Hari pernikahan menjadi hari malapetaka yang akan membuatmu menjadi sosok yang begitu mengerikan.
Maria, itu adalah nama wanita itu, dan sang suami bernama Budi. di malam pernikahannya, Budi telah merencanakan sesuatu yang akan membuat kehidupan Maria benar-benar menjadi malapetaka yang begitu luar biasa.
"Kau harus tau, kalau kekasih dan keluarga kekasihmu telah menjualmu padaku!" seru pria yang bernama Alex Juan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Paket di pagi hari
Dua hari kemudian Maria dan Fathan ingin bergegas kembali ke perusahaannya yang ada di Jakarta, namun sore itu ada sebuah paket yang dikirimkan khusus untuk Maria. tentu saja Maria mengambil paket dari orang yang tidak dikenal itu, sebuah amplop yang belum diketahui Apa isinya.
"Ada apa Maria?" tanya Gofar yang melihat Maria mengambil sebuah amplop.
"Tidak tahu Tuan ini ada kiriman untuk saya." jawab Maria.
"Ya udah, kamu baca dulu mungkin itu pesan yang harus segera kamu." jawab Gofar yang kemudian pergi meninggalkan Maria.
Tatapan mata Maria menatap amplop tersebut, surat ini dari mana ya.." guman Maria yang kemudian membawa amplop tersebut ke dalam kamarnya.
Saat dia membuka amplop tersebut tidak sengaja Maria menjatuhkan amplop itu hingga membuat isi dari amplop itu jatuh berserakan. tatapan mata pria menatap beberapa lembar foto yang ada di lantai, salah satu foto itu diambil Maria. Betapa terkejutnya Maria saat menatap beberapa foto tersebut.
"Mas Alex.." ucap Maria yang melihat foto suaminya bersama wanita lain. bahkan di dalam foto itu terlihat sekali kalau suaminya sedang mencumbu wanita yang berada di restoran itu, hati Maria semakin berdebar. terasa sesak dadanya saat melihat foto-foto tersebut.
"Apa ini..apa ini.." ucap Maria yang terus-menerus mengulang kata-katanya,
"Dadanya terasa sakit, air matanya tiba-tiba menetes tanpa bisa dihentikan. wanita itu menutup mulutnya saat melihat seluruh foto yang diberikan orang yang tidak dia kenal.
Sebuah kertas diambil Maria dari dalam amplop tersebut, sepucuk Surat itu memberitahukan "Kalau kau ingin melihat kelakuan suamimu datanglah ke kamar VIP 508" isi tulisan dari surat tersebut. Maria benar-benar sangat terkejut, hatinya tidak bisa berkata lagi saat melihat isi dari amplop itu. Maria terus menangis.
"Mengapa kau membohongiku Mas, Mengapa.." ucap Maria yang berada di dalam kamar.
"Di mana Maria?" tanya Fathan kepada Gofar.
"Kelihatannya ada di kamar tuan." jawab Gofar,
"Kenapa dia belum turun? Bukankah Malam ini kita akan ketempat penjamuan perusahaan yang baru dibuka itu." ucap Fathan.
"Kelihatannya Nyonya Maria mendapatkan surat Tuan, sebuah amplop dari seseorang." jawab Gofar.
Alex tiba-tiba tersenyum, kemungkinan besar pria itu tahu siapa pengirim dari amplop tersebut.
"Ya sudah kalau begitu, aku akan ke kamar Maria. Kenapa dia belum turun dari tadi." ucap Fathan yang kemudian berjalan menuju kamar Maria, pria itu sedikit tersenyum.. ternyata direktur Hotel itu telah melaksanakan perintahnya.
Tok..
Tok..
Tok..
Pintu kamar Maria terus diketok oleh Fathan namun tidak ada sahutan dari si pemilik kamar. terdengar suara tangisan dari dalam kamar tersebut, sesaat kemudian Fatah mulai panik.. pria itu terus mengetok pintu kamar Maria, namun tetap tidak ada sahutan.
Sesaat kemudian akhirnya Fathan memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut, mungkin saja pintu kamar Maria tidak dikunci. ternyata benar apa yang disangka oleh Fathan, pintu kamar Maria tidak dikunci, pria itu membuka pintu kamar.
Ceklek..
Saat Fathan membuka pintu kamar tersebut, terlihat di dalam sana Maria menangis di atas lantai. wanita itu menangis terisak saat melihat lembaran foto yang ada di lantai. Fathan mendekati Maria, karena dia panik saat melihat Maria seperti itu.
"Ada apa Mariah!!" seru Fathan yang sudah ada di depan Maria.
Maria menatap Fathan, wanita itu menatap pria yang sekarang menjadi bosnya. tiba-tiba wanita itu memeluk Fathan sembari menangis meraung-raung.
"Tolong antar aku ke hotel kemarin, tempat kita ke sana, Mas!!" seru Maria sambil mencengkram baju Fathan.
"Memangnya ada apa?" tanya Fathan.
Maria melirik foto-foto yang ada di lantai, tatapan matanya terus menatap sambil tangannya menunjuk ke arah foto-foto itu. tentu saja Fathan mengambil foto-foto yang berserakan di lantai tersebut,
"Bukankah ini alex yang ada di hotel kemarin?" tanya Fathan.
Maria menganggukkan kepalanya, wanita itu tidak bisa mengatakan apapun.
"Tolong antarkan aku ke hotel tersebut, Mas!!" seru Maria yang meminta kepada Fathan.
Dengan segera mengikuti apa permintaan Maria, pria itu mengantarkan Maria ke hotel tempat mereka berkunjung dua hari kemarin.
"Memangnya kamu mau apa ke sana Maria?" tanya Fathan.
Maria tidak menjawab, wanita itu hanya menangis sesenggukan. akhirnya Fathan tidak ingin bertanya lagi kepada Maria. pria itu membiarkan Maria menangis karena dia tahu bagaimana rasa sakit hati yang dia rasakan saat melihat suaminya bersama wanita lain. apalagi di foto itu suaminya melakukan hubungan intim dengan seorang wanita.
Sekitar 30 menit kemudian akhirnya Fathan dan Maria sudah sampai di hotel tersebut. Maria dengan segera membuka pintu mobil Fathan dan berlari masuk kedalam Hotel itu.
** bersambung **