PART DUA Novel KETIKA KEHORMATAN KU DI PERTANYAKAN.
"BISMILLAH CINTA" seru Khadijah sebelum ia bersujud di sepertiga malam nya. Setelah pagi tadi ia merasakan gugup dan jantung nya berdetak kencang untuk pertama kali nya saat dekat dengan seorang laki-laki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
"Baiklah, bi. Akbar menyetujui nya"
"Terpaksa?" Hamish mengatakan nya dengan nada tegas sejak tadi.
"Tidak, bi."
"Hanya mau bakti kepada abi atau memang kamu benar-benar menerima nya?" Hamish masih saja mengintegrasi Akbar bagaikan seorang penjahat, di ujung ruangan Karin sudah ingin sekali mencubit suami nya.
"Akbar mau bakti kepada Orang tua, tapi bukan berarti Akbar terpaksa menerima perjodohan ini"
"Perjodohan?"
Akbar seketika mendongak, menatap wajah yang masih terlihat sangat awet muda walaupun umurnya hampir menginjak kepala lima.
"Kamu bilang perjodohan? Padahal dia yang selalu kau sebut dalam doa"
Hah? Bagaimana bisa tau. Sepuluh tahun ini Akbar tidur di rumah utama, ia jarang sekali pulang ke rumah nya. Ia sholat malam di rumah utama, tapi sekalipun ia tidak pernah menyebut secara gamblang di dalam doa nya, tidak mungkin siapapun mendengar nya.
Kini Akbar benar-benar sudah percaya dengan apa yang dimiliki oleh abi nya. Dan sekarang ia harus pasrah, mengikuti alur yang akan di buat Allah melalui kelebihan yang di anugerahkan kepada Hamish.
"Lusa Nikah, hafalkan qobiltu"
"Hah? Lusa, bi. Mana siap Akbar"
"Kalau gak mau, gak usah Nikah sekalian"
Hamish meninggalkan Akbar, pemuda itu terasa begitu di permainkan.
Lusa? Empat puluh delapan jam lagi, mana siap dia? Bahkan menatap matanya rasanya akbar masih belum sanggup, ia belum bisa mengendalikan diri nya jika ada di dekat Talita.
Malam ini Akbar langsung kembali, ia mengobrak-abrik Ali dan Bilal. Ia ingin menceritakan semua kegelisahan nya.
"Besok saja, mas. Aku benar-benar lelah" Ali kembali merebahkan tubuh nya, ia menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
"Bilal bangun, dimana kau simpan nomor Talita"
"Aku lupa, mas. Mata ku tidak bisa terbuka"
Akbar sungguh-sungguh kesal dengan kelakuan dua saudara nya itu, awas saja besok terkejut, akbar akan tidak peduli dan tidak akan menjelaskan apapun.
***
Pagi ini, kabar yang di bawa Hamish mengejutkan semua orang. Pada akhirnya pun semua harus mempersiapkan nya.
"Kyai Rafiq bagaimana, mas?"
"Sudah siap, besok nikah siri dulu. Bulan depan baru nikah gede-gede an di sana" Jawab Hamish enteng
"Di sini juga?"
"Enggak, semua anak laki-laki gak udah adain pesta gede-gede an di sini, biar di pihak perempuan saja nanti nya"
"Kenapa? Aku juga ingin merayakan, mas"
"Enggak, nanti waktu Khadijah menikah. Kita semua akan mengundang teman kita masing-masing"
Semua diam, walau Usman yang menjadi kyai, keputusan Usman hanya berlaku untuk yayasan. Sedangkan Keputusan keluarga, semua kompak menurut kepada keputusan Hamish. Sejak dulu, semua akur terkendali.
Semua sibuk mempersiapkan lamaran di rumah utama, tapi kini Akbar bersembunyi di rumah Usman, ia sengaja menemani Khadijah merangkai bunga di sana, untuk menghindari pertanyaan banyak orang. Tapi...
"Mas Akbar hamilin anak orang ya, makanya nikah dadakan"
"Astagfirullah, Khadijah" Kalau bukan Khadijah yang bilang, sudah di pastikan Akbar akan mengamuk.
Khadijah pun tertawa, itu sudah cukup menghilangkan kekesalan dan kemarahan Akbar.
"Mas Akbar menikah sama Ning talita, mana mungkin mas hamilin dia, dijah"
"Hehehe... Kan becanda, mas. Selamat ya, kalian serasi pokok nya. Mas Akbar pinter, ning talita juga pinter. Cantik dan tampan juga"
"Makasih ya, dijah" Akbar tersenyum bahagia saat ia melihat senyuman Khadijah. "Oh, iya. Dijah kan dulu pernah satu pengajian sama Talita. Dia bagaimana, atau dijah tau Talita dekat dengan Gus siapa gitu?"
"Tidak, mas. Ning talita tidak pernah cerita apapun, kalau gus-gus yang suka dia banyak, heheh"
"Dia menanggapi enggak?"
"Enggak pernah, sama kaya dijah. Dia katanya pasrah sama pilihan aba nya"
Deg
Deg
Deg
Ada setitik rasa senang di hati Akbar, sedikit ketakutan nya di tolak menghilang, walaupun sedikit
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam" hanya Khadijah yang menjawab nya, Akbar masih diam melamun.
"Ning ini ada paket"
"Hah?" kaget Khadijah saat melihat buket bunga mawar merah segar, lalu ada sekeranjang buah dan satu kresek besar susu, juice, roti, dan beberapa snack.
"Dari siapa?" Khadijah berdiri, meraih buket bunga berharap ada nama pengirim.
Cepat sembuh dan tersenyum kembali...
081233456789
Penasaran ......
ko gak up
lama lohh nunggu nya...