20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pamit kuliah
Waktu telah menunjukan 16.00 wib. Yunia pun bersiap akan kuliah. Karena ga enak sudah dibawakan bekal SOP buntut oleh pak Adam. Akhir nya Yunia pun mengetuk pintu ruangan.
Tok...tok... Sambil membuka pintu, yunia berkata :" permisi pak, punten saya pamit mau kuliah pak".
Pak Adam pun berhenti mengerjakan pekerjaannya, dan menatap yunia lalu berkata :" oh udah mau berangkat ya, ok hati-hati ya, semangat kuliahnya biar cepet lulus". Sambil mengulurkan tangan nya.
Yunia pun heran melihatnya, namun entah kenapa reflek bergerak mencium tangan pak Adam sambil mengucapkan kan :" baik pak assalamualaikum".
"walaikumsalam", jawab pak Adam sambil tersenyum.
Keluar dari ruangan yunia pun menelpon jidatnya dan berkata ke diri sendiri, ini gue kenapa sih, pak Adam juga aneh. Kok kayaknya gue pamit ke pacar sih. Tapi kan ga mungkin si Maha Patih itu naksir gue.
Bergegas yunia keluar ke parkiran. Eh di parkiran di ledekin sama security yang jaga. " eh mba yunia kok masih bawa motor ga di anter sama pak Adam mba?
Yunia pun berhenti sebentar sambil menoleh ke security yang bertugas ternyata pak Mamat yg bertugas.
"hust pak Mamat ini ngomong apa sih, mana mungkin si pak Adam itu mau anterin saya", jawab yunia.
Pak Mamat :" yah siapa tau aja mba nanti di anternya k mana-mana ke semua tempat yang mba mau".
Yunia :" eh pak Mamat tambah ngawur, udah ah mau jalan berangkat saya".
Pak Mamat :" hati-hati mba, jangan ngebut, kalo ada apa-apa nanti ada yang sedih di sini".
Yunia pun tertawa menanggapi candaan pak Mamat : hahahahah pak Mamat bisa aja, pamit ya pak assalamualaikum.
Pak Mamat:" walaikumsalam".
Yunia pun mengendarai motornya dengan santai.
Sampai di kampus ternyata jam pertama kosong, dosennya ada rapat dadakan dengan tim akademik. Yunia pun memasuki kelas, ternyata hanya ada, Sinta, Jamil, Eko dan ria.
"eh neng yunia baru masuk, dari mane aje Mpok baru nongol", tanya Jamil .
"Betawi banget ni Jamil heheheh, biasa ada kerjaan jadi ga masuk kemarin, eh tugas gimana udah pada kelar belum? Gue nyontek ya", jawab yunia.
" lah ini kita lagi nunggu Danang mau nyontek hahaha", jawab Eko.
Yunia pun menjawab :" loh tumben pada nyontek Danang, sejak kapan dia rajin ngerjain tugas?"
Sinta :" yah ke mana aja lu Yun, si Danang kan balikan lagi sama pujaan hatinya, tapi di kasih syarat supaya jadi sarjana dulu baru boleh nikah sama camernyq".
Yunia pun sedikit mengerenyit rasa sakit di dadanya mendengar kabar itu dan cuma berujar :" ooh balikan lagi to".
Jamil pun menimpali:" Lo sih Yun kelamaan, coba Lo sosor si Danang. Ga bakal dia balikan lagi sama pacarnya".
Yunia :" sialan emang gue bebek apa nyosor orang ". Yang lain pun kompat tertawa mendengar ucapan yunia.
Ga lama Danang muncul, tangannya penuh. Tangan kanan membawa goodie bag isi buku, tangan kirim membawa minuman. Eko pun berdiri langsung menyambut Danang dan mengambil goodie bagnya, mencari tugas yang harus segera dikerjakan. Setelah dapat tugasnya dia memberi kode kepada yang lainnya. Yang lain langsung serempak duduk bergerombol menulis, menyalin tugas dari Danang.
Danang yang sedang asyik membalas pesan di WhatsApp, tak sadar bila yunia mencuri pandang padanya. Yunia pun mencoba menghibur hatinya. Bahwa memang ini yang terbaik. Danang pasti akan jauh lebih bahagia bila bersanding dengan orang yang di cintainya, walopun hatinya perih, karena layu sebelum berkembang.