NovelToon NovelToon
Tentangku & Hatiku

Tentangku & Hatiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:42.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wati Charoline H.

Bagaimana rasanya jika kekasih kita tiba-tiba mengajak kita menikah? Sedangkan, kita baru saja menjalani sebuah hubungan sepasang kekasih.

Hal ini terjadi dalam kisah (Karin) menjadi anak perantauan yang bertemu dengan kedua laki-laki yang hadir di dalam kehidupannya yang biasa. Dimana diantara salah satunya adalah orang dari negeri seberang (Malaysia).

Pertemuan yang awalnya tak pernah menganggapnya ada, malah harus mengukir luka diantara salah satunya (Herul) laki-laki yang begitu baik. Dan memilih laki-laki pilihannya (Musleh) yang malah berakhir dengan sebuah pengkhianatan di dalam pernikahan dan campur tangan dari kedua kakak iparnya yang mengakibatkan perceraian dengan sang suami.

Setelah beberapa tahun kemudian ... Orang yang pernah ia buat luka di hatinya (Herul), malah muncul kembali dan tetap menerimanya apa adanya dan ingin menjadikannya sebagai orang terakhir dalam hidup laki-laki tersebut.

Apakah si Karin akan menerima cintanya Herul? Saat dirinya dulu pernah melukai hati laki-laki tersebut? Atau bahkan sebaiknya, akibat trauma yang disebabkan oleh pilihannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wati Charoline H., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ucapan Terimakasih.

Setelah perkataan Musleh yang mengatakan hal itu, membuat Karin termenung di dalam pantry. Ia tidak tau harus menjawab apa, di saat dirinya juga sedang renggang dengan kedua saudaranya. Hal ini membuatnya pusing dan ingin segera masuk ke dalam stor untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sedikit lelah akan pekerjaan yang dilakukannya. Apalagi tadi ia melihat segumpalan bolu rasa pandan.

"Haaaah! Aku harus bagaimana," gumam Karin pada diri sendiri.

"Rin ... sedang apa kamu disini?" terdengar suara Sofia dari balik pintu, gadis itu pun menghampiri Karin, "Sedang mengisi air minum rupanya. Heii... kau kenapa hanya terdiam? Ada apa?" tanya Sofia saat melihat Karin hanya terdiam dengan botol yang di pegangnya.

"Tidak ada, aku masuk stor duluan ya," ucap Karin, gadis itu langsung meninggalkan Sofia yang terlihat memandanginya dengan tatapan bingung.

"Dia kenapa ?"

Di dalam stor, Karin langsung merebahkan tubuhnya di salah satu kursi panjang yang terdapat di sana. Ia mencoba menutup kedua matanya, mencoba agar rasa pusing di kepalanya mereda. Tidak berselang lama Sofia pun kembali dengan membawa sebotol air minum yang di isinya di dalam pantry, sama seperti Karin.

"Karin ...."

"Emm."

"Kamu ini kenapa sih? Sejak selesai dari tandas (toilet) kamu jadi aneh, ada apa? Apa kamu melihat permata emas yang banyak kah?" celetuk Sofia. Meskipun perkataannya memang ada benarnya, karena Karin merasa kesal akan hal itu. Tapi hal itu juga bukan hal yang membuatnya tidak merasa bersemangat.

Karin pun bangun dari tidurnya dan langsung berkata. "Apa tanggapan mu jika seseorang yang baru mengajakmu berpacaran, malah tiba-tiba mengajakmu untuk menikah?"

"HAH?! Kok ...? Hei Karin, jangan bilang bahwa Mus mengajak mu menikah," tebak Sofia yang mendekatkan wajahnya ke arah Karin. Yang membuat Karin memundurkan kepala temannya itu kebelakang dengan keras.

"Hentikan, omong kosong itu! Mana mungkin di-diaa ..." ucap Karin sedikit gugup, ia mencoba mengalihkan pandangannya ke arah lain agar dapat menyembunyikan akan hal kebenaran itu.

Namun, sepertinya hal tersebut dapat Sofia ketahui dari gelagat nya Karin yang seperti itu. Dan membuatnya yakin bahwa perkataannya barusan memang benar adanya. "Karin, jika tebakan ku benar. Berarti dia serius denganmu. Kamu terima saja lamarannya! Aku yakin dia dapat membuatmu bahagia, karena dilihat nya dia baik."

"Tapi-"

"Tapi kenapa Rin? Ada sesuatu yang mengganjal di pikiran mu?"

Karin mengangguk sambil melihat ke arah temannya itu. "Sofi ... apakah jalan yang aku pilih ini benar? Ak-aku-"

"Sudah, sudah kamu percayakan saja semuanya pada yang diatas! Aku yakin semuanya akan baik-baik saja Rin, percayalah." ucap Sofia memberikan sedikit kelegaan pada Karin.

Karin pun tersenyum tipis ke arah teman di sampingnya itu. Ia beruntung bisa bertemu teman seperti Sofia, meskipun gadis itu cerewet namun jika tentang masalah ini, ia adalah orang pertama yang mendukung dan membantu Karin. Karin pun yang awalnya menutup dirinya kepada siapapun, ia justru menyesalinya karena telah menyia-nyiakan orang di sampingnya ini.

Karin memegangi tangan temannya, lalu sembari berkata. "Terimakasih banyak Sof, telah banyak membantu ku."

"Aissh!! Kau juga banyak membantu ku Rin, sesama teman kita tidak boleh hanya memerlukan bantuannya disaat kita kesulitan saja, dan menjauhinya di saat dia membutuhkan bantuan kita. Tapi ...?" ucapan Sofia terhenti membuat Karin mengernyitkan keningnya.

"Tapi kenapa?" tanya Karin penasaran.

"Tapi kalau kamu meneraktir ku makan siang, tentunya aku akan sangat berbahagia," balas Sofia sembari menaik turunkan alis matanya.

Karin yang melihat hal itu, otomatis tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya. "Baiklah, jika memang itu mau mu. Hari ini aku akan meneraktir mu makan sama minum sepuasnya."

"Benarkah? Kamu tidak berbohong kan?" Sofia menggoyang-goyangkan bahu Karin. Bertanya apakah ucapan Karin sungguhan.

Karin pun hanya tertawa kecil dan melepaskan tangan yang menyentuh bahunya itu agar menjauh. "Iya, aku sungguhan."

"Oke, ayo kita ke atas!" ucap Sofia penuh semangat dan segera menarik Karin keluar dari stor untuk menuju lantai satu. Karena letak kantin berada di lantai satu. Mereka memiliki menaiki tangga daripada menggunakan lift.

... ****...

"Karin ... makasih ya, kamu sudah meneraktir aku makan siang," ucap Sofia di sela-sela makannya.

Karin mengangguk sambil meminum minuman yang ia pesan. "Emm."

"Ngomong-ngomong, bagaimana kabar kedua saudaramu, apakah mereka masih dengan pendiriannya?"

Karin menundukkan kepalanya sembari tersenyum getir. "Aku tidak tau Sof, apakah mereka masih menganggap aku keluarganya."

"Heiiih. Kamu ini ngomong apa Rin! Mana mungkin mereka melakukan hal itu kepadamu hanya karena kamu masuk keyakinan yang berbeda dengan mereka, apa salahnya dengan itu, " balas Sofia dengan suara sedikit kesal, "Mungkin mereka hanya terlalu shock, karena kamu tiba-tiba membuat pernyataan yang membuat mereka terkejut. Tapi percayalah, cepat atau lambat keluargamu pasti akan menerima mu kembali," sambungnya.

Karin tersenyum di sela kepalanya yang menunduk, ada rasa bersalah di dalam hatinya saat gadis itu mengingat akan kejadian kemarin. Dimana ia telah membuat kedua kakaknya marah besar dan kecewa terhadapnya.

"Rin ...?" panggil Sofia saat ia melihat temannya hanya menunduk tanpa bersuara. Ia pun menyentuh bahu temannya itu dan mencoba memanggilnya kembali, "Karin?"

"H-hah, kenapa Sof? Apakah kamu masih kurang?" ucap Karin saat dirinya sudah sadar dari lamunannya.

"Tidak, aku sudah kenyang." sahut Sofia.

Karin hanya mengangguk, lalu ia berniat mengajak Sofia untuk turun setelah membayar makanan yang di pesan temannya itu. Tapi sebelum menginjakkan kakinya, lengannya ditahan oleh Sofia. Karin melihatnya, "Kenapa Sof?"

"Apa kamu baik-baik saja Rin ...?"

Karin yang mengerti akan pertanyaan temannya. Karin mengangguk kecil sembari tersenyum. "Aku tidak apa-apa, ya sudah sebaiknya kita cepat turun! Ini sudah waktunya kita bekerja kembali."

Sofia pun hanya tersenyum lalu mengangguk. "Yaudah, yuk kita turun."

Mereka berdua pun turun, tapi saat menuruni anak tangga. Seseorang telah berdiri di depannya. "Karin, ada Mus tuh."

Melihat itu, Karin hanya menghela nafasnya pelan. Lalu melirik ke arah temannya. Sofia yang paham akan situasi langsung mengusap punggung Karin sembari tersenyum. "Tidak apa-apa, kalian bicarakan saja oke. Aku akan mengatakan kepada Mak Bi bahwa kamu masih di kamar mandi."

Karin pun hanya mengangguk. "Makasih, Sof."

"Santai saja Rin, yaudah aku turun duluan," setelah mengatakan itu. Sofia turun untuk menuju setor. Sembari tersenyum manis ke arah laki-laki di depannya itu yang juga membalas senyuman gadis itu.

Tinggallah, Karin dan Musleh di sana.

"Sayang ...?"

1
Mira Kader
bagaimn kabar mantan suami Karin di negeri Jiran apa kah dia bahagia atau sebaliknya
Mira Kader
kasihan sekali nasip mu Kiran
jenkaijen
kayaknya ini kisah nyata dari author, kok kayak masuk banget dalam fikiranku 😭
Mira Kader
kenapa abaang ya ditangkap
Ival Vander
pengganggu sekali emak mertua
Elkuna
wew, emaknya kak herul mengganggu saja 🤣
Janda Satu Set
mampir semangat
Lollipop Coklat
wkwkwk kyknya sikarin pengen deh! tapi suaminya herul gk peka dengan keringat dingin yang bercucuran di jidat karin 😂
Daniel Akbar
next partnya kak
Daniel Akbar
Udah tamat aj 😫
Elkuna
ya ampun aku ketinggalan banyak sekali 🤧.

waaaah, happy ending, aku senang bangett 😘. tapi kenapa authornya kek mau cepat2 habisinnya. belum puas lah sama akhirnya
Sila Anonymous
semoga terus bahagia
Muti☑️: jangan lupa liat cerpen aku ya kak
total 1 replies
Ival Vander
sdh end ya? semangat kak ku tunggu next season 2 nya
Mamanya Haikal
Sedih sekali ceritanya dik, semangat ya sayang jangan patah semangat hanya karena laki laki yg tidak bertanggung jawab
TK
cinta segitiga 👍😍
Wang Roy
menurutku emang jengkel klu harus berurusan dengan ipr
Wang Roy
seru juga semangat
Mamanya Haikal
semangat dik... kakak mendukung mu
Daniel Akbar
next kak
Daniel Akbar
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!