"Yang namanya di kampus, pasti banyak dong, mahasiswi-mahasiswi yang cantik, kan gampang tinggal pilih. Tapi kenapa kamu masih jomlo juga sampai kamu jamuran?
Jeff langsung menoleh, menatap Kayla dengan sorot mata tajam.
"Kamu pikir mencari istri itu mudah? Semudah mencari cabai dalam tumis kangkung? Enggak La?"
"Lagian siapa juga yang mau sama kamu. Galak. Palingan cuma aku doang" celetuk Kayla yang lagi-lagi membuat Jeff semakin geram.
"Aku juga kepaksa nikah sama kamu, siapa juga yang mau sama kamu. Janda dua kali dan gagal nikah tiga kali."
***
Jeff merasa apes. Sebab, ia dijodohkan oleh orang tuanya dengan Kayla yang sudah berkali-kali gagal berumah tangga. Bukan hanya itu saja, wanita itu juga galak dan sangat jutek.
Tapi, apa sebenarnya yang menyebabkan Kayla gagal berumah tangga berulang kali? Dan trauma apa yang pernah menjadi ketakutannya bila berdekatan dengan laki-laki?
Temukan jawabannya di sini~
Happy reading!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan buat kamu
Jeff mendesahkan nafasnya kesal. Inilah hal yang paling ia benci. Yaitu menemani perempuan belanja. Pasti lama sekali dan sangat membosankan. Terhitung satu jam lamanya Kayla masih berada di satu outlet. Tapi demi Kayla, apalah daya. Mungkin jika diperintahkan untuk berjalan kaki mengelilingi Indonesia pun akan ia turuti.
Entah sejak kapan hatinya tertambat kepada Kayla, wanita yang pada awalnya ia benci. Mungkin dari segi fisik, memang semua yang ada di tubuh Kayla begitu menarik. Tapi dari karakter dan sifat sama sekali bukanlah tipe wanita idamannya. Karena sebelumnya Jeff sangat mengidolakan sosok lembut nan salihah teman kuliahnya yang sekarang menjadi arsitektur. Sampai saat ini wanita itu masih menjomlo. Niat ingin mengejarnya batal karena keburu menikah dengan Kayla.
Jeff memperhatikan Kayla yang sedang memilah-memilih dompet keluaran terbaru dari merek terlama yaitu Longchamp. Tepatnya di Pasific Place, pusat perbelanjaan termegah di Kota Jakarta Selatan. Yang berdiri pada pusat perkantoran tersibuk, yaitu Sentra Bisnis Sudirman atau SCBD. Dekat dengan gedung perkantoran milik Daddy Vano. Kebetulan mereka baru saja bertemu dengan Mami juga di sana. Sebelum akhirnya Kayla singgah di sini untuk berbelanja.
“Udah La, udah!” sergah Jeff. Karena di tangannya sudah begitu banyak yang di beli oleh Kayla. Mau berapa banyak lagi Kayla memborong belanjaan? Lain kali Jeff akan mengajarinya agar dia pandai mengelola keuangan. Mungkin sekarang masih aman karena dari segi dana masih terbilang mencukupi. Tapi nanti?
Ok, sekarang baru permulaan. Jeff harus banyak-banyak tabah dalam menghadapi kebiasaan buruk istrinya.
“Tapi .... itu bagus, itu juga, itu juga!” jawab Kayla sambil menunjuk barang yang masih diinginkan.
“Untuk apa kamu beli banyak barang, kalau fungsinya sama. Allah paling nggak suka manusia yang menghambur-hamburkan hartanya untuk kesenangan semata La,” ucap Jeff terdengar lirih. Butuh kesabaran tinggi untuk bisa menyadarkan wanita itu. Jeff sudah semakin hafal sifat Kayla. Wanita itu tak bisa diperingatkan dengan nada keras, apalagi ini di tempat umum. Kalau Kayla sampai marah, pasti akan sangat memalukannya.
Kayla sempat terdiam sejenak dan terlihat berpikir. “Yaudah deh, nggak jadi beli lagi.”
“Bener?” tanya Jeff meyakinkan.
Kayla mengangguk.
“Kita pulang ya. Atau masih ada tempat yang ingin kamu kunjungi lagi?”
“Kita pulang aja.”
“Ok.” jawab Jeff kemudian mengambil mobilnya yang diparkirkan di basemen.
Sedikit terkuras tabungannya hari ini. Kayla sangat boros sekali. Padahal uang simpanan itu akan ia gunakan untuk beberapa tahun ke depan. Yang pasti tabungan untuk masa depan anak-anaknya kelak. Ya, rencana awalnya seperti itu. Ia sudah memikirkan jauh ke sana. Meskipun Kayla masih berada di situ-situ saja. Belum seiring sejalan dengannya.
Keduanya lantas menuju pulang. Tapi niat untuk beristirahat setelah bepergian sepertinya tak bisa terlaksana. Sebab, kamar yang tadi pagi Jeff tinggal masih berantakan karena Kayla belum juga membereskannya.
“La beresin dulu La. Nggak nyaman berantakan begini. Itu juga sampah-sampahnya taruh di tempat sampah.” titah Jeff.
“Ih males ih nggak mau, capek!” tolak Kayla cepat. “Kamu aja beresin sendiri.”
Oh begitu, kita lihat saja, batin Jeff. Ia sekarang punya senjata khusus. “Katanya kemarin--”
“Eh iya yayayaya!” potong Kayla cepat. Wanita itu segera menaruh ponselnya dan membereskan tempat tidur. Mengingat perdebatannya kemarin membuatnya sedikit ketakutan.
“Aku beresin nih,” Kayla memungut tisu-tisu yang berserak di lantai. Lalu membereskan tempat tidur.
Jeff tersenyum. “Jangan asal-asalan. Jadi perempuan itu harus rajin .... soalnya buat contoh untuk anak-anaknya nanti. Seorang perempuan juga harus baik. Baik itu mencakup dalam segala hal. Sebab, kamu adalah madrasah pertama buat anak-anak kita kelak.”
Kayla berdecak dan memutar bola matanya malas. “Iyaaaa ....”
Setelah berbenah selesai, Jeff menuju ke tempat tidur. Namun sebelum ia benar-benar beristirahat, Jeff melihat ponselnya. Dan ia melihat pesan dari Ayah dan Ibunya bahwa besok mereka akan datang kemari. Karena semenjak pernikahan, mereka belum pernah sekali pun datang. Sedikit was-was sebenarnya, karena Ibunya adalah orang yang begitu perfect dalam hal apa pun. Beliau sangat bisa diandalkan dalam segala hal. Jeff takut Kayla di tes macam-macam oleh beliau. Sementara Kayla tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan dalam urusan ranjang sekali pun. Kecuali menjerit dan memukulnya. Haha.
“La, besok Ayah dan Ibuku kemari.” ucap Jeff memberitahukan agar Kayla tidak kaget saat Ibunya datang.
“Ibu kamu galak nggak?”
Jeff terkekeh, setiap wanita yang dikenalinya sebelum Kayla pun selalu seperti itu pertanyaannya. Sama seperti Kayla.
“Nggak, beliau hanya tegas dan sedikit serius, tapi aslinya sangat baik. Kamu nggak usah takut.”
“Bener ya?”
“Iya.”
Jeff melihat Kayla yang saat ini sedang membersihkan sisa-sisa make upnya. Jujur, ia lebih suka wajah Kayla yang polos tanpa make up, apalagi saat wanita itu tertidur. Seringnya ia mencium wanita itu, mencium harum aroma tubuhnya dan memeluknya dari belakang secara diam-diam jika Kayla sudah tertidur pulas.
Sebagai laki-laki dewasa, laki-laki mana yang tidak tertarik melihat wanita cantik yang tidur di sebelahnya setiap hari. Apalagi Kayla istri sahnya. Bahkan Kayla terbiasa memakai pakaian minim bahan, seperti sekarang ini. Yang hanya memakai dress mini bertali satu berwarna peach di atas paha. Demi apa, sungguh sangat menggiurkan. Kulit putih mulusnya sangat menyatu dengan warna dress yang dipakai.
Dengan kepercayaan diri yang tinggi, terkadang, wanita itu malah berpose sesukanya hatinya di hadapan Jeff. Jarang memakai bra bila di rumah, kadang berjongkok di depannya, duduk dengan kaki terbuka dan masih banyak lagi pose lain yang sangat menggoyahkan imannya. Karena Jeff tak pernah berkomentar, Kayla menganggap Jeff baik-baik saja. Padahal dalam diamnya, Jeff begitu memperhatikannya sedetail apa pun.
“Di depan orang lain kamu begini juga?” tanya Jeff.
"Begini gimana?" tanya Kayla mengernyit.
"Pakaianmu."
“Kan dah biasa begini.”
“Jangan dibiasakan!” ucap Jeff tegas.
Kayla tertawa kecil. “Ahhh kamu tergoda ya?” tanya Kayla membercandai.
Jeff menghembuskan nafasnya dalam-dalam. Bukan tergoda lagi, tapi sudah lebih dalam daripada itu, batin Jeff menggerutu. Jeff lantas memukul kepalanya yang selalu saja ngeres bila berhubungan dengan Kayla.
“Tunggu aku sampai benar-benar sembuh ya Jeff,” ucap Kayla lalu mendekatinya. “Aku punya kejutan loh buat kamu.”
Jeff menaikkan alisnya. Ada segelintir harap pada ucapan Kayla barusan. “Apa?”
“Aku dah bisa bikin telur dadar.”
Astajim!
Huh, Jeff kecewa dengan kejutannya. “Itu mah anak kecil juga bisa.”
**
To be continued.
Tenang, yang kalian tunggu-tunggu pasti sebentar lagi pasti tiba kok. Kalian nunggu malam pertama kan?😂 Dasar otak mesum kabeh!
Jadi Kayla masih peraw*n nggak sih thor?
Masih nggak ya? hehe. Itu memang tugas aku bikin kalian pinisirin.
Jadi kemarin belum gol thor?
Nanti semua akan terjawab di beberapa bab kedepan.
pertanyaan simple kenapa kalian tidak tanya pada diri kalian apakah kalian juga mengerti pada suami kalian, apakah kalian juga pengertian terhadap suami kalian
kenapa wanita dicap wanita egois ya ini
saat menuntut pengertian dia sendiri tidak mau mengerti keadaan suaminya
*jeff , hanya jeff berjuang untuk rumah tangganya, jeff sabar dengan segala kelakuan Kayla, jeff berkali memaafkan Kayla, jeff bersikap bodoh mempertahankan rumah tangganya, sampai jeff melawan ibunya untuk mempertahankan Kayla, jeff sabar menanti dan membujuk maaf dari Kayla,
*Kayla, pembangkang, melawan semua perintah suami, berkali2. melakukan kesalahan, yang gatal karena keras kepalanya yang menyebabkan nyawa janin keguguran, saat suami marah bukannya memujuk dan berjuang dan bersabar mendapatkan maaf suami, ini dia pergi dari rumah dan minta cerai (ini kesalahan fatal lagi) dia egois merasa dirinya yang tersakiti karena suami tidak mudah memaafkannya, nyatanya dia juga tidak mudah memaafkan suaminya,
sebutkan satu saja yang membuat jeff merasa beruntung dapat Kayla, kalau bagi aku tidak ada sama sekali
maaf aku bukan bilang novel tidak bagus, kalau mau jujur aku akui novelmu sangat bagus, dari sisi karya, ide cerita, penulisan dan jalan cerita yang mudah dimengerti dan moment penting juga dapat tapi hanya keadilan terhadap pemeran utama wanita dan pemeran utama pria yang kurang, karena author masih kurang adil terhadap pemeran utama pria
*coba kalau konflik awalnya istri yang salah buat istri yang menyesal, berjuang dapat maaf, berjuang meluluhkan hati suaminya, jangan kalian buat isu pengalihan yang istri buat salah kalian buat suami juga buat salah yang ujung suami yang meresa bersalah dan minta maaf dan berjuang
*coba kalian berani buat novel istri yang membuat salah istri juga yang menyelesaikan masalah itu tampa di beri pengalihan isu
*kayak konflik ini jelas2 Kayla yang salah, dia tidak menghargai suaminya, berbuat sesuka hatinya, tidak mau mendengar perintah suami, membangkang yang ujung mereka kehilangan janin yang jelas2 akibat kelalaian Kayla, memang ini musibah tapi kenyataannya kayla yang membuat musibah ini karena keegoisannya, tapi apa yang terjadi kalian tutupi kesalahan Kayla ini dengan membuat jeff juga buat salah yang ujung2 jeff yang dibuat bersalah, menyesal, dan berjuang
*aku secara pribadi akan salut ama author kalau author bisa berbesar hati buat Kayla yang berjuang mendapatkan maaf dan kesempatan dari suami sampai masalah ini selesai, buat Kayla jadi wanita tangguh yang berbuat salah dan berani menyelesaikan masalahnya tampa membuat pengalihan isu suami yang salah