NovelToon NovelToon
OTW Salihah

OTW Salihah

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nela Kurniaty Idris

Tadinya berjudul OTW Soleha- dibenarkan sesuai KBBI dan novel cetaknya Ayoo beli.

Hidup adalah pilihan, namun takdir adalah sebuah ketetapan. Bukankah kita tidak bisa memilih dari rahim siapa kita akan dilahirkan ? Begitulah yang selalu membuat Bening tidak pernah menyesali hidup yang di jalaninya

Dia besar dan tumbuh di pemukiman lokalisasi prostitusi, Jauh dari pendidikan moral,tata krama, apalagi agama. Yang dia tau, dia dan Ibunya adalah seorang Muslim. Tanpa dia pernah tau apa kegunaan agama itu sendiri hidupnya.

Dia selalu punya rumus berdamai dengan takdir, itu yang membuatnya mampu melewati lingkungan sosial yang menghina, mengucilkan dan selalu menganggapnya "Anak Haram".

Bening remaja mampu melewati badai kepahitan dan membalas semua hinaan dengan senyuman bangga. Bening berada di puncak karirnya sebagai seorang Fashion designer di usia belia.

Sampai pada satu titik balik yang membawanya jatuh dan hampa, sehingga dia mencari apa penyebabnya. Apakah takdir selalu berbaik hati mengiringi perjalanannya mencari jati diri ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nela Kurniaty Idris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIDAK ADIL

Humai masih di perjalanan menuju SMK Global, dia sudah berjanji pada adik-adik binaanya untuk turut membantu persiapan kegiatan pesantren Ramadhan.

Dia diantar oleh suaminya. Saat Humai sedang menyelesaikan lembaran terakhir tilawah Al Qur'annya hari ini, ponselnya berdering tanda sebuah pesan masuk.

Shadaqallahul'adzim.

Setelah bacaan itu selesai, dia memeriksa pemberitahuan, dari Ahmad. Sama persis seperti respon Ahmad saat melihat foto itu pertama kali, Humai reflek beristighfar.

"Ada apa Ay?" Tanya suaminya.

"Ini Bie, salah satu binaan ku." Humai menceritakan apa yang dia lihat disana dan suaminya menyarankan Humai untuk segera mengkonfirmasi dan mencari tau informasi yang sebenarnya.

***

Dugaan Ahmad benar, satu sekolah kini sudah heboh membahas foto yang beredar.

Ternyata Lilya yang mendapat kabar Bening berhasil melarikan diri menjadi geram dan semakin marah. Dengan sangat mudah dia menyebarkan foto-foto yang sengaja diambil saat Bening bersama dua orang laki-laki masuk dalam sebuah hotel.

Tampak pula terpampang dengan jelas wajah Bening dengan baju yang sobek dibagian pundaknya sedang berada dalam dekapan seorang lelaki yang menyeringai, gambar yang Lilya tangkap dari ponselnya saat mereka melakukan panggilan video semalam.

Semua warga sekolah kini berkomentar dengan bebasnya, menghakimi Bening dengan pasal-pasal yang mereka buat sendiri, tiba-tiba semua orang merasa menjadi makhluk paling bersih di muka bumi.

Dengan pergerakan yang begitu Massive, sampailah sudah berita simpang siur dan foto itu ke layar ponsel kepala sekolah.

Ternyata sebelum semua rekam jejak digital itu terhapus, seseorang telah berhasil menyimpan foto itu terlebih dahulu.

***

Bening terjaga dari tidurnya saat mendengar suara Bern mengetuk-ngetuk pintu kamar. Sudah setengah delapan pagi, matahari sudah naik cukup tinggi.

Bening merapikan kuncir rambutnya dan membuka pintu.

"Ini kain sarung mu," menyodorkan kain kotak-kotak itu. "Ayo kita cari sarapan dulu, Bu Atik belum datang. Mungkin sebentar lagi." Bern menarik tangan Bening keluar, Bening memperhatikan kulit tangan Bern yang putih dipenuhi bintik-bintik merah.

"Bern, tangan mu?"

"Kamu sih tega nyuruh aku tidur diluar, nyamuk disini ganas Ning!"

"Bern...maaf ya." Ucapnya penuh rasa bersalah.

"Hem, abis ini kamu obatin ya! sekarang kita pergi cari sarapan dulu, aku laper banget"

"Iya sebentar, aku ambil handphone ku."

Bening melepaskan kabel charger dan menyalakan kembali ponselnya. Pemberitahuan pesan maupun panggilan tak terjawab berebutan masuk, Bening membiarkannya sejenak.

Tanpa membuka satu pemberitahuanpun, Bening memilih untuk langsung menghubungi Mami Sandra. Dari kejadian hebat yang dia alami dalam hidupnya semalam, Bening begitu mudah menerima itu semua sebagai takdir, dia tidak lagi berlarut-larut memikirkannya, yang terus hadir dalam benaknya justru adalah Mami Sandra.

Saat panggilan terhubung, Sandra yang sedang kalut berusaha terdengar baik-baik saja. Bening mengabarkan dirinya juga dalam keadaan baik dan memberi tahu alamat lengkap agar Sandra segera menyusulnya.

Sandra hanya mengatakan dia akan segera menyusul tanpa bisa memastikan kapan dan berapa lama lagi. Sandra bisa saja pergi meninggalkan tempat itu, tapi hutangnya kepada Madam Ines yang cukup besar jumlahnya, masih mengikat erat pergelangan kakinya dengan rantai yang cukup berat.

***

Mobil melaju membelah jalanan yang sepi, kiri dan kanan jalan yang mereka lewati adalah hamparan perkebunan luas. Jarang sekali ada pemandangan hijau seperti ini di kota. Bening membuka satu persatu pemberitahuan pesannya.

Dua pesan teratas dari Kak Humai dan Aneeda. Bening melupakan sesuatu, seharusnya hari ini dia hadir di sekolah karena termasuk salah satu panitia persiapan pesantren Ramadhan.

"Yaampun Bern, aku kan harusnya ke sekolah hari ini."

"Kamu mau ke sekolah sekarang? kita take away aja sarapannya, abis itu kamu siap-siap."

Entah kenapa hari ini aku gak rela kalau kamu berangkat ke sekolah.

Sebuah panggilan suara masuk ponsel Bening.

"Bu Jusma?" Bening segera menjawab panggilan itu. Bern sudah bisa menebak apa yang akan Bu Jusma sampaikan.

Yang akan terjadi kini sudah terjadi, Bening terdiam, terhenyak, terpukul keras sekali saat mendengar suara Bu Jusma yang sempat meragukan dirinya.

"Ibu masih mau dengar penjelasan dari kamu Bening, Walau Pihak sekolah udah gak mungkin percaya sama kamu lagi, Ibu kasi kamu kesempatan buat jelasin ke Ibu semua foto-foto ini."

Saat Bening memutuskan sambungan panggilan, dirinya langsung membuka pesan bertubi-tubi yang masuk, salah satunya dari Kak Humai. Kak Humai menanyakan hal yang sama seperti yang Bu Jusma tanyakan. Bedanya, Kak Humai meyakini bahwa Bening adalah korban fitnah dan pelecehan.

Seperti ditusuk ribuan jarum kecil, kepala Bening terasa sakit sekali. Sekelebat kejadian malam itu kembali bermunculan di benaknya satu persatu.

Bern memperhatikan air wajah Bening yang mulai keruh. Rasa lapar itu kini sudah hilang, yang harus mereka lakukan sekarang adalah berusaha menjelaskan fitnah ini pada semua orang, Bu Jusma adalah orang yang paling pertama mereka kunjungi.

Tanpa banyak bicara, Bern dan Bening menemui Bu Jusma dirumahnya. Bu Jusma menyambut Bening dengan raut wajah kecewa, tapi setidaknya Bu Jusma masih mau mendengar penjelasan Bening.

Bening adalah pribadi yang paling tak suka mengingat kejadian buruk yang pernah menimpanya, namun Bu Jusma kali ini sedikit memaksa dan mengintimidasi Bening yang membuat Bening terpaksa mereka ulang semua yang terjadi kemarin.

"Dan apa Ibu tau siapa yang ada dibalik semua ini? dia Lilyana Natsir, puteri tercinta dari Bobby Natsir." Ucap Bern menahan geram menyebut nama rubah kecil itu.

"Saya sudah menceritakan semuanya Bu, percaya atau tidak, itu hak ibu."

Bu Jusma yang sejak Bening bercerita tadi menahan sesaknya, kini air mata itu tak mampu lagi ditahan. Dia merengkuh Bening ke pelukan, padahal Bening tampak baik-baik saja dan seperti enggan membalas pelukan itu.

"Maafkan Ibu Ning, maafkan Ibu yang sempat meragukan mu," semakin mengeratkan pelukan. "Ibu akan sampaikan cerita kamu dan bukti yang kamu bawa ini kepada pihak sekolah, untuk meredam isu yang beredar."

Bening melepaakan diri dari pelukan Bu Jusma.

"Pihak sekolah akan menyelesaikan ini semua, tapi maaf Ning, Ibu tak bisa merubah keputusan pihak penyelenggara LKS. Nama kamu sudah dihapus dan dianggap melanggar persyaratan peserta, jadi yang akan menggantikan mu adalah pemenang kedua, i... iya... itu, Lilyana,"

Runtuh sudah benteng pertahanan Bening, terlepas sudah tameng yang selama ini masih kuat di genggamnya. Kontes itu, adalah harapan, adalah impian, adalah satu-satunya yang bisa Bening persembahkan untuk mami. Untuk keluar dari keterpurukan hidup mereka.

"Bu, tapi...?" Bening masih berharap ada keajaiban.

"Dan salinan rancangan busana yang sudah kita serahkan, itu sudah menjadi milik penyelenggara tingkat kota, dan itu yang akan dipakai oleh Lilya nanti. Karena keberangkatan hanya tinggal satu hari, tidak mungkin sempat untuk merancang ulang. Kamu dianggap melanggar persyaratan dan sudah beruntung tidak dikeluarkan dari sekolah Ning."

"Tapi itu adalah hasil pemikiran dan kerja keras Bening bu! ini gak adil!" sanggah Bern dengan intonasi tak terima.

Bening hanya terdiam menatap Bu Jusma yang menjelaskan panjang lebar rentetan ketidak adilan yang harus Bening terima.

"Maafkan Ibu, karena tak bisa berbuat banyak kali ini"

Ini adalah rangkaian Bullying terpedih yang pernah Bening alami. Dia merapatkan rahang membuat gigi-gigi rapinya bergesekan, tangan kecilnya dia kepalkan dan memukul-mukul kepalanya sendiri.

"Apa ini, apa yang sedang terjadi, bodoh...bodoh... bodoh... Bening bodoh!"

Bern segera meraih tangan itu dan menenagkan Bening tanpa berkata apa-apa. Dia segera membawa Bening keluar dari rumah Bu Jusma.

***

1
Endriani
nah benar iqbar kan suami humai
Endriani
iqbal suami hmay kan ya
Endriani
ben anak viona sebelum sama samuel sepeeti nyq
She_Rha🍁
Ning I'm coming dari masa depan /Chuckle/
Lina M.
Masyaallah,, sebuah cara kembali pada-Nya yang senantiasa dirindukan setiap manusia di dunia 😊
Nangis terharu aku kak enka baca novel terindahmu, serasa aku diposisinya, semoga bisa menjadikan kita hamba yg selalu mencari jalan untuk selalu taat kepada Sang Pemilik Jiwa&Raga ❤
may
Panitia hari kiamat😭apaan lagi ini
may
Tersesat kelamin😭ya ampun ngakak sekaleee akuuu🤣
may
Mas ahmad cemburu?
may
jadi.....
bern kakanya bening? 😯
nana's Apel
ternyata ini karya dah lama & aku baru baca di Januari 2025
Siti Hany
jd ilfil sma bening... kabor💃💃💃
Siti Hany
rasakan kmu bening gmn sakit gk ya sakit lh pasti... karma d byr kontan
Siti Hany
aku ikutan sedih Bern.,.. sabar ya msh bnyk Bening² laen d luarn sana
Siti Hany
gw jd gedek sma lo bening... 😡😡
Siti Hany
thor ko tega bngt sih kmu sma Bern😭😭😭
Siti Hany
kejutan bngt ni author 😤
Siti Hany
tegang thor🤭
Siti Hany
😂😂😂😂
Rosida maghrib
sedihhh banget gx kebayang kehilangan pasangan hidup selamanya
Rosida maghrib
part paling sedih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!