kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.
Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Iblis Jerangkong berjalan menyusuri hutan melaksanakan tugas dari topeng hitam, dan saat dia berjalan santai dia merasakan pancaran energi yang cukup kuat.
"Pancaran energi ini? Cukup kuat, tapi pancaran energi siapa ini??" gumam iblis Jerangkong.
Saat dia berpikir dua bayangan berkelebat dari atas kepala nya.
"Si muka mayat??" Desis iblis Jerangkong.
Pandangan iblis Jerangkong beralih pada Jaka Srenggi.
"Aku yakin itu bocah yang di maksud sepasang gila, berarti benar, bocah itu selamat karena pertolongan dari si muka mayat. Aku harus melaporkan pada yang mulia!'
Saat iblis Jerangkong menatap ke atas dia bertatapan mata dengan si muka mayat, seperti nya si muka mayat sudah waspada dan siap untuk bertarung. Tapi si luar dugaan iblis Jerangkong malah pergi meninggalkan Badawa dan Jaka Srenggi.
Iblis Jerangkong mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya menuju markas di kota bunga.
"Lapor yang mulia, aku sudah menemukan keberadaan bocah itu" kata iblis Jerangkong begitu sampai di markas dan bertemu dengan topeng hitam.
"Bagus, dimana dia??"
"Dia pergi ke arah selatan yang mulia!'
"Dia ber..."
"Kenapa kau tak mengejar nya bodoh??" maki topeng hitam.
"Kau sekarang semakin bodoh,aku menyuruh ku untuk membawa bocah itu ke hadapan ku! mlMalah melaporkan arah kepergian bocah itu," kata topeng hitam memotong perkataan dari iblis Jerangkong dan memaki dengan begitu kerasnya.
"Bocah itu bersama si muka mayat yang mulia, jika aku memaksa untuk menangkap bocah itu, aku tak yakin jika si muka mayat akan diam," jawab iblis Jerangkong yang tersinggung dengan bentakan dan makian dari topeng hitam kepadanya.
"Apa? Si muka mayat? Apa kau yakin kau melihat bocah itu bersama dia??" tanya topeng hitam kaget bukan kepalang.
"Aku sangat yakin yang mulia!"
"Si muka mayat? kenapa dia ikut campur??" gumam topeng hitam.
Dunia persilatan memang luas, dan dunia persilatan sangat mengenal julukan dari si muka mayat, tokoh yang tak pasti dan angin anginan. dia akan mudah membunuh dan juga akan dengan mudah menolong orang.
"Apa hubungan nya dengan bocah itu???" gumam topeng hitam.
Topeng hitam sedikit ragu untuk bertarung dengan si muka mayat, meskipun tingkatan mereka sama-sama mendekati pendekar dewa, tapi tingkat kemampuan dari si muka mayat tetap ada di atasnya.
Mereka sama sama di tingkat pendekar raja langit, dan tak jauh dari pendekar dewa. tapi tingkat itu juga bervariasi dan juga ada kelas nya sendiri. kalau di kelas kan maka muka mayat sudah ada di kelas satu, dan sedikit lagi akan menjadi pendekar dewa.
"Bagaimana dengan Jaka Srenggi? Bukankah dia juga berada di tingkat pendekar raja langit??"
Jaka Srenggi meskipun sudah di tingkat pendekar raja langit, tapi jika di kelas
kan dia ada di kelas tiga, atau kelas paling dasar dari tingkat pendekar raja langit.
"Jadi bagaimana yang mulia? Apa selanjutnya yang akan aku lakukan??" tanya iblis Jerangkong.
Topeng hitam tak menjawab, tapi dia berpikir sendiri mencari jalan.
"Ke arah selatan ya? Tak ada salah nya aku meminta bantuan dari lorong Lima yang ada di sana,dengan begitu menangkap anak muda itu tak sulit," ucap topeng hitam.
"Iblis Jerangkong, kau ajak si pisau kilat dan macan kembar! Kalian ikuti kemana Mereka pergi? jika bisa perlambat langkah mereka, sampai aku datang bersama dengan ketua lorong Lima dari selatan," perintah topeng hitam.
"Kami memperlambatnya ketua? terus bagaimana dengan setan bungkuk??" tanya iblis Jerangkong.
"Setan bungkuk? Memangnya kenapa??"
"Di kota Bangau sudah tak ada lagi kerusuhan yang mulia, ada baiknya dia ikut kami, bagaimana yang mulia??" tanya iblis Jerangkong.
"Boleh, kau juga bawa sepasang gila, aku yakin dengan tujuh orang sudah cukup untuk memojokkan si muka mayat," perintah topeng hitam.
"Kalian duluan berangkat, setan bungkuk dan sepasang gila akan mengejar kalian! Hari ini juga akan aku utus salah satu anak buah untuk memberitahu mereka tugas baru ini," lanjut topeng hitam.
"Baik yang mulia, kami akan mengejar mereka," jawab iblis Jerangkong.
Iblis Jerangkong, pedang kilat dan macan kembar keluar dari markas, selanjutnya terbang menuju hutan dengan iblis Jerangkong menjadi petunjuk jalan untuk mereka.
Sementara itu Jaka Srenggi yang merasa memaksa tenaga karena terus di paksa terbang Badawa akhirnya menyerah.
"Guru, apa kita tak istirahat dulu? Aku sangat kelelahan!"
Badawa melihat ke arah Jaka Srenggi, dia memang melihat Jaka Srenggi sudah sangat kelelahan.
"Baik, tapi kita akan istirahat di tengah hutan! di sini cukup riskan untuk istirahat," jawab Badawa.
"Hutan mana guru? Yang aku lihat hanya Padang ilalang!'
"Tunggu saja, tak jauh dari sini akan ada hutan lebat! kita akan beristirahat di sana."
Badawa dan Jaka Srenggi terbang semakin cepat, dan kedua nya terbang bagaikan elang, melesat bagaikan kuda.
"Nah itu hutan nya," tunjuk Badawa.
Jaka Srenggi akhirnya merasa lega karena akan mendapatkan waktu untuk istirahat meskipun hanya sebentar itu sudah cukup untuk sedikit memulihkan kondisi nya.
Badawa duluan turun dan menjejakkan kakinya di atas tanah, dia menunggu Jaka Srenggi turun.
"Kau cukup cakap juga Jaka, kemampuanmu sangat tinggi! Aku semakin bersemangat untuk melatihmu,
tapi tak sekarang!'
"kenapa guru? Bukankah guru sudah berjanji akan melatih ku dalam perjalanan," kata Jaka Srenggi yang sedikit tak suka karena Badawa mengingkari janji.
"Guru merasa saat ini kita akan jadi buronan lorong Lima! Keadaan kita sudah tak nyaman lagi, dan guru tak tahu lagi harus bagaimana untuk sekarang?" kata topeng hitam.
"kenapa kita jadi buronan guru??" tanya Jaka Srenggi tak paham.
"Menurut guru, mereka sudah tahu jika kau memiliki kitab pedang seribu, dan itu sudah cukup bagi topeng hitam untuk menjadikan alasan untuk menjadikan kita buronan! siap-siap lah untuk menghadapi lawan kuat Jaka," kata Badawa.
"lawan kuat, dimana guru???"
"Nanti, guru yakin harga kepala kita akan sangat besar, kita harus cari tempat yang aman! Guru akan melatih mu untuk mampu bertahan hidup,
Kemampuan mu yang sekarang masih sangat hijau!'
"Kemana kita akan pergi guru??" tanya Jaka Srenggi.
"ke lembah Kematian! Guru yakin tak akan ada yang menyangka kita bersembunyi di sana."
"Lembah Kematian?? Dimana itu guru??" tanya Jaka Srenggi ingin tahu.
"Tempat itu masih jauh, guru yakin kita akan sampai di sana!"
"Baik guru, Jaka akan mengikuti guru!"
"Bagus kau memang murid yang penurut Jaka, pantas saja bargola mengangkat mu jadi murid nya," puji Badawa pada Jaka Srenggi.
Slepppp!
Sebuah anak panah terbang sangat cepat ke arah keduanya, Jaka dan Badawa menghindar dan anak panah itu menancap di sebuah pohon.
"Hey, siapa yang berani bermain-main dengan ku???" Bentak Badawa