NovelToon NovelToon
The Mafia'S Obsession

The Mafia'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia
Popularitas:46.8k
Nilai: 5
Nama Author: Qisyfi Azhra

Obsesi, satu kata yang tidak bisa dilepaskan dari seorang Marcus Torricelli, termasuk memiliki sang keponakan, Shannon.

walau dijuluki King Of World, namun dibalik itu Marcus menyimpan 1000 Rahasia.

Saat dia berkunjung ke Mansion salah satu kerabatnya, dia bertemu dengan anak perempuan kerabatnya itu, dia menyimpan rasa kagum terhadap Perempuan itu.
Dan dia ingin memiliki perempuan itu, walau perempuan itu masih berusia 20 Tahun.

Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan yang dia inginkan, termasuk memiliki perempuan itu dengan cara apapun...

Dia juga sangat menghormati dan menyayangi Perempuan itu, karena jika dia sudah jatuh cinta, maka dunia bisa saja Kiamat. Rasanya dia akan menjadi manja dan sangat Posesif.

Bahkan Pria berusia 35 Tahun itu memiliki perusahaan yang sangat sukses dan mendunia. Sehingga Ia memiliki banyak musuh.

YOU ARE A WRITER SEASON 6 (Update Senin, Rabu, Jumat, Minggu 9.00 Malam)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qisyfi Azhra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20 (Anger...)

.....Happy Reading.....🙏🏻📖

H-18

Pagi Hari Kemudian.........

Ruang Tamu.

Pagi hari ini, seluruh anggota keluarga sedang berkumpul di ruang makan menunggu waktu sarapan mereka dimulai, Seluruh anggota keluarga berpakai serba hitam karena mereka akan datang ke acara pemakaman Tuan Alendro dan Nyonya Shannin.

Mereka akan dimakamkan di makam khusus Keluarga Torricelli yang berada di Indonesian.

Para Maid sedang sibuk menghidangkan makanan mewah dan mahal di meja makan, sedangkan Shannon sedang bermain ponsel sebari sesekali mengelus perutnya sebari tersenyum...

"Shanni, bagaimana jika siang ini kita jalan-jalan ke mall beli baju baby..."Ajak Shannon.

"Haha...haha...kakak kau bercanda terlalu lucu...babyku saja masih sekecil jagung kau sudah mau membeli baju, nanti sajalah..."Tawa Shanni.

"Yaahhh kau begitu menyebalkan adikku..."Eluh Shannon, cemberut.

Tiba-tiba ada suara langkah kaki seperti banyak orang yang masuk kedalam Mansion, mereka adalah para bodygurd ada sekitar 50 : 50 bodygurd membawa peralatan baby, seperti baju, mainan, motor-motoran, mobil-mobilan besar, bahkan ada pistol mainan.

Shannon maupun Shanni melongo melihat itu, mereka baru saja membicarakan hal itu, tiba-tiba malah langsung muncul didepan mata mereka.

Keduanya menoleh terhadap pasangan masing-masing yang hanya dibalas tatapan datar.

"Woww, benar-benar sultan..."Ucap Shannon, bertepuk tangan seperti anak kecil.

"Waww...ini begitu hebat..."Ucap Shanni, takjub.

"Apakah Uncle yang membelinya?"Tanya Shannon, menoleh menatap Marcus.

"50% aku yang membelinya, 50% lagi L yang membelinya untuk anaknya..."Ucap Marcus, datar.

"Ahhh Thank you Honey..."Ucap Shannon, memeluk Marcus.

"Thank you Uncle L..."Ucap Shanni, tersenyum manis.

Namun Senyum wanita itu tidak dibalas oleh Lucas, Pria itu lebih memilih melanjutkan chat-nya dengan Elly sang kekasih, melihat itu senyum diwajah cantik Shanni pudar berganti senyum miris.

Mereka pun memulai makan pagi, setelah selesai mereka langsung pergi menuju lokasi pemakaman Torricelli Family.

TORRICELLI FAMILY FUNERAL.

Saat sampai di pemakaman, Shanni turun dari mobil dengan dipayungi oleh Bodygurd, di makam kedua orang tuanya banyak sekali bunga, disana juga banyak rekan bisnis dari Keluarga Torricelli maupun Keluarga Alendro sendiri.

Shannon terduduk di makam sang Mama, sebari menitihkan air mata, sekuat apapun dia menahannya, air mata itu tetap jatuh deras.

"Ma, Shannon tidak menyangka secepat ini kalian meninggalkan Shannon, tapi Shannon senang karena kalian pasti bahagia di surga sana..."Ucap Shannon, memeluk batu nisan sang mama.

"Ma, sebentar lagi Shannon akan menikah dengan Uncle Marcus, mohon restunya ya, Sebentar lagi mama juga akan memiliki cucu..."Ucap Shannon, mencium batu nisan sang mama.

Kemudian dia bergantian dengan sang adik, saat dia ke makam sang Papa sang adik kemakam sang mama...

Ada satu anggota keluarga Torricelli yang hadir pada acara itu yaitu Venisa Torricelli, keponakan kandung dari Marcus atau anak dari kakak Marcus.

Setelah acara selesai, Shannon langsung diantar pulang ke Mansion oleh Marcus, sedangkan Shanni dibawa Lucas entah kemana.

Siang Hari Kemudian.........

Siang ini Shannon sedang berada di ruang tengah sebari menonton film favoritnya, sedangkan Marcus duduk disebelahnya...

"Uncle, kenapa para mafia itu suka sekali membunuh?"Tanya Shannon, pertanyaan konyol itu dia lontarkan karena melihat adegan di film mafia yang sedang dia nonton.

"Karena menyenangkan..."Jawab Marcus, singkat dan adat namun terkesan dingin.

Shannon terdiam, dia mengambil oreo dan memakannya sebari memikirkan sesuatu, dia membayangkan saat dia menjadi mafia dan membunuh seseorang sepertinya keren.

"Uncle, aku mau jadi mafia..."Rengek Shannon.

"No."Jawab Marcus, dingin.

"Please ini keinginan anak-anakmu..."Ucap Shannon, wajah dibuat begitu menyedihkan.

"Itu berbahaya..."Jawab Marcus, singkat namun terkesan tegas.

"Tadi kau bilang menyenangkan sekarang berbahaya, yang benar yang mana..."Tanya Shannon, kesal.

"Ya keduanya..."Jawab Marcus, datar.

"Ish, yaudahlah, ganti saja..."Ucap Shannon.

Wanita itu membuka sedikit kancing kemeja Marcus, dia mengelus dada bidang Pria itu, dan menggigit bibirnya diiringi senyum nakal...

"Aku menginginkanmu honey..."Bisik Shannon.

Marcus menatap datar Shannon, dia tersenyum licik dan menggendong tubuh Shannon membawanya kekamar mereka melakukan hal biasa, tidak sampai gol gawang kok😉.

TC'S RESTAURANT.

Saat ini Lucas dan Shanni sedang berada disebuah restaurant mewah milik Perusahaan Torricelli, Wajah Lucas sangar dan dingin sedangkan Shanni hanya berwajah datar tanpa ekspresi.

Lucas seperti sedang menunggu seseorang, Shanni begitu kesal dan bingung sebenarnya siapa yang ditunggu Lucas, mungkin ini juga hormon hamilnya.

"Pesanlah dulu apa yang kau mau..."Ucap Lucas, dingin.

"Yang aku mau sekarang letakkan ponselmu..."Ucap Shanni, datar tatapan tajam.

"Kau semakin berani melawan sekarang, kau tidak berhak mengaturku karna kau bukan SIAPA-SIAPAKU..."Ucap Lucas, menatap tajam Shanni.

Rasanya sakit saat Lucas menekan kata 'Siapa-siapaku' lalu kau menganggapku apa?Shanni hanya mencoba diam dan sabar, bagaimana pun dibalik kerapuhan Shanni dia adalah wanita tangguh, dingin dan kuat, dan semua itu ditunjukkannya sekarang.

Tiba-tiba datanglah seorang wanita menggunakan Mini dress merah cerah dengan senyum manis menatap Lucas, Shanni tahu wanita itu adalah Ellyna, dia menatap datar Ellyna.

"Sayang..."Ucap Ellyna, tersenyum manis.

Wanita itu memeluk Lucas, Lucas tersenyum manis dan membalas pelukan Ellyna.

Bayangkan betapa sakitnya hati Shanni saat melihat Lucas memeluk wanita lain didepan wajahnya, namun bukan Shanni jika langsung menangis didepan mereka...

"Kau sangat tampan sayang...."Puji Ellyna, mengelus lengan kekar milik Lucas.

"Kau bisa saja..."Ucap Lucas, mengusap rambut hitam lebat milik Ellyna.

"Hai Shanni..."Sapa Ellyna, mengulurkan tangannya.

Namun Shanni tidak membalasnya, wajah wanita itu begitu datar dan dingin, bahkan tatapan matanya begitu tajam, yang mampu membuat semua orang takut...

"Shanni!, apa kau tidak diajari sopan Santun, Elly lebih tua darimu dan kau tidak membalas sapaannya maupun uluran tangannya..."Bentak Lucas, tegas.

Rasanya air mata Shanni ingin mengalir saat dibentak oleh Lucas, namun sekuat tenaga dia tahan, dia mencoba menjadi wanita tegar, dia tetap mempertahankan wajah datarnya.

"Untuk apa aku sopan pada pelakor sepertinya..."Jawab Shanni, datar namun menyakitkan.

"Shanni..."Bentak Lucas, suara bahkan sudah meninggi.

Shanni berdiri dia membanting ponselnya dan mendorong Ellyna, namun Ellyna berhasil ditangkap oleh Lucas agar tidak jatuh.

"Dasar ******, miskin, jelek, kau tidak memiliki apapun, kau itu miskin..."Ejek Shanni, menatap jijik Ellyna.

"Shanni!, kau sudah merasa hebat dengan tinggal di Mansion Torricelli, memangnya kau memiliki apa hah?"Tanya Lucas, wajahnya sudah begitu marah.

"Kekayaan keluarga Alendro jatuh kepada aku dan kakakku, jadi jelas aku wanita cantik, cerdas dan kaya, aku memiliki segalanya tidak seperti ****** ini..."Teriak Shanni, membanggakan hartanya.

Plaaakkk.....plakkkk...

Lucas menampar kedua pipi Shanni dengan kencang, dia begitu marah saat Shanni membanggakan hartanya dan malah mengatai Ellyna Miskin, jelek dan ******.

Shanni memegang pipinya yang merah, air mata mengalir begitu saja dari pipinya, wajahnya tetap datar namun bagaimana pun air mata yang sedari tadi dia tahan tetap keluar.

Uhuuuuukkkk.....uhuuuuukkkk.....

Shanni batuk seketika, darah segar keluar dari hidungnya, Ellyna yang melihat itu terlihat raut khawatir diwajahnya, Ellyna adalah gadis yang baik dan rendah hati.

"A-ada darah dihidungmu Nona..."Ucap Ellyna, gugup.

Shanni mengusap darah itu namun darah kembali keluar, kepalanya terasa begitu pusing dan perutnya terasa begitu nyeri, mati-matian dia menahan semuanya namun pada akhirnya dia pingsan terjatuh di lantai.

"Lucas, dia pingsan..."Teriak Ellyna histeris.

Lucas menarik nafas dan membuangnya dengan kasar, dia menggendong tubuh Shanni dan membawanya ke RS Terdekat dengan Restaurant.

Ellyna membawa tas dan ponsel Shanni lalu menyusul Lucas, dia juga begitu khawatir dengan kondisi Shanni.

MANSION TORRICELLI.

Kamar Marcus dan Shannon.

Shannon dan Marcus sedang duduk disofa saling berhadapan, Shannon berniat bercerita soal kondisi sang adik kepada Marcus.

"Uncle, Shanni mengidap penyakit kanker Leukimia stadium 2, Uncle bisakah Uncle minta kepada Uncle L agar tidak menyakiti hati Shanni, dia adalah adikku satu-satu, hatinya mudah sakit,dia juga saat ini sedang hamil..."Pinta Shannon, panjang lebar.

"Aku tidak bisa mengatur hati L, dia memiliki jalan hidupnya sendiri, dia juga memang sudah memiliki kekasih dan sangat mencintai kekasihnya."Ucap Marcus, datar.

"Jadi maksud Uncle, biarlah Shanni tersakiti..."Ucap Shannon, marah.

"Bukan begitu, namun aku memang tidak bisa mengatur L."Jawab Marcus.

"Oooohhh, jadi sekarang Uncle sudah gak peduli lagi dengan aku dan adikku, siapa wanita itu Uncle?apakah dia cantik, kaya dan cerdas?sepertinya tidak, dia pasti dari kalangan bawah, benar bukan?aku benci wanita-wanita ****** seperti itu, dan aku akan menghancurkan wanita itu demi kebahagian adikku..."Ucap Shannon, berdiri.

Shannon pergi meninggalkan kamar, membanting pintu kamar menuju kamar pribadinya.

Kamar Shannon.

Shannon membanting pintu kamarnya dan menguncinya, dia benar-benar marah karena Marcus tidak menuruti keinginannya, mungkin ini juga hormon kehamilannya sehingga dia begitu sensitif.

Namun apa salahnya dengan permintaan itu, memang seberapa berharganya wanita itu untuk Lucas, namun Shannon tetap ingin adiknya bahagia.

Dia membuka ponselnya dan menelphone seseorang.

Call too : Asisten Alexa

📞Alexa : Hello Nona Shannon! how are you?sudah lama kita tidak bertemu, saya turut berduka cita ya atas meninggalnya Tuan Alendro dan Nyonya Shannin.

📞Shannon : Hello too Alexa, kabarku baik, Alexa bisakah kamu cari tahu mengenai wanita yang sedang dekat dengan Lucas Torricelli.

📞Alexa : Bisa Nona, memangnya kenapa?

📞Shannon : Tidak apa-apa, saya hanya ingin tahu saja, sekarang kau dimana?

📞Alexa : Di Mansion Nona, di Italia.

📞Shannon : Siapkan keberangkatku ke Italia okay.

📞Alexa : Baik Nona.

Sambungan telphone pun terputus, Shannon duduk di tepi ranjang sebari tersenyum psychopath, dia sengaja ingin kembali ke Italia membawa Shanni untuk berobat di negeri lain namun dia akan tercatat mendarat di negeri kelahirannya itu.

Apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Shannon Alendro?bahkan membeli Bandara sekaligus 100 pun bisa dengan kekayaan yang dia miliki.

"Inilah akibatnya tidak menuruti permintaanku, aku akan pergi membawa anakmu ini bersamaku..."Ucap Shannon, tersenyum miring.

"Tenang saja anak ini aman bersamaku, aku tidak akan membunuhnya dan aku tidak butuh pernikahan itu..."Ucap Shannon.

Malam Hari Kemudian........

Ruang Makan.

Saat Marcus dan Shannon sedang berada di ruang makan, Sudah berulang kali Marcus membujuk Shannon namun hasilnya nihil.

"Dear, malam ini kau mau apa?aku akan mengabulkan apapun itu asalkan kau tidur bersamaku..."Bujuk Marcus, lemah lembut.

Namun tidak sedikit pun Shannon bergeming, wajahnya datar dia masih kesal dengan Marcus lagi pula sebentar lagi dia akan meninggalkan Marcus.

"Twins, apakah kalian tidak mau membantu daddy membujuk mommy kalian..."Ucap Marcus, mengusap perut Shannon dan mencium perut rata itu.

'Apa-apaan sih Uncle Marcus, asal cium saja....'Batin Shannon, kesal.

Marcus tersenyum tipis dan mengusap kepala Shannon, Namun Shannon tetap diam.

Mereka memulai makan malam tanpa menunggu Lucas dan Shanni, karena mereka berdua belum pulang...

Setelah makan malam selesai, Shannon langsung pergi meninggalkan meja makan kekamarnya, dia terlalu malas dan kesal berlama-lama bersama Marcus.

Marcus pun langsung pergi ruang kerjanya, karena ada beberapa orang Markas yang datang.

Ruang Kerja.

Saat Marcus masuk ke ruang kerjanya, sudah ada 5 petinggi Markas termasuk Levi, Marcus langsung duduk dikursi kerjanya dan menatap tajam mereka semua.

"What is it?"Tanya Marcus, dingin.

"Begini Tuan, ada kegagalan pada pengiriman narkoba ke negeri Australia..."Ucap Dylan.

"Siapa yang menggagalkannya?"Tanya Marcus, menatap tajam Dylan.

"Tuan Dimitri..."Jawab Levi, datar.

"Sedari dulu Pria itu tidak pernah berhenti mencari masalah denganku..."Ucap Marcus, tersenyum menyeramkan yang mampu membuat orang merinding.

"Apa yang harus saya lakukan Tuan?apa kita harus menghancurkan perusahaannya atau menyerang klannya?"Tanya Levi, datar.

"Tidak perlu, cukup lakukan tugasmu saja..."Ucap Marcus, kemudian pergi meninggalkan ruang kerja.

Kamar Shannon.

Sedangkan di kamar, Shannon sedang bermain ponsel sebari mencari tahu tentang sebuah kota di singapura, dia tidak tahu bahwa adik bungsu dari Marcus di rawat disalah satu Hospitel terbaik di Singapura.

Ya Marcus adalah anak lelaki ke 2 dari 3 bersaudara, dia memiliki kakak perempuan yang sudah menikah dan seorang adik perempuan yang kecelakaan dan dirawat di Hospitel terbaik di Singapura.

Saat bermain ponsel Shannon ketiduran.

Tiba-tiba masuklah Marcus kekamar Shannon, melihat Shannon tertidur di ranjang, Marcus meletakkan ponsel Shannon dimeja dan menggendong Shannon membawanya kekamar mereka dan tidur disana.

Kamar Marcus dan Shannon.

Saat sampai di kamar, dia meletakkan tubuh Shannon di ranjang, dia memandang wajah polos Shannon saat tidur, dia sadar jika Shannon begitu cantik dan polos saat tidur.

Dia tidur disebelah Shannon, Marcus mencium bibir dan seluruh wajah Shannon kemudian tidur sebari memeluk Shannon begitu erat.

To be continue.

Jangan lupa Like, comment, hadiah, dukungan and vote ya readers🙏🏻😊

Terimakasih🙏🏻

1
Qiss Nur Qhaisara
benar menjijikkan sih
Dwi Andini
lanjutkan kk
asri3utami
visualnya si maximo lagi, jadi tambah suka 😁😁
asri3utami
cerita nya agak mirip 365 days, tapi tetep suka 😄
Sitiaisyah Putri
kayaknya seruu nih
Gemilang Adja
katanya Marcus cinta sama Shanon tapi ini kok malah sering bercinta sama Tiara,jadi bingung saya...,.
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih Kak🙏
total 1 replies
Sun
alvin lebih ganteng
Aisyah Suyuti
menarik
Claudya Imelda
ini mana lanjutnya
Ade Hariani
di translet dong tor
👠Queen inces👠
aisss nggak beber nih ceritax
kok gitu sih

pemeran lakix gampangan anget celup² sana sini is menjijikan😡😤
Nur Halipa
ribet nya alur cerita nya...
Nur Halipa
terlalu blak blakan alur cerita nya...
Nur Halipa
gak tau alur cerita nya bagaimana kaya gimana gitu...
Nur Halipa
kok gitu sih alur ceritanya Marcus gak punya hati banget si Marcus😠😠
jk👑
mampir
Rere Niae Cie'kecee
semangat tour😍😍😘🤗
Fatimah_az zahro
Maksa banget sih Uncle M, Kasihan kan Shannon di paksa...😠

Kurang suka sih Thor sama sifatnya Marcus, mulai dari hobby sex bebas terus kasar, obsessi,dan pemaksa...

Semangat kerjanya author sayang😊💞
Q. Az-Zahra: Terimakasih kak, sayang banyak-banyak dari Q untuk kakak cantik💖😊
total 1 replies
Fatimah_az zahro
Semudah itu Lucas menyetujuinya?😠

And Menurutku Ya Thor Makin hari masalah semakin banyak bermunculan dan itu sebenarnya membuat kesan misteri cuman Banyak Konfik juga gak baik Ya...

Cuman ya terserah kakak author saja, Semangat Thor kerjanya!💪🏻🤭
Fatimah_az zahro
Ya Ternyata Shanni tak direstui oleh Mom Aini, sabar ya Shan....

Kakak Author buat dong Shanni jangan sampai meninggal, buat Lucas dan Shanni bersatu dong....

Semangat kerjanya Thor💪🏻😊...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!