'' Rani Marissa ''
Seorang gadis cantik, yang mandiri baik hati.
'' Leonardo Pratama ''
Pria tampan ,pewaris tunggal perusahaan Pratama . sekaligus pria yang menjadi kekasih Rani Marissa.
'' Disa Andini ''
Sahabat Rani yang menyukai Leon, sejak pertama kali bertemu. Ketika Leon diperkenalkan oleh Rani, sebagai kekasihnya. Tapi demi persahabatan mereka , dia menyimpan perasaan itu dalam htinyaa.
Ada sebuah kejadian yang menyebabkan Leon menikah dengan Dissa
Apa kejadian itu?
penasaran ?.
yuk!! bacaa😍😌
jangan lupa like, comen, vote nya yaahh
😍😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raquini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Rani berjalan dengan sempoyongan, air matanya juga tidak berhenti mengalir tidak ada lagi kekuatan pada kakinya. Disa yang sudah sampai di tempat itu mengikuti Rani dari belakang dan ketika melihat Rani yang berjalan seperti orang mabuk, dia tersenyum jahat. Kemudian mengirimkan pesan pada seseorang untuk melakukan aksinya.
Mata yang mulai bengkak membuat Rani semakin sulit untuk melihat jalan yang ada di depannya dia berbalik saat merasakan sesorang mengikutinya. Dan kemudian orang itu menghampirinya dan menempelkan sesuatu di hidungnya kemudian dia tidak sadar lagi.
Disa tersenyum penuh kemenangan satu langkah lagi maka dia yakin Leon akan berada di pelukannya. Seorang preman yang di bayar Disa menggendong tubuh Rani dan memasukannya ke dalam mobil yang di kendarai temannya tepat di depan mereka. Sebelum masuk ke mobil, dia berbalik untuk melihat Disa. Disa mengacungkan jempolnya dan kedua preman itu pergi meninggalkan tempat itu.
Saat mobil itu sudah menjauh, Disa yang melihat Leon dari belakang tersenyum dan mendekat. Dia juga sudah bersiap untuk akting selanjutnya.
" Leon...Leooonnn." panggilnya
Leon yang masih memejamkan matanya langsung membuka matanya saat namanya di panggil. Disa memasang wajah prihatin.
" kenapa Dis..." jawab Leon dengan tidak semangat.
" Leon, gue tau sekarang mungkin lo masih syok karena hal itu. Tapi sekarang mendingan lo ikut gue deh, soalnya tadi ada kenalan gue liat Rani sama cowok jalan bareng trus masuk kamar berdua." ucap Disa dengan wajah panik.
Leon terkesiap. Dia menghadap Disa seolah mencari kebohongan disana tapi tidak ada. 'Akting yang bagus' puji Disa pada dirinya sendiri.
" Jangan banyak bercanda dehh lo, Rani barusan dari sini kok malah sama cowok. Jangan ngaco deh lo." ujar Leon tidak terima. Meskipun sekarang dia di landa kebimbangan tapi.... Rani tidak mungkin begitu. Selama ini dia kenal Rani dan bagaimana orangnya.
" Nah itu dia.. Lo kan blom liat, yaa gak percayalah. Menurut gue sih sekarang kita buktiin aja." ujar Disa penuh semangat.
Leon sebenarnya tidak percaya tapi kakinya seperti menariknya untuk melihat hal itu.
Mereka berjalan menggunakan mobil Disa yang sudah ia siapkan tadi. Leon mengambil kendali untuk menyetir mobil sedangkan Disa.... Senyum kemenangan tampak terus menempel di wajah cantiknya itu.
Mereka tiba di sebuah area kos-kosan yang tidak terlalu ramai. Hingga akhirnya Disa mengeluarkan suara menyuruh Leon untuk berhenti di depan sebuah kamar.
Karena perjalanan yang cukup lama ke tempat itu, maka sebelum Leon dan Disa sampai Rani sudah sadar dari pingsannya. Dengan mata yang bengkak dan kepala yang seperti nyut nyutan Rani membuka matanya perlahan. Mata indahnya menatap sekeliling dan semuanya terasa asing. Saat hendak bangun Rani dikejutkan dengan tangan seseorang yang melingkar di perutnya tapi diatas selimut. Kepalanya juga mulai terasa pusing, dia mendapati dirinya tidur tanpa sehelai benang pun dengan seorang lelaki yang tidak dia tahu asal-usulnya.
Sebenarnya laki-laki itu tidak melakukan apapun pada Rani. Baju Rani pun di buka oleh seorang wanita yang juga di bayar Disa. 'Ternyata masih punya hati juga Disa'. Laki-laki itu tidur dengan bertelanjang dada dan mengenakan celana jeansnya sambil memeluk Rani dan juga posisi mereka sangat intim jika dilihat. Sebenarnya dia tidak tahan melihat wanita telanjang di sampingnya ini tapi dia harus menahan diri atas perintah bosnya demi bayaran yang lebih menggiurkan lagi.
Rani yang hendak berteriak di kejutkan lagi dengan pintu yang tiba-tiba terbuka. Rani memegang selimut untuk menutupi dadanya dan juga bagian tubuhnya yang lain sedangkan pria di sampingnya juga ikut bangun. Rani terkejut saat melihat kedatangan Leon dan Disa.
Leon yang melihat hal itu terkejut bukan main. Jadi selama ini Rani membohonginya, Rani sudah tidur dengan laki-laki lain dan karena itu mengatakan jika dia tidak perawan. Alasan yang Rani berikan juga tidak sama, dia mengatakan bahwa dia di perkosa om kandungnya waktu masih kecil. Tapi ini... dia melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri. Apa dia masih tidak percaya? Kekecewaan, kesedihan,kemarahan dan api kecemburuan terlihat jelas di matanya. Wanita yang selama ini dia anggap baik dan dia pikir mereka saling mencintai. Tapi dia salah.. wanita itu seperti iblis yan tidak punya hati. Dia bahkan hampir menerima Rani meski Rani tidak perawan lagi.
" Jadi kayak gini... haahh!!!! kamuu ngecewain aku Raniiiiii." teriak Leon frustasi. Dia melihat laki-laki di samping Rani yang seperti kebingungan (padahal akting🙄).
" Leonnn aku bisa jelas..." ucapan Rani terputus.
" Mau jelasin apa lagiiiiii?????? aku lihat sendiriii Raniiii... aku lihaattt sendiiiriii." teriaknya dengan emosi bahkan air mata tampak mengalir di pipinya. Rani melihat Leon dengan sedih dia saja tidak tahu kenapa dia bisa ada di tempat ini. Dia ingin menjelaskan tapi Leon kemudian memegang pipinya dan menekannya dengan keras.
Disa berdiri di pintu sambil melihat keluar memastikan jika tidak ada orang yang ada di tempat itu. Bukan karena dia ingin melindungi Rani. Tapi jika ada orang yang melihat hal itu, maka akan semakin runyam urusannya. Nanti waktu yang dia butuhkan untuk bersama Leon makin tertunda.
Beberapa saat kemudian Leon tertawa, tawanya kali ini terdengar menakutkan. Leon yang sempat berdiri di dekat tempat tidur itu melihat ke arah laki-laki dan Rani secara bergantian. Dia kemudian pergi dan menarik tangan pria itu dan memukulnya dengan babak belur. Lelaki itu tidak membalas karena dia sudah di beritahu Disa jika hal ini akan terjadi. Setelah puas menghajarnya dia duduk di tempat tidur tempat Rani yang masih melindungi tubuh polosnya di balik selimut.
" Leonnn..."
" Diaammmmmm!!!!!" bentak Leon
Dia mencengkeram erat dagu Rani
" Kalo bukan Disa yang ngasih tau aku kamu disini... mungkin kamu akan terus bohongin aku, gak tau sampai kapan!!! iaa kannn!!!!!?" katanya lagi sambil menampar pipi Rani hingga membuatnya jatuh.
Rani memandang Disa seolah meminta penjelasan dia yakin pasti ada yang tidak beres. Tapi yang ditatap tidak perduli dan itu menambah kecurigaannya.
" Aku penasaran... setelah orang tua kamu tau kamu kayak gini gimana yaa reaksinya." ujar Leon sambil mengeluarkan ponselnya.
" Jangan Leonn aku mohon..." Rani menangis sambil mengeratkan pegangannya pada selimut dan mendekat ke arah Leon.
" Jangaannn kamu bilang???? seharusnya kamu mikirin orang tua kamuuuu!! kamu mikirin kuliah, bukan kayak gini Raniiii" tegasnya
Lelaki yang sedari tadi diam saat itu tengah duduk bersebelahan dengan Rani membuat Leon semakin ingin memukulnya lagi tapi dia menahan diri dan langsung menarik paksa selimut yang ada di tangan Rani. Matanya langsung melihat pemandangan yang tidak pernah dia lihat. Namun dia langsung membuang pikirannya jauh-jauh karena bukan itu tujuannya. Dia memposisikan kamera dan mengambil banyak foto Rani terus berteriak dan meminta bantuan juga pada Disa tapi Disa hanya diam.
Rani tidak ada kekuatan lagi untuk melawan saat dia di jambak rambutnya oleh Leon dan di tampar pipinya berkali-kali.
Setelah kurang lebih setengah jam, Rani bangun dari duduknya dan membawa selimut ke kamar mandi. Leon membiarkannya dia juga melempar pakaian Rani yang berserakan di lantai ke wajah Rani, Rani menyeret kakinya dengan lemas dan menuju ke kamar mandi, memakai pakaiannya di kamar mandi dengan terus menangis apa yang akan terjadi ketika orang tuanya mengetahui hal ini?
Sedangkan Leon mengirim foto Rani dan pria itu ke orang tua Rani.
Pak Winston dan bu Maya yang kala itu sedang menunggu kepulangan putri mereka dengan duduk di taman mini yang ada sambil bercanda gurau. Tiba-tiba dering ponsel pak Daniel menghentikan tawa mereka. Pak Daniel langsung mengambil ponselnya dan terkejut bukan kepalang istrinya juga melihat dan merasakan keterkejutan yang sama.
" Pahh,, inii Ranii...." bu Maya tidak dapat melanjutkan kata-katanya sambil menutup mulutnya untuk tidak berteriak. Terlebih lagi mereka melihat pesan itu di kirim oleh Leon dan Leon juga mengirim sebuah alamat pada mereka.
Pak Daniel menarik tangan istrinya untuk pergi ke alamat itu. Mereka menggunakan sepeda motor yang sudah tua tapi masih bisa digunakan. Di atas motor bu Maya tidak berhenti menangis dia sangat tahu putrinya tidak mungkin melakukan hal keji seperti itu. Bu maya jug berharap semua yang ada di foto itu tidaklah benar. Sedangkan pak Daniel, mengendarai motor dengan pikiran yang entah kemana. Dia juga sangat mengenal putrinya namun yang membuatnya agak yakin karena yang mengirim pesan itu adalah Leonardo Pratama. Pak Daniel benar-benar tidak fokus hingga tiba-tiba sebuah truck besar yang melaju dengan kencang dari arah yang berlawanan langsung menabrak sepasang orang tua itu.
Kedua orang tua itu terpental dan jatuh di pinggir jalan, itu adalah akhir dari hidup mereka. Namun sebelum menutup mata mereka berpegangan tangan dan tersenyum sambil menangis, tidak lupa juga mereka berdoa dalam hati agar putri mereka bisa hidup dengan tenang dan kuat menjalani hidupnya serta selalu di liputi kebahagiaan.
*Meweeekkkk nulisnya*😭😭😭😭
jangan lupa vote yaah guys😘