Felisha di tinggal oleh suaminya karena tak bisa memberikan keturunan, Felisha di tuduh mandul...
malam itu malam yang menjadikan kehidupan nya berubah 180% dia bertemu lelaki dan tidur bersama dalam keadaan mabuk...
Felisha di nyatakan hamil, bagaimana tanggapan Rey,lelaki yang menghamili Felisha sedangkan dia sedang menunggu kepulangan kekasihnya dari Paris
apakah Rey mau bertanggung jawab??
baca cerita lengkap nya di novelku yang berjudul broken heart...
tinggalkan jejak dan Vote nya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menemani kontrol
Felisha yang tengah tertidur mengerjapkan matanya, terlihat tangan kokoh sedang memeluk nya...
" katanya tidak pulang" ucap Felisha membaringkan tubuhnya menghadap Rey
" aku merindukan mu" ucap Rey tersenyum dan mendekat kan wajah nya pada Felisha
hembusan nafas Rey sangat terasa di tubuh Felisha,tetapi Felisha mencium bau Parfum berbeda pada Rey
" kamu ganti parfum?" tanya Feli
" tidak,, kenapa?"
" baunya sedikit lembut, seperti Parfum perempuan" ucap Felisha pelan masih sedikit mengendus bau tubuh Rey
" hanya perasaan mu saja" Rey segera bangkit dan membuka bajunya
" mau apa?" tanya Feli
tanpa menjawab Rey membaringkan tubuh nya lagi dan memeluk Felisha dari belakang,dia tak bisa memeluk dari depan karena terhalang perut besar Feli
Rey mencium tengkuk Feli dan menggosokkan Rahangnya yang di tumbuhi bulu halus itu di pundak Feli
" Rey...geli"ucap Feli tersenyum menahan geli
Rey terus saja mencium tubuh Feli dan sesekali mengusap perut nya...
" Kenapa rasa nya berbeda,,aku merasakan nyaman bersama mu" batin Rey yang mulai merasakan kehadiran Feli di hatinya
Tanpa sadar Rey memasukkan tangan nya di daster Feli dan mengusap perut Feli dari dalam,,
" Fel..aku menginginkanmu saat ini" ucap Rey serak
Feli tersentak kaget mendengar penuturan Rey,Rey membalikan badan Feli lalu mencium lembut bibir Feli,,
"habislah aku malam ini" batin Feli
Feli menurup mata nya tak sanggup menatap Rey,untuk menolak pun Feli tak bisa dia sudah hanyut oleh pesona Rey...
malam ini menjadi malam panjang bagi mereka...
****
pagi ini Feli masih meringkuk di kasur,dia merasa lelah dengan aktivitas panjang mereka semalam apalagi saat ini dia tengah berbadan dua...
Rey merasakan berbeda pagi ini,dia menarik Feli masuk kedalam pelukannya... perempuan hamil itu tidur dengan nyaman nya dalam dekapan Rey, sesekali Rey mengecup pucuk kepala Feli,dia merasakan sesuatu yang aneh apakah dia sudah jatuh cinta pada perempuan bawel ini....
ntah lah Rey juga belum bisa memastikan kan nya,dia takut Feli menolak dirinya,Feli perempuan keras kepala,tidak mudah menaklukkan wanita ini, mengajak menikah saja perlu waktu padahal perempuan ini telah hamil anak nya saat itu...
Feli membuka mata nya merasakan pucuk kepala nya di cium oleh Rey
" sudah bangun,,maaf aku mengganggu mu" ucap Rey
Feli hendak bangun dia ingin membersihkan diri saat ini terasa lengket karena keringat merek semalam
Rey membantu Feli bangkit lalu menuntun nya kekamar mandi
" keluar,,aku bisa sendiri" usir Feli
" hahaha...kenapa? masih malu? aku sudah melihat nya,bahkan saat ini kau hamil anak ku" ujar Rey terkekeh
wajah Feli memerah....
" cepat keluar aku mau mandi" pekik Feli
" iya..iya....baru saja semalam romantis sekarang sudah kembali lagi ke wujud aslinya "rutuk Rey pelan
setelah mandi Feli keluar dari kamar dan segera memakai pakaian nya...
Feli menyiapkan pakaian Rey...
" aku tidak ke kantor" ucap Rey saat melihat Feli mengambil pakaian Kantor nya
" kenapa??" tanya Feli heran karena ini bukan hari libur
" aku ingin mengantar mu kontrol bayi kita" ucap Rey
" bayi kita...sejak kapan Rey menganggap ini bayi kita,biasanya selalu mengatakan bayiku" batin Felisha
"ini bukan jadwal kontrol nya Rey" tolak Feli
" tapi aku ingin melihat nya,bulan lalu kau kontrol bersama mama,hari ini aku ingin kau kontrol bersama ku" ucap Rey yang semalam sudah memutuskan akan mempertahankan Felisha dan meninggalkan Clara
" baiklah" jawab Feli yang enggan berdebat pagi ini
mereka segera bersiap dan pergi kerumah sakit...
" letak nya bagus ya buk,satu minggu lagi genap sembilan bulan...harus rajin bergerak jika ingin melahirkan normal,bayi nya sudah turun ke panggul" jelas Sang dokter saat Feli di USG
" temani ibunya untuk maraton pagi pak,,," lanjut sang dokter menatap Rey
"jadi semua nya baik-baik saja dok?" tanya Rey memastikan
" ya....kita tinggal tunggu proses kelahiran nya saja"
setelah mendengar penjelasan dokter Mereka pamit pulang..
" mau mampir makan?" tanya Rey pada Felisha
" kalau kau tak keberatan aku ingin makan di restoran ujung jalan sana" ucap Feli yang dulu memang sering berkunjung ke restoran tersebut bersama Tama,bukan Feli ingin mengenang Tama tapi masakan di sana benar-benar sesuai dengan lidah nya...
Rey menepikan mobilnya,lalu keluar dan membukakan pintu mobil Felisha....
dituntut nya Felisha turun dari dalam mobil dan menuju salah satu meja,Rey memesan semua makanan yang ada di sana...
" kenapa banyak sekali" protes Feli
" anak kita butuh makan banyak" jawab Rey tersenyum
Feli memakan dengan lahap nya...sudah lama dia tak kemari.... ternyata menu makanan nya masih sama dengan yang di sukai nya dulu... gurami bakar menjadi menu Favorit Felisha...