Hidup tak akan berpihak pada mereka yang lemah dan kalimat itu membuat Kenzo Orlando menjalani hidup dengan topeng kemunafikan. Kelamnya masa lalu membuat Kenzo semakin bersikap kejam.
Sampai suatu saat kekejaman itu menyeretnya kembali dalam arus kubangan air mata, kehilangan serta permainan takdir mewarnai kehidupan Kenzo.
Kisah ini tak sesimpel yang tertulis di sini
maka persiapkan hatimu untuk menjadi saksi perjalanan hidup Kenzo Orlando mengapai bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Air’a, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 20
"Dimana kita sekarang?" Keyra terlihat heran melihat sekitarnya. mobil mewah itu telah memasuki pelataran salah satu gedung apartemen mewah di kota ini.
"Tepat tinggalmu" balas Delvan seraya memakirkan mobilnya pada parkiran bawah tanah gedung mewah itu.
"M.. maksudmu?" tanya Keyra bingung, bagaimana mungkin? ia tak punya uang sebanyak itu untuk membayar apartemen ini.
"Iya.. di apartemen ini adalah tempat tinggalmu. Di nomor 3351" ucap Delvan kini yang beralih menatap Keyra.
"Tidak.. aku tidak punya uang sebanyak itu untuk membayar sewanya" Keyra mulai cemas. melihat parkitanya saja sudah di pastikan tempat ini adalah tempat mahal.
"Kau tidak harus membayarnya Key. Unit itu milikmu, Atas namamu" mendapati jawaban Delvan. Keyra hanya bisa terdiam, ia tampak bingung dan menatap mata Delvan mencari kebohongan disana.
Delvan menghela nafas pelan, ia mengerti akan kebinggungan Keyra.
"Apa kau lupa, setelah hubungan kalian berakhir. Kau mendapatkan apartemen dan sejumlah uang. Ini adalah apartemen mu dan ini adalah uang di janjikan Tuan Kenzo" jelas Delvan panjang lebar seraya mengeluarkan sebuah card dari dalam sakunya.
"Aku tidak mau!"
"Kau ingin kemana?. Kerumah pamanmu? Atau mencari kontarakan? Kau akan menyulitkan dirimu sendiri Key. Belum lagi kau akan membeli barang. Dan menyewa rumah"
"Aku tidak mau... aku tidak mau merepotkan siapapun!"
"Ini sudah konsenkuesi berurusan dengan pria Bilionaire. Kau pikir dia tidak akan tinggal diam jika kau menolak pemberianya. Aku bisa jamin dia akan menghancurkan tempat tinggalmu atau membeli apartemen yang akan kau tempati" Jelas Delvan. Dia tahu jelas bahwa Kenzo adalah pria gila dengan kehangatanya.
"Sudahlah terima saja. Bersikap perfectionallah. Menerima semua yang ia berikan tidak akan menghilangkan harga dirimu. Ini sudah hakmu!"
"Ini bukan masalah harga diri Del. Aku hanya tidak ingin hidup dalam bayang-bayangnya"
"Bahkan kenangan di apartemen itu tidak ada Key. Bila kau masih memikirkanya. Berarti rasa cintamu itu sangat besar padanya" ucap Delvan yang hampir kesal. berhubungan dengan orang yang membohongi diri sendiri memang seperti ini. terlalu rumit dan menyusahkan.
"..." hening Keyra tidak menjawab apa-apa. Hatinya kembali terpaut pada sosok pria yang beberapa bulan belakangan ini sudah mengisi hidupnya, Kenzo.
"Maafkan aku. Kau tahu tidak maksudku untuk berkata keras padamu" wajah Delvan menyiratkan penyesalan.
"Tinggallah disini dan dan uang itu. Jika kau tidak membutuhkannya suatu saat bisa kau kembalikan. Ikut aku. Kau pasti lelah karena menangis seharian"
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Keyra mengekori Delvan yang mengeret kopernya. Menyusuri lorong dengan interior mewah. Mereka tampak seperti suami istri dengan istri yang tertekan. Bagaimana tidak? Delvan dengan santai membawa kopernya Sedangkan Keyra. Matanya sembab karena menangis seharian. Walaupun begitu Kencantikan gadis itu nyatanya tidak luput dari wajahnya.
Delvan membuka pintu apartemen mewah dan membiarkan Keyra masuk. Dengan tatapan terpesona. Bagaimana tidak? Ia sama sekali tidak pernah berfikir tempat tinggalnya semewah ini. Walapun tanpa Kenzo di sisinya.
Ini tidak benar key. Ini terlalu mahal.batin Keyra. saat gadis cantik itu akan berjalan mundur lalu tubuh mungilnya di hadang tubuh kekar Delvan.
"Kau mau kemana, Key?"
"Ini tidak benar Del, Ini terlalu mahal. Jika ia ingin memberikanku tempat tinggal setidaknya yang biasa saja"
Delvan hanya tergelak melihat tingkag Keyra, sampai sini Delvan, mengerti kenapa sosok Keyra bisa meluluh lantakan kerasnya Kenzo, gadis ini berbeda. ia bak bidadari yang Tuhan kirimkan untuk mengisi hari-hari Kenzo.
Delvan mengeleng dan menutup pintu. Terlihat Seperti seorang pria yang ingin memperkosa Keyra dan Itu tidak akan terjadi. Karena Delvan adalah pria yang sangat menjujung tinggi kehormatana wanita.
"Ini milikmu, tidak ada penolakan. Aku tidak ingin berdebat dengan mu apa lagi dengannya" kata Delvan yang berjalan dan menghempaskan tubuhnya pada sofa itu.
Keyra menurut dan duduk di sebelah Delvan.
"Jangan terlalu dekat karena aku tidak ingin terjadi hal-hal yang aku inginkan" kata Delvan mengoda. sehingga Perkataan itu membuat Keyra memukul Delvan dengan bantal sofa.
"Memangnya apa yang aku inginkan, Key?" Kata Delvan dengan wajah polosnya. Bukan tanpa alasan Delvan mengatakan itu. Karena ruangan ini sudah terpasang CCTV yang hanya di pegang oleh Kenzo.
"Jika kau butuh sesuatu. Telfon aku. Aku siap 24 jam untukmu. Ya walaupun bukan kewajiban ku lagi untuk menjagamu lagi" Delvan beranjak berjalan menuju pintu utama. Tentu saja Dia berbohong. Kenzo menyuruhnya untuk menjaga Keyra dari jauh atau menyamar menjadi temanya. Dia tinggal di ruangan tidak terlalu jauh dari ruangan Keyra, tentu dengan semua fasilitas mewahnya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
langit gelap nan pekat dengan sesekali kilatan cahaya menampakan wajahnya, Keyra tengah berdiri di balkon apartemenya. Memandangi langit malam tanpa bintang. Kelam! seperti perasaanya saat ini. Keyra larut dalam lamunanya. Ia kembali muram ketika mengingat kebersamaanya selama 3 bulan ini dengan Kenzo. Hatinya terasa sakit dan sesak.
Keyra kembali mengingat kembali perkataan kenzo.
Pernikahan itu hanya sebatas hubungan sex bukan karena aku menginginkan pernikahan itu
Tidak sayang. Percayalah padaku. Aku sangat mencintaimu. Aku membutuhkanmu, aku tak bisa menyangkal dan aku tidak bisa terus menerus memanipulasi diriku sendiri. Te amo Ara.
Tidak. Kau tidak perlu behenti. Aku membutuhkan dirimu ara. Aku membutuhkan cintamu Ara.
Semua perkataan Kenzo berputar di benak Keyra seperti potongan kaset rusak. Sontak begitu saja isakan lolos dari bibir mungilnya.
"Kenapa kau lakukan ini Ken? Apa yang harus aku lakukan. Ya Tuhan ini sakit sekali. Aku seperti ingin menyerah. Aku tidak kuat, aku sungguh mencintainya" Keyra terduduk di lantai karena isakanya. Sungguh pandangan yang sangat memilukan.
"Oh Tuhan, mengapa aku begitu merasa bersalah setelah pergi meninggalkanya? Kenapa berada jauh darinya begitu menyakitkan? Jika dia hanya akan menyakitiku Buatlah aku melupakanya dan hilangkan rasa sakit ini. Jika dia memang yang terbaik buatku. Buatlah aku menyesal karena telah meninggalkanya. Tapi ku mohon. Biarkan dia bahagia, Tuhan" pinta Keyra lirih dengan isakannya. Sambil mencium cincin pernikahan mereka.
Di sisi lain seorang pria tampan tengah bersandar di meja di ruangan kerjanya yang terkesan mewah dan modren. Ruangan itu temaram karena ia hanya menghidupkan lampu yang di atas meja. Ia tampak begitu berantakan dan beberapa botol bir juga bertengger indah di atas meja.
Matanya terarah pada layar monitor di atas meja. Ya pria itu sedang mengawasi setiap gerakan seorang wanita. Seorang wanita yang kini mampu membuatnya runtuh.
Pria itu tampak mengikuti setiap gerakan wanita cantik itu. Sampai wanita itu berdiri di balkon kamarnya. Terlihat pria itu memperbesar tampilan layar yang yang ada di balkon.
Ku mohon jangan nekat sayang.batin kenzo.
Kenzo berfikir bahwa Keyra akan mengakhiri hidupnya. Karena wanita itu tampak begitu rapuh. Secepat kilat tanganya mengambil ponsel. Bermasksud untuk menelfon Delvan. Tiba tiba ia melihat Keyra yang terduduk di sisi balkon. Lalu Ia pun mengurungkan niatnya.
"Jangan menangis Ara. Carilah kebahagianmu. Aku hanya ingin kau bahagia sayang. Maafkan aku yang terlalu lama mengetahui perasaanku, aku memberikanmu waktu sampai kau benar bisa menemukan kebahagianmu. Bila tak juga kau temukan. Kembalilah padaku Akulah rumahmu, Ara. Aku akan menunggu mu kembali" kata pria tampan itu lirih. Kini rasa sesak dan sakit mendesaknya untuk kembali mengeluarkan butiran keristal bening itu.
Semenjak gadisnya pergi. Kenzo Orlando yang tampak sempurna dengan tahtanya. Kini begitu rapuh. Benar cinta bisa menghacurkan siapapun. Dia memang tampak sempurna tapi di balik kesempurnanya ia menyimpan begitu banyak luka. Dan kini luka itu harus kembali di tambah oleh perginya seorang yang amat sangat ia cintai.
Kekecewan itu pasti akan di rasakan siapa pun tanpa memandang derajat. Tetap lanjutkan hidupmu walapun terasa berat. Karena Tuhan punya seribu cara menggantikan air mata yang jatuh menjadi senyum dan tawa bahagia.
***Give me coment and vote guys, please
😊 ay usahain up tiap hari 😂 semoga suka ya***
sekarang udh banyak iklan ky yg lain.hahaha
ay semangat ya sehat selalu di sana😘