NovelToon NovelToon
The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: SweetMoon2025

​"Bagaimana setangkai mawar membalas dendam saat kelopaknya ditarik habis?"

​Dicap kutukan karena berambut red wine dan bermata storm silver, Annaline diusir dan kamarnya dibakar oleh keluarga kandungnya. Namun, pelarian ke Imperium Aethelgard justru membangkitkan rahasia darah 400 tahun lalu: Thread Magic, sang Sihir Benang Takdir.

​Bersama prajurit misterius bermata perak yang menyimpan otoritas tertinggi, Annaline mulai merajut jaring perang dan bisnis lewat butik barunya.

​Siapakah pria itu sebenarnya? Dan rahasia kelam apa yang akan terkoyak saat sang putri terbuang mulai menarik benang kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SweetMoon2025, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Gaun Pesta Berdarah

​"Panglima Aethan yang Anda agungkan itu ... hanya sosok bertopeng besi yang menyembunyikan monster haus takhta dibaliknya," bisik pelayan wanita itu lagi, matanya berkilat penuh hasrat manipulasi. "Beliau memanfaatkan bakat jahit magismu untuk menarik perhatian Kaisar, lalu menumbangkan faksi Permaisuri. Jika Anda ingin selamat, ikutlah bersama faksi Pangeran Mahkota yang Terasing—"

​HISSS!

​Sebuah sambaran seputih salju memotong kalimat pelayan itu. Mimi melompat dari ranjang, cakarnya mencuat tajam dan nyaris merobek wajah sang pelayan jika wanita itu tidak bergerak mundur dengan reflek cepat. Bersamaan dengan itu, pintu paviliun terhempas terbuka hingga hancur menjadi serpihan kayu akibat hantaman Mana perak yang sangat kuat.

​"Kau terlalu banyak bicara untuk ukuran seekor tikus lumpur, Pelayan," sebuah suara bariton sedingin es memotong malam dingin.

​Aethan melangkah masuk dari kegelapan koridor. Zirah hitamnya telah dilepas, menyisakan kemeja kain gelap yang melekat ketat pada tubuh tegapnya. Begitu melihat kehadiran Aethan, pelayan wanita itu langsung ketakutan. Tanpa sempat memohon ampun, ia menggigit kapsul racun di balik gerahamnya dan ambruk tak bernyawa di lantai paviliun dalam hitungan detik, sebuah aksi bunuh diri khas mata-mata yang terlatih.

​Anna langsung mundur ketakutan hingga punggungnya membentur tiang ranjang, napasnya memburu menatap mayat yang terbujur kaku, lalu beralih menatap Aethan dengan tatapan penuh tuntutan. "Siapa sebenarnya Anda, Tuan Panglima? Pelayan itu menyebut tentang Pangeran Mahkota yang Terasing. Jadi, siapa pemilik asli cincin perak di jariku ini?"

​Aethan tidak segera menjawab dan pria itu memberi isyarat pada penjaga di luar untuk membereskan mayat tersebut, lalu menutup pintu yang rusak dengan sihir penghalang. Ia melangkah perlahan mendekati Anna, matanya menatap intens pada cincin perak berlambang elang bersayap kembar di jemari lentik sang gadis.

​"Pelayan itu tidak sepenuhnya berbohong, Anna," ucap Aethan parau, mengikis jarak di antara mereka hingga Anna bisa merasakan embusan napas hangatnya yang sarat akan beban berat. "Aethan Cassian Solaris hanyalah nama yang kugunakan untuk memimpin pasukan berbatasan. Nama asliku yang tertera dalam silsilah Kekaisaran ini ... adalah Aethan Cassian Solaris von Astra, Pangeran Mahkota yang dibuang oleh persekongkolan keji Permaisuri dan Kaisar tua sepuluh tahun lalu."

​Jantung Anna langsung mencelos. Tebakannya selama benar, namun mendengar pengakuan langsung dari mulut pria ini terasa jauh lebih menghentakkan kesadarannya. "Jadi ... jadi Anda membawaku ke sini hanya untuk menjadikanku bidak politik?"

​Aethan mencengkeram kedua bahu Anna, tidak terlalu keras namun sarat akan cengkeraman posesif yang tak terbantahkan. Mata peraknya berkilat pekat oleh kabut emosi yang membara. "Awalnya, ya. Silsilah Benang Darah milikmu adalah kunci untuk memurnikan kutukan hitam di tubuhku dan menghancurkan pengaruh penyihir hitam milik faksi Permaisuri. Tapi sekarang ...." Aethan menunduk, berbisik tepat di depan bibir Anna yang mulai bergetar. ".... siapapun yang mencoba merebutmu dariku, entah itu Gideon atau Kaisar sekalipun, akan kuhancurkan bersama takhta busuk ini. Kau adalah teritoriku, milikku sepenuhnya Anna."

​Ketegangan itu mendadak terinterupsi oleh tingkah Mimi. Kucing kecil itu meloncat ke atas meja kerja tempat secangkir teh herbal yang disajikan pelayan istana sebelum insiden tadi berada. Mimi mengendus bibir cangkir, lalu mendesis kuat seraya membalikkan cangkir itu hingga cairannya tumpah mengikis permukaan meja batu yang mana cairan itu telah dicampur dengan racun pelebur Mana milik faksi Gideon.

​"Tikus-tikus itu bergerak lebih cepat dari perkiraanku," desis Aethan, matanya menggelap menatap meja yang terkikis.

"P-panglima ...."

​Keesokan paginya, badai politik yang sesungguhnya benar-benar datang. Seorang utusan agung Kaisar tiba di paviliun dengan membawa titah tertulis yang dibacakan di depan publik istana.

​"Mengingat keahlian murni dari pemilik Ruby Rose Boutique, Yang Mulia Kaisar menitahkan untuk menguji sekali lagi! Nona Anna diwajibkan mendesain dan menjahit jubah kebesaran agung untuk Permaisuri dalam waktu dua hari. Jubah tersebut harus sudah dikenakan pada acara Royal Banquet lusa malam. Keberhasilan akan membawa kejayaan bagi Ruby Rose, namun kegagalan atau cacat sedikit pun pada gaun tersebut akan dibayar dengan nyawa seluruh keluargamu di Solmara!"

​Anna mencengkeram gaunnya sendiri karena ini jelas jebakan mati. Menjahit gaun untuk Permaisuri—musuh bebuyutan Aethan—di dalam sarang serigala adalah hal yang mustahil tanpa sabotase.

​Namun, siang harinya, sebuah keajaiban terjadi. Seorang kurir logistik dari serikat dagang luar berhasil memasukkan sebuah peti mati berstempel rahasia ke dalam ruang kerja Anna. Di dalamnya tergeletak gulungan kain sutra perak yang sangat langka, bersanding dengan sepucuk surat pendek dengan tulisan tangan Leon yang familier:

"​Nyonya Bos, kain sutra perak ini ditenun dengan benang penolak kutukan hitam dari wilayah luar. Aku tahu kau sedang dikepung ular berbisa. Gunakan kain ini untuk gaun Permaisuri. Biarkan aku yang menjaga Solmara untuk sementara waktu dan keluargamu."

​Dua hari berlalu dalam kerja keras yang menguras Thread Magic milik Anna. Bersama insting tajam Mimi yang membantu mendeteksi serat-serat kain yang tidak stabil, Anna berhasil menciptakan sebuah mahakarya berupa gaun malam perak berhias sulaman emas yang begitu megah, seolah-olah ditenun dari cahaya bulan itu sendiri.

​Malam Perjamuan Agung (Royal Banquet) akhirnya tiba. Aula utama istana dipenuhi oleh ratusan bangsawan dengan pakaian termewah mereka. Musik klasik bergema, namun atmosfer terasa begitu mencekam saat Permaisuri melangkah masuk mengenakan gaun perak mahakarya Anna. Seluruh pasang mata berdecak kagum atas keindahan luar biasa gaun tersebut. Gideon yang berdiri di barisan depan tersenyum tipis, sebuah senyuman yang membuat firasat Anna mendadak memburuk.

​Permaisuri berjalan dengan anggun menuju takhta di samping Kaisar tua. Namun, tepat saat kaki sang Permaisuri menginjak anak tangga takhta tertinggi, pendaran emas pada sulaman gaun itu mendadak berubah menjadi merah darah yang pekat.

​JLEB!

​"AAAGHHH!"

​Permaisuri mendadak menjerit histeris, memegangi dadanya saat jarum sihir tersembunyi—yang telah disabotase oleh mata-mata Gideon di ruang penyimpanan sebelum acara—mendadak mencuat dari balik serat kain, bereaksi dengan darah dan meracuni jantung Permaisuri seketika. Sang Permaisuri ambruk bersimbah darah di atas karpet merah aula agung.

​Keheningan malam perjamuan pecah menjadi kekacauan. Ksatria Hukum Istana langsung menghunus pedang mereka, mengepung posisi Anna.

​Gideon melangkah maju, menunjuk tepat ke arah wajah Anna dengan seringai kemenangan yang tak lagi disembunyikan. "Tangkap pembunuh itu! Gadis penyihir dari Solmara ini telah melakukan percobaan pembunuhan terang-terangan terhadap Permaisuri Agung Kekaisaran!"

1
WidBy
lanjut kak
Anne Soraya
lanjut
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: siap kaka 😍🫶
total 1 replies
Razi Maulidi
awal bab yang indah kk.... ceritanya bikin sedih di awalnya.... semangat....
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih kak 🫶🤗
total 1 replies
WidBy
Lanjut kak 🤭
Mutiara
Kok belum up lagi?
Mutiara
5 bab Thor? keren bnget. besok 5 bab LG kan? 🤭
WidBy
lanjut thor
한스 |HANSEN|
aku hadir mom!
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Yes, dear. Thankyouuu 🫶🫶🫶
total 1 replies
Vhin Ananta
Sweet yang nggak Sweet karena bikkn mewek 🫣..
lanjut yaaaaa
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih Kak Vhin 😘😘😘
total 1 replies
Mutiara
makin seru ni. keren la pokknya. jadi cermin itu apa y?
WidBy
Aetan mulai tertarik ke Ana ya? 🤭
Cutiepie18
Di bab awal udah sedih banget ya, di tambah di akhir makin kena fitnah, pasti ini cewek kuat banget ngadepin semua itu, dan pas waktu perkataan itu, gue penasaran, siapasih tunangan yang di rebut itu. emgnya dia pantas direbutkan?... lanjuuut...😍
Cutiepie18: sama2 kakak, 😍😍😍... keren bgt novel novel kakk👍
total 2 replies
Mutiara
Aku mau saputangana 😍
Mutiara
wih paman Paul keren banget Weh. ternyata ya ternyata 👍🤭
WidBy
rumah siapa y? ayo bangkit An, tunjukkan k keluarga Virelle
Asley Naynay
makin penasarn rumah siapa yg di tempati? semoga aja mary sm paul g jahat
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Rumah siapa ya hmmm ikuti terus ya, Kak 😆🫶
total 1 replies
Asley Naynay
Nyonya Rosa 😭🫶🏼 bikn trharu
Asley Naynay
siapa yang sangka ternyata Paman Paul 😱👍💪
Mutiara
sialan. apes banget jadi Analin. lawan ayo lawan
Mutiara
anjg di usir. pdhl anak kandung. woilah
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Sabar, Kak sabar 😆🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!