Dalam hidupku, tak pernah mengenal kata 'bahagia'. Setiap hari diriku selalu disiksa, di hina di bully dan yang paling menyakitkan adalah kadang orang tuaku ikut andil dalam menyiksaku.
Hanya satu kata yang mewakili perasaanku sekarang ini ' Lelah '. Aku lelah menghadapi hidup ini.
"kapan aku bahagia? " kalimat yang sering muncul dalam benakku.
kata orang aku adalah penghancur, aku sudah mengancurkan banyak sekali harapan bahagia keluargaku, begitu kata-kata mereka.
Tapi aku tetap sabar menghadapi ujian ini, aku hanya menunggu di mana saatnya Tuhan memanggil kembali diriku, mungkin aku tidak akan tersiksa lagi jika saat itu tiba.
bagaimanakah kisah hidup Divina, apakah dia akan merasakan bahagia juga?
yuk ikuti ceritanya...
MOHON MAAF BILA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH ATAU CERITA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melciballu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kenyataan
Sekarang disinilah Divina, di gudang yang temaram dan sunyi itu. Dirinya merasa benar-benar diasingkan bahkan kunci gudangnya pun dipegang oleh Tommy.
Ditatapnya kertas yang dipegangnya. Lagi-lagi air matanya mengalir, bagaimana tidak, kertas itu adalah keterangan dari dokter tentang penyakitnya. " sampai kapan aku harus menderita hikss..hiks.." Isak tangis Divina terdengar.
Hatinya hancur dan selalu berpikir akankah dirinya akan disayangi juga? atau sampai matipun nasibnya akan terus seperti ini? terus dianggap seperti sampah.
" hikss..hiksss" Divina terus menangis terisak tak sadar ternyata dirinya sudah tertidur dilantai yang dingin itu.
ia merasa takut berada sendiri di ruangan gelap itu sendiri tapi mau bagaimana lagi, dengan terpaksa dirinya melawan rasa takut itu sendiri.
pagi harinya Divina terbangun saat seseorang memasuki gudang dan membawakannya makanan. Hanya nasi putih saja dengan sebutir telur yang telah direbus dan memang itulah yang akan menjadi makanan Divina sehari-hari mulai sekarang. Hatinya sakit melihat itu, setidaknya dulu ia masih bisa memakan tempe tahu atau pun sayuran tapi kini hanya nasi putih saja dengan telur dan porsinya pun sangat sedikit.
" makasih buk " Divina memaksakan senyumannya kepada Bik Rum.
" maafin bibik yah non, bibik nggak bisa bantu non Divina " ucap Bik Rum dengan air mata yang mengalir sedangkan Divina setengah mati menahan tangisnya juga.
" nggak apa-apa kok buk, Divina baik-baik aja "
" tapi wajah non Divina pucat sekali "
" Divin baik-baik saja bik.." Divina menggenggam tangan wanita paruh baya itu dan menciumnya.
Bik Rum membawa Divina dalam pelukannya membuat air mata Divina luruh seketika. " makasih buk, makasih karena sudah mau peduli sama divin" lirih Divina.
" Ya sudah lebih baik non mandi dulu, nanti telat kesekolahnya"
Divina mengangkat kepalanya. " emang Divin boleh sekolah buk" tanya Divina, dipikirannya ia tidak boleh sekolah juga makanya ia merasa sangat sedih dan menganggap perjuangannya untuk bersekolah sia-sia.
Bik Rum tersenyum dan mengangguk. " boleh, tapi kata Tuan besar setelah sepulang sekolah maka non Divin harus langsung pulang " Jelas Bik Rum.
" baik bik, Divin mandi dulu yah" Divina segera pergi ke toilet yang berada di ruangan itu juga.
setelah selesai, seperti biasanya Divina harus berjalan kaki menuju ke sekolahnya. Semua siswa menatap kearahnya dengan tatapan rendah membuatnya hanya menunduk saja.
Dalam perjalanan tak sengaja ia bertemu dengan Angga tapi aneh nya Angga hanya melirik sekilas kepadanya. " kak Angga" panggil Divina pelan tak mau orang-orang tau kedekatannya dengan Angga.
Angga berhenti sejenak tapi tak lama kemudian ia kembali melangkahkan kakinya menjauh dari Divina. Divina menatap kepergian Angga dengan nanar. " kasian yang lagi di cuekin, hahahaha " ujar Seorang siswa dan disahuti tawa yang lainnya.
" emang kamu siapa, sampai manggil kak Angga segala " teriak yang lainnya.
" taulah, pasti dia sedang mimpi sekarang makanya bisa seberani itu panggil namanya kak Angga " Ejek yang lainnya lagi membuat Divina sedih, tidak di rumah sekolah semuanya sama. Dirinya mungkin sudah ditakdirkan untuk menjadi musuh bagi orang-orang.
Dengan menghela nafas berat, kini Divina memberanikan dirinya untuk kekelasnya tapi ternyata seseorang tengah menyandung kakinya dari belakang sehingga membuat dirinya terjatuh dan lututnya berdarah.
Divina bangun dan berlari meninggalkan tempat itu, tak peduli lututnya sakit atau tidak tapi hatinya lebih sakit saat melihat perlakuan orang-orang padanya.
kini tibalah Divin di toilet, mencuci wajahnya dan membersihkan lututnya yang berdarah. Ia sudah bertekad untuk kuat dan tidak menangis lagi.
Ditatapnya wajah sembabnya didepan cermin, terlihat tubuhnya semakin kurus dan pipinya juga menirus. " apakah aku bisa sembuh dan bisa merasakan bahagia? " lirih Divina.
setelah dipastikan dirinya kembali rapih, Divin kembali kekelas nya dengan senyuman yang tak luntur dari wajahnya walau dengan terang-terangan banyak dari siswa-siswi yang mencibirnya. " cihh, lihat senyumnya benar-benar meniijikan" ujar mereka seakan jijik dengan Divina.
'kamu harus kuat Div, jangan pedulikan merdeka' Kata hati Divina yang terus menyemangatinya.
akhirnya dengan penuh perjuangan Divina sampai kekelasnya. Tapi lagi-lagi cobaan selalu ada, dikelas dirinya kembali dihina. Bahkan kini geng nya Ziko yang menghajarnya hanya saja tidak ada Ziko. Divina melirik Angga yang terlihat acuh tak acuh membuatnya bingung.
" hahahaha, dia ngelirik loh Ngga" Kevin tertawa sambil melirik kearah Angga.
terlihat Angga yang tersenyum sinis. Angga maju ke hadapan Divina membuat Divina tersenyum senang dalam hati ia berpikir bahwa ternyata Angga masih peduli pada nya tapi sesaat kemudian senyuman itu luntur saat Angga mengucapkan kata-kata yang membuatnya jatuh.
" kamu berpikir bahwa aku akan menolongmu adik kecil? hahaha lucu sekali kamu!!" Angga tertawa dengan sinis sedangkan yang lain hanya menonton saja.
" jangan pernah bermimpi sejauh itu Kasih, " lanjut Angga lagi dengan senyum sinisnya.
" lalu apa yang kau lakukan selama ini" ujar Divina yang hampir tak terdengar. Tekad yang tadi disusunnya kini sia-sia sudah, air matanya kembali jatuh. Terlihat Angga mengalihkan tatapannya dari Divina.
"apakah kamu benar-benar ingin tau?" tanya Angga tanpa menatap Divina.
" kanapa tidak, aku ingin tau apa saja yang sudah kau rencanakan selama ini sehingga membuatku bisa percaya begitu saja " ujar Divina dengan suara yang bergetar, terlihat sekali kalau dirinya sangat kecewa.
" apakah kamu yakin?" kali ini Ken yang bertanya dengan nada mengejek.
" kamu adalah bahan taruhan kami " ujar Angga dingin.
terlihat raut terkejut di wajah Divina. " a-apa maksudmu" tanya Divina yang masih terkejut, dalam hati ia berdoa agar semua ini hanya mimpi.
" sungguh kamu tidak mengerti? ternyata kamu idi*t juga yah...hahaha" ujar Kevin membuat seisi kelas tertawa bahkan terlihat Rey juga tertawa tapi hanya sebentar.
" ok, karena kamu tidak mengerti maka biar aku yang jelasin saja" ujar Ken yang menyelah.
" jadi, sebenarnya.. kamu itu kami jadikan bahan taruhan. Kalau Angga berhasil mendekati kamu maka kami akan memberikan apa saja yang ia mau-"
" stoppp" teriak Divina dan berlari keluar. Semua yang berada dikelas itu menatap kepergian Divina. Siapa coba yang tidak sakit kalau diperlakukan seperti itu, bahkan lebih sakit saat dirinya dihina.
Ada yang merasa senang, ada juga yang merasa iba. Dengan cepat Angga berlari keluar mengikuti Divina yang berlari kebelakang sekolah tepatnya di taman sekolah.
Divina menangis hingga sesengukan. " kasih..." terdengar suara dari belakang dan Divina mengenalinya. " pergi kamu " Ujar Divina dengan suara serak.
" Kasih ma-"
" pergiii!!" teriak Divina dengan wajah yang memerah.
" maafkan aku.." ujar Angga tanpa memperdulikan teriakan Divina.
Divina memilih tak menanggapi Angga dan pergi begitu saja meninggalkan Angga sendirian. " kamu sudah membuat aku terbang Ngga, tapi sayangnya aku kembali terjatuh dan itu lebih sakit.." ujar Divina pelan saat melewati Angga.
bersambung......
Aku ijin promosi novel ku yang berjudul PEREBUTAN KEKUASAAN. Yuk teman-teman mampir like dan commen 😄😄🤗🤗
Luar Biasa karyamu Thor Udh 2 X Baca tp tetep mewek q walaupun author masih Sekolah tp bisa ngebagi waktu good jobs thor