NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:265.3k
Nilai: 5
Nama Author: maya rere

Anastasya yang biasa di panggil Ana, meneruskan pendidikan perguruan tingginya di Ibu Kota Jakarta.
Ana bukan hanya gadis desa biasa. Dia gadis yang pintar dan cerdas. Orang tuanya bekerja keras untuk bisa membiayai pendidikan Ana hingga lulus nanti.

Apakah nasib Ana akan selalu beruntung saat berada di Ibu Kota, apakah sebaliknya?


Yuk baca kisah lengkapnya hanya di Pesona Gadis Desa😊

Follow ig: mayarentika

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 PGD

''Eh em ma maaf Kak. Biar Ana bikinin lagi ya. Maaf Ana nggak sopan,'' ucap Ana yang tak enak hati karna sudah memakan mi milik Leon.

Saat Ana ingin mengambil mangkuk yang berisi mi di depan Leon, Leon segera mencegahnya.

''Tidak usah di ganti!'' ucap Leon.

''Tapi Kak, ini bekas Ana lo,'' ucap Ana.

''Apa kamu punya penyakit menular? Enggak kan? Biar aku makan saja,'' ucap Leon langsung memakan mi dengan sendok yang sama dengan yang di makan Ana.

''Jangan Kak!!'' walaupun Ana mencegah, namun Leon sudah terlanjur memakan mi tersebut.

''Kenapa sih. Aku lapar tau!'' ucap Leon ketus.

''Kata Kakak kan kurang asin,'' ucap Ana masih berdiri di dekat Leon.

''Kapan aku bilang. Mungkin kamu yang salah denger kali,'' ucap Leon menyangkal semua ucapannya.

''Apa kamu nggak bisa duduk?'' Leon menarik tangan Ana hingga Ana terduduk di pangkuannya.

Deg.

Deg.

Deg.

Jantung Ana benar-benar seperti lari maraton. Saat ini posisi Ana berada di atas pangkuan Leon. Leon menatap Ana dengan tatapan berbeda. Leon mendekatkan wajahnya di depan wajah Ana, dengan reflek Ana memejamkan matanya dan.

Dug.

''Aww Kak!'' pekik Ana merasa jidatnya sakit.

''Udah bayangin mesum nya? Kamu pasti berharap aku cium ya. Hahaha dasar wanita semua sama!'' ucap Leon tersenyum sinis.

Ana segera berdiri dari pangkuan Leon. Ana masih tetap mengusap jidatnya yang terasa nyut-nyutan.

''Aku ke kamar dulu!'' ucap Ana berlalu begitu saja di hadapan Leon.

Kecewa? Marah? tapi kenapa? Itu yang di rasakan Ana saat ini.

''Sadar Ana sadar! Kak Leon nggak mungkin tertarik dengan wanita sepertimu,'' batin Ana.

''Kamu jangan berharap banyak. Kamu hanya boleh fokus pada pendidikanmu. Jangan memikirkan yang lain,'' batin Ana merasa jika dirinya kecewa dengan Leon.

''Kenapa hatiku merasa sakit saat Kak Leon berkata jika wanita memang sama, ada apa denganku?'' batin Ana.

Ana segera berbaring di tempat tidur. Ia tak mau memikirkan hal yang tak penting di hidupnya. Namun bayangan saat Leon menarik tangannya, lalu ia duduk di atas pangkuan Leon masih terngiang-ngiang di kepalanya.

''Akhhhhh Kak Leon rese!!!'' pekik Ana yang tak bisa memejamkan kedua matanya.

Tok tok tok.

''An, Ana, ada apa kamu teriak-teriak,'' suara Leon terdengar jelas di telinga Ana.

''Mampus kamu An! Dia denger kan,'' gumam Ana.

Ana segera membuka pintu kamarnya.

''Ad ada apa Kak?'' tanya Ana gugup.

''Kamu kenapa teriak-teriak? Ini udah tengah malam lo. Jangan bilang kamu baru saja mimpi buruk. Kamu baru saja masuk ke dalam kamar lo An,'' ucap Leon sambil bersedekap dada dan menyenderkan tubuhnya di dekat pintu.

''Em i anu itu Kak, tadi ada kecoa, iya ada kecoa,'' ucap Ana menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

''Masaaa?? Tapi aku denger kamu sebut namaku,'' ucap Leon mendekatkan wajahnya di depan wajah Ana.

''Em mungkin Kakak salah dengar,'' Ana segera memalingkan wajahnya. Ia takut jika hal seperti tadi terulang kembali.

''Kamu mengatai telingaku tuli, gitu?'' tanya Leon sedikit berbisik di dekat telinga Ana.

''Eng enggak gitu Kak. Ini udah malam sebaiknya Kakak istirahat,'' ucap Ana mendorong tubuh Leon agar menjauh darinya. Jika berdekatan dengan Leon hati dan fikirannya tak bisa berjalan beriringan. Entahlah, apa yang di rasakan Ana saat ini.

''Oke, baiklah. Night,'' ucap Leon datar, ia kembali berjalan menjauh dari kamar Ana. Ana baru saja bisa bernafas lega.

''Dia yang selalu membuat jantungku lari maraton,'' ucap Ana sambil mengusap dadanya.

Ia kembali lagi ke dalam kamar. Namun entah sampai jam berapa mata Ana baru saja bisa terpejam.

Jam pun menunjukkan pukul 6 pagi. Ana yang tadi malam tidur kemalaman pun tak bisa bangun pagi. Saat ini ia masih berada di atas ranjang empuknya.

Sinar matahari menerobos jendela kamar milik Ana. Ana baru saja menggeliat karna nampak silau di matanya.

''Jam berapa ini?'' ucap Ana meraba meja yang ada di dekatnya. Ia ingin mencari benda pipihnya. Saat mulai membuka mata, di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi.

''Astagfirullah, sudah jam 6,'' ucap Ana melebarkan matanya. Ia segera turun dari atas ranjang lalu masuk ke dalam kamar mandi. Ana hanya mencuci mukanya dan menggosok gigi.

''Ya Allah aku telat lagi bangun subuh,'' gumam Ana yang sangat menyesal tak bisa bangun subuh.

Saat sudah mencuci muka, ia segera keluar dari kamar untuk memasak sarapan untuk mereka makan.

Setengah jam Ana berkutat di dapur. Akhirnya masakan Ana sudah tertata rapi di atas meja.

Tap tap tap.

Leon menuruni anak tangga dengan gaya cool nya. Ia sudah menenteng tas kerja miliknya. Namun ada yang aneh dengan penampilannya kali ini. Biasanya Leon terlihat rapi, namun saat ini tidak seperti biasanya.

''Tolong pakaikan!'' Leon menyodorkan dasi warna navy kepada Ana. Ana pun dengan ragu meraih dasi tersebut.

''Jantung, tetaplah pada tempatnya. Jangan melompat lompat tidak jelas. Dan kamu mata, jangan melihat wajahnya, cukup melihat apa yang kamu pakaikan saat ini,'' batin Ana yang sedang memakaikan dasi milik Leon. Jika di lihat seperti ini, Leon dan Ana sudah seperti pasangan suami istri sungguhan. Saat di rasa dasi yang ia pakaikan sudah rapi, Ana segera mundur.

''Tolong pakaian ini juga,'' Leon menyerahkan gesper miliknya.

''Kak yang benar saja,'' ucap Ana menatap gesper yang saat ini ada di tangannya.

''Kamu nggak mau?'' tanya Leon menatap Ana dengan tatapan yang sulit di artikan.

''Apa Kakak tidak bisa memakai sendiri?'' Ana balik bertanya kepada Leon.

''Jika kamu tidak mau ya sudah! Akan aku suruh orang lain yang memakaikan,'' ucap Leon sambil mengambil ikat pinggang yang ada di tangan Ana.

''Jangan!! Biar aku pakaikan,'' pekik Ana spontan. Entah perasaan apa itu. Namun Ana merasa tak rela jika Leon bersentuhan dengan orang lain. Apalagi sampai memakaikan gesper.

Leon pun tersenyum jahat dalam hati.

''Mana mungkin aku menyuruh orang lain untuk memakaikan ikat pinggangku. Hanya denganmu aku berani memerintah ini An. Entah mengapa aku suka sekali melihatmu seperti ini Ana. Kamu bisa membolak balikkan hatiku. Aku tak akan melepaskan kamu An,'' batin Leon berbicara. Leon menatap lekad pundak Ana yang sedang sibuk memakaikan ikat pinggangnya. Leon tanpa sadar mengusap kepala Ana.

''Kalian ngapain??'' tanya seseorang yang melihat adegan seperti berpelukan dari arah belakang.

*

*

Jangan lupa tinggalkan jejaknya kawann😁😁

Like, coment, vote, fav dan beri hadiah yaaa.

Jangan lupaaa😁😁😁😁

See you next episodeee👋👋👋👋

1
Kartini Karim
kenapa jadi bego semua, sama2 keras jg, jd bosen
Kartini Karim
kenapasih ana ga pinda sj
ameliaa
ahhh nindy kayak anak bos aja
Suharti Kusumawati
sedih,, gembira.. bahagia,, cerita rasa gado2,, enak untuk disimak,, sukses selalu ya thoor..
Maya●●●: thanks kak
total 1 replies
Rr Ecih Hao Khan
duh y yang lagi bucin...aku juga mau dong berliannya...🤣🤣🤣😍😍😍 tetap semangat thor and terus berkarya...
Maya●●●: jangan lupa mampir di karyaku yang lain kak😊
total 2 replies
Rr Ecih Hao Khan
🤣🤣🤣🤣🤣 ketahuan lagi sama lufi
Rr Ecih Hao Khan
🌹🌹🌹🌹 hadiah dariku....😍😍😍
Maya●●●: thnks kak🥰
total 1 replies
Rr Ecih Hao Khan
jantung ana mo copot...🤣
Rr Ecih Hao Khan
nah loh leon pasti cemburu deh....😁😁😁
Rr Ecih Hao Khan
rasain deh tuh sandra akhirnya kesleo beneran deh...🤣🤣🤣
Alingga Nurcahyo
kurang seru sih KL jadinya dapet pasangan masing masing
Rasya Fay
ish kalian tidak sabar blm halal juga... pembaca kecewa tpi seru 🤭
Maya●●●: hehehee✌
total 1 replies
Rasya Fay
Leon dikerjain di akhir tahun... ak bacanya ketinggal jauh
Rasya Fay
aku ingin memakanmu Ana 🤭
YAN'ER
Iyan mampir kak
Maya●●●: siapp kak😊😊👍
total 3 replies
Be___Mei
cussa ke novel selanjutnya 💃💃💃
Maya●●●: oke kak mei
total 1 replies
Noviyanti
Ceritanya menarik dan rekomended banget
Maya●●●: thnks kak nov😊😚
total 1 replies
Noviyanti
akhirnya tamat juga.. satu kuntum untukmu maya.. nti ku ke kryamu yang lain ya..
Maya●●●: thnks lgi kk nov
total 1 replies
Noviyanti
wah selamat ya ana.. ku pikir leon sama ana loh.. tapi mereka dapat pasangan terbaik
Maya●●●: 👍👍👍👍😁
total 1 replies
Noviyanti
biasa kebanyak cowo itu suka gk peka
Maya●●●: betul sekali kk nov
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!