This Rain adalah karya pertama ku yang menceritakan tentang seorang CEO yang mempunyai banyak musuh dari kalangan perusahaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OrThoChie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20
" Gue sudah tahu siapa dalang nya" ucap Nata tanpa basa-basi.
" Siapa?? " tanya Delio penasaran.
" Seorang CEO yang tidak menyukaimu "
Delio mengerutkan dahi dan berfikir lebih keras siapakah seseorang tersebut.
" Ya sudah, Lo kan baru sembuh, lebih baik Lo istirahat sekarang. Oiya, apakah besok Lo jadi nembak si Cantik? " tanya Nata sambil tertawa diseberang sana.
" Tapi, lebih baik Lo jujur dulu tentang ingatan Lo, baru Lo utarakan kata cinta Lo " nata kembali memberi nasehat pada sahabatnya itu.
" Iya, kamu benar. Lebih baik aku urus orang yang sudah mencelakai ku dulu, dan jujur sama mereka keluarga baruku dari pada mereka tau dari orang lain " ucap Delio.
" Good job, Bro " Nata pun mengakhiri panggilan nya.
Sedangkan Delio memilih mengistirahatkan tubuhnya, sebab besok Ia akan menemani Key reuni. Iapun menutupi matanya dengan lengan sebelah kanan, sedangkan lengan sebelah kiri nya dijadikan bantal. Padahal dikamar ya sudah ada beberapa bantal, tapi dia lebih nyaman dengan lengan kekarnya.
Kokok ayam jantan mengalun dengan indah dikandang tetangga. Delio membuka matanya padahal matanya baru saja terpejam. Tapi pagi sudah tiba saja. Delio memandang jam didinding kamarnya, baru setengah enam pikirnya. Masih ada waktu satu jam setengah. Ia ingin membersihkan wajahnya yang sudah tampak buruk, diambilnya pencukur dan Ia lalu mencukur semua rambut di rahangnya dan juga membersihkan kumis tipis yang tumbuh tanpa ia sukai.
Sekarang wajahnya sudah tampak lebih fresh tapi sedikit kurus. Ia memandang wajahnya di dalam pantulan kaca yang tersedia didalam kamar mandinya dengan sangat lama. Setelah selesai baru ia membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai melakukan ritual dikamar mandi, Delio sekarang memakai pakaian sederhananya yang dibeli Key saat gadis itu membeli skincare disebuah mall.
Pria bermata kelabu itu tersenyum melihat penampilan yang sempurna untuk nya. saatnya ia pun keluar dari kamarnya dan berjalan kearah ruang makan, di sana sudah menunggu dua wanita yang berbeda generasi.
" Wah wah ganteng nya anak Bunda " ucap Bu Nar dengan wajah sumringah.
' Iya sih,' batin Key sekilas memandang wajah pria dihadapannya. Tapi, saat kedua mata mereka itu beradu,
Key seperti tersadar dengan siapa sebenarnya pria setengah bule dihadapannya. Jam pun sudah menunjukkan pukul setengah delapan itu artinya mereka akan berangkat sebentar lagi.
Key, meninggalkan Delio sarapan seorang diri, sedangkan ia sendiri berniat memanaskan mesin motor yang akan mereka pakai.
Setelahnya mereka berpamitan kepada Bu Nar.
***
Motor yang dikendarai Delio dan Key berjalan sedikit kencang, udara pagi membuat paru-paru mereka merasa segar, cuaca juga sangat bagus hari ini, rambut panjang Key yang dibiarkan tergerai melambai-lambai tertiup angin.
Sesekali Delio mencuri pandang lewat kaca spion motor kiri atau kanan sesuai wajah Key yang sedang menoleh kearah mana.
Delio sering tersenyum sendiri saat mengendarai motor tersebut. ' Kali ini, aku tidak boleh mengacaukan acaranya, seperti di pasar malam tempo hari' batin Delio.
Beberapa menit lagi mereka akan sampai ketempat tujuan, tapi Key merasa panik, sebab ia tidak bisa datang bersama kekasihnya, sebab memang gadis itu masih singel. Belum ada seorangpun yang tertarik padanya. Padahal kata teman-temannya, gadis itu sangat cantik.
"Ah sudahlah, mungkin jodohku memang belum lahir" gumamnya.
"Apa... ? maaf aku tidak dapat mendengar..." teriak Delio.
"Gue, nggak ngomong..." teriak Key pula. Sebab suara mereka tertelan oleh angin yang begitu kencang dari arah laut.
Akhirnya mereka sampai juga ketempat acara reuni diadakan. Setelah beberapa menit di jalanan. Delio mencari tempat parkir untuk menitipkan motor mereka. Sedangkan Key sudah turun sejak Delio memasuki area pantai.
Setelah mendapatkan karcis dari tukang parkir, Delio menghampiri Key yang duduk sendirian sedangkan semua peserta reuni SMA nya sudah berkumpul di pinggir pantai tempat acara dimulai.
" Kenapa malah disini? bukannya acaranya di sana " tunjuk Delio pada perkumpulan gadis.
"Gue, nungguin Elo, kok lama? sewot gadis itu pada Delio.
"Sorry, ya udah ayolah " ajak pria tampan itu.
Tiba-tiba Key menggandeng tangan Delio, Laki-laki itu jadi salah tingkah berkat perbuatan Key padanya.
Jantung pria itu menjadi tidak karuan didalam, sedangkan Key malah tampak biasa saja.
Saat mereka berpapasan dengan beberapa alumni, Key semakin merapatkan tubuhnya pada lengan kekar Delio. Seolah-olah dia memberitahukan pada mereka jika laki-laki ini pacarnya.
Delio hanya mampu tersenyum kikuk saat disapa, karena suara jantungnya yang kencang membuat tubuhnya terasa kaku.
' Aku takut, gadis ini mendengar detak jantung ku yang sangat kencang ' batinnya. Ia pun mengajak Key duduk disebuah kursi yang telah disediakan.
Tiba-tiba dua orang gadis menghampiri Key dan bertanya tentang pria tampan yang dibawanya.
Key pun mengakui jika laki-laki yang datang dengannya tentu saja kekasih nya. Saat itulah dua bola mata Delio membesar dengan sempurna. Tapi cepat-cepat Ia kedip kan.
Key tersenyum dalam hati melihat dua gadis didepannya kaget, bagaimana tidak, Masa Key yang tomboi bisa mendapatkan laki-laki setampan pria didepan mereka.
Sedangkan mereka yang dijuluki gadis tercantik disekolah maupun kampus tidak bisa mendapatkan laki-laki seperti pria dihadapannya.
" Sayang, kita ke sana yuk " ajak Key dengan suara manja. Lalu menarik tangan lelaki tersebut.
Sedangkan dia orang gadis dihadapannya menganga tidak percaya mendengar suara manja Key, gadis yang mereka tahu seorang gadis tomboi meskipun dia juga terlihat cantik.
Key bersorak didalam hatinya, Ia puas sudah memberikan pelajaran pada dua orang gadis sombong sok cantik seperti mereka.
Delio menaruh telapak tangannya pada dahi Key, Key tampak mengerutkan alisnya.
" Why !? " tanyanya
" Tidak demam, kenapa kamu senyum-senyum tidak jelas begitu? " jawab Delio heran.
" Lo, tahu.. "
" Tidak " potong Delio.
Key memukul lengan kekar pria itu dengan gemas, " Makanya dengar dulu "
" Iya, sayang " jawab Delio sambil mengusap lembut pucuk kepala Key.
Gadis itu mematung seketika. Dia baru tersadar saat Delio menjentikkan jarinya.
" Katanya, mau jelasin. Kok, malah diam? "
" Me.. me.. mereka lah yang menantang Gue untuk membawa seorang pria " jawabnya tergagap.
" Mereka pikir, Gue cewek yang nggak laku. Jadi mereka menantang. " Key kembali sewot.
" Udahlah, biarkan saja mereka seperti itu. Jika kamu meladeninya, mereka akan semakin terlihat senang." Delio kembali mengusap kepala Key dan turun ke pipinya.
Mereka berjalan-jalan dipinggir pantai, air laut pagi ini begitu terlihat tenang, angin yang sepoi-sepoi membuat mereka semakin betah bermain dipinggir nya.
Delio terus memperhatikan wajah Key saat gadis itu memandang kearah samudera. Binar bahagia tampak jelas dikedua matanya.
" Kamu, suka pantai? " tanya Delio saat Key menatap nya.
" Hem, " jawab gadis itu.
" Kenapa?? "
ane kagak bisa ngakak macam othor...
telenovelaa...
😮💨😮💨
suasana tenang...adem...
literally me.../Grin//Grin/
nama mu sekarang adalah Panji
Key, sekarang km Puy abang ketemu gede 🤭jangan ngintip2 nanti bintitan Key😅