NovelToon NovelToon
Cinta Beda Keyakinan

Cinta Beda Keyakinan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Berondong / Tamat
Popularitas:85.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nai

Menjalin hubungan dengan beda keyakinan tak membuat rasa cinta gadis bernama Tamara Adisti berkurang sedikitpun.
Namun saat Tara membulatkan tekad untuk berhijrah, ia terpaksa harus memutuskan tali cinta yang telah membuncah dihati mereka.

Vano yang sudah terperosok ke dalam lubang cinta dengan sosok gadis sederhana bernama Tara itu tak terima akan keputusan yang Tara berikan atas putusnya hubungan mereka.

"Dua tahun bukan waktu yang sebentar, Tar! Jalan yang kita lalui untuk kita bisa bersama seperti sekarang ini juga tidaklah mudah. Kenapa kamu seperti ini? Bukankah kamu sendiri yang bilang bahwa kamu tidak akan mempermasalahkan keyakinan kita yang berbeda. Terus kenapa sekarang kamu menyerah hanya karena keyakinan? Apakah sepenting itu, Tar. Sampai kamu rela mengorbankan cinta kita!"

Bagaimanakah kisah kedua remaja labil itu?
Mari ikuti kisahnya....

(MASIH DALAM TAHAP REVISI)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 20

Tara hanya tersenyum tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Bagaimana dengan orang tuanya? Sepertinya ia harus berusaha lebih lagi demi mendapatkan sebuah restu. Tapi bagaimana caranya? Membujuk, merayu? Aaarrgghhh ia tak bisa melakukan itu!

"Malem ini aku jemput ya, kita makan malem dirumah aku. Aku akan bantu Mama siapin makanan terlezat buat kamu, kamu mau dimasakin apa?" Vano sangat antusias dengan setiap perkataannya. Makan malam bersama? Hal yang ia fikir tidak akan terjadi ternyata terjadi hari ini, dan ini sungguh kebahagiaan untuknya. Tinggal menunggu restu orang tua Tara, semua akan sempurna.

"Oke, aku kerja dulu ya, didepan udah mulai rame kayaknya." Tara memutuskan panggilannya setelah Vano mengiyakan.

Tara kembali pada pekerjaannya rutinnya, ia tidak tahu harus senang atau sedih. Restu? Apa sepenting itu dalam sebuah hubungan? Tara harap orang tuanya akan memberikan restu, sama hal nya yang dilakukan orang tua Vano.

Seusai sholat maghrib Tara mengganti piyamanya dengan baju lengan panjang berwarna grey serta jens hitam melekat dikaki jenjangnya.

Seumur hidup, Tara hanya memakai dres saat ia berusia tujuh tahun kebawah dan Tara juga pernah memakai baju sejenis dres atau bisa disebut gamis, itu juga hanya satu tahun sekali dihari pertama lebaran idul fitri. selebihnya ia hanya menggunakan jens atau celana jenis lainnya.

Sebenarnya Tara sangat mau memakai dres selutut layaknya wanita anggun kebanyakan, tapi ia selalu tidak percaya diri, ia merasa jika itu bukanlah style nya. Untungnya Vano tak pernah mempermasalahkan penampilan Tara.

"Kamu selalu cantik kok mau pakai apa aja." Begitulah yang dikatakan sang pacar.

Setelah sampai dirumah Vano, Mama Ica langsung saja menyambut hangat calon menantunya itu, begitupun Papa Berto dan Deska.

Tara gugup karena ini pertama kalinya ia kerumah Vano setelah mereka menjalin hubungan. Ya, setelah mereka resmi berpacaran Tara tak pernah singgah kerumah Vano, alasannya karena ia sungkan dengan orang tua Vano yang belum memberi restu.

Makan malam berjalan lancar, makanan yang ada diatas meja kandas tanpa sisa sedikitpun. Tara sangat menikmati masakan Mama Ica. Setelah acara makan malam, mereka berkumpul diruang keluarga tanpa Deska karena gadis itu sedang ada tugas sekolah.

"Jadi kapan nih kalian mau nikah?" tanya Mama Ica pada dua orang dihadapannya saat ini.

Tara dan Vano saling lirik sembari tersenyum malu.

"Vano masih nabung, Ma. Kita gak buru-buru kok, lagian Vano belum dapat tanah untuk bangun rumah," jawab Vano tenang.

"Loh, loh. Kalian gak mau tinggal sama Mama? Kenapa harus bangun rumah, Van?" Mama Ica sangat mengharapkan Vano dan Tara akan tinggal bersama mereka setelah menikah, karena ia hanya memiliki dua anak yng berarti jika Deska menikah, maka ia dan suaminya akan kesepian.

"Kita mau mandiri, Ma."

"Yasudah, Ma. Biarin mereka mandiri, toh juga mereka akan sering menginap disini kok," ujar Papa Berto menenangkan Mama Ica dan diikuti Vano dengan menganggukkan kepalanya tanda ia setuju dengan apa yang Papanya katakan.

Vano berpamitan pada kedua orang tuanya untuk mengantar Tara pulang karena hari sudah semakin larut. Dia sengaja tidak memberitahu Deska yang sedang ada didalam kamar, bisa-bisa dia jadi supir lagi kalau adiknya itu sampai ikut mengantar Tara.

"Jangan sungkan buat main kesini ya, sayang." Mama Ica membelai kepala Tara dengan sayang lalu memeluknya sebelum Tara memasuki mobil Vano.

Selama diperjalanan, Tara banyak bertanya tentang desain rumah yang pernah Vano ceritakan padanya. "Buka galeri, lihat di album DESAINKU. Semua desain rumah impianku ada disana." Vano memberikan ponselnya yang sebelumnya masih ada di saku depan celananya.

Tanpa sungkan Tara meraih ponsel yang Vano berikan dan langsung menekan icon galeri. Sebelumnya Vano telah membuka lock ponselnya dengan sidir jarinya.

Didalam album foto bernama DESAINKU, terdapat beberapa desain rumah yang sangat memanjakan mata Tara. Jujur, Tara sangat suka membuat desain rumah namun semua itu hanya ada didalam imajinasinya saja, ia tidak bisa jika harus mempraktekkannya karena itu tak semudah yang sering orang katakan.

Ada tiga model desain rumah yang tidak jauh berbeda disana. Desain pertama rumah berlantai dua. Dilantai satu terdapat tiga kamar tidur dengan kamar mandi dalam dan satu kamar mandi luar didekat pantri. Meja makan tak jauh dari ruang keluarga. Ruang tamu yang ada dibagian depan cukup jauh dari ruangan lainnya. Sedangkan dilantai dua hanya terdapat dua kamar tidur dengan kamar mandi dalam dan ruang kerja beserta perpustakaan yang digabung menjadi satu.

Desain kedua, masih rumah berlantai dua. Dilantai satu terdapat ruang tamu dan ruang keluarga yang dijadikan satu. Meja makan berada diantara kitchen dan ruang tamu. Desain kedua ini terlihat sangat simple dan minimalis, namun disamping rumah tepatnya disebelah meja makan, terdapat kolam renang yang didesain tertutup karena terhalang bagasi mobil.

Desain ketiga, berlantai dua lagi. Ya, semuanya berlantai dua! Dilantai dua tidak ada yang berbeda dengan desain rumah yang pertama dan kedua. Dilantai satu masih sama seperti yang pertama, hanya saja disini terdapat kolam renang dan juga taman yang bisa digunakan untuk barbequan.

Semuanya terlihat menarik, peletakan tempatnya juga tidak ribet.

"Kamu mau buat rumah model yang mana?" tanya Tara masih menatap ponsel.

"Bisa dirundingi dengan Nyonya Fan mau yang mana."

Tara mengalihkan pandangannya pada Vano, Nyonya Fan? Astaga kenapa hal sesimple ini bisa membuat rona merah dipipinya timbul? Beginikah rasanya jatuh cinta?

Setiba didepan rumah Tara, Vano langsung melesatkan kendaraannya pulang kerumah. Tara masuk kedalam rumah dengan raut bahagia, sangat mudah ditebak jika dilihat dari senyum sumringahnya.

Esok pagi saat Tara sedang melakukan ritual make up nya diruang tamu, sang Ayah mendudukkan tubuhnya disamping Tara dan berkata. "Apa kamu serius dengan pacar kamu itu?"

Tara menghentikan aktifitasnya, ia menatap Ayahnya yang ada disamping kirinya. 

"Ayah tanya, apa kamu serius dengan pacar kamu itu?" Tara hanya menganggukkan kepalanya saat Ayahnya mengulang pertanyaan yang sama.

Ayah Tara menghembuskan nafasnya berat. "Sebenernya Ayah sangat keberatan dengan hubungan kalian ini. Tapi Ayah melihat kamu sepertinya bahagia sekali setiap kali setelah bertemu pria itu." Ayah Tara yang bernama Faishal itu mengusap kepalanya pelan dan lama.

Jujur, Tara tak nyaman saat Faishal mengusap kepalanya. Rasanya ingin sekali ia menjauhkan tangan itu dari kepalanya tapi Tara harus menahannya demi mendengar kelanjutan akan ucapan ayahnya itu.

"Ayah setuju dengan hubungan kalian. Mulai sekarang Ayah tidak akan melarang kamu berhubungan dengan pria itu lagi. Kamu sudah dewasa, lakukan apa yang menurutmu benar. Buat dirimu bahagia."

Mata Tara sudah berkaca-kaca, rasanya ingin sekali memeluk sosok ayah dihadapannya itu namun ia tak bisa melakukannya.

Ayah Faishal beranjak dan mulai menjauh mendekati dapur untuk melanjutkan kembali aktifitas memasaknya yang akan ia bawa berdagang.

Disepanjang perjalanan menuju tempatnya bekerja, Tara selalu menyungginkan senyumnya. Setelah ia berada digudang mini market, Tara segera menghubungi Devano untuk memberitahukan kabar bahagia ini.

Ia tidak perduli apakah pacarnya itu sudah bangun atau belum. Tara terus menelfon Vano hingga panggilan ke lima barulah Vano menjawab panggilannya.

"Hai, Pacar." Suara serak khas bangun tidur membuat Tara terkekeh, ia pasti mengganggu pacarnya itu tidur. Benar saja, saat ini masih setengah tujuh pagi.

"Ayah aku sudah merestui hubungan kita." Tara menjawab sapaan Vano dengan sebuah kabar gembira.

Ya, itu kabar gembira. Bahkan Vano yang masih rebahan dengan mata terpejam pun kini telah terbelalak dan mendudukkan tubuhnya cepat.

Sepulang kerja, Tara mampir kerumah Vano untuk menitipkan motornya karena ia dan Vano akan pergi ke mall untuk berkencan dimalam minggu.

Tempat pertama yang mereka kunjungi ialah bioskop untuk membeli tiket nonton. Berhubung jam nonton mereka masih dua jam lagi, mereka memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu. 

Baru saja Tara menyelesaikan makanannya, tiba-tiba ponselnya bergetar. Panggilan video grup dari Rena, Rio, dan Nata. Dengan segera Tara menjawab panggilan itu dan memposisikan ponselnya pada gelas minum agar wajahnya dapat terlihat jelas.

"Haaiii ...."

Resto yang senyap kini terdengar ramai karena suara berisik yang berasal dari ponsel Tara. "Makan sama siapa, Tar?" tanya Rena.

Tara mengarahkan ponselnya pada wajah Vano, pria itu hanya tersenyum menatap layar ponsel Tara yang menampakkan wajah ketiga temannya. "Wiihh, mantap. Udah move on aja nih?" tanya Rio.

Tara hanya tertawa menanggapi setiap pertanyaan receh temannya itu.

"Kapan nih kumpul lagi? Sepuluh hari lagi udah mau puasa, yakali kita gak ada acara bukber," seru Tara.

"Gue H-7 lebaran insyaAllah pulang," sahut Nata.

"Gue gak janji ya, tau sendiri 'kan menjelang lebaran butik lagi rame-ramenya," keluh Rena.

"Gak asik lo, Ren. Tahun kemarin kita absen gara-lo berdua Nata gak ada, masak tahun ini harus absen lagi."

"Iya nih," sahut Rio membenarkan ucapan Tara.

Cukup lama mereka berbincang hingga alarm adzan maghrib diponsel Tara yang berdering menjadi akhir dari percakapan singkat mereka.

Tara menuju mashola yang ada dimall tersebut. Seperti biasa, Vano akan menjadi tempat penitipan barang milik Tara saat wanitanya itu melaksanakan sholat. Vano sudah terbiasa seperti ini, jika tidak menunggu didalam restoran seperti saat ini, dia akan menunggu dimobil jika Tara sholat dimasjid pinggir jalan. Bahkan kini Vano sangat hafal dijam berapa saja Tara melaksanakan ibadahnya.

Lima belas menit ia menunggu sembari melihat-lihat isi yang ada didalam ponsel Tara, tiba-tiba seorang wanita cantik berpakaian cukup sexy duduk dihadapannya.

******

Ditunggu Like, Coment, serta Vote nya...

Jazakamallah khair..

1
Bukhori Muslim
keren
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
ENDING YG MMBAHAGIAKN... SMOGA MEREKA SAMAWA DI DUNIA HALUNYA, DN SAMAWA JUGA BUAT YG PRNH ALAMI SPRTI YG DI NOVEL INI..
Sulaiman Efendy
KULIAH JUGA NGGK JAMIN DPT PKERJAAN, BNYK TU SARJANA2 PENGANGGURAN..
Sulaiman Efendy
LO HRSNYA NGERTI SBAGAI UMAT MUSLIM, HARAM WANITA BRSUAMI MNJALIN HUBUNGN, MSKI HNY PRTEMANN DGN LAKI2 YG BKN MAHRAMNYA, KRN UNTUK MNGHINDARI FITNAH, APALAGI LKI2 TRSEBUT MNYUKAI SI WANITA..
Sulaiman Efendy
UDH DIINGATKN DESKA, MSH NGEYEL,, KN DESKA UDH BILANG LO PSTI AKN KECEWA DAN SAKIT HATI..
Sulaiman Efendy
KURANG AJAR SI RAKA, CURI START, SEMOGA TARA MNOLAK LMARAN RAKA
Sulaiman Efendy
KERENNN ABISS DI DESKA YG POSESSIF KE CALON KK IPARNYA SI TARA, RAKA YG GELAGATNYA MMG MNYUKAI TARA, LGSUNG DI SKAK DESKA
Sulaiman Efendy
BAGUS DESKA,, HRSNYA RAKA LBH FAHAM KLO LKI2 TDK BOLEH DUDUK BRDEKATAN DGN WANITA YG BKN MAHRAMNYA
Sulaiman Efendy
ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA DESKA JUGA MNDAPATKN HIDAYAH ..
Sulaiman Efendy
BARAKALLAH,, SEMOGA VANO ISTIWOMAH KRN ALLAH, BKN KRN MNGHARAPKN PNGAKUAN MANUSIA, BKN KRN MNGHARAP CINTA MNUSIA, TTPI MURNI LILLAHI TA'ALAA
Sulaiman Efendy
PASTI SI RAKA, SEMOGA TARA TDK MNERIMA RAKA, KRN KYKNYA RAKA SKA MA TARA
Sulaiman Efendy
SIAPA BILANG VANO BSA MLUPAKAN LO, KLO BSA LO PRGI LGI YG JAUH, BILA PERLU KE JOGYA TEMPAT RENA..
Sulaiman Efendy
SKRG HMBATAN TK ADA BUAT VANO UNTUK PINDAH KYAKINAN.. KRN KDUA ORTU NYA SDH MNINGGAL,, TINGGAL KMNTAPAN HATI DN NIATNYA..
Sulaiman Efendy
SEMOGA LEWAT BG MALIK SUAMI FANI, VANO DPT HIDAYAH, DN MAU BLAJAR ISLAM SUNGGUH2, BKN KRN INGIN BSA NIKAH SAMA TARA, TPI KRN ALLAH, DN MNCINTAI JUGA KRN ALLAH...
Sulaiman Efendy
YAA LO JELASIN MASALAH SYARIAT ISLAM, BHWA LO TDK BSA MMAINKN AQIDAH LOO..
Sulaiman Efendy
HRSNYA LO OMONGIN KE VANO, KLO MMG DIA SERIUS KE ELO, TTG VANO UNTUK IKUT KYAKINAN LO, JLSKN KE VANO TTG SYARIAT ISLAM,, LO LIAT, SERIUS GK DY.. JGN SAMPE LO BRBUAT SEMI ZINAH DGN DIPEGANG2 & DIPELUK2 VANO
Sulaiman Efendy
BLM MAHROM KNP MAU DIPELUK2, LO KN SKRG PKE HIJAB, HRSNYA LO KSIH PNGERTIAN KE VANO, BHWA WANITA MUSLIM TDK BOLEH DISENTUH APALAGI DIPELUK2 LKI2 YG BKN MAHRAMNYA..
Sulaiman Efendy
LO KAN UDH SERING IKUT TAUSIYAH, DN LO UDH TTG SYARIAT ISLAM, BHWA WANITA MUSLIM ITU HRS NIKAH DENGN IJAB QABUL DN ADA WALINYA, KLO LO NIKAH DI CATATAN SIPIL, LO NIKAH TNP IJAB QABUL, TNPA WALI, HNY SAH DIHUKUM NEGARA, TNP HARAM DI MATA ALLAH... KONSEKUENSINYA LO TAUKN, LO BRZINAH SEMUMUR HIDUP, INGAT, LKI2 ITU IMAM BUAT WANITA, GMN LO MAU JDIKN VANO IMAM LO, SDGKN VANO NON MUSLIM, HRSNYA LO SHOLAT ISTIKHARAH BUAT MINTA PTUNJUK SAMA ALLAH..
Sulaiman Efendy
LO GK TAKUT NANGGUNG DOSA LO FHAISAL, HRSNYA LO SETUJU DGN SYARAT SI VANO HRS IKUT KYAKINAN KALIAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!