Nayla seorang putri dari pengusaha kaya raya yang cantik,pintar dan baik hati yang harus menerima perjodohan dengan seorang pria dari keluarga pengusaha sukses teman ayah nya.
Tapi di lain sisi,Nayla sudah mempunya kekasih yang sangat dia cintai dan sangat mencintainya.
lalu apa yang akan Nayla lakukan?haruskah dia menerima perjodohan ini dan melupakan kekasih yang selama ini dia cintai?akankah hati nya terbuka untuk calon suami nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIPUAN
Jeanny memeluk Kevin dengan erat seperti tak ingin melepaskannya.
" Jeanny, apa yang kau lakukan? " Kevin berusaha melepas kan pelukan Jeanny.
" Aku tidak akan melapaskan mu lagi. aku sangat mencintaimu. " Jeanny terus memeluk dengan erat.
" JEANNY!!! "
Kevin melepas kan pelukannya dengan paksa dan membentak Kevin.
" Kenapa? Kenapa kau seperti ini? " Jeanny mulai mengeluarkan airmata.
" Apa kau sudah tidak mencintai ku lagi? "
Jeanny menarik kemeja Kevin.
" Kau sudah tidak menginginkan ku lagi? "
" Jeanny tenanglah, kita bisa bicarakan ini baik - baik, oke?! " Kevin mencoba menenangkan
" Aku tidak ingin mendengar apapun, kecuali kau mencintaiku!! " Jeanny berteriak mundur.
" Lebih baik aku mati saja. " Dia mulai menangis lagi.
Entah kenapa rasanya hati Kevin merasa sangat kasihan melihat Jeanny seperti itu.
" Baiklah, baik. Aku akan menuruti semua keinginan mu. Tapi tolong jangan seperti ini. "
Jeanny berhenti menangis mendengar kata - kata Kevin.
" Kau janji? "
Kevin mengangguk.
Jeanny langsung memeluk Kevin kembali. Kevin menutup matanya dengan raut wajah sedih.
" Maafkan aku, Nay. "
PRANKKK....
Foto pernikahan Kevin dan Nayla tiba - tiba terjatuh dan membuat Nayla yang sedang duduk di ayunan terkejut.
Nayla langsung berlari melihat foto yang pecah.
" oh ya ampun, kenapa ini bisa jatuh? " Dia membersihkan potongan kaca dengan tangan nya.
Srett..
"Ah.. "
Tangan Nayla terkena pecahan kaca dan darah segar mulai keluar.
Nayla langsung teringat Kevin. Dia mengambil ponsel dan menelpon Kevin, sementara tangan masih berdarah.
🎶🎶🎶🎶
Ponsel Kevin berbunyi dan saat itu Jeanny masih terus memeluk Kevin.
" Sebentar, aku harus angkat telpon dulu. " Kevin mencoba melepaskan pelukan Jeanny.
" Tidak, aku tidak akan melepaskannya lagi. "
" Tolong jangan begini, ya?! "
" Baiklah"
Jeanny pun melepaskan pelukannya.
Kevin melihat ponselnya.
Nayla!
Kevin sedikit menjauhi Jeanny dan mengangkat telpon.
" Halo, Nay? "
" Kau baik- baik saja kan? " tanya Nayla dengan nada cemas.
" Ya, aku baik - baik saja. Ada apa? apa yang terjadi? " tanya Kevin.
" Tidak ada, hanya foto pernikahan kita tiba - tiba jatuh. Aku takut terjadi apa - apa. " Nayla menjelaskan.
Kevin menutup matanya seolah hatinya terasa sakit karena Nayla mengkhawatirkan nya. Tapi apa yang dia lakukan?!
" Aku baik - baik saja, kau jangan khawatir ya? " Kevin menenangkan Nayla.
Kevin menutup telpon, dan berbalik badan. Jeanny sudah menunggunya sambil tersenyum.
" Apa kita harus pergi jalan - jalan hari sekarang? " tanya nya.
" Aku tidak bisa pergi sekarang. Aku masih harus bertemu klien dulu. "
" Tapi kau janji mau mengikuti semua keinginanku" Jeanny kesal.
" Baik, nanti setelah semua pekerjaan ku selesai. Kita akan pergi. "
" Baiklah. " Jeanny sangat senang dan kembali memeluk Kevin.
Saat itulah sekertaris Zein membuka pintu atap.
" Tuan. "
Dia tidak melanjutkan kata - kata nya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Jeanny dan Kevin berpelukan.
Jeanny menyadari ada sekertaris Zein disitu .
" Baiklah, aku pergi dulu. Nanti aku telpon lagi. " Katanya sambil pergi.
Raut wajahnya sinis saat melewati sekretaris Zein.
" Apalgi ini, tuan? "tanya sekertaris Zein.
" Dia tadi ingin mengakhiri hidupnya jika aku tidak kesini mendatanginya. " Kevin duduk di lantai dengan menekuk kedua kakinya dan mendekapnya dengan kedua tangan nya.
" Tuan, kau tau itu hanya tipuannya saja. "
" Tapi bagaimana kalau dia benar akan melakukannya? " Kevin sedikit emosi.
" Tuan... "
" Entah kenapa hati ku tak tega jika melihat dia menangis seperti itu. "Kevin menunduk.
" Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, kak. Aku masih menyayanginya. "
Sekertaris Zein diam.
" Dulu dia juga pernah ingin mengakhiri hidupnya saat dia salah paham padaku, dia pikir aku menduakan dia. " Kevin mulai mengingat masa lalu.
" Dia memotong pergelangan tangan nya sendiri. Untung saja itu tidak terlalu parah. "
" Aku tau dia orang yang nekad, makanya aku takut dia melakukan hal yang sama tadi. "
" Dan kau ingin kembali bersamanya? " tanya sekertaris Zein.
" Aku tidak punya pilihan lain, kak. "
" Kenapa kau begitu bodoh. Dia hanya membodohimu! "
" AKU BISA APA,KAK??" Kevin berdiri dan membentak sekertaris zein.
" Aku tidak ingin ada orang yang harus celaka karena aku. "
Mereka berdua saling terdiam.
****
Kevin pulang terlambat malam ini. Dia pulang dengan banyak hal yang dia pikirkan.
" Kau baru pulang? " Nayla menyambut nya saat dia masuk kamar.
" ah,,ya. Maaf aku membuatmu menunggu "
Nayla tersenyum manis
" Tidak apa - apa. " katanya sambil membuka jas Kevin .
" aku buatkan coklat hangat? " tanya Nayla.
" Tidak usah. " Kevin memegang kedua tangan Nayla .
Lalu tak sengaja dia melihat telapak tangan sebelah kiri Nayka di perban.
" Nay, kenapa tangan mu? " Kevin mulai khawatir.
" oh ini, tadi terkena pecahan kaca foto yang jatuh. "
" Kau baik - baik saja? apa ini sakit? " tanya Kevin sambil mengelus tangan Nayla.
Nayla tersenyum, dia senang Kevin mencemaskannya.
" Aku tidak apa - apa. " katanya dengan mengelus pipi Kevin.
Kevin memeluk Nayla dengan erat.
" Maafkan aku, Nay. "
" Ini bukan salahmu. Jangan minta maaf. " Nayla tersenyum - senyum.
" Maaf kan aku. "
maafkan aku, Nay. Saat kau kesakitan aku malah dengan Wanita lain.
****
Nayla tidur dengan memeluk Kevin dan juga sebaliknya.
🎶🎶🎶
ponsel Kevin berbunyi.
Kevin terbangun dan melihat jam, baru jam satu malam. Siapa yang menelpon malam - malam begini.
Jeanny!!!
Ada apa dia menelpon jam segini, pikir Kevin.
Kevin menyimpan ponsel nya lagi dan membiarkan ponselnya terus berdering.
Nayla terbangun karena ponsel terua berbunyi.
" Sayang, ponsel mu. "
Kavin bangun dan mengambil ponselnya lalu mematikan daya.
" Kenapa di matikan? " tanya Nayla.
" Sudah jangan di pikirkan. " Kevin kembali memeluk Nayla.
Pagi hari Nayla bangun lebih dulu dan menyiapkan coklat hangat untuk Kevin.
Sementara Kevin masih tidur, karena hari ini hari libur jadi Kevin masih bermalasan di tempat tidur.
" Sayang. " Nayla membangunkan Kevin.
" Apa? kau panggil aku apa? " Kevin pura - pura tidak dengar.
" Apa sih, ayo bangun. " Nayla tersipu malu.
" Ayo katakan lagi. " Kevin memegang tangan Nayla.
" Ayo katakan lagi, aku tidak dengar. "
Nayla tertawa kecil.
Kevin menarik Nayla sampai Nayla jatuh di atas dada nya.
" Hei, apa - apaan. Lepaskan aku. " Nayla mencoba bangun tapi Kevin malah memeluknya dengan erat.
Cup,, cup,, cup..
Kevin mencium bibir Nayla tiga kali.
" Sayang. Bolehkah aku memanggilmu begitu juga? " tanya Kevin .
Nayla membalas mencium bibir Kevin.
" Tentu saja. "
Mereka pun mulai saling berciuman.
🎶🎶🎶🎶
Ponsel Kevin kembali berbunyi.
" Siapa itu? sepertinya dari semalam ponsel mu terus berbunyi. " tanya Nayla.
" Biarkan saja, ini kan hari libur. " Kevin masih memeluk Nayla
" Angkat saja, mungkin itu penting. "
Kevin menghela nafas, lalu bangun dari tempat tidur.
" Aku angkat dulu, ya. "
Kevin keluar balkon dan meninggalkan Nayla yang duduk di tempat tidur melihat Kevin.
" Ada apa? " Kevin menjawab telpon Jeanny.
" Aku ada di depan rumah mu. Kau masih di atas? "
Apa????
si naylnya jg plin plan😏😏