dan Syafi pun mendengar saat kata sah itu mengalun begitu keras membuat mereka tersenyum bahagia sekaligus lega namun berbeda dengan Syafi, apa yang dia pikirkan tidak ada yang tahu.
"Ayo sayang kita keluar," ajak Arin.
"Iya Tante," jawab Syafi.
"Sttt mulai hari ini panggil aku dengan sebutan mama, sama seperti Andra," pinta Arin membuat Syafi terharu. Akhirnya Syafi memiliki ibu dan bisa merasakan bagaimana rasanya, itulah yang membuatnya bahagia.
Syafi memeluk Arin dengan bahagia.
Gea, Lila pun mengekor di belakang Syafi saat Arin menuntunnya menuju ke tempat Andra.
Dengan anggun Syafi berjalan, membuat Andra begitu terpanah oleh pesona sang istri.
Deg deg deg deg deg... Jantung keduanya berdebar dengan kencang tak berirama.
'Cantik....' jantungnya berdegup kencang melihat wajah sang istri.
Syafi pun duduk di sebelah Andra, kedua mempelai terlihat begitu canggung.
Setelah itu di lanjutkan dengan doa-doa untuk kedua mempelai setelah itu penandatanganan buku nikah. Dilanjut serah terima mahar dan hantaran pernikahan, setelah itu acara tukar cincin.
Andra menyematkan cincin di tangan Syafi begitupun sebaliknya.
Syafi yang biasanya pecicilan terlihat begitu kalem, berbeda dengan Andra yang biasanya dingin terlihat sesekali tersenyum.
Andra pun menyodorkan tangannya untuk di cium oleh Syafi, awalnya Syafi melotot namun dia dengan patuh mencium tangan Andra yang resmi menjadi suaminya, sedangkan tangan Andra yang satunya di taruh di ubun-ubun Syafi sambil membaca doa ba'da nikah.
"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”
Artinya:
ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
Akhirnya Syafi dan Andra resmi menjadi pasangan suami istri.
Abrian mengedipkan matanya seolah menggoda sang adik membuat Andra melengos, dia malu menatap sang kakak.
"Sudah jangan goda adikmu," tegur Abraham.
"He he he he he he he maaf pa," kata Abrian.
"Mana Aurel pa?" tanya Abrian.
"Entahlah mungkin dia ada operasi dadakan, maklum dia kan tak suka tugasnya di alihkan ke orang lain jadi Aurel tak bisa hadir di sini," jelas Abraham.
Kedua mempelai pun duduk di pelaminan yang di dekorasi begitu cantik.
"Selamat ya akhirnya kalian berdua jodoh," kata Gea yang tiba-tiba menyalami keduanya.
Syafi memutar bola matanya malas sedangkan Andra memasang wajah dingin.
"Ha ha ha ha ha kalian berdua cocok, yang satu bawel berisik yang satu dingin," ledek Lila.
"Kalian berdua sudah puas ha," kesal Syafi.
"He he he he he belum," jawab Gea tanpa rasa bersalah.
"Selamat ya, semoga samawa, langgeng, cepat buat ponakan buat kita-kita," kata Lila memberi doa untuk keduanya.
"Kalian sana pergi buat kesal saja," usir Syafi.
Bersambung.....
Hadeh Abraham dari dulu gak berubah, masih aja posesif sama cemburuan🤣🤣