Kayna dan Alif menikah karena ta'aruf yang dilakukan kedua orang tuanya. Alif pun menikahi sahabat Kayna yang sudah di anggap sebagian saudara bagi Kayna.
Kayna yang mengizinkan Alif untuk menikah dan mempoligaminya. Membuat hari hari Kayna hampa. Hanya anak-anaknya yang memberikan semangat pada Kayna.
Anita sahabat dan juga saudara Kayna menjadi iri dan benci juga cemburu melihat Alif begitu cinta dan sayang pada Kayna. Dan berusaha memisahkan Alif dan Kayna.
Bagaimana rumah tangga Kayna dan Anita?
Mampukah Kayna bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhayu Indah Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pernikahan Anita dan Alif
Satu minggu kemudian akhirnya Anita dan Alif menikah. Tak ada yang istimewa karena mereka hanya melangsungkan proses akad saja dan tidak ada pesta, karena mengingat status Alif yang sudah beristri. Abi dan ummi Kayna dan Nino hadir. Hanya ibu Alif yang tak hadir karena dia tidak menyetujui pernikahan Alif dan Anita.
Di dalam kamar Anita di temani Kayna. Dia tampak gugup, Anita memakai kebaya berwarna cream tampak anggun sehingga tubuhnya yang mungil tampak membentuk. Make up Anita begitu sederhana dengan kesana mewah.
Tak lama kemudian Alif sudah duduk di depan penghulu dan lalu Anita berjalan di dampingi Kayna. Kayna menggunakan pakaian yang amat sederhana dan make up yang natural namun tampak anggun. Dia menggunakan gamis berwarna Peach dengan hijab panjang yang menutupi perutnya.
Alif bukannya merhatikan Anita tapi dia begitu terkesan dengan istrinya yang begitu cantik.
Alif tersenyum melihat Kayna yang begitu sabar dan ikhlas menerima suami nya menikah dengan sodara serta sahabat nya itu.
Alif dan Anita duduk berdampingan,Alif memegang tangan penghulu sebagai wali nikah dan Abi menjadi saksi.
Ijab kabul mulai di bacakan dan Alif menyerukan dengan lantang. Tak terasa air mata Kayna menetes di pipi, dia mengingat saat Alif menyerukan ijab kabul saat pernikahannya.
Nino yang melihat adiknya meneteskan airmata langsung memegang tangan adiknya. Seolah memberikan kekuatan pada Kayna. Begitu juga sang bayi yang menendang sangat keras seolah mengerti hati ummi nya.
Setelah ijab kabul selesai Anita mencium tangan Alif dan Alif mencium kening Anita. Kayna permisi untuk ke belakang, dia tidak ingin melihat pemandangan suaminya dan istri barunya.
Di kamar mandi Kayna menangis dan terus menang sambil memegang perutnya. Kayna menangis meratapi takdirnya dengan Alif.
Tanpa di ketahui Alif melihat Kayna yang menangis di kamar mandi.
"Maafkan aku Kayna. Seharusnya aku tak menyakitimu dan anak kita. " bathin Alif.
Alif kembali ke ruang makan, karena tidak ada pesta jadi hanya keluarga saja. Mereka mulai menikmati hidangan. Anita yang terlihat bahagia terus mengembangkan senyuman. Tangan nya terus menggandeng lengan Alif.
Kayna datang dari belakang dan Alif melepaskan tangan Anita, kemudian menghampiri Kayna. Anita yang tampak cemburu melihat suaminya mendekati istri tuanya.
"Sayang makan ya. " kata Alif membimbing Kayna duduk di kursi yang sudah Alif siapkan.
Anita mendekati Alif dan Kayna langsung dia menggandeng lengan Alif.
"Ingat ya Kayna, satu minggu ini Mas Alif tidur di rumahku" kata Anita dengan sinis.
"Kamu gak usah khawatir, aku mau langsung ke kantor. " kata Kayna yang berdiri dan langsung menghampiri Nino. Alif langsung melepaskan tangan Anita. Anita tampak kesal.
"Sayang..." panggil Alif dengan lembut.
"Sudahlah Mas, ini hari bahagiamu dan Anita aku gak mau ganggu kalian. Oppa.!! " panggil Kayna yang berjalan ke arah Nino dan meninggalkan Alif yang berdiri di depan pintu.
Anita mendekati Alif yang melihat istri dan semua Keluarganya pulang. Anita mengajak suaminya makan.
"Mas, mau makan dengan apa? " tanya Anita yang mengambil piring serta nasi.
"Terserah kamu aja, An. " kata Alif yang duduk sambil menopang dagunya.
"Mas... Mas!! Kamu kenapa dari tadi aku lihat kamu terus melamun. Kamu nyesel nikah sama aku? "
"Bu-bukan begitu An. Aku hanya lelah. " ujar Alif.
"Kita kan tidak mengadakan pesta lelah apanya? " Anita yang kesal langsung masuk kamar dan membanting pintu kamar nya.
"Maafkan aku Kayna. Aku gak pantas jadi suamimu. " gumam Alif yang meneteskan airmata.
Alif menyesal telah menyakiti Kayna dan anak-anaknya. Tapi semua sudah terjadi dan gak mungkin dia membalikkan keadaan.
Sementara di kantor Kayna berusaha kuat, ikhlas dan sabar dengan semua yang terjadi.
Alby yang melihat Kayna terus melamun merasa kasihan.
"Andai kamu jadi istriku, aku gak akan bikin kamu sedih, Kay" kata Alby dengan suara pelan.
Sementara malam pertama Anita dan Alif tak berjalan lancar. Alif duduk bersandar diranjang dia menatap ke jendela, sedangkan Anita sedang membersihkan make-up dan siap-siap akan mandi.
"Mas, kamu sudah mandi? "
"Hmmm... " Alif tak mengeluarkan suara. Dia terus memandang fotonya dan Kayna saat bulan madu.
"Mas, kamu kenapa sih.Dari tadi siang melamun aja. Kamu nyesel nikahin aku? " Anita mendekati Alif di tampak cemburu melihat Alif terus memandang foto Kayna. Diambilnya HP Alif dan di hapusnya foto foto itu. Alif langsung bangun dan marah.
"Anita!! " teriak Alif yang mengambil HP nya lagi.
"Mas, ini hari pernikahan kita, malam pertama kita. Kenapa pikiran mu hanya Kayna... Kayna... terus. " Anita dengan suara keras lalu mendorong Alif sehingga Alif jatuh di kasur. Kemudian Anita masuk ke kamar mandi.
Alif terdiam dia terus mengotak atik HP nya mencari berkas-berkas foto yang terhapus berharap akan ada lagi.
"Untung masih ada. Maafkan aku Kayna. " gumam Alif dengan lirih.
Lalu Anita keluar dia menggunakan handuk kimono nya sambil cemberut dia melihat Alif sudah tertidur.
"Huuuhhh... Dia malah tidur, seharusnya ini jadi malam yang indah, tapi malah malam yang bener-bener kesal. Semua gara-gara Kayna. " kata Anita. Anita mulai cemburu dengan Kayna yang lebih di perhatikan oleh Alif.
Di rumah Kayna merasa kan perutnya sakit dan tampak gelisah. Keringat mulai bercucuran di keningnya.
"Bi... Bibi... Bi.. Sum..! " teriak Kayna yang keluar kamar sambil memegang perutnya.
"Ya mba, ada apa? "tanya Bi Sum.
" Perut Kayna sakit, Bi. "kata Kayna yang terus mengusap perutnya.
" Kita ke dokter mba. "ujar bi Sum.
" Aduh... Ya bi, kita naik taksi online saja bi. Bibi siapin baju Kayna saya pesan taksi online dulu. "kata Kayna yang berjalan ke depan ruang tamu.
Tak berapa lama taksi online pesanan Kayna sudah datang,kemudian Kayna dan bi Sum masuk ke dalam mobil. Dalam perjalanan Kayna terus merasakan sakit perutnya.
" Apa mau melahirkan ya, bi. Kok sakit banget? "
"Mulas atau bagaimana mba rasanya? "
"Gak mulas bi, cuma rasanya sakit aja. "
"Mudah-mudahan gak ada apa-apa mba Kay. Oia apa tidak sebaiknya telepon Mas Alif, mb"
"Gak usah, bi. Ini kan malam pertama Anita dan Mas Alif jadi pengantin"
Airmata Kayna mulai menetes di pipinya segera dia mengusapnya agar bi Sum tak melihatnya.
Sampai di dokter, Kayna langsung di bawa kedalam untuk diperiksa. Dokter Farly Langsung mengeluarkan alat stetoskop dan seorang asisten mengoleskan gel di perut Kayna.
"Bagaimana, dokter Farly? " tanya Kayna yang melihat ke komputer.
"Kay, kamu jangan stress dan banyak pikiran. Dalam satu bulan lagi akan melahirkan. Ini hanya sakit karena kamu banyak beban, sayang. " kata dokter Farly. "Stress akan membuat bayi dalam kandunganmu juga akan ikut stress dan bisa berbahagia, Kay. "
Kayna hanya diam mendengarkan penjelasan dokter Farly. Tak dapat di pungkiri Kayna memikirkan hidupnya yang harus berbagi suami dengan sodara sekaligus sahabat nya sendiri.
Selesai pemeriksaan Kayna dan bi Sum pulang di jalan Kay titip pesan pada bi Sum untuk tidak mengatakan pada suaminya juga pada keluarganya. Bi sum hanya mengangguk menuruti majikannya.