Anak Konglomerat ternama,Dia dicelakai oleh temannya sendiri yang membuatnya hampir kehilangan nyawanya. Namun berkat kalung giok naga pemberian Nenek, Jiang Are melintasi ruang waktu.
Begitu bangun, Jiang Are menyadari bahwa dirinya masih hidup! dan mendapatkan System yang akan membantunya menggapai puncak keabadaian didunia kultivasi dengan menyelesaikan Quest, agar dapat kembali ke bumi lagi.
Akankah Jiang Are mampu membalas dendam kepada orang yang telah mencelakainya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 - Bocah Korban Bully
Bagian 20 - Pergi atau Tinggal?
Are berjalan mendekati bocah itu, dan Bocah itu mundur perlahan..
"Bocah kau tidak perlu khawatir lagi, sekarang kamu bisa berkultivasi" Ucap Are sambil tersenyum
"Mana mungkin!! Tubuhku tidak dapat menyerap aura, karena Meridian ku hancur!! tidak ada orang yang dapat membantuku" Ucap Bocah Korban Bully
"Hoo, mulutmu panas sekali. sekarang kamu coba tenangkan diri, lalu alirkan energi Qi dalam dirimu!!, dan lihat ada berapa meridian yang telah aku buka untukmu" Ucap Are. //Tersenyum
"Mana mungkin aku bisa mengalirkan energi Qi!!" Ucap Bocah korban Bully
"Diam!!, kalau kau tidak mau mencoba sedikitpun jangan harap kamu bisa menggapai impianmu itu. lebih baik lupakan saja!!" Ucap Are dengan Marah + kesal
Korban bully menundukkan kepala dan berbicara didalam hati terdalamnya. Benar apa kata kakak itu, aku terlalu sering menyalahkan keadaan. jika aku mau mengubah nasib ku lebih baik mengubah diriku agar tidak terus menyalahkan keadaan ku!!, untuk sekarang aku ingin coba percaya dengan kakak ini
Are melihat bocah itu tiba tiba mulai mengambil sikap duduk santai dan mencoba untuk mengalirkan energi Qinya.
"Jangan tergesa gesa!!, Rasakan energi Qi lalu biarkan energi itu mengarahkan mu ke suatu tempat!!" Ucap Are.
harus aku ikuti langkah yang diajarkannya, Rasakan energi Qi, ah ini!! lalu biarkan energi Qi mengarahkan ke suatu tempat… ah tunggu ini!! apakah ini meridian tingkat 7 apakah orang itu yang telah mengaktifkannya!!. apakah ini artinya aku dapat berkultivasi? menangis
Are melihat bocah itu mulai membuka matanya.. Tiba tiba!!
Bocah itu menundukkan kepala dan mengucapkan "Tuan dermawan mohon maafkan kelancangan saya karena ketidaktahuan, dan terima kasih karena telah membantu membuka meridian" Ucap Are
heh anak ini sudah mulai sopan sekarang
"heh, ternyata kamu tahu sopan dan berterima kasih juga ternyata"- Are.
Aku ingin melihat anak ini mau bagaimana?, akankah memohon mengikuti ku atau akan pergi?
"untuk Sekarang kamu mau bagaimana?, meridian mu telah aku sembuhkan. apakah kamu ingin pergi atau tetap tinggal itu keinginanmu bocah" Ucap Are
aku tidak ingin lagi salah mengambil langkah, untuk kali ini aku ingin mengabdikan diriku padanya
Bagian 20.1 - Ingin Menjadi Muridku?
Are melihat bocah itu mulai bersujud kepadanya
"Guru tolong terima aku sebagai murid mu, murid ini tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk berkultivasi dengan benar. Murid ini bersumpah akan setia demi langit dan bumi akan taat apa kata Guru" Ucap Bocah Korban Bully
"Hoo, apakah kamu tulus menggunakan hatimu atau cuma omong kosong mu aja? apakah perkataan mu dapat aku percaya?. Coba yakinkan aku untuk dapat menerima mu sebagai murid ku" Ucap Are.
"Murid ini akan mengingat pesan, dan mengabdi kepada Guru sampai mati, Murid ini juga akan bersumpah bahwa akan menggunakan teknik beladiri yang diajarkan guru bukan cuma dipamerkan melainkan akan aku gunakan sebaik mungkin" Ucap Bocah Korban Bully
"perkataan mudah diucapkan tetapi menjalankannya akan sangat susah. Aku lebih suka orang yang memperlihatkan bukti daripada hanya banyak bicara saja" Ucap Are
bagaimana cara meyakinkan orang ini agar menjadi kan aku muridnya, aku memang sangat tulus ingin menjadi muridnya!! walaupun nyawaku taruhannya
"Jika begitu murid ini akan mempersembahkan nyawa ku kepada guru, dan akan aku buktikan sekarang
mengambil peso dan meneteskan darah ke tanah sambil mengucap :
Di depanmu guru Tetes darah ini sebagai saksi Bila aku bersumpah di hari di mana bila murid ini melanggar perintah, maka Murid siap menerima hukuman tanpa perlawanan. seberat apapun sesakit apapun hukuman itu akan murid terima, jika melanggar maka murid ini akan mendapat musibah dan luka yang tidak dapat disembuhkan!!." Ucap Bocah korban Bully //Tatapan Serius + Menangis
Are melihat apa yang dilakukan bocah itu membuatnya tak bisa berkata apa apa dan ekspresi yang dikeluarkan menandakan keseriusan dirinya
"baiklah karena sudah mengambil sumpah, aku juga sudah melihat dari matamu serta tindakan yang kamu lakukan dapat meyakinkanku." Ucap Are
Are berjalan menghampiri bocah itu melihat tangan dan membantu menutup luka dengan kemampuan medis, bocah itu terkagum kepada gurunya ternyata sangat hebat, setelah mengobati Are kembali dan duduk didalam. Bocah itu mengikuti Are masuk
"Sebelum aku mengangkat mu jadi murid ku, siapa namamu bocah?" Ucap Are
"Murid ini bernama Bo Yan, Bo adalah marga ku dahulu, dikarenakan aku adalah anak cacat aku sudah tidak diakui oleh mereka. Ayah ibuku juga tidak menginginkanku, aku terlantar. Aku tidur di jalan dan makan makanan sisa." Ucap Bo Yan
Bagian 20.2 - Jiang Yan!
"Sungguh malang sekali nasibmu nak!!, Namaku adalah Jiang Are kamu boleh memanggilku Guru Are atau Guru saja juga boleh. sekarang buang semua yang telah menyakitimu, suatu saat guru akan menemanimu kesana untuk melihatmu memberikan pelajaran. Apakah kamu sanggup. meratakan keluargamu yang telah menyakitimu?" Ucap Are
"Guru… murid sangat yakin dengan pilihan kali ini. Jadi di mana saat waktunya tiba biarkan murid yang menghanguskan, walaupun akan sakit. Namun dengan adanya Guru murid akan jauh lebih nyaman" Ucap Bo Yan
matanya memperlihatkan betapa rasa dendamnya terhadap keluarga yang menindasnya, aku harus mengurus anak ini sebaik mungkin supaya tidak salah dalam memilih
"Hem, mulai sekarang Bo Yan betulkan?.. Namamu tidak lagi bermarga Bo. Namun bermarga Jiang!!. Mulai detik dan saat ini kamu adalah murid pertamaku dan namamu adalah Jiang Yan. Junjung tinggi dan jangan membuatku malu!!" Ucap Are
"Baiklah Guru!!. murid ini menerima dengan senang Hati, mulai sekarang nama ku adalah Jiang Yan. Aku bersumpah akan membuat Guru senang!" Ucap Jiang Yan
"Sudah sudah sekarang kamu jalan jalan di sekitar rumah ini, pilihlah 1 kamar yang akan menjadi tempatmu, ingat di kemudian hari rumah ini akan menjadi rumahmu juga. untuk masa mendatang jangan pernah memakan makanan sisa yang akan membuat nama Jiang jatuh" Ucap Are
"Baik Guru!!, Murid mohon izin untuk melihat rumah ini" Ucap Jiang Yan
Jiang Yan segera pergi melihat lihat sekitar rumah
lebih baik sekarang melanjutkan membaca buku cultivator lagi, untuk melatih Jiang Yan kedepannya
Jiang Yan merasakan Aura yang sangat luar biasa, guruku ternyata sangat hebat. bisa mengumpulkan semua Aura kesini. Ah iya guru menyuruhku untuk mencari kamar, seingatku disamping rumah guru masih kosong baiklah aku akan minta disamping guru saja!,
Jiang Yan berlari menuju ruangan guru lagi. "Guru... Guru… Guru Are"
Haish ada apa dengan anak itu, apakah tidak bisa lebih tenang saja hadeh
"Ada apa Jiang Yan?" Ucap Are
"Guru murid sangat menginginkan Ruangan yang tepat berada disamping itu" Ucap Jiang Yan
"Ini ambil kuncinya, kamu rapikan sendiri setelah selesai segera ke taman yang tidak ada Gazebonya. tunggu di sana!, ingat tidak boleh mencari guru wajib menunggu setelah membersihkan ruangan milikmu itu" Ucap Are
"Haim Guru!!" Ucap Yan
Jiang Yan segera pergi menuju ruangan dan membersihkanya.
Hah selagi dia membersihkan pasti akan memerlukan waktu yang lama, sekarang aku bisa kepasar untuk membeli bahan dan lauk. untuk memasak nantinya, ada dapur tetapi tidak digunakan kan percuma. sekalian beli baju untuknya saja
Are bergegas menuju Pasar ~
karena alur bagus ya lanjut ajalah😌
Contohnya :
"Aku sangat bosan hari ini" Ucap Are sembari menyandarkan kepalanya pada meja.
Kalo versi pikiran tuh pake : "Batin,Pikir"
Contohnya :
'Aku sangat bosan' Pikir Are setelah pulang ke rumah.