NovelToon NovelToon
STORY OF ADITYA

STORY OF ADITYA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Peningkatan diri -peningkatan kekayaan / Tamat
Popularitas:159.8k
Nilai: 5
Nama Author: GANTENG KALEM

Hi teman, ini adalah karya pertama aku di noveltoon.

Disini saya hanya belajar menulis, dan saya hanya ingin sedikit bercerita, tentang perjalanan kehidupan, seorang Aditya Koesdiansyah.

Seorang pemuda tampan, yang menjadi tulang punggung keluarganya, setelah Dokter memvonis Ayahnya sakit.

Bagaimana kelanjutanya, tetep mampir di karya Author yang baru ini.

Karena insya Alloh Author akan rajin Update tiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GANTENG KALEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HERO IN MY HEART

Selesai dengan berdandan, Luna keluar dari kamar di temani Galuh yang sudah siap berangkat sekolah.

"Ayo, Non. Kita berangkat" ajak Adit pada Luna dan Galuh.

Mereka bertiga berpamitan terlebih dahulu pada Herman dan Siti sebelum berangkat.

"Pak, Mak. Kita pamit berangkat dulu ya." ucap Adit pada kedua orangtuanya. Seraya meninggalkan halaman rumah menuju mobil Luna yang sudah terparkir di tepi jalan depan kediaman Herman.

Mereka bertiga masuk ke dalam Mobil Luna, dan seperti biasa Luna duduk di belakang sambil membuka laptop mengecek email yang baru masuk ke dalam laptonya.

Sedangkan Galuh dia duduk di depan di samping Adit.

"Wah, mobilnya bagus banget ya Bang." Galuh berdecak kagum.

"I ya, kamu mau?" Adit tertawa sambil menstater mobilnya.

"Emang, Bang Adit mampu beli?" tanya Galuh dengan antusias.

"Ya sudah, nanti Kak Adit beli mobil mobilan, gimana?" jawab Adit dengan asal dan sukses membuat Luna dan Galuh tertawa.

Perlahan Adit menancap pedal gasnya meninggalkan rumah menuju Aluna company.

Sepanjang perjalanan Adit merasa heran dengan mobil baru yang ia gunakan.

Tumben Non Luna ganti mobil, memang mobil yang kemarin kemana?.

Di depan SMA Purna Bakti, Adit menepikan mobilnya karena berniat menurunkan Galuh di depan sekolahnya.

"Belajar yang benar, Dek." ucap Adit ketika Galuh mencium punggung tanganya.

"I ya, Kak. Ya sudah Galuh berangkat dulu ya, bye kak Adit, bye Kak Luna." Galuh beringsut mendekati pintu mobil dan membukanya.

"Tunggu, Dek." Adit merogoh saku baju mengambil selembar uang 20 ribuan dan memberikannya pada Galuh.

"Makasih, Kak." Galuh tersenyum dan turun dari mobil dan menutup kembali pintu mobilnya.

Dalam diam Luna memperhatikan hubungan dua saudara yang terlihat harmonis di matanya.

"Tunggu, Dit." ucap Luna sambil membuka pintu dan keluar dari mobilnya.

"Galuh," panggil Luna.

Galuh yang baru melangkahkan kakinya, dia berbalik dan menghampiri Luna.

"I ya, ada apa Kak Luna." tanya Galuh.

Luna mengeluarkan dompet dari dalam tas, dan mengeluarkan 5 lembar uang seratus ribuan dan memasukannya ke dalam tas Galuh.

"Banyak amat Kak, ini buat apa?" Galuh yang merasa heran.

"Buat jajan kamu, Dek. Nanti kalau dah habis, kasih tahu kaka ya, udah ada nomer kakak kan di handphone kamu." jelas Luna.

"Terima kasih, Kak Luna. Kakak emang cantik deh." Galuh tersenyum riang dan mencium punggung tangan Luna.

"Ya sudah, Kak Luna berangkat dulu ya. Belajar yang benar." ucap Luna. Seraya melangkah kembali masuk kedalam mobilnya.

"Ayo, Dit." titah Luna pada Adit.

"I ya, Non." Adit mengangguk dan melajukan kembali kendaraanya meninggalkan Galuh yang melambaikan tangan padanya.

Dret... Dret... Dret..

Sebuah panggilan, masuk ke dalam handphone Luna, dan terlihat Luna menggeser menu hijau dan menjawab panggilan masuknya.

"Hallo, Ratna. Ada apa?" tanya Luna pada Ratna di dalam panggilanya.

"Lun, kamu cepetan kesini sekarang." ucap Ratna dengan nada yang terasa ketakutan.

"Memangnya ada apa?, kok kamu kaya ketakutan gitu?" tanya Luna yang kini terlihat cemas.

Adit yang tak sengaja mendengar pembicaraan antara Luna dan Ratna, dia memandang Luna lewat kaca depan dan memasang telinganya dengan seksama.

"Ya sudah, kita lagi dalam perjalanan ini. Kamu tunggu aja disitu ya." Luna mengakhiri panggilan masuknya.

"Ada apa, Non? tanya Adit yang melihat Luna memijat pelipis kepalanya.

"Orang orang Om Abraham, sedang menunggu kita di ruangan." jawab Luna.

"Apa berhubungan dengan masalah perkelahian Adit kemarin?" tanya Adit yang merasa tidak enak.

"I ya, Dit." jawab Luna

"Maafkan saya ya Non, Adit malah membuat semuanya menjadi kacau seperti ini." ucap Adit penuh penyesalan.

"Tenang, Dit. Aku pasti bantuk kamu kok." Luna meyakinkan Adit dengan ucapannya.

Dan tak terasa, mobik yang di tumpangi Adit dan Luna, kini telah sampai di depan Lobi perusahaan.

Adit keluar dari mobil dan bergegas membukakan pintu mobil untuk Luna. Dan setelah Luna keluar, ia segera kembali masuk ke dalam mobil untuk segera memparkirkan mobilnya di area parkir.

Dret.. Dret.. Dret...

"Non, Luna." Adit yang melihat nama Luna memanggil via handphonenya.

Adit segera menjawab panggilan dan menempelkan di telinganya.

"Dit, kamu ke ruangan sayan sekarang." titah Luna yang langsung mematikan kembali panggilannya.

Adit memasukan kembali handphone di saku bajunya. Dia berlari kecil dan bergegas menuju ruangan Luna.

Di depan ruangan Luna, Adit menghela nafas sebelum mengetuk pintu ruangan kerja Luna.

Tok.. Tok.. Tok..

"Permisi," ucap Adit dari luar ruangan kerja Luna.

"I ya, masuk. Dit." Seru Luna dari dalam ruangan kerjanya.

Adit memegang handle pintu dan memutarnya. Dia kini mulai masuk ke dalam ruangan di mana Luna bekekrja.

Di dalam ruangan Luna, sudah terlihat beberapa orang sudah menunggu kedatangan Adit.

"Aku yakin, itu dia orangnya." ucap kepala Bodyguard yang melihat Adit melangkah menghampirinya.

"Selamat pagi, Pak." Adit menyapa sambil menghulurkan tangan mengajak bersalaman.

Kepala Bodyguard membalas tahutan tangan Adit.

"Silahkan duduk," ucap Luna pada Adit dan ketua Bodyguard.

"Rat, tolong buatkan minuman untuk tamu kita." titah Luna dengan tangan menunjuk pada tamunya dengan sopan.

Ratna berlalu meninggalkan ruangan Luna untuk menyiapkan minuman.

Dan tanpa berbasa basi lagi, ketua Bodyguard itu memperlihatkan rekaman cctv pada Luna dan Adit.

"Ouwh, ternyata David yang memulai semua ini." ucap Luna sambil memandang ketua Bodyguard dan beralih memandang Adit.

Ketua Bodyguard itu mengangguk dan membenarkan apa yang di simak oleh Luna dan Adit.

"Tapi Nona Luna...," Bodyguard tersebut mengusap mukanya dengan kasar.

"Tapi apa?" tanya Luna yang sudah merasa jelas dengan keadaan sebenarnya.

"Apakah Tuan Abraham bisa menerima semua ini?" tanya ketua Bodyguard yang kini terlihat makin bingung.

"Ini semua sudah jelas, dan kalau misalnya beliau tidak bisa menerima kenyataan ini, itu adalah masalahnya sendiri dan bukan urusan kita lagi." ucap Luna sambil menggedikan bahunya.

Ketua Bodyguard yang takut akan dirinya di pecat Abraham. Dia mengebrak meja Luna dengan keras hingga membuat Adit dan Luna terkesiap kaget.

"Apa maksud anda berlaku seperti itu." Luna berdiri karena merasa tidak di hargai.

Ketua Bodyguard itu berdiri dan menghampiri Luna denga tangan yang siap menyahut jas Luna. Namun, dengan Cepat Adit memegang pergelangan tangan si ketua Bodyguard tersebut.

"Berani kau menyentuhnya, aku pastikan tanganmu ini akan terlepas dari tubuhmu." ucap Adit dengan tatapan tajam seperti samurai menghunus dan membuat takut si kepala Bodyguard.

"Lepaskan tanganku!" ketua Bodyguard meraung kesakitan karena Adit mencengkram keras pergelangan tanganya.

"Baik, jika itu yang anda mau." Adit membanting judo ketua Bodyguard tersebut ke lantai di depan Luna.

Si ketua Bodyguard meraung kesakitan sambil memegang pinggangnya yang terasa sakit.

"Sekarang pergilah kau dari sini sebelum aku berubah pikiran dan benar benar menghabisi riwayatmu saat ini." ancam Adit dengan mode dingin dan menakutkanya.

Dengan susah payah si ketua Bodyguard bangun dan mengambil kembali rekaman Cctvnya, dan pergi berlalu meninggalkan ruangan Luna.

Adit menghela nafas dan menghembuskanya dengan perlahan.

"Adit," panggil Luna yang kini terlihat ketakutan.

Adit bergegas menghampiri Luna dan memberi pelukan hangatnya untuk menenangkan Luna yang terlihat cemas dan ketakutan.

Luna membalas mengeratkan pelukanya, dan Adit mengelus ngelus punggung Luna mencoba menenangkan hati dan pikiran Luna.

Perlahan Adit melepas pelukan dan menangkup kedua wajah Luna dengan kedua tangannya.

"Jangan takut, akau akan selalu melindungimu." ucap Adit meyakinkan, dan Luna membalas anggukan percaya padanya.

Cups...

Adit mencium pucuk kepala Luna dan itu membuat Luna sangat merasa nyaman sambil menahutkan kedua tangan di pinggang Aditya.

"Ehem.. Ehem.., ini kantor sayang." ucap Ratna dengan tangan membawa nampan berisi minuman dan sukses membuat Adit dan Luna langsung melepas pelukanya masing masing.

Like.. Like.. Ya, Author minta Likenya jangan lupa.

Visual Luna Alfonso.

Visual Aditya.

1
simon soemimprang
lanjut
Aguskasnawi Awilea
mampir dulu thor
Beby AMy
Sdah selesai ceritanya
Anonim
kok burung kenari 😂😂😂
ʰⁱᵃᵗᵘˢ 𝔰𝔦𝔟𝔲𝔨 𝔯𝔩
baru mulai baca .. lanjut
muhammad edy purnomo
finish??
CebReT SeMeDi
done
⃟Ꮓus_ℛιηι🌿
semangat akak
🐾Lady_DI 💋♡⃝ 𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂ
dah ninggalin jejak ya thor... lanjut
LINA
30 like and gift sudah mendarat, semangat up kk 🙂
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
done
🦁R14n@
Emang ga dilanjut lg cerita ini thor sdh lama ga up, ttp semangat👍👍👍
ciby😘
astaga typo si adit
ciby😘
uhhuuukkk si adik blom up ternyata
Beby AMy
Visual nya aldoz n galuh dong thor
muhammad edy purnomo
?????....masih lama thor...update nya?
kai
galuh yg kuatt...😔😔😔
🦁R14n@
yg ditgu sdh up tp pendek ceritanya thor, walau gt aku maklum author msh masa pemulihan, ttp sehat dan sll istrahat tpt wkt. sukses buatmu👍🙏
R⃟ Ratu𝓦⃟֯ ❀🌷🌷🐊
next
ciby😘
uhhhuuukkk luna ngasih kode dit🤭

semanhat bang😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!