Kehidupan baru Kenzo dan Delima berubah setelah hadirnya buah hati mereka, dan jangan lupakan jika Delima kini berubah menjadi Mahasisiwi cantik yang siap dilirik oleh kaum laki laki.
Selain Kenzo dan Delima, disini juga mengisahkan orang orang yang belum move on dari masa lalunya, kecuali satu orang sang Duteng alias Duda Ganteng.
"Satu ditambah satu dua, kamu tau kan yank kalau aku tak akan menduakan mu"
"Cintaku bukan seperti es teh plastikan, jika habis langsung dibuang"
Yuk, yang penasaran kisah Kenzo sang mantan Casanova, Mario yang katanya Mafia tapi juga gagal move on, dan si Tata Surya yang sudah beristri tapi juga belum move on, atau si Duteng pendatang baru yang akan meramaikan kisah mereka.
Mengandung adegan 18+ dan 21+ , dibawah umur jangan coba coba baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa Aku Salah?
Delima keluar dari butiknya, kemudian menyetop taxi yang ada didepannya itu
"Gila.....gila.....gila......."
Ucapan Kak Nei tentang Jeje yang sudah ada didepan hanyalah bohong belakang, Kak Nei sudah hapal betul tipe laki laki yang semacam kucing garong .
Sementara setelah kepergian Delima, Vano pun mendadak menjadi tidak berselera, apalagi dengan adanya Kak Nei, yang memang setengah laki laki dan setengah perempuan
Diluar sana, ada sosok wanita cantik yang juga ingin mengunjungi Delima pagi ini,
Brakk
Wanita cantik itu menabrak Vano, karena tidak melihat jalan dan fokus pada ponselnya saja
"Vano....."
"Laura...."
Mereka bersama sama saling menyebut nama
"Apa kabar kamu La?" tanya Vano dan mencoba membantu Laura untuk berdiri "Bisa?"
Laura mengangguk "Makasih, aku baik Va, gimana dengan kamu?"
"Seperti yang kamu lihat" jawab Vano yang sudah membawa Laura duduk di sofa butik Delima
Laura dan Vano terdiam, hingga Vano kembali bersuara "Maaf" hanya itu yang bisa diucapkan oleh Vano saat ini dan kemudian meninggalkan Laura, tetapi sebelumnya Vano sudah memastikan keadaan Laura baik baik saja.
Kak Nei yang dari tadi dibelakang, akhirnya keluar ketika melihat salah satu pelanggan butiknya sudah duduk di sofa dengan nafas yang ngos ngosan
"Kenapa Cin?" wajah ye ditekuk gitu, kayak baju kusut kagak pernah digosok deh
"Aku gak apa apa Kak Nei, oh ya Delima mana?"
"Delima sudah ke kampus, baru aja berangkat"
"Wah telat dong aku Kak"
"Oh ya Kak Nei, ngapain tuh Duda Ganteng kesini?" tanya Laura penasaran tiba tiba melihat Vano pagi pagi dibutik
"Duda?" tanya Kak Nei tidak percaya
Sedangkan Laura mengangguk
"Oh em ji, pentesan ngebet banget ma bebeb Delima"
"Biase....tapi eike kira....si Duteng yang cakep itu naksir deh ama Delima"
"Yang bener Kak Nei" Laura tiba tiba menjadi murung
"Cembokur?? tenang saja, Delima kagak mungkin tertarik ma si Duteng, percaya deh ma eike cin"
"Lagian si bebeb juga dah punya suami yang uhh....ganteng bingit"
Laura kemudian mengangguk dan tersenyum
Laura....gadis cantik mantan pacar Vano ketika Vano belum menikah dengan mendiang istrinya, Vano meninggalkan Laura bukan karena dijodohkan, tetapi Vano yang waktu itu kuliah di luar negeri dan terpaksa harus meninggalkan sang kekasih hati.
Vano adalah tipe laki laki yang tidak bisa jika jauh dari pacarnya, jadi ketika di luar negeri dia bertemu dengan Elena dan menjalin hubungn dengan nya, hingga akhirnya menikah dan meninggalkan Laura di Indonesia.
"Yau dah Kak Nei, Laura pulang aja, ntar kesini lagi kalau Delima dah balik ngampus, bye.."
Sedangkan Vano, setelah dari butik DenZo dan bertemu Laura pikiran nya menjadi tidak tenang
"La....kenapa kamu muncul disaat aku sudah menyukai seseorang?"
"Dan maaf, maaf untuk kesalahanku yang dulu"
Vano menghisap rokoknya, mencoba menenangkan pikirannya, antara hati dan pikirannya harus sinkron, antara cinta masa lalu dan cinta masa depan
Oh tidak cinta masa depan yang salah, Vano salah karena mencintai istri orang.
********
"Ini apa?"
Surya melempar berkas dihadapan Alenka "Surat cerai kita, aku udah tanda tangan, tinggal kamu, dan setelah itu kita sah bercerai"
"Aku tidak mau"
"Kenapa?" bentak Surya
"Apa tidak ada rasa cinta dihatimu untuk aku Surya?"
"Apa demi Delima kamu menceraikan aku?"
"Iya....dan kamu sudah tau jawabannya dari dulu" jawab Surya tegas
"Buka mata mu Ya, Delima sudah menikah dan sekarang dia lagi hamil"
"Sadar Ya" ucap Alenka lagi
"Argggh........" Surya mengacak rambutnya kemudian meninggalkan Alenka dan mengurung diri di kamar
Surya sebenarnya sadar, jika dirinya tidak mungkin mendapatkan Delima, apalagi dengan kehadiran anak yang sedang Delima kandung
"Apa salah, apa salah kalau aku mencintaimu Delima?"
"Apa salah jika aku menginginkanmu Delima?"
"Dan apa salah jika aku ingin kamu yang mengandung benih ku Delima, hanya kamu?"
"Apa aku salah?"