Kehilangan sosok seorang ayah tepat diusianya 17 tahun membuat Ayunda jatuh cinta pada Kevin anak baru disekolahnya yang memiliki kemiripan wajah dan sifat yang sama dengan sang ayah, dia mengabaikan cinta Erick yang hanya di anggap sebagai kakak olehnya.
Ayunda harus mengubur rasa cintanya saat tahu ternyata Kevin adalah kakak kandungnya dan baru menyadari ada cinta untuk Erick di hatinya setelah laki-laki itu pergi karena Ayunda menolak cintanya.
Waktu mempertemukan kembali Ayunda dan Erick membuat keduanya kembali dekat dan menjadi sepasang kekasih.
Namun kenyataan harus berkata lain cinta keduanya tidak bisa bersatu, Ayunda harus menikah dengan Nathan atas keinginan keluarganya. Semua itu terjadi dalam tidur panjang Ayunda yang mengalami koma. Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada Ayunda? Bagaimana kehidupannya setelah dia sadar dari koma? yuk... baca cerita selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Lamaran
"Kakek" ucap Ayunda menghabur dalam pelukan Tuan Sami saat laki-laki tua itu membentangkan tanganya.
Tuan Sami sudah menjelaskan semua apa yang terjadi sebenarnya pada Mama Mira dan Ayunda, kalau dia tidak membenci Ayunda dan Mama Mira melainkan keinginannya dan juga Richad putranya untuk menutupi identitas Mama Mira dan Ayunda demi keamanan mereka berdua.
Tuan Sami menyesali kesalahan yang telah dilakukannya, saat itu dia terlalu percaya dengan sahabatnya tak lain adalah kakek Kevin dari ibunya yang ternyata ingin menguasai hartanya.
Seketika suasana disana terasa haru, pertemuan yang seharusnya sejak dulu dilakukan membuat mereka tidak saling mengenal namun saling merindukan.
"Maafkan kakek" isak Tuan Sami terdengar, laki-laki tua itu tidak berdaya menahan airmatanya.
Mama Mira mendekat pada Ayunda dan Tuan Sami, untuk kedua kalinya dia menyetuh tangan mertuanya.
"Maafkan papa" ucap Tuan Sami saat menantunya menyalimi tangannya.
Mama Mira dan Ayunda sudah memaafkan Tuan Sami, terlebih lagi tuan Sami menjelaskan kalau semua dilakukan untuk melindungi Ayunda. Hanya saja Mama Mira sedikit terkejut saat dijelaskan kalau dia adalah istri sah satu-satunya dari Tuan Richad, dia merasa senang walau selama ini dia sudah tidak memperdulikan status itu.
Kevin mengajak semuanya untuk pindah kemeja makan, dia sudah meminta pelayan untuk menyiapkan makanan kesukaan Ayunda saat dia tahu kalau adiknya akan datang berkunjung. Kevin mengambil makanan kesukaan Ayunda dan menyuapi adiknya itu seperti dulu saat mereka bersama.
Ayunda membersihkan diri setelah dia masuk kekamar yang di siapkan untuknya, ternyata kakeknya sudah menyiapkan beberapa potong pakaian yang memang diperuntukkan untuknya di dalam lemari.
Ayunda menatap dirinya dari pantulan cermin, dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Begitu banyak kejutan pagi ini yang dia dapatkan, kenyataan sebenarnya siapa Papa Richad dan dirinya.
Tok...tok...tok...
Kevin langsung membuka pintu kamar Ayunda setelah mengetuk walau belum mendapat jawaban, dia memperlihatkan kepalanya dari belakang pintu yang baru terbuka sedikit.
"Boleh masuk?" tanyanya pada Ayunda yang menganggukan kepala.
"Yunda aku merindukanmu" ucap Kevin dan langsung memeluk adiknya erat.
"Aku juga merindukanmu kak" jawab Ayunda.
"Terima kasih hadiah darimu sangat membantu ku" lanjut Ayunda memberitahu Kevin dan menceritakan kalau dia sering bicara sendiri dengan lentera pemberian Kevin.
Kevin mengajak Ayunda duduk di sofa, mereka berbagi cerita selama berjauhan. Ayunda baru tahu saat dia sakit dan bermimpi tentang Kevin yang tertembak adalah kenyataan saat Kevin menceritakan apa yang terjadi dengannya.
Ayunda juga menceritakan tentang hari-harinya selama satu tahun ini, tapi dia menyembunyikan hubungan rahasianya dengan Erick. Seketika Ayunda menyadari kalau dia belum mengabari Erick dan ponselnya tertinggal di ruang pribadinya di cafe.
"Kak, Kak Erick pasti mencariku, aku belum mengabarinya" ucap Ayunda
"Ponsel ku tertinggal di cafe" lanjutnya.
"Paman Jo sudah mengabari manager cafe untuk mengabari Kak Eric, tidak perlu khawatir" jawab Kevin berbohong karena Ayunda sengaja dibawa ke kediaman Tuan Sami bukan hanya untuk permintaan maaf kakeknya dan juga menjelaskan semuanya. Tapi untuk menjauhkan Ayunda dari Tuan Yuda, dan juga tentu menjauhkannya dari Erick yang akan menjadi menantu Tuan Yuda.
Keheboan di lantai bawa membuat Ayunda dan Kevin keluar dari kamar dan turun melihat apa yang terjadi.
"Ayunda... dimana cucu oma yang cantik?" seorang wanita tua memanggil dan mencari Ayunda.
"Oma Nadya...." teriak Ayunda saat mengetahui wanita tua yang memanggilnya adalah ibu angkat mamanya.
Keduanya saling berpelukan cukup lama sampai seseorang menegur mereka.
"Apa kamu tidak merindukan tante?" tanya Tante Cyntia, membuat Ayunda berpaling menatapnya.
"Tante... tentu Yunda juga merindukan tante" kini Ayunda berpindah memeluk Tante Cyntia sahabat baik mamanya.
"Bagaimana dengan ku" seorang pria tampan mendekati Ayunda dan tante Cyntia.
Ayunda melihat siapa yang mendekatinya, dia menerima pelukan Nathan saat laki-laki itu merentangkan tangannya.
"Abang Nath, maafin Yunda waktu itu" ucap Ayunda yang merasa bersalah menampar Nathan. Saat itu dia terbawa emosi sehingga merasa Nathan mempermainkan perasaannya.
"Abang sudah melupakannya" jawab Nathan yang juga merasa bersalah.
"Ohhh syukurlah, kalian sudah bisa berbaikan seperti ini, bukan kucing dan anjing lagi yang selalu perang" kenang Oma Nadya masa mereka masih anak-anak.
"Bagaimana oma tahu Yunda dan mama disini" tanya Ayunda saat mereka sudah duduk besama di ruang keluarga.
"Kakek yang mengabari mereka" jawab Tuan Sami yang baru ikut bergabung.
Setelah memikirkan apa yang dikatakan Jony, Tuan Sami memutuskan untuk menggunjungi Nathan dan kelurganya di singapura. Dia menjelaskan maksud dan tujuannya berkunjung adalah ingin menjodohkan Ayunda dan Nathan, Oma Nadya yang sejak dulu ingin sekali menjodohkan keduanya langsung menerima keinginan Tuan Sami.
Cyntia sebagai mama Nathan juga merestui keinginan Tuan Sami, siapa yang tidak menginginkan menantu seperti Ayunda.
Nathan yang jatuh hati saat terakhir bertemu Ayunda menyetujui tanpa penolakan, walau Tuan Sami tidak memintanya dia tetap akan meminta Ayunda menjadi istrinya hanya saja dia masih menunggu waktu yang tepat.
Kevin sebagai kakak juga merestui Nathan untuk menjadi suami Ayunda, tanpa dia bertanya siapa orang yang dicintai adiknya.
"Apa saya sudah bisa bicara?" oma Nadya bertanya saat melihat Tuan Sami sudah duduk bersama mereka.
"Silakan Nyonya" jawab Tuan Sami. Oma Nadya mendekati Ayunda.
"Ayunda, ada yang ingin oma sampaikan padamu, oma sangat ingin kamu benar-benar jadi cucu oma" ucap Oma Nadya sambil memegang tangan Ayunda.
"Selama ini Yunda sudah menjadi cucu oma" Ayunda langsung menjawab ucapan Oma Nadya dan memeluk lengan wanita tua itu.
"Bukan seperti itu sayang, oma ingin kamu dan..." Oma Nadya menjeda ucapannya dia menatap Nathan yang hanya diam, Ayunda mengikuti kemana Oma Nadya menatap.
"Oma ingin kamu dan Nathan bisa bersama" lanjutnya, membuat Ayunda tidak mengerti.
"Maksud Oma?" tanya Ayunda.
"Yunda... Oma itu melamar kamu untuk menjadi istri Nathan" Mama Mira yang menjelaskan.
"Kamu mau sayang?" tanya Oma Nadya yang langsung meminta jawaban dari Ayunda.
Ayunda tidak tahu harus menjawab apa, dilihatnya wajah setiap orang yang ada disana, semua mengangguk menyetujui. Dia melihat Nathan yang hanya diam, dari fisik Narhan memang sempurna tapi selama ini mereka selalu bertengkar bahkan untuk hal-hal yang kecil sekalipun.
"Bagaimana?" tanya Oma Nadya yang masih menunggu jawaban Ayunda.
"Abang Natahan?" tanya Ayunda.
"Nathan sudah menyetujui keinginan oma" jawab Oma Nadya.
"Abang, Yunda ingin bicara" ucap Ayunda sambil menatap Nathan.
"Iya sebaiknya kalian bicarakan berdua" Tuan Sami menengahi pembicaraan ini agar Oma Cyntia tidak terlalu terlihat memaksa Ayunda.
"Iya benar, kalian bicaralah" jawab Oma meminta Nathan mengikuti Ayunda yang sudah pergi terlebih dahulu meninggalkan mereka.
...******...
jangan lupa mampir di karya aku ya kk
My Little Prince dan VCPD 🥰